
6 hari sudah berlalu dan
Vano pun juga sudah kembali
pulang dan tinggal di apartemen
bersama Dita ......
jam 5 pagi Vano terbangun ...
menatap hangat wajah gadis
kecil yang tidur bergelung
manja dalam pelukannya ....
" Dita bangun "
Vano mulai membangunkan
gadis kecil itu ....
" hey,,,, bangun "
Vano mencolek pipi kenyal
Dita ...
" hmmm,,,,, apa "
rengek Dita
" bangun ,,,, kamu kan mau kuliah
pagi ini " kata Vano ...
mata sayu Dita menatap
Vano intens ...
" jam berapa kak ?"
tanya Dita
" udah jam 5 lewat ayok bangun "
kata Vano melepaskan
pelukannya dan bangun ....
" kakak hari ini juga mau
ke kantor " jelas Vano
" kakak kan belum sembuh "
bantah Dita bangun dan duduk
disebelah Vano ......
" kurang sembuh apa lagi ini Dita "
keluh Vano sudah dari kemarin
Vano sembuh perasaannya tapi
Dita itu sama sekali tak percaya
bahkan gadis kecil itu tak
membiarkan Vano melakukan
aktivitas lain selain tidur , duduk
, mandi dan makan .....
iya sihh kalau soal perhatiannya
Dita jangan ditanya sampai
gosok gigi pun dibantunya ....
" beneran "
kata Dita kurang percaya meletakkan
tangannya di kening Vano ....
" iya udah sehat nih "
kata Vano meyakinkan .....
" yaudah tapi jam 2 siang kakak
udah harus pulang dan berangkat
kerjanya diantar sopir "
tegas Dita ...
" tapi Dita ,,,,,"
Vano hendak membantah ...
" Dita mohon kak ,,,,, Dita nggak
tenang nanti kalau kakak berangkat
sendiri " wajah gadis kecil itu
benar benar memohon .....
mungkin orang lain akan tak nyaman
jika di dekat orang yang terlalu
posesif bahkan terlalu berlebihan
tapi tidak dengan Vano justru
keposesifan Dita lah yang membuat
nya nyaman ....
walaupun terkesan berlebihan
tapi Dita sangatlah penyayang
dan hangat mungkin gadis kecil itu
menjadi terlalu berlebihan hanya
karna terlalu khawatir dan
rasa sayangnya ......
" baiklah sayang ,,,, jam 2 kakak
bakalan pulang " kata Vano
mengecup kening Dita ....
dan pergi mandi .....
semenjak menjadi istri Vano
Dita sedikit berubah gadis kecil
itu sudah mulai tau dan terbiasa
akan tanggung jawabnya karna
Vano selalu mengajari Dita .....
Dita menyiapkan pakaian untuk
Vano pergi ke kantor di ruang
ganti ,,,, Vano taklah menuntut
banyak pada Dita sebagai istrinya
saja .......
bahkan Vano tak lah
mempermasalahkan soal
Dita yang masih belum bisa
memasak , berulang kali Vano
mangajarinya tapi ya begitu lah
Dita sedikit kesulitan untuk bisa
memasak .....
Dita masuk ke kamar mandi
dengan tergesa gesa lantaran
tak tahan ingin pipis .....
" awas ,,, awass "
kata Dita berjalan cepat nyaris
berlari .....
" jatoh ,,,, licin "
kata Vano memperingati untung
Vano sudah selesai mandi dan
memakai handuk gadis kecil itu
selalu saja masuk tanpa mengetuk
dan bodohnya Vano yang sering
lupa mengunci pintu .....
sebenarnya cukup sulit untuk
Vano menahan hasratnya
agar tak menyentuh Dita dia
juga pria normal yang juga
memiliki keinginan yang demikian ....
apalagi sikap nyeleneh dan polos
Dita yang sering melakukan hal hal
diluar dugaan seperti membuka
bajunya di depan Vano apalagi
saat Dita hanya memakai handuk ...
Vano yang masih berdiri melamun
itu tersadar saat Dita sudah ada
di depannya ...
Vano mempelototi gadis
kecil itu saat tangan nakalnya
sudah bermain main di dada dan
perut Vano yang tak tertutup apapun....
" heheheheee"
kekeh Dita melihat ekspresi Vano
tapi jari tangannya tak henti henti
menusuk nusuk perut kenyal Vano ...
" kayak roti sobek "
gemass Dita dan spontan saja
meremas dada Vano karna
kelewat gemas ......
Vano langsung melahap bibir
gadis kecil itu menikmatinya
dengan penuh sensasi ,,,,,,
tangan Vano memegang tengkuk
gadis kecil itu Vano sudah tak
bisa menahannya .....
ini adalah pertama kali mereka
berciuman semenjak menikah !
setelah melakukan itu Vano
langsung memeluk Dita erat .....
ada rasa bersalah yang menjalar
dalam diri Vano ........
dia sudah melanggar janji
pada dirinya sendiri ..😣
Vano sudah berjanji pada
dirinya sendiri bahwa dia
tak akan melakukan hal
yang akan merusak Dita
sebelum Dita mencintainya ....
jika nanti Dita tak mencintainya
setidaknya Dita bisa lepas dari
Vano tanpa sebuah beban bukan
justru terjamak oleh Vano ...
" sayang maafin kakak "
ucap Vano penuh penyesalan
*afsu mengalahkan hati nuraninya ...
Vano mengelus pipi Dita
dengan kedua tangannya ...
" mau lagi kak,,,,,, enak Dita
baru pertama kali nyoba ciuman ..
biasanya Dita cuma nonton doang"
ucap gadis polos itu tersenyum
senang sambil berharap ....
gadis polos meressssahkan😆