Brother My Husband

Brother My Husband
ada apa dengan hati?



spontan saja Vano kembali


memeluk dan membenamkan


wajah gadis kecil itu dalam


pelukannya sebelum mata


sayu itu terbuka sempurna ....


" maafin kakak yaa,, , tidurlah


lagi " kata Vano mengelus ngelus


lembut kepala Dita tanpa


membiarkan Dita mendongak ...


" tapi ,,,,"


" tidurlah kembali sayang "


tegas Vano .....


Dita yang masih sangat


mengantuk pun kembali


tertidur dengan cepat ...


setelah Dita tidur Vano


menatap kesal dokter dan


suster yang tertawa cekikilan


itu ....


" kami permisi dulu ya tuan muda "


pamit dokter itu .....


" jadi kapan aku boleh pulang "


tanya Vano serius ...


" tergantung perkembangan kondisi


tuan jika cepat stabil maka tuan


juga akan cepat pulang "


jelas Dokter itu ....


" hmmmm,,,, keluarlah"


perintah Vano ....


**********


hampir jam 7 malam Dita


baru terbangun .....


Dita kembali menyandarkan


kepalanya ke dada Vano menatap


sendu Vano yang sedang tertidur


entah mengapa tak hanya rasa


khawatir yang timbul di hati


Dita tapi juga rasa takut yang


begitu besar akan semua hal


khususnya di tinggalkan ....


perasaan Dita cemas dan resah


bahkan tak tenang melihat kondisi


Vano seperti ini ....


terlalu dekat sedari kecil


membuat Dita begitu menyayangi


Vano sampai Dita tak bisa


hidup tanpa kasih sayang


dan perhatian Vano ....


membuat Dita begitu takut


di tinggalkan oleh Vano tak


hanya itu tanpa Dita sadari


dia adalah orang yang begitu


posesif terhadap Vano ....


Dita tak pernah rela Vano


dekat dengan wanita lain ...


rasanya Dita begitu takut


bahkan tak rela jika suatu


saat Vano melupakannya


entah mengapa Dita merasa


bahwa Vano itu adalah miliknya


yang tak boleh di sentuh apalagi


di ambil oleh orang lain ...


tapi sayang Dita terlalu tak


mengerti akan perasaannya


terhadap Vano ........


cinta ?......


bahkan seumur hidup pun


Dita belum pernah tau apalagi


merasakan jatuh cinta pada


seseorang .....


kalaupun suka itu hanya


sebatas rasa penasaran tak


lebih , makanya Dita jadi


bangung .....


tapi Dita sangat takut di


tinggalkan oleh kak Vano ...


membayangkannya saja enggan


saat Vano membuka mata ...


tatapannya langsung bertemu


dengan tatapan mata cantik


lentik ......


namun saat itu juga mata


cantik itu menumpahkan air


mata membuat Vano tertegun


semakin lama semakin banyak


air mata yang menetes .....


" Dita ,,,,, sayang kamu kenapa "


tanya Vano


sekarang Dita tak hanya menangis


tapi sudah mewek 😭😭😭


bahkan kelihatan sekali


kesedihannya .....


" hey,,,,, kanapa "


tanya Vano menatap Dita lembut


menghapus air mata di pipi Dita


dengan tangan kirinya ..


" jangan ,,,, hiks ,,, nanti tangan


kakak sakit " kata gadis polos itu


dalam isak tangisnya memegang


tangan Vano yang terpasang infus


itu dengan kedua tangannya ....


" ya Dita kenapa ,,,,, kok nangis sih "


tanya Vano menghapus air


mata Dita yang berjatuhan ....


" Dita sedih ,,,,, aja liat kondisi ,,,


kakak sekarang " kata Dita


kembali menangis dan memeluk


Vano


cukup lama Vano membiarkan


Dita menangis dia hanya


mengelus kepala Dita sambil


tersenyum hangat .....


" udah jangan nangis lagi yaa...


sekarang kakak kan udah nggak


papa " kata Vano lembut ....


" apakah tadi kakak minum


minuman keras lagi " tanya


Dita menatap Vano sendu


" enggak ,,,,, kakak nggak pernah


minum minuman itu lagi sejak


kamu tampar waktu itu "


kekeh Vano saat ingat kejadian itu ...


" Dita serius"


kesal Dita ...


" serius nggak pernah lagi "


kata Vano jujur ......


drett


drett


Dita mengambil ponsel yang


berbunyi di atas nakas sebelah


mereka tidur dan ternyata ponsel


Vano .......


Dita mengangkatnya langsung


di depan Vano lalu menaikkan


volumenya agar mereka berdua


sama sama bisa mendengar


apalagi yang menelfon nomer nya


tak di save di ponsel Vano ....


" Vano sayang ,,,, kamu sakit yaa


maafin aku karna belum sempat


liatin kamu tapi aku janji


besok bakalan datang "


suara manja wanita itu .....


Dita meremas selimut ....


tiba tiba saja suhu badan


Dita memanas dan emosinya


mulai naik .....


entah mengapa ada segemericik


rasa yang begitu menyiksa ingin


di lampiaskan dalam hati Dita ....


semakin mendengarnya semakin


marah Dita rasanya.....


kenapa wanita itu berbicara


layaknya pada pacar bahkan


suaminya pada Vano ....


prangg ......


Dita membanting ponsel itu


ke lantai