
...yang rindu yang rindu up 1000...
... kata nih πππ ...
...maaf terlalu lama menghilang ...
...tapi nggak papa yaa asalkan kembali ...
2 hari telah berlalu semenjak
Dita dan Vano kemarin menginap
di rumah utama ......
sore hari Vano pamit kepada
Dita .....
" sayang ,,,,,, kakak pergi sekarang ya "
kata Vano yang sedang memakai
jam di pergelangan tangannya
menghampiri Dita yang tengah
menonton di ruang santai ....
" mmmm,,,, iya kak .... hati hati ya
ingat jangan sampe minum
minuman keras lagi "
kata Dita berdiri di depan Vano
dan bersalam ....
" iya sayang ,,,, kakak janji akan
cepat pulang " kata Vano
mengecup Dita lalu segera
pergi karna sudah terlambat .....
ya tadi Vano memang sudah bilang
pada Dita bahwa para sahabat Vano
mengajak untuk kumpul bareng
di tempat biasa mereka ngumpul dan
ada Vino dan Mikell juga disana ......
sedangkan Vino dan Mikell bersama
beberapa sahabat karib mereka
sedang perang batin ......
mereka sangat takut untuk
menjalankan misi berat permintaan
sang dua ratu yang begitu menyayangi
bahkan berani membela mereka
sedari dulu saat dimarahi keluarga ...
jangankan menolak menyanggah
saja tak kuat ,,,,, mereka terlalu
lemah untuk menolak permintaan
Mama dan Mommy apa lagi
permohonan kedua wanita yang
sudah seperti malaikat penyelamat
bagi mereka .....
dan hanya satu permintaan kedua
ibu itu masa mereka berempat tak
bisa mengabulkannya π
memang para sahabat Vano
juga sangatlah dekat dengan
Mama dan Mommynya ...
tapi disatu sisi keempat pria
itu juga tak bisa membayangkan
betapa marahnya Vano nanti
kepada mereka dan satu lagi
Dita ........
Vano memasuki ruangan VIV
itu dengan tergesa gesa karna
sudah terlambat lebih dari 10
menit dari waktu janji mereka ...
" maafin gue karna terlambat
apakah kalian sudah dari tadi "
tanya Vano saling berpelukan ....
" tidak ,,,, kami baru sampai lagian
kami maklum pasti lo bujuk Dita
dulu yaaa " ledek sahabat Vano ...
" yaaa pasti mana mau tu anak
manja di tinggal " kekeh Mikell ...
" pasti janji pulang cepat "
kata Vino semakin mengejek ...
" walaupun gitu tapi dia penyayang"
ucap Vano singkat dan padat
menghentikan mereka yang
mengejeknya itu .....
" lantas bagaimana dengan gue
yang miskin kasih sayang "
kata Erick meratapi nasib...
" makanya jangan jadi jomblo
karatanπ" tawa keras Vano
dengan teganya,,,,, dia mengejek
keempat orang didepannya ....
" alah sok banget sih loooo ....
mentang2 udah punya istri "
kesal Arya .....
" becanda gueee"
" ayok makan dulu "
ajak Vino setelah hampir setengah
jam mereka mengobrol tidak berguna
bahkan makanan yang tersaji di
atas meja sudah dingin ....
" ini nggak pake alkohol kan "
tanya Vano ditengah
acara makan mereka .....
menunjuk segelas minuman
di depannya ......
karna tadi saat Vano datang
semua makanan dan minuman
ini sudah tersaji ....
Vano ingat betul pesan Dita
bisa menangis lagi Dita kalau
tau Vano meminum minuman
keras lagi ....
" tidak tenang saja "
jawab Mikell lagian minuman
itu memang tidak ada alkoholnya ...
hanya saja π
Vano langsung meneguk habis
segelas minuman bewarna orange
itu karna pedas ....
" tumben kalian pesan makanan
pedas " tanya Vano menatap
empat orang di depannya yang
juga terdiam menatap Vano
entah apa yang mereka fikirkan ...
" mmmm,,,,, biar strong "
jawab Vino ragu ragu .....
Vano menaikkan alisnya mendengar
jawaban ragu ragu adiknya tak
biasanya Vino ragu ragu dalam bicara ...
bahkan Vano menatap mereka
semua yang menurut Vano sikap
mereka sedikit berubah ....
dreett.....
dreett....
dengan tisu baru mengangkat
telfon ......
" kak Vanoo "
suara manja Dita di iringi rengekan
manjanya ...
" apa sayang "
kata Vano tersenyum hangat
menatap jam di pergelangan tangannya
ternyata sudah 2 jam lebih dia berada disini
" kapan pulang ,,,, udah mau malam
Dita takut " keluh Dita apalagi
dia hanya sendiri di apartemen
setaunya padahal kan banyak
pengawal yang menjaganya ...
" iya baiklah ,,,, kakak pulang sekarang "
kata Vano menyentuh lehernya
entah mengapa dia merasakan
panas tak biasa yang menjalar di tubuhnya
setelahnya Vano pamit pulang
tanpa menaruh curiga Vano hanya
berfikir panas yang dia rasakan
hanyalah efek dari makanan pedas
tadi .....
sedangkan mereka berempat
tentu berbagi tugas memastikan
bahwa Vano beneran pulang
dengan selamat ke apartemen ..
Vano menyetir dengan kondisi
panas yang semakin lama
semakin menyiksanya .......
setelah sampai Vano berjalan
menuju apartemen dengan
keadaan yang goyah .....
sampai di lift Vano mencoba
berfikir tenang dan yaa sekarang
Vano sadar kalau ada yang
memasukkan peransang dalam
minumannya .....
" Ditaa "
lirih Vano ,,,, tidak dia tidak boleh
menemui Dita ....
Vano akan berputar pergi saat
di sudah sampai di pintu
apartemen dia tak ingin
menyakiti Dita lebih baik Vano
yang tersakiti dari pada Dita ....
" kak Vano "
gadis kecil itu sudah berdiri
di depan pintu lalu berlari
memeluk Vano yang tak jauh
dari nya......
hasrat Vano benar benar semakin
meluap di buatnya .....
" haaahhh,,,, kakak kenapa kok
badan kakak panas "
mata polos itu menatap Vano
khawatir saat dia memeluk
Vano Dita merasakan badan
Vano sangat panas dan berkeringat ...
" ayok masuk "
Dita membantu Vano yang
sudah lemas itu masuk ke
apartemen walaupun Vano tak
mau ....
" Dita ,,,, jangan ,,,, sayang ,,, menjauhlah "
kata Vano nyaris memohon
tapi Dita malah sekuat tenaga
menarik Vano agar masuk ke
apartemen ....
" kakak kenapa sih ,,,, badan kakak
itu lagi panas ayoook masuk "
gadis kecil itu membawa Vano
masuk dengan paksa lalu menutup
pintu apartemen .....
dalam kondisi panas yang begitu
menyiksa Vano tetap berusaha
menahannya dia bersandar ke
pintu yang sudah ditutup Dita
tanpa mau melangkah lagi
sekalipun Dita sudah menariknya ..
" Dita ,,, sayang menjauhlah ,,,
kakak ,,, nggak ingin menyakiti
kamu " kata Vano ......
tapi tidak Dita justru memeluk
Vano erat membuat Vano
semakin bergejolak sentuhan
kulit Dita di tubuhnya benar benar
terasa obat .......
" kakak kenapa ,,,,, kenapa Dita
nggak boleh dekat kakak "
tangis Dita yang tak mengerti
dia khawatir badan kak Vano
sangat panas .....
" panas ,,,,, panas Dita "
ini benar benar tak tertahankan
akal sehat Vano mulai hilang ...
tapi Vano tetap berusaha menjauhkan
Dita darinya .....
" enggak "
teriak gadis kecil itu saat
Vano mendorongnya agar
menjauhi Vano.......
tapi akhirnya Vano berhasil
membuat Dita melepaskan
pelukannya dengan mendorong
Dita ke sofa .....
Vano tak ingin kalau Dia nanti
menyakiti Dita biarlah dia
yang tersiksa walaupun Vano
tau jika hasratnya tidak di
lampiaskan itu bisa berpotensi
kematian .....
Vano cepat cepat membuka pintu
" kakak kenapa ,,,,,, salah Dita
apa jangan tinggalin Dita "
tangis gadis kecil itu kembali
memeluk Vano ......
tak peduli walaupun Vano
sudah berkali kali mendorongnya
tak membiarkan Vano keluar ...