
Vano berbalik dan langsung
melahap bibir Dita dengan
menuntut bahkan memaksa ......
membuat gadis kecil itu meringis
" menjauhlah "
teriak Vano di tengah gejolak
hasratnya yang semakin sulit
untuk di kontrol .......
Vano berlari menuju kamar
air mungkin dengan berendam
dapat membuatnya terbebas
dari panas yang menyiksa ini ....
diluar perkiraan Dita malah mengejar
Vano sampai kekamar .....
" jawab kakak kenapa "
teriak gadis kecil itu yang
sudah marah karna Vano yang
terus menjauhinya .....
dia memegang kedua lengan
Vano menatap Vano tajam
penuh intimidasi .....
" ada ,,,, seseorang ,,,, yang menaruh
peransang ,,,,dalam minuman ,,,
kakak " jawab Vano disela rintihan nya ...
" panas ,,,, panas Dita ,,,, kakak
udah nggak kuat " keluh Vano
rasanya benar benar menyiksa
walaupun Dita itu gadis polos
tapi Dita banyak tau soal
peransang karna Cici dan
Dinda sering menceritan nya
pada Dita...
" lepaskan kakak Dita "
teriak Vano terus menahan dirinya
" enggk ,,,, enggak kakak bisa mati "
tangis Dita tak mau melepaskan
Vano ...
" biarkan ,,, Dita.... menjauhlah .
tinggalkan kakak " kata Vano
memohon ...
" enggak ,,,,, lakukan saja pada Dita
kak" kata Dita menatap Vano
ibaaaa....
" enggak ,,,, enggak Dita pergilah "
kata Vano mendorong Dita
agar pergi .... Vano tak punya
pilihan lain .....
" kakak dengerin Dita "
kata Dita berjinjit memegang
wajah Vano ....
" enggak ,,,, enggak ,, kakak tak
ingin menyakiti kamu ...."
kata Vano tetap teguh dengan
pendiriannya ....
" Dita ikhlas kak "
kata Dita tulus ,,,,, Dita tak
bisa melihat Vano terus
tersiksa seperti ini ....
mendengar kata kata Dita
entah dorongan dari mana
Vano langsung melakukannya
mencium gadis kecil itu tanpa
ampun ......
Vano meluapkan hasratnya
menciumi leher Dita bahkan
menghisapnya sampai leher
mulus itu berbekas merah ....
hasrat benar benar menghilangkan
akal sehat Vano .......
takut dan sakit tapi Dita
tetap menerimanya .....Dita
kasihan dengan kak Vano ....
awalnya gadis kecil itu memang
diam saja namun setelah beberapa
saat tubuhnya mulai bereaksi juga
" aaakkkk , kak Vano geli "
suara manja gadis kecil itu
saat Vano bermain main di tubuhnya ..
Vano membawa Dita ke atas
ranjang lalu memulainya karna
Vano tak bisa terlalu bermain main
lantaran hasratnya yang sudah
sangat memuncak .....
" akkkkkk,,, hikss ..."
gadis kecil itu mulai menangis
karna sakit ....
" tahanlah ,,,, sayang "
kata Vano di tangah deruan
nafasnya yang memburu .....
hasratnya terlalu menggebu dan
menyiksa Vano tak bisa bermain
lembut ......
setelah sekian menit berlalu Vano
terus melakukannya dan Dita
mulai mengeluarkan suara suara
manjanya saat dia merasakan
sesuatu yang belum pernah
dia rasakan .....
akhirnya Vano menumpahkan
semua cairannya dalam rahim
Dita bersamaan dengan itu
Vano juga terlepas dari panas
yang begitu menyiksanya .....
" sayang "
Vano mengecup kening Dita
yang di penuhi keringat itu
dengan sayang ......
" terimakasih "
ucap Vano menatap Dita hangat
Mata gadis polos itu menatap
Vano yang masih menindihnya
dia sama sekali tak merespon
apa yang Vano katakan .....
Dita meletakkan tangannya di
kening Vano dan ternyata masih
panas bahkan Vano masih saja
keringatan ......
" hikss ,,, kenapa panas ,,, nggak
turun turun .... pasti kakak
tersiksa " tangis gadis polos
itu memeluk Vano .....
segenak Vano terdiam membalas
pelukan gadis polos itu .....
" apakah masih panas? ,,,, nanti
kakak semakin tersiksa "
kata Dita menatap Vano iba ...
persetan Vano mengangguk saja
dia ingin mengulang lagi lantaran
belum puas ππ
panas yang menyiksa tadi sudah
mereda tapi sekarang Vano ingin
menikmati nya ......
Vano tak munafik tubuh montok
Dita benar benar membuatnya
Candu .......
...Vano kau melanggar janji π...