
sesampai di apartemen Vano menidurkan Dita yang sudah tertidur semenjak di mobil lalu menarik selimut ........
" tidak yang nyenyak sayang ,,,, dan kamu juga baby kecil nya Daddy " ucap Vano mengecup perut Dita lalu berjalan memasuki ruang kerja nya ...
Vano mulai bekerja dengan fokus menyelesaikan pekerjaannya yang masih banyak tertinggal .......
sampai Dita datang sambil menangis karna di tinggal oleh Vano .....
" loh sayang kok nangis " tanya Vano saat Dita masuk ruang kerja dengan wajah sedih bahkan menangis ....
" mmmm,,,, jangan sentuh-sentuh Dita " kata Dita menepis tangan Vano yang mencoba menyentuhnya ...
" hey ,,,, Ada apa ?" tanya Vano lembut menutup kembali pintu ruang kerjanya dan memeluk Dita yang masih berdiri dekat pintu itu ...
" mmm,,, iihhh " Dita mendorong Vano menolak untuk di peluk tapi Vano memaksa sampai gadis kecil itu pasrah ..
" kenapa sayang " tanya Vano lagi saat Dita sudah tenang ...
" Dita nggak mau sama Daddy ,,,, Dita mau pulang ke rumah Papa ... anterin Dita sekarang " teriak Dita memukul Vano bahkan sampai meronta ronta karna Vano masih memeluk tak mau melepaskan nya ...
" Ditaaa ,,,,, ehh jangan kayak gini dong ....kasian dedek gemoy nya sayang " ucap Vano mengingatkan ......
" dedek gemoy " kata Dita ingat lalu memeluk dengan posesif perutnya agar bayi nya terlindungi ......
Vano mengangkat Dita lalu duduk di kursinya dan Dita duduk di pangkuan Vano dengan posisi berhadapan ......
" kenapa menangis ?" tanya Vano kembali bersandar pada kursinya dan menghapus air mata Dita ....
Dita tak menjawab tapi memeluk Vano dan bersandar manja di dada Vano tak mau bicara sepatah pun pada Vano .......
" yaudah kalau belum mau bicara ,,,,, Daddy siapin kerjaan Daddy dulu ya " kata Vano memperbaiki duduknya agar Ara yang menghadapnya juga nyaman .....
Vano menjangkau selimut kecil di samping meja kerjanya lalu menyelimuti punggung Dita yang masih memeluknya itu .....
" Daddy kerja ya " kata Vano kembali berfokus pada laptop di depannya dengan Dita yang masih dalam posisi yang masa ....
sesekali Vano juga mengelus punggung Dita yang masih memeluknya itu sambil bekerja sepertinya istri kecilnya sedang berubah mood dan kata dokter memang begitu disaat wanita hamil mood nya suka berubah rubah jadi suami harus sabar ....
" sayang tangannya turunin ya " pinta Vano
" mmm,,,, nggak mauu " kata Dita egois memeluk leher Vano semakin erat ......
akhirnya Vano membalas pelukan Dita tak lagi bekerja dan ikut bermanja pada Dita seperti yang Dita lakukan pada dirinya ...
cup
Vano mengecup pipi Dita yang sama sekali tak mau menatapnya itu .....
" kenapa ?"
" masih belum mau bicara sama Daddy " tanya Vano hangat mengelus punggung Dita
" Daddy masih sayang Dita kan ?" tanya Dita
" ya sayang dong " jawab Vano
" nggak ,,,, Daddy boong " teriak Dita ....
Vano menatap mata Dita lalu tersenyum ....
" sayang kalau kangen bilang ,,, nggak usah ngajakin Daddy berantem karna Daddy itu orang nya sabar " kekeh Vano ....
yang membuat Dita semakin kesal ingin meninggalkan nya tapi Vano memeluk dengan erat pinggang Dita yang duduk di pangkuannya itu
" aaahhh " Vano tak tau lagi harus apa saat istri manisnya menggigit bibir bawahnya....
nextt ........
selamat berjumpa kembali readers sayang🤣🤣😝🤣
Author udah pulang dari balik cermin nih 😋