
" aaaaa,,,, kak Vano jangan ...."
rengek Dita memegang sebelah
tangan Vano dengan kedua tangannya
agar tak bergerak lagi .....
" kenapa "
kata Vano tersenyum nyaris
tertawa melihat ekspresi lucu
Dita ........
" rasanya aneh "
kata Dita dengan lucunya tapi
di terus berusaha melepaskan
tangan Vano di pahanya ....
" aneh gimana ..."
kata Vano tak mau melepaskan
justru meremas lagi ...
" ahhhh "
Dita merasakan Hal yang semakin
aneh saat Vano kembali meremas
pahanya ....
" mmmm,,,,,,, lepasin ,,,, ampunn "
mohon Dita hampir menangis ...
Vano tersenyum lalu melepaskan
tangannya ....
" makanya jangan bikin kakak emosi "
kata Vano tersenyum simpul lalu
berbaring nyaman diranjang menjadikan
kedua telapak tangannya bantal ....
" mmmmm,,,,,, maafin Dita "
kata Dita memeluk Vano yang
tiduran telentang itu ......
menjadikan dada Vano bantalnya ...
" iya nggak papa "
kata Vano menarik selimuti menyelimuti
punggung Dita yang berbaring manja
ditubuh nya itu ....
" lagian kakak kenapa marah sih
Dita panggil Daddy " heran Dita
mendongak meletakkan dagunya
di dada Vano yang tak tertutup apapun ...
" bukan kamu panggil Daddy yang
bikin kakak marah tapi tuduhan kamu "
kata Vano memegang pinggang Dita ...
" heheheheee Dita kan becanda "
kekeh Dita ....
" Daddy Vano "
panggil Dita sambil tersenyum
geli menatap Vano ....
" kamu yaaaa,,,,, kenapa panggil
Daddy sihh .. hot banget kedengarannya
tau nggak " gemas Vano memainkan
hidung pesek Dita ....
" kok hot sih ,,,,, bararti selama ini Dita
panggil Daddy Dita itu kedengarannya
hot?"tanya gadis polos itu ...
" yaaa beda dong ,,,,, kalau Daddy
kan emang ayah kandung kamu
sedangkan kakak bukan " kata
Vano menjelaskan....
" tapi kakak kan suami Dita "
kata Dita menyatakan ...
" iya ,,,, tapikan bisa panggilan lain
panggil hubby kayak Mama
atau panggil Mas kayak Mommy "
kata Vano mencontohkan
" nggak mauuu,,,, Dita lebih suka
panggil kak Vano Daddy "
" Daddy Vanoo"
ulang Dita terkekeh dan memeluk
Vano bahkan meraih tubuh Vano ke
arahnya agar Vano tidur miring ....
" terserah kamu dehhh "
kata Vano tersenyum mengelus
kepala Dita dan tidur miring ....
lagian panggilan Daddy juga
terdengar romantis hanya saja
kedengaran hot di telinga Vano ...
" lagian Dita mau panggil apapun
yang jelas Dita sayang sama kakak "
kata Dita lugas membuat Vano
tersenyum lebar mendengarnya
dan mengecupi berkali kali
pipi Dita gemas .....
" sekarang kakak nggak akan ragu
lagi buat memperlakukan kamu
seperti istri sesungguhnya sayang "
kata Vano mengelus pipi Dita dengan sayang
" emang selama ini Daddy perlakuin
Dita kayak istri palsu " tanya Dita
mata polosnya menatap Vano
intens ....
" yah salah pemahan lagi deh istri
polos ku " batin Vano geleng kepala ...
" sssttth ,,,,, udah sekarang tidur "
kata Vano tak menjawab tapi
memeluk Dita erat sambil mengelus kepalanya ....
" mmmm,,,, tapi "
Dita masih sangat penasaran
kenapa Vano berkata begitu ....
" diamlah sayang ,,,, kalau nggak Daddy
bakalan tunda bikinin dedek gemoy
buat Dita nanti " kata Vano mengancam
" haaaaaaa,,,, jangan Dita kan pengen
dedek gemoy secepatnya "
keluh Dita memelas ...
" yaaa makanya turutin apa yang
Daddy bilang " kata Vano ...
" iya ,,,,, tapi Daddy harus janji
bakalan kasih Dita dedek gemoy "
kata Dita menyusup kepelukan
hangat Vano semakin dalam ....
" iya sayang nanti setelah kita nikah
secara resmi ,,,, Daddy bakalan
kasih dedek gemoy "
kata Vano mengelus punggung Dita
" ehhhh jangan begitu ,,,,,,ntar
kamu nggak bisa nafas "
vano melonggarkan pelukan Dita
yang begitu erat Ditubuhnya ....
" kenapa nggak bikin sekarang aja
sih Daddy kenapa harus nunggu
nikah dulu,,,,,, Dita nggak sabar mau
punya dedek gemoy "
pinta gadis polos itu yang sangat
ingat punya dedek gemoy ....
Vano melotot...
" nah guee diajak njir"
batin Vano dengan fikiran travellingnya
memang banyak untungnya punya
istri polos
nah Author pengen hadiah 😆