Brother My Husband

Brother My Husband
kesadaran Vano



tangan Vano mulai bergerak dengan sangat pelan membuat sejuta harapan keluarga yang melihatnya hadir begitu saja .....


" Vano "


kata Mama memegang tangan Vano yang sudah mulai bergerak dan kembali menghangat ....


lalu kelopak mata Vano terbuka dengan perlahan lahan lalu matanya menatap setiap anggota keluar yang sudah tersenyum dengan tangisan haru dan bahagia .....


lalu Vano pun tersenyum kepada mereka semua yang mengelilinginya .....


" kakak akhirnya kau sadar "


senang Vino dan Mikell memeluk kakaknya yang masih terbaring lemah itu


" cepat panggil dokter "


kata Mommy ...


" Dita ?"


tanya Vano dengan pelan karna dia tak melihat Dita sama sekali ...


" Ditaa,,,,,," mereka semua dalam keraguan menjawabnya karna walaupun Dita dirawat di sebelah Vano tapi Vano belum melihatnya karna terhalang oleh Papa dan Daddy.....


Dokterpun datang disaat yang bersamaan..


dengan beberapa suster di belakangnya


" dimana Dita Dad?"


ulang Vano tanpa peduli akan kehadiran dokter muda itu......


wueeekkk...


tiba tiba saja Vano muntah mengundang kepanikan semua orang dokter itu membantu Vano duduk lalu suster membantu Vano ....


keluarga kembali menangis hilang sudah raut wajah bahagia mereka saat melihat Vano muntah karna yang Vano mundahkan adalah darah.....


tapi melihat tak ada kepanikan diwajah sang Dokter muda itu tentu membuat Vino heran .....


" Dokter kenapa kau tidak melakukan tindakan " komplen Vino karna dokter dan suster itu hanya membantu bahkan menyuruh Vano muntah lebih banyak lagi ...


" tenanglah ,,,, ini adalah proses pengeluaran racun dari tubuh pasien jadi tak akan terjadi apa apa " jelas dokter muda itu memberitahu membuat semua keluarga paham ........


setelah selesai lalu dokter itu memeriksa keseluruhan kondisi Vano barulah mereka keluar ... .....


" Ditaaaa "


kata Vano histeris saat matanya melihat Dita yang tengah berbaring di ranjang yang berada tepat disebelahnya ........


" Vano ,,,, nak dengerin Papa"


" jadi sekarang kau harus makan dan minum obat ,," kata Vino yang sudah mengaduk bubur .. .


" tapi,,,,,"


" apa kau tidak ingin memeluk Dita "


tanya Daddy ....


" mauuu Daddy "


kata Vano penuh harap ....


" makanya makan dan minum obat dulu bagaimana kau akan memeluk Dita jika kau saja tidak punya tenaga....." kata Mommy mengambil mangkok bubur di tangan Vino


" iya kak,,,,,,,, kasihan Dita nanti kalau dia menangis lagi karna kau tidak mau makan " kata Mikell......


" apakah kalian sudah makan ?"


tanya Vano menatap setiap anggota keluarganya .....


" kau pikir kami bisa makan dengan tenang melihat kondisimu haaah .....apalagi Dita "kata Mikell dangan sinis nya membuat Vano yang lemah itu tertawa ......


akhirnya setelah sekian lama dan segala obrolan serta kegiatan mereka Vano meminta semua anggota keluarga untuk pulang agar bisa istirahat dirumah .....


" Mikelll tolong bawa Dita kepelukanku aku ingin memeluk dia " pinta Vano menatap Dita yang masih tidur disamping ranjangnya dengan lirih penuh kerinduan ......


" kau kan bisa minta tolong pada dokter muda tadi kak " kata Mikell dengan teganya lalu saling tatap dengan Vino dan tertawa keras sampai Mama mencubit perut kedua anak yang kelewat jahat itu ....


Vano menatap mereka berdua sinis andai saja dia tidak sakit sudah Vano hajar mereka sampai minta ampun....


" aku tidak sudi istriku di sentuh olehnya "


kesal Vano mengingat wajah dokter muda itu yang sangat tampan


" kenapa ?,,,,, apa kau merasa tersaing olehnya " goda Vino lalu tertawa .....


" iya diakan lebih tampan dari kak Vano wajar dong takut " kata Mikell lagi


" dari kalian dia juga lebih ganteng kali " kata Mommy memberikan skak mat πŸ˜‚


" wahhhhh wahhhh,,, Daddy harus hati hati sepertinya Mommy mulai melirik pria lain "kata kedua anak nakal itu sampai Mommy menghajar mereka ...


next ...


nanti Dita sama Vano romantis banget deh


doain author sehat selalu ya biar bisa up terus 😒πŸ˜₯