
***teruntuk kaum jomblo yang
sendirian di malam tahun baru
entah karna tak punya pasangan atau
beda kepercayaan kayak Author
yang nggak merayakan tahun baru
tapi yang jelas aku hanya menghibur π***
mendengar Vano memanggil
Dita segera menghampiri tapi
tangannya tetap sibuk memperbaiki
baju aneh yang dikenakannya .....
andai aja nggak Cici dan Dinda
yang minta Dita nggak bakalan
pake ......
" Daddy aneh banget kan baju Dita "
kata Dita berdiri di hadapan Vano
yang sudah duduk di tepi ranjang ...
menatap Dita intens tanpa melewatkan
apapun .....
" Daddy bisa bantu benerin nggak
susah ,,,,,, pendek banget "
keluh Dita menatap Vano
" benar benar montok kamu sayang "
kata Vano tanpa sadar dan
berdiri lalu memutar Dita untuk
melihat bagian belakangnya ....
tapi ada satu hal yang terfikir oleh
Vano ...
dimana Dita mendapatkan nya ???
" dapat Dimana baju ini sayang "
tanya Vano melingkarkan kedua
tangannya di pinggang Dita
menatap penuh damba istri polosnya ...
" yang ini dikasih Cici .....
dan ini di kasih Dinda "
kata Dita menunjukkan ....
" terus kamu mau peke aja "
kata Vano menatap mata polos
yang begitu jujur itu ....
" mauuuuu Daddy ,,,,, lagian Dita
menghargai pemberian mereka Daddy
dan mereka juga bilang kalau Dita
nggak pakai mereka bakalan marah "
cerita Dita dengan jujurnya ....
" yaaa tapi kamu tau nggak kalau
pake baju begini bahaya kalau
keluar " kata Vano ...
" kata mereka ini untuk tidur Daddy
dan enak di pake kok cuma agakk,,,,"
ucap Dita raguu...
" kayak *elanjang kamu "
kata Vano terang terangan ....
Dita menatap Dirinya dari bawah
keatas namun Vano memegang
bahunya dan langsung menindih
gadih kecil itu di atas ranjang
" Daddy,,,,, ammmmm ,,,,aaak"
Vano langsung mencium Dita
dengan brutal bahkan menggigit
pelan bibir tipis Dita .......
lalu turun ke leher mulusnya
mengecupi tanpa melewatkan
apapun .......
sampai kecupan itu berlabuh
di sikembar Dita menghisapnya
dengan keras tanpa peringatan
membuat Dita menjerit karna
merasakan sesuatu yang tak biasa ....
dan dengan tangan kosong
Vano menarik baju tipis itu
sampai terlepas lalu membuangnya
kelantai ....
" Daddh ,,,, aahhh "
Vano kembali mencium dan
menggigit lagi bibir tipis Dita
yang kenyal itu dengan bermain
main....
" aaaakkkkk,,,,, hiks "
Dita menangis di buatnya
membuat Vano menghentikan
aktivitasnya ...
" sayang ,,,, hey kenapa .... sakit"
kata Vano langsung membenarkan
posisi mereka dan memeluk Dita
mengecupnya berkali kali.....
" kenapa Daddy robekkk,,,,,hiks
nanti Dinda marah " Dita
menangis menatap Vano ...
Vano memelas dibuatnya Vano fikir
Dita menangis karna Vano
menyakitinya ......
" sayang dengerin Daddy "
kata Vano hangat meletakkan
kedua tangannya di punggung
Dita yang tak tertutup apapun ....
" kamu mau dedek gemoy secepatnya
nggak ?" kata Vano mengalihkan topik
" mauuuu Daddy "
mata berbinar
" ayok kita buat sekarang "
ajak Vano semangat ,,,,
" tapi sekarang dengerin arahan
Daddy dulu " kata Vano tenang
" emang main Daddy ada arahannya? "
" bukan main Dita tapi bikin dedek
gemoy sayang,,,,, " kata Vano pada istri polosnya
"sekarang jangan banyak tanya Daddy
udah nggak tahan lama lama "
kata Vano ,,,,, memang tidak tahan
tapi apalah daya mending sabar
sekarang dari pada kacau nanti π
" jadi nanti saat Daddy melakukannya
pada Dita ,,,, itu akan sakit di awalnya "
" kayak waktu itu Daddy ?"
" iya tapi setelahnya bakalan nikmat
dan kamu boleh bagi rasa sakit
kamu sama Daddy "
" caranya ??"
" cakar punggung Daddy atau tarik
rambut Daddy ,,,,, apapun terserah
kamu asal kamu nggak ngerasain
sakitnya sendiri " kata Vano tulus
Vano kasihan pada Dita jika ingat
ketika dia melakukan nya bersama
Dita dulu
" tapi kuku Dita panjang ntar Daddy
sakit " kata Dita ....
" nggak papa ,,,,,, kita mulai yaa
tapi harus selesai sampai akhir"
kata Vano bangkit dan mulai
melepas pakaiannnya
" kalau nggak selesai ?"
tanya Dita .....
" Daddy bakalan marah "
...............
Vano juga melepas kain tipis
yang masih tersisa ditubuh Dita
lalu menindih dan bermain main
dengan lihainya di atas tubuh
Dita ......
" akkkk,,,,, geli Daddy "
kata Dita kegelian memegang
wajah Vano yang menghisap
sikembarnya bukannya berhenti
Vano malah semakin gencar saja lalu ......
Vano memposisikan tubuh mereka
" pegangan ke punggung Daddy "
perintah Vano yang dengan patuh
Dita kerjakan ...
jlepppp
" akkkkkkk,,,,, Daddh ,,,,hiks "
kuku panjang Dita yang cantik
benar benar menusuk punggung Vano
gadis kecil itu merasakan masih
sangat sakit sampai reflek air
matanya jatuh ......
sekali lagi Vano menghentakan
mentoklah senjantanya dalam
rahim Dita ......
" masih sempit banget sih sayangku "
kata Vano tersenyum hangat
memeluk dan mengecupi pipi dan
kening Dita ...
" hikss,,,,,sakit ,,,,Daddy "
rengek manja Dita yang bersembunyi
di Balik dada Vano yang menindihnya
" biar Daddy buang rasa sakitnyA "
kata Vano memegang kedua tangan
Dita di atas kepala Dita lalu memulai
permainan nya .....
" ahhhhhhh "
suara tertahan Dita menggigit
bibirnya .....
Vano langsung melahap bibir itu ...
" jangan ditahan suaranya ,,,,,
bibir nya juga jangan di gigit"
kata Vano yang mulai mengatur tempo
" boleh teriak Daddy ,,,,, rasanya asikk "
kata sipolos itu
" boleh dongg sayangku "
kata Vano mengecupi kening
yang basah dengan keringat itu ...
sampai suara Dita memenuhi
ruangan itu membuat Vano semakin
samangat ....
" Daddh ,,,,, mau ,, mau ,,,pipis "
kata Dita terputus putus rasanya
menyiksa tapi juga nikmat ....
Vano semakin mempercepat
sampai tubuh Dita bergoncang
hebat menerima setiap hentakan
yang Vano berikan ....
" tungguuu,,,,,,,
keluarkan "
kata Vano lagi setelah beberapa saat
Dita mengeluarkannya dan rasanya
bagitu lega.......
" ohhhh kesayangan Daddy "
kata Vano mengecupi gemass
pipi yang basah itu .....
sedangkan Dita masih ngos ngosan
kayak habis lari ππ
" lagi ya sayang "
kata Vano candu ......
" tapi ,,,, "
kata Dita hendak menolak ....
" kamu mau cepat dapat dedek
gemoy nya apa enggak "
kata Vano lagi ......
" mauuuuuu "
" ya makanya kita ulang lagi "
kata Vano memanfaatkan situasi
"Emang banyak untung nya punya
istri polos" batin Vano tersenyum
senang ......
dan itu terjadi berkali kali sampai
Dita minta ampun tapi sebelum
mengakhiri puncaknya Vano meminta
Dita memunggungi nya lalu melakukan
hal yang begitu asikkkk sampai
istri polos nya meronta ronta .....
cieeeeee panas dingin tuhhh
yang jomblo πππ