Brother My Husband

Brother My Husband
handuk



pagi hari Vano terbangun saat


cahaya yang begitu menyilaukan


mengenai wajahnya ......


Vano membuka mata antara


masih separuh sadar dan mengantuk


menatap jam dinding ternyata sudah


jam 7 pagi .....


" hahhh "


Vano terkejut tapi seketika dia


tersenyum lebar saat kesadarannya


kembali sepenuhnya apalagi Dita


yang masih tidur bergelung manja


dalam pelukan hangat Vano .....


wajar saja Vano bangun terlambat


lantaran dia tidur dengan sangat


nyaman dan hangat , sesuatu


yang sudah lama tak Vano rasakan


selama ini ......


Vano mengeratkan pelukannya


menyembunyikan Dita dalam


pelukan hangatnya agar wajah


Dita tak terkena cahaya yang


menyilaukan itu agar tidurnya


tetap nyenyak .....


" udah montok empuk banget lagi


kamu sayang ,,,, wajar aja banyak


banget pria yang ingin sama kamu


polos sama baik lagi ......


paket komplit kamu mah "


kata Vano mengecup wajah Dita


berulang kali ....


" hmmmm,,,"


Dita menggeliat tak nyaman karna


Vano terus mengecupnya ...


sampai akhirnya Dita membuka


mata cantiknya itu dalam hangatnya


pelukan Vano .......


" morning kak Vano "


ucapan Dita tersenyum saat dia


bangun yang pertama kali di


lihatnya adalah Vano yang juga


sedang tersenyum menatapnya ...


" morning sayang "


kata Vano mengelus dan merapikan


rambut Dita .....


" kecupan selamat paginya mana "


tagih Dita ,,,, kata Papa kemarin setiap


pagi Dita harus minta kecupan pada


Vano itu adalah salah satu cara untuk


menjadi istri yang baik kata Papa ...


" kecupan "


ulang Vano ...


" iya kata Papa ,, Dita harus di kecup


oleh kakak setiap pagi biar jadi istri


yang baik nantinya " cerita Dita dengan


jujurnya ...


" astaga apa lagi yang mereka


katakan pada istri polos ku ini "


batin Vano ....


" ayo cepetan kecup kak ,,, Dita mau


bangun " kata gadis kecil itu tak


sabaran karna dia ingin ke kamar mandi


" udah dari tadi Dita"


batin Vano tersenyum lebar lalu


mengecup kening Dita dengan sayang ....


setelah mengecup kening Dita


atas lantai yang hanya beralaskan


kasur beludru yang tak terlalu


tebal tapi entah mengapa mereka


tidur bagitu nyenyak semalam ..


" kak Vano mau Dita kecup juga nggak "


ucapan gadis kecil yang masih


berbaring itu membuat Vano


langsung menoleh kearahnya ...


" emang kamu mau ngecup kakak "


tanya Vano ...


sebenarnya mah ingin banget hanya


saja Vano tak ingin memaksa Dita ...


" mau "


Dita bangun dan duduk di hadapan


Vano lalu berdiri dengan lututnya


barulah dia memegang wajah Vano


mengecup kening Vano dengan sayang ....


Vano tak menyia nyiakan kesempatan


dia langsung meraih pinggang Dita


kearahnya membenamkan wajahnya


di dada sekal Dita yang berisi itu ....


Dita yang tak tau harus apa


hanya memeluk leher Vano


dengan kedua tangannya yang


tanpa dia tau justru itu malah


membuat wajah Vano terbenam


di dadanya ......


setelah beberapa saat ...


" udah mandi sana ,, habis itu kita


sarapan ya " ucapan Vano yang


sudah berdiri merapikan bantal


kembali ke atas ranjang ...


" sini Dita bantu kak "


Dita ikutan tapi langsung di


larang oleh Vano ..


" bibik kan belum datang biar Dita


bantu aja " kata Dita bersikeras


membuat Vano mau tak mau


membiarkannya .....


mereka melipat selimut berdua


menyimpan kasur berdua ...


saking bahagianya dunia terasa


milik mereka berdua .....


setelah nya Vano duduk di sofa


menunggu Dita yang mandi duluan ...


Vano hanya duduk diam meluruskan


kedua kakinya di atasnya sofa


sesekali pria dewasa itu tersenyum


hangat saat mengingat hal semalam .....


Andai saja Dita mencintainya pasti


Vano tak akan pernah ragu untuk


memperlakukan Dita layaknya seorang


istri sesungguhnya ......


glukkkk


Vano meneguk salivanya saat


melihat Dita yang keluar kamar


mandi hanya memakai handuk


Kecil yang begitu pendek sekali


yaitu handuk yang biasa Vano


gunakan untuk mengeringkan


Rambutnya ...


" kak kok handuk nggak ada sih ..


yang ada cuma ini " rengek Dita


like dan komen ya