Brother My Husband

Brother My Husband
:)



Vano berbalik dan langsung


melahap bibir Dita dengan


menuntut bahkan memaksa ......


membuat gadis kecil itu meringis


" menjauhlah "


teriak Vano di tengah gejolak


hasratnya yang semakin sulit


untuk di kontrol .......


Vano berlari menuju kamar


air mungkin dengan berendam


dapat membuatnya terbebas


dari panas yang menyiksa ini ....


diluar perkiraan Dita malah mengejar


Vano sampai kekamar .....


" jawab kakak kenapa "


teriak gadis kecil itu yang


sudah marah karna Vano yang


terus menjauhinya .....


dia memegang kedua lengan


Vano menatap Vano tajam


penuh intimidasi .....


" ada ,,,, seseorang ,,,, yang menaruh


peransang ,,,,dalam minuman ,,,


kakak " jawab Vano disela rintihan nya ...


" panas ,,,, panas Dita ,,,, kakak


udah nggak kuat " keluh Vano


rasanya benar benar menyiksa


walaupun Dita itu gadis polos


tapi Dita banyak tau soal


peransang karna Cici dan


Dinda sering menceritan nya


pada Dita...


" lepaskan kakak Dita "


teriak Vano terus menahan dirinya


" enggk ,,,, enggak kakak bisa mati "


tangis Dita tak mau melepaskan


Vano ...


" biarkan ,,, Dita.... menjauhlah .


tinggalkan kakak " kata Vano


memohon ...


" enggak ,,,,, lakukan saja pada Dita


kak" kata Dita menatap Vano


ibaaaa....


" enggak ,,,, enggak Dita pergilah "


kata Vano mendorong Dita


agar pergi .... Vano tak punya


pilihan lain .....


" kakak dengerin Dita "


kata Dita berjinjit memegang


wajah Vano ....


" enggak ,,,, enggak ,, kakak tak


ingin menyakiti kamu ...."


kata Vano tetap teguh dengan


pendiriannya ....


" Dita ikhlas kak "


kata Dita tulus ,,,,, Dita tak


bisa melihat Vano terus


tersiksa seperti ini ....


mendengar kata kata Dita


entah dorongan dari mana


Vano langsung melakukannya


mencium gadis kecil itu tanpa


ampun ......


Vano meluapkan hasratnya


menciumi leher Dita bahkan


menghisapnya sampai leher


mulus itu berbekas merah ....


hasrat benar benar menghilangkan


akal sehat Vano .......


takut dan sakit tapi Dita


tetap menerimanya .....Dita


kasihan dengan kak Vano ....


awalnya gadis kecil itu memang


diam saja namun setelah beberapa


saat tubuhnya mulai bereaksi juga


" aaakkkk , kak Vano geli "


suara manja gadis kecil itu


saat Vano bermain main di tubuhnya ..


Vano membawa Dita ke atas


ranjang lalu memulainya karna


Vano tak bisa terlalu bermain main


lantaran hasratnya yang sudah


sangat memuncak .....


" akkkkkk,,, hikss ..."


gadis kecil itu mulai menangis


karna sakit ....


" tahanlah ,,,, sayang "


kata Vano di tangah deruan


nafasnya yang memburu .....


hasratnya terlalu menggebu dan


menyiksa Vano tak bisa bermain


lembut ......


setelah sekian menit berlalu Vano


terus melakukannya dan Dita


mulai mengeluarkan suara suara


manjanya saat dia merasakan


sesuatu yang belum pernah


dia rasakan .....


akhirnya Vano menumpahkan


semua cairannya dalam rahim


Dita bersamaan dengan itu


Vano juga terlepas dari panas


yang begitu menyiksanya .....


" sayang "


Vano mengecup kening Dita


yang di penuhi keringat itu


dengan sayang ......


" terimakasih "


ucap Vano menatap Dita hangat


Mata gadis polos itu menatap


Vano yang masih menindihnya


dia sama sekali tak merespon


apa yang Vano katakan .....


Dita meletakkan tangannya di


kening Vano dan ternyata masih


panas bahkan Vano masih saja


keringatan ......


" hikss ,,, kenapa panas ,,, nggak


turun turun .... pasti kakak


tersiksa " tangis gadis polos


itu memeluk Vano .....


segenak Vano terdiam membalas


pelukan gadis polos itu .....


" apakah masih panas? ,,,, nanti


kakak semakin tersiksa "


kata Dita menatap Vano iba ...


persetan Vano mengangguk saja


dia ingin mengulang lagi lantaran


belum puas πŸ˜†πŸ˜†


panas yang menyiksa tadi sudah


mereda tapi sekarang Vano ingin


menikmati nya ......


Vano tak munafik tubuh montok


Dita benar benar membuatnya


Candu .......


...Vano kau melanggar janji πŸ˜‚...