Brother My Husband

Brother My Husband
menjauhlah



...yang rindu yang rindu up 1000...


... kata nih πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† ...


...maaf terlalu lama menghilang ...


...tapi nggak papa yaa asalkan kembali ...


2 hari telah berlalu semenjak


Dita dan Vano kemarin menginap


di rumah utama ......


sore hari Vano pamit kepada


Dita .....


" sayang ,,,,,, kakak pergi sekarang ya "


kata Vano yang sedang memakai


jam di pergelangan tangannya


menghampiri Dita yang tengah


menonton di ruang santai ....


" mmmm,,,, iya kak .... hati hati ya


ingat jangan sampe minum


minuman keras lagi "


kata Dita berdiri di depan Vano


dan bersalam ....


" iya sayang ,,,, kakak janji akan


cepat pulang " kata Vano


mengecup Dita lalu segera


pergi karna sudah terlambat .....


ya tadi Vano memang sudah bilang


pada Dita bahwa para sahabat Vano


mengajak untuk kumpul bareng


di tempat biasa mereka ngumpul dan


ada Vino dan Mikell juga disana ......


sedangkan Vino dan Mikell bersama


beberapa sahabat karib mereka


sedang perang batin ......


mereka sangat takut untuk


menjalankan misi berat permintaan


sang dua ratu yang begitu menyayangi


bahkan berani membela mereka


sedari dulu saat dimarahi keluarga ...


jangankan menolak menyanggah


saja tak kuat ,,,,, mereka terlalu


lemah untuk menolak permintaan


Mama dan Mommy apa lagi


permohonan kedua wanita yang


sudah seperti malaikat penyelamat


bagi mereka .....


dan hanya satu permintaan kedua


ibu itu masa mereka berempat tak


bisa mengabulkannya 😁


memang para sahabat Vano


juga sangatlah dekat dengan


Mama dan Mommynya ...


tapi disatu sisi keempat pria


itu juga tak bisa membayangkan


betapa marahnya Vano nanti


kepada mereka dan satu lagi


Dita ........


Vano memasuki ruangan VIV


itu dengan tergesa gesa karna


sudah terlambat lebih dari 10


menit dari waktu janji mereka ...


" maafin gue karna terlambat


apakah kalian sudah dari tadi "


tanya Vano saling berpelukan ....


" tidak ,,,, kami baru sampai lagian


kami maklum pasti lo bujuk Dita


dulu yaaa " ledek sahabat Vano ...


" yaaa pasti mana mau tu anak


manja di tinggal " kekeh Mikell ...


" pasti janji pulang cepat "


kata Vino semakin mengejek ...


" walaupun gitu tapi dia penyayang"


ucap Vano singkat dan padat


menghentikan mereka yang


mengejeknya itu .....


" lantas bagaimana dengan gue


yang miskin kasih sayang "


kata Erick meratapi nasib...


" makanya jangan jadi jomblo


karatanπŸ˜†" tawa keras Vano


dengan teganya,,,,, dia mengejek


keempat orang didepannya ....


" alah sok banget sih loooo ....


mentang2 udah punya istri "


kesal Arya .....


" becanda gueee"


" ayok makan dulu "


ajak Vino setelah hampir setengah


jam mereka mengobrol tidak berguna


bahkan makanan yang tersaji di


atas meja sudah dingin ....


" ini nggak pake alkohol kan "


tanya Vano ditengah


acara makan mereka .....


menunjuk segelas minuman


di depannya ......


karna tadi saat Vano datang


semua makanan dan minuman


ini sudah tersaji ....


Vano ingat betul pesan Dita


bisa menangis lagi Dita kalau


tau Vano meminum minuman


keras lagi ....


" tidak tenang saja "


jawab Mikell lagian minuman


itu memang tidak ada alkoholnya ...


hanya saja πŸ˜‰


Vano langsung meneguk habis


segelas minuman bewarna orange


itu karna pedas ....


" tumben kalian pesan makanan


pedas " tanya Vano menatap


empat orang di depannya yang


juga terdiam menatap Vano


entah apa yang mereka fikirkan ...


" mmmm,,,,, biar strong "


jawab Vino ragu ragu .....


Vano menaikkan alisnya mendengar


jawaban ragu ragu adiknya tak


biasanya Vino ragu ragu dalam bicara ...


bahkan Vano menatap mereka


semua yang menurut Vano sikap


mereka sedikit berubah ....


dreett.....


dreett....


dengan tisu baru mengangkat


telfon ......


" kak Vanoo "


suara manja Dita di iringi rengekan


manjanya ...


" apa sayang "


kata Vano tersenyum hangat


menatap jam di pergelangan tangannya


ternyata sudah 2 jam lebih dia berada disini


" kapan pulang ,,,, udah mau malam


Dita takut " keluh Dita apalagi


dia hanya sendiri di apartemen


setaunya padahal kan banyak


pengawal yang menjaganya ...


" iya baiklah ,,,, kakak pulang sekarang "


kata Vano menyentuh lehernya


entah mengapa dia merasakan


panas tak biasa yang menjalar di tubuhnya


setelahnya Vano pamit pulang


tanpa menaruh curiga Vano hanya


berfikir panas yang dia rasakan


hanyalah efek dari makanan pedas


tadi .....


sedangkan mereka berempat


tentu berbagi tugas memastikan


bahwa Vano beneran pulang


dengan selamat ke apartemen ..


Vano menyetir dengan kondisi


panas yang semakin lama


semakin menyiksanya .......


setelah sampai Vano berjalan


menuju apartemen dengan


keadaan yang goyah .....


sampai di lift Vano mencoba


berfikir tenang dan yaa sekarang


Vano sadar kalau ada yang


memasukkan peransang dalam


minumannya .....


" Ditaa "


lirih Vano ,,,, tidak dia tidak boleh


menemui Dita ....


Vano akan berputar pergi saat


di sudah sampai di pintu


apartemen dia tak ingin


menyakiti Dita lebih baik Vano


yang tersakiti dari pada Dita ....


" kak Vano "


gadis kecil itu sudah berdiri


di depan pintu lalu berlari


memeluk Vano yang tak jauh


dari nya......


hasrat Vano benar benar semakin


meluap di buatnya .....


" haaahhh,,,, kakak kenapa kok


badan kakak panas "


mata polos itu menatap Vano


khawatir saat dia memeluk


Vano Dita merasakan badan


Vano sangat panas dan berkeringat ...


" ayok masuk "


Dita membantu Vano yang


sudah lemas itu masuk ke


apartemen walaupun Vano tak


mau ....


" Dita ,,,, jangan ,,,, sayang ,,, menjauhlah "


kata Vano nyaris memohon


tapi Dita malah sekuat tenaga


menarik Vano agar masuk ke


apartemen ....


" kakak kenapa sih ,,,, badan kakak


itu lagi panas ayoook masuk "


gadis kecil itu membawa Vano


masuk dengan paksa lalu menutup


pintu apartemen .....


dalam kondisi panas yang begitu


menyiksa Vano tetap berusaha


menahannya dia bersandar ke


pintu yang sudah ditutup Dita


tanpa mau melangkah lagi


sekalipun Dita sudah menariknya ..


" Dita ,,, sayang menjauhlah ,,,


kakak ,,, nggak ingin menyakiti


kamu " kata Vano ......


tapi tidak Dita justru memeluk


Vano erat membuat Vano


semakin bergejolak sentuhan


kulit Dita di tubuhnya benar benar


terasa obat .......


" kakak kenapa ,,,,, kenapa Dita


nggak boleh dekat kakak "


tangis Dita yang tak mengerti


dia khawatir badan kak Vano


sangat panas .....


" panas ,,,,, panas Dita "


ini benar benar tak tertahankan


akal sehat Vano mulai hilang ...


tapi Vano tetap berusaha menjauhkan


Dita darinya .....


" enggak "


teriak gadis kecil itu saat


Vano mendorongnya agar


menjauhi Vano.......


tapi akhirnya Vano berhasil


membuat Dita melepaskan


pelukannya dengan mendorong


Dita ke sofa .....


Vano tak ingin kalau Dia nanti


menyakiti Dita biarlah dia


yang tersiksa walaupun Vano


tau jika hasratnya tidak di


lampiaskan itu bisa berpotensi


kematian .....


Vano cepat cepat membuka pintu


" kakak kenapa ,,,,,, salah Dita


apa jangan tinggalin Dita "


tangis gadis kecil itu kembali


memeluk Vano ......


tak peduli walaupun Vano


sudah berkali kali mendorongnya


tak membiarkan Vano keluar ...