Brother My Husband

Brother My Husband
jumpa lagi(:



Dita mengganti baju nya dengan


pakaiaan casual karna pagi ini


dita ingin pergi ke mall untuk


membeli beberapa keperluan nya


yang tidak ada di apertemen kak Vano......


Vano memasuki ruang ganti hanya


memakai handuk yang terlilit di pinggangnya


"kenapa? "


tanya Vano saat Dita berbalik menatapnya


tapi anehnya gadis kecil itu malah


menatap geli ke arah Vano......


" kakak aneh banget,,,, "


gadis kecil itu tertawa geli menatap


Vano bahkan dia menatap Vano dari


bawah ke atas berulang kali.....


" aneh apanya "


Vano mempelototi gadis kecil itu


yang sudah berani menatapnya


senanar itu....


"tadi katanya kalau pake handuk doang


berarti *elanjang lah sekarang kakak


malah cuma pake handuk doang...


tadi aja Dita yang pake marah marah "


komplen gadis kecil itu saat Vano


juga hanya memakai handuk saja..


"kakak tu beda sama kamu "


Vano cepat cepat memakai bajunya


sebelum khilaf jika terus melihat Dita


yang menatap tubuhnya seperti tadi


mungkin bagi gadis polos itu tak akan


berpengaruh apa apa....


saat Vano mengganti bajunya dia


baru tau kalau Dita mengambilkan


pakaian casual untuknya...


"Dita kamu kenapa ambilin baju


casual buat kakak haa.....


kan kita itu nggak bakalan kemana


mana" Komplen Vano lagi pada Dita


yang berdiri membelakangi nya itu


"hehheee,,,, kita ke mall yuk kak


Dita mau belanja semua keperluan


Dita yang nggak ada disini "


kata Dita tersenyum manis berharap


Vano akan mau menemaninya.....


"nggak ahh malas hari kakak mau


rebahan santai lelah kerja mulu "


Vano sengaja berkata bagitu dan


langsung keluar ruang ganti bahkan


dia tak menyisir rambutnya sama


sekali....


Vano hanya sedang rindu saja rengekan


manja Dita lagian mana bisa juga dia


menolak keinginan gadis kecil


kesayangannya itu.....


main main dikit boleh lah,😂


"kak Vano "


Dita langsung mengejar Vano


"apa"


kata Vano cuek,,,, pria dewasa itu


sudah rebahan nyaman di ranjang


empuk nya...


" Dita mau ke mall "


gadis kecil itu naik ke atas ranjang


lalu menggoyahkan tubuh Vano


" mau ngapain ke mall"


kata Vano memberikan pertanyaan


yang sangat menyebalkan untuk di


jawab......


" bersihin toilet sama kumpulin sampah "


jawab Dita kesal lalu mengambil bantal


dan memukul Vano


" yaudah kalau gitu disini kan ada toilet


kamu bisa bersihin dan soal sampah


ntar kakak berantakin deh "


" mmmmmm"


Dita sudah cemberut duduk di


tengah ranjang menendang nendang


kaki Vano


sepertinya sebentar lagi gadis


kecil itu akan menangis...


" kak Vano,,,,, Dita mau ke mall...


beli perlengkapan Dita "


suara kecil Dita tertahan karna air


matanya sudah ingin tumpah


Dita masih duduk menatap Vano


yang rebahan bahkan sudah memejamkan


mata....


sebenarnya Dita bisa saja pergi sendiri


atau bersama temannya tapi,,,,,,,


kata Daddy kalau sudah menikah Dita


pergi kemanapun harus sama kak


Vano nggak boleh sama orang lain....


" hiks "


gadis kecil itu sudah mulai


mewek.......


mungkin banyak orang berfikir bahwa


Dita terlalu kekanak kanakan tapi


begitu lah lingkungan yang menjadikanya


seperti itu,,,, terlalu dimanja semenjak


kecil membuat Dita tak bisa menahan


Diri bahkan Dita masih jauh dari kata


dewasa ....


Dita masih saja sering menangis


saat keinginanya tak terpenuhi ...


namun bukannya ilfeel ketiga kakak


Dita malah semakin gemas dengan


Dita sehingga mereka sangat suka


mempermainkan Dita sampai Dita


menangis....


Tapi apapun itu mereka sangatlah


menyayangi Dita...


Vano bangun lalu menindih gadis


kecil yang sedang menangis itu.....


semakin dia menangis dan merengek


semakin Vano tak bisa menahan Diri


untuk tidak menyentuhnya ....


Vano menatap dalam mata cantik


yang juga tengah menatapnya dengan


tatapan sendu itu bahkan air mata


Dita meleleh membasahi pipi nya...


" hiks,,,, kakak udah nggak ,,, sayang


Dita "


" siapa yang bilang ,,, kakak nggak


sayang sama Dita hmm.."kata Vano


lembut menghapus air mata Dita


dan merapikan rambut Dita yang


menutupi wajahnya ..


"kakak tu paling sayang sama Dita


Dita itu nggak akan pernah terganti


di hati kakak " kata Vano mengecup


kening Dita dengan lembut dan sayang ...


" yaudah ayok siap siap kalau mau


pergi " kata Vano akan berpindah agar


tak menindih Dita lagi ...


Vano memang sudah terbiasa dari


dulu membujuk Dita ...


Dita melingkarkan kedua tangannya


dileher Vano ...


" terus ,, kenapa tadi ,,, kakak bilang


nggak mauu " kata Dita cemberut


" karna kakak suka liat kamu mewek "


jawab Vano tertawa renyah ...


"kakak ,,,,,,jahat "


teriak Dita tak terima dan tanpa


sengaja kaki nya menendang sesuatu


membuat Vano kesakitan...