
" sayang udah ,,,,, jangan nangis lagi Daddy nggak suka liat Dita nangis lagi " kata Vano menatap Dita hangat sambil menghapus air mata Dita .....
" mmmm,,,,, Dita nangis karna ,,, hiks Dita kangen banget sama Daddy ,,, tapi kok Daddy malah nggak suka " kata gadis polos itu menatap Vano sedihhh
" apa Daddy nggak kangen ,,,, hiks ,, sama Dita " tanya gadis polos itu dengan serak
" apa sihhhh,,,,, " Vano malah mengecupi dengan gemas pipi gadis polos itu
" ihhhh,,, " kesal Dita menjauhkan wajah Vano dengan tangannya
" denger yaa,,,, Dita itu adalah istri Daddy yang paling Daddy sayang bahkan Daddy rela mengorbankan nyawa Daddy untuk Dira jadi nggak mungkin dong Daddy nggak rindu sama Dita " ucap Vano mengelys punggung Dita .....
" terus kenapa Daddy nggak suka ,,,"
" Daddy nggak suka liat Dita nangis bukan rinduin Daddy sayanggg " gemas Vano melihat gadis polos itu lalu mengecupi pipi Dita lagi ....
" oooooo,,,,, gitu " kata gadis kecil itu seketika terkekeh dalam tangisnya membuat Vano semakin gemas ....
" kok Daddy cuma ngecup Dita ?,,, kok nggak cium sih " tanya gadis kecil itu langsung karna merasa aneh ....
" Dita rindu juga tauuuuu ,,,, dicium Daddy " kata gadis kecil itu begitu jujur .....
mengundang sebuah senyuman yang begitu lebar dan hangat di wajah tampan Vano yang masih sedikit pucat .......
" nanti yaaa kalau Daddy udah sembuh "
" emang kalau sakit nggak bisa cium "
" bukannya nggak bisa sayang ,,,, tapi Daddy takut kalau ditubuh Daddy masih ada racun ntar racunnya pintah ke kamu " khawatir Vano .....
" nggak papa Daddy ,,,, biar kita sama sama mati aja " ucap Dita membuat Vano terkejut
" emang kamu mau mati ?" kata Vano dengan nada meninggi ...
" enggak" jawab Dita santai
" lalu ,,,"
" racunnya yang kita bunuh biar mata ,,,, hahahaha a" gadis polos itu tertawa di tengah kesunyian malam .....
" Daddy serius yaaa"kesal Vano
" Daddy tau nggak kalau Dita itu selalu nangia beberapa hari ini sampai mata Dita buram " cerita gadis kecil yang bersembunyi dipelukan Vano itu ...
" kenapa nangis terus sih ,,,, ntar mata kamu buta lagi " kata Vano menyelimuti gadis kecil itu....
" masih nanya kenapa ?" kata Dita sinis sampai mata nya yang cantik itu terlihat seram saat dia mendongak menatap Vano
" sekarang Daddy mau kamu makan " kata Vano duduk dan bersandar pada sandaran ranjang lalu mengambil makanan di atas meja di samping nya ....
" Daddy jangan banyak gerak kan tangan Daddy masih di infus" khawatir Dita yang ikutan duduk lalu bersandar pada dada Vano
" sekarang makan Daddy nggak mau ya kamu sakit " kata Vano menyuapi Dita makanan .....
" Dita udah kenyang liat Daddy " kata jadi kecil itu bersembunyi di pelukan Vano ....
memeluk Vano dari samping dengan erat
" Daddy ngggak nerima apapun alasan kamu " kata Vano .....
" terserah weeek "
gadis kecil itu malah mencibir lalu memeluk Vano lebih erat ....
" Dita tau nggak kalau Daddy baru sadar dari koma apa kamu mau Daddy drop terus tinggalin kamu buat selamanya " kata Vano memakai cara halus membuat dita tersentak tanpa dia sadari mendengar kata katanya .....
" jangan Daddy " ucapan lirih Dita menatap Vano sendu lalu air matanya sudah tergenang siap untuk tumpah apalagi tatapan sendunya benar benar membuat Vano dilanda kegundahan ....
" sayang ,,,, sayang enggak ,,,, bukan itu maksud Daddy " kata Vano merasa bersalah sudah mengucapkan kata kata yang melukai perasaan istri kecilnya yang sangat sensitif karna takut di tinggal oleh nya ...
" bukan itu maksud Daddy " kata Vano memegang pipi Dita dengan kedua tangannya lalu mendekatkan kening mereka sampai wajah mereka bertemu dengan sempurnanya .....
tapi tindakan Vano sama sekali tak bisa menghentikan air mata yang ingin tumpah itu ....
" hikssss,,,, jangan tinggalin ,,, Dita lagi Daddy" gadis kecil itu benar benar terisak dalam pelukan hangat Vano sampai getaran tubuhnya bisa Vano rasakan saat Vano mengelus punggungnya.....
" Dita ,,,, nggak bisa hidup ,,, tanpa Daddy ,,,, Dita nggak bisa tenang ,,,,, Dita sayang Daddy .....Daddy punya Dita " ungkapan gadis kecil itu ......
Vano mengelus punggung dan lengan istrinya yang berada dalam pelukannya adanya rasa bersalah dalam diri Vano karna sudah mengucapkan kata kata yang membuat istrinya menangis tapi mendengar pengakuan Dita perasaan Vano begitu hangat ....
bagaimana cara menghibur Dita ?
" hey,,,,, jangan nangis terus ntar kelereng Dita basah sayang " ucap Vano sambil tersenyum membuat tangisan Dita langsung mereda ....
" aaa ,,,, mana kelereng Dita " gadis kecil itu langsung membuka kancing baju pasien yang Vano kenakan .....
next .....
pengungkapan tentang siapa yang ingin melenyapkan Dita dan cara keluarga yang membalasnya dengan cara yang begitu menabjubkan .......
like and Vote