
...di dapur..................
Vano mengangkat Dita ke atas meja
" duduk diam disini ,,, temenin suami
kamu masak " kata Vano yang mulai
mengubah cara bicaranya ...
" ajarin Dita masak kak "
pinta Dita
" iya ,,,, tapi nanti ya sekarang kan kamu
lagi lapar ntar kelamaan lagi "
ucap Vano yang di angguki Dita ....
seperti perintah Vano Dita hanya
duduk diam memperhatikan Vano
memasak ,,,, selain tampan Vano juga
mempunyai keahlian dalam memasak
walaupun tak banyak orang yang tau ...
semakin Dita memperhatikan Vano
semakin ingin Dita memeluknya .....
kegiatan Vano terhenti saat
tangan Dita sudah melingkar manja
di perutnya apalagi gadis kecil itu
yang bersandar mesra di punggung Vano ....
" Dita sayang ,,,, "
kata Vano memegang tangan Dita
yang melingkar di perutnya sedangkan
sebelah tangan Vano lagi masih sibuk
mengaduk masakannya.....
" Dita sayang sama kakak "
ucap Dita lugas ....
**************
seminggu telah berlalu banyak hal
yang istimewa dan menyenangkan
yang Dita rasakan semenjak tinggal
berdua dengan Vano di apartemen ....
Vano mengajari Dita setiap hal
dengan lembut dan sabarnya ..
di kantor Vano tengah berada dalam
ruangan meeting nya bersama puluhan
rekan , kolega serta para inverstor
perusahaan untuk menyusun mega
proyek sekaligus program kerja .....
Vano mendengarkan dengan teliti
dan fokus setiap penjelasan demi
penjelasan yang disampaikan setiap
orang sesekali pria dewasa itu mengoreksi
beberapa kesalahan ....
namun di tengah jalannya rapat Vano
merasakan sakit di perutnya bahkan
rasanya tak tertahan kan ......
Vano masih terus berusaha menahan
rasa sakit itu sampai dia keringatan dan
wajahnya memucat tapi puncak rasa
sakit itu membuat Vano tumbang ....
" presdir "
teriak asisten Vano saat atasan nya tiba tiba
pingsan dan hampir jatuh ke lantai jika
dia tak memegangnya .....
seketika ruangan itu menjadi ricuh
sebagain membawa Vano kerumah
sakit dan ada juga yang menghubungi
keluarga Vano ...
keluarga begitu cemas dibuatnya
mereka menunggu diluar ruangan
menunggu Vano selesai di periksa
oleh dokter ......
semua keluarga sudah datang
kecuali Dita karna belum ada yang
mengabarinya lagian setiap Vano
masuk rumah sakit Vano selalu
berpesan agar jangan memberi tau
Dita dulu sebelum kondisinya stabil ...
Dita itu akan menangis dan melakukan
hal hal diluar dugaan jika sedang sedih ...
" bagaimana kondisiya dokter"
tanya Daddy saat dokter keluar ....
" penyakit Vano kembali kambuh
akibat Vano keseringan mengomsumsi
minuman keras mengakitbatkan masalah
pada lambungnya yang berakibat cukup
fatal pada Vano ,,,,, penyakitnya itu
sering kambuh tiba tiba ......
menyerang imunitas tubuh Vano
walaupun Vano sekarang sudah tak
mengomsumsi minuman keras tapi
sepertinya efeksamping minuman
keras itu masih berdampak pada
kesehatan Vano ....
semua keluarga masuk untuk
menemui Vano yang sudah sadar
walaupun masih terbaring lemah
dan pucat ...
" Vano sayang "
Mama memeluk Vano hangat
sedih sekali melihat anaknya
terbaring lemah seperti ini ....
" Vano nggak papa Maa"
ucap Vano dengan suara lemahnya ..
" istt,,,,kalau nggak papa kenapa bisa
masuk rumah sakit " kata Mommy
menatap Vano
" lagian kau itu kebiasaan tak berubah2 .."
kata Papa lagi ..
" apa kau minum lagi nak "
tanya Daddy ...
" nggak kok Dad"
jawab Vano jujur ....
" sekarang habislah kau kak kena
amuk Dita " kata Mikell menakut nakuti ...
" kau akan di sidang olehnya seharian "
kekeh Vino .....
" tidak ,,,, dia kan sayang padaku "
ucap Vano dengan pedenya ...
" baiklah kami jemput Dita dulu "
pamit Mikell dan Vano ....
*******
Dita sangat senang dengan kedatangan
kedua kakaknya yang menghampiri Dita
ke kampus tapi anehnya kedua kakaknya
malah meminta Dita untuk pulang
bersama mereka meninggalkan makulnya
yang masih belum di mulai ....
di dalam mobil .....
" kita mau kemana kak ?"
tanya Dita saat mobil yang mereka
tumpangi berbelok kearah lain tidak
ke arah Apertemen ataupun rumah utama ..
" ke rumah sakit "
jawab Vino yang duduk di sebelah Dita
" siapa yang sakit "
tanya Dita terkejut
" kak Vano "
jawab Mikell yang duduk di sebelah Dita
yaaa Dita memang duduk di tengah kedua
kakaknya itu....
seperti dugaan bahwa gadis kecil
itu akan menangis dan khawatir
sekali ....
" cepetan pak ,,,,, Dita mau ketemu kan Vano "
teriak Dita dalam tangisnya ......
ada rasa sedih dan sakit di hati Dita
saat mendengar kabar ini ...
seperti apapun Mikell dan Vino
mencoba menenangkan Dita
tetap saja tak bisa gadis kecil itu
sudah terlanjut kacau ....
Dita berlari sambil menangis di ikuti
kedua kakaknya menyusuri rumah sakit
menuju ruang rawat Vano rasanya hati
dan perasaan Dita begitu tak tenang ..