
Vano berdiri terdiam menatap
gelas dan sebotol wine yang tadi
dipegangnya sudah berserakan
bahkan pecah dilantai ...
belum lagi sebuah tamparan
yang mendarat diwajahnya ....
walaupun tak berbekas
setelah beberapa waktu terdiam
Vano mengalihkan tatapannya
pada Dita yang berdiri di depan
nya dengan wajah yang sudah
memerah menahan marah belum
lagi tangannya yang mengepal ....
" mau sampai kapan hahh,,,,
sampai kapan kakak akan
menyakiti diri kakak dengan
meminum minuman seperti ini "
marah Dita kembali mengambil
sebotol minuman yang masih tertinggal
di atas meja sofa di kamar Vano ...
prang ...
Dita kembali melempar minuman itu
ke lantai sampai botol yang masih
terisi penuh itu hancur berkeping
keping....
semua keluarga juga mengikuti
Dita kekamar Vano hanya saja
mereka sampai pintu dan segera
menutup pintu kamar Vano kembali
tanpa masuk karna melihat Dita
yang sangat Marah pada Vano biarlah
gadis kecil itu melampiaskan
amarahnya pada Vano siapa tau
Vano kapok ....
sudah sejak lama Vano mengonsumsi
minuman ber alkohol .....
saat Vano merasa sakit hati ,kecewa
atau apapun yang menyesakkan
dirinya Vano hanya akan melampiaskan
nya dengan minum alkohol agar dia
bisa melupakan masalahnya tanpa
mau membagi masalah nya dengan
orang lain .....
sudah sering keluarga melarang
Vano untuk meminum minuman
beralkohol tapi tetap saja dia keras
kepala sekalipun minumannya
sudah di musnahkan ...pria itu
punya sejuta cara untuk mendapatkan
minuman itu kembali
sehingga wajar Dita marah pada
Vano apalagi Vano sudah beberapa
kali masuk rumah sakit karna
penyakit lambung yang disebabkan
karna sering mengonsumsi minuman
beralkohol.......
'' hiksss ,,,, apakah kakak udah nggak
sayang lagi sama Dita ,,,, kakak mau
tinggalin kami semua " Dita mulai
Dita sedih lantaran mengetahui
Vano yang masih mengonsumsi
minuman keras nanti kak Vano
masuk rumah sakit lagi ....
Dita sangat menyayangi kak Vano ..
" Dita,,,,, enggak sayang "
Vano langsung memeluk Dita ....
yang sudah menangis sesegukan
Dita selalu marah jika Vano kembali
meminum minuman keras......
" kakak itu udah sering sakit gara gara
minum minuman itu ,,, hiks ,, tapi
kenapa kakak masih meminumnya "
tangis Dita sesegukan .....
" Maafkan kakak "
Vano mengelus lembut kepala Dita
sebenarnya Vano juga ingin
berhenti meminum minuman keras
hanya saja cuma minuman itu yang
bisa membuat dirinya tenang ....
" kakak harus janji sama Dita nggak
Bakalan minum minuman itu lagi"
kata Dita menatap Vano sendu
dan mengulurkan kelingking nya
" kakak nggak bisa janji Dita "
kata Vano mengelus wajah
cantik adiknya itu ...
Vano tak ingin menjadi orang
munafik
" hikss ,,, kakak harus janji ....
kakak sayang kan sama Dita "
kata Dita memeluk Vano ...
" kakak sayang ,,,, sayang benget malah
sama Dita " kata Vano lembut
membalas pelukan Dita dengan hangat ...
" terus,,,terus kenapa kakak nggak
bisa janji sama Dita " kata Dita
mendongak menatap Vano tapi
tidak melepaskan pelukannya ....
Vano menunduk menatap Dita yang
pendek itu ,,,tersenyum merapikan
rambut Dita yang menutupi wajah
cantiknya sekaligus menghapus
air mata di pipi Dita ...
" karna cuma minuman itu yang
bisa bikin kakak tenang , buat
nemenin keseharian kakak yang
hampa " jawab Vano apa adanya ...
" Dita akan temenin kakak tapi
jangan minum minuman keras lagi"
kata Dita menatap Vano sampai
mata cantiknya tak berkedip ....
" iya Dita temenin kakak tapi kan
nggak setiap saat " Vano mengelus
pipi kenyal Dita yang berisi itu
sambil tersenyum ....
" Dita mau nikah sama kakak "
JEMURAN😄