
pagi hari Vano terbangun dan
membuka mata nya menatap
setiap sudut ruangan yang sudah
sangat terang bahkan cahaya
matahari sudah masuk melalui
celah celah gorden ......
pergerakan kecil Dita membuat
Vano menatap gadis kecil yang
bergelung manja di pelukan Vano
sejenak Vano terdiam menatap
Dita intens .......
lehernya terdapat begitu banyak
bekas memerah dan ingatan Vano
pun kembali soal hal semalam
mereka baru saja melalui malam
panjang penuh gelora .....
perasaan Vano remuk redam
dibuatnya ada rasa bersalah
dan egois yang tiba tiba datang
dalam diri Vano ....
kenapa tiba tiba Vano jadi merasa
tidak rela jika harus berpisah
dengan Dita apalagi merelakan
Dita kepada orang lain ....
padahalkan awalnya walaupun
Vano sangat mencintai Dita
dia rela melepaskan Dita asal
Dita bahagia Walaupun itu
bersama orang lain ......
tapi entah mengapa semenjak
kejadian semalam Vano merasakan
hal yang begitu aneh bahkan
Vano seperti mendefenisikan
Dita itu adalah miliknya sepenuhnya ...
" maafin kakak yaa sayang "
kata Vano semakin merasa bersalah
dia merasa menjadi orang yang
sangat jahat kepada gadis polos
seperti Dita ,,,, dia sudah menikahi
Dita di usia mudanya dan sekarang
dia juga sudah melakukan hal
yang tak seharusnya pada Dita ....
padahal Vano sudah berjanji
tidak akan menyentuh Dita
sebelum Dita mencintainya ...
tapi siapa yang memasukkan
peransang kedalam minuman
Vano ??..........
apakah sahabat dan adiknya
tega melakukan itu padanya ?...
Vano segera menghubungi orang
kepercayaannya dan meminta
mereka untuk mencari titik terang
dari semua ini ......
Vano mengecup kening Dita
dan menyelimuti istri kecilnya
itu yang masih tertidur lelap
deruan nafasnya begitu teratur
pertanda dia tertidur lelap ...
Vano mandi dengan air dingin
menikmati air sower yang terus
membasahi tubuhnya entah
mengapa perasaannya hangat
saja sekarang membayangkan
rengekan rengekan manja Dita
yang terus terngiang ngiang di
telinganya .....
setelahnya Vano ganti baju
dia pergi kedapur untuk membuat
kopi memang sudah beberapa hari
ini bibik tak lagi datang ke apartemen
karna Vano melarang mereka ....
Vano mengaduk ngaduk secangkir
kopi yang dibuatnya di meja makan
Vano bingung harus bicara apa
nanti pada Dita .........
Vano tau kalau gadis polos
itu tak akan marah atau benci
padanya setelah kejadian semalam
hanya saja pasti gadis polos itu
akan menanyai Vano dengan
beberapa pertanyaan yang sangat
sulit Vano jelaskan padanya ......
tapi Vano tak munafik dia
memang sangat menikmati
semalam tapi di sisi lain Vano
juga merasa takut dan bersalah ...
Vano takut jika suatu saat
perpisahan itu benar adanya
saat gadis polos seperti Dita
merasakan jatuh cinta maka
dia akan melakukan apapun
demi orang yang dicintainya ...
tapi bagaimana jika orang yang
berhasil membuat Dita jatuh
cinta bukanlah Vano ......
demi tuhannn Vano sekarang mulai
tak rela akan hal itu berbeda dengan
dulu ...
Ditengah lamunannya ponsel Vano
berdering lebih tepatnya ponsel
Dita yang Vano jaga π
hanya beberapa patah kata
yang Vano dengar namun mampu
membuat darah Vano serasa mendidih
bahkan Vano sampai mengepal
tangannya ........
ada rasa kecewa teramat besar
dalam diri Vano dia tak menyangka
bahwa memah benar adik dan
peransang ke dalam minumannya
dan yang lebih menyakitkan
keluarganya yang menyuruh
mereka .....
kenapa ,,,,, kenapa mereka melakukan
hal seperti ini kepada Vano .......
atas dasar apa mereka melakukan
itu ,,,apapun alasan mereka tetap
saja Vano tak bisa menerima ...
kecewa sekali rasanya ,,,, padahal
semua keluarga tau bagaimana
latar belakang pernikahan Vano
dengan Dita dan sebuah komitmen
yang mereka setujui .......
dan sekarang mereka sendiri
yang membuat Vano melanggar
komitmen itu bahkan dengan
sebuah cara yang begitu keji ....
mereka bisa saja membunuh Vano
dengan melakukan hal itu dan
yaa Dita lah yang menjadi korbannya ..
amarah terlanjur menyuasai diri
Vano ,,,,, satu hal yang terfikir
oleh Vano sekarang menemui
keluarganya apa mau mereka ....
Vano menancap full gas mobilnya
menuju rumah utama tapi sepertinya
Vano melupakan sesuatu ....
*******
semua keluarga yang tengah sarapan
pagi itu meneguk salivanya saat
melihat Vano yang tengah berjalan
cepat dan aura dinginnya yang
begitu mendominasi saat memasuki
rumah .........
" duduklah "
kata Papa dengan tenang saat
Vano hanya berdiri diam menatap
mereka satu persatu
sedangkan Mikell dan Vino
jangan ditanya udah siap di
hajar kayaknya bahkan mendongak
saja takut ...
" Vano nggak nyangka kalian
setega itu " beberapa patah
kata yang Vano ucapkan namun
sanggup membuat semua orang
semakin terdiam ........
" dan kalian,,,,, "
teriak Vano mengejutkan kedua
adiknya yang tengah menunduk itu ....
drettt
drettt ...
" kak Vanoooo ,,,,, kakak dimana "
suara manja Dita yang sedang
merengek nyaris menangis ....
" kakak pulang sekarang ,,,, tunggu
disana jangan kemana mana "
kata Vano panik bukan main
amarah benar benar membuatnya
melupakan sesuatu yang paling
penting ......
semua keluarga menatap sendu
punggu Vano yang perlahan mulai
menghilang .. .......
sebenarnya mereka tidaklah
bermaksud untuk membuat
Vano marah atau kecewa ....
mereka hanya ingin Vano bahagia
mungkin cara mereka memang
salah tapi di balik itu semua juga
terselip sebuah kebaikan .....
mereka sudah kehabisan cara
agar Vano tak pernah lagi berfikir
untuk melepaskan Dita .....
mungkin memang cinta dan rasa
sayang Vano sangat besar teruntuk
Dita sampai Vano rela tersakiti asal
Dita bahagia sudah cukup rasanya
selama ini Vano menderita ......
mereka hanya ingin Vano bahagia...
ya mungkin sebagaian penilaian
orang mereka melakukan cara
yang begitu menjijikkan tapi
percayalah mereka hanya ingin
yang terbaik ....
lagian mereka memikirkan rencana
itu dengan matang bukan hanya
sebatas kecurangan saja .........
karna hanya dengan begitu Vano
akan jadi bahwa Dita itu adalah
miliknya sepenuhnya yang tak
akan pernah dia ikhlaskan kepada
orang lain apapun alasannya ......
dan teruktuk Dita dia hanyalah
gadis polos yang butuh di
perhatikan serta diberi arahan dan
kasih sayang dia akan menjadi
seperti apa itu tergantung orang
yang mengarahkanya ......
semua keluargapun yakin bahwa
Dita sudah mencintai Vano
hanya saja gadis polos itu terlalu
sulit bahkan sama sekali tak
peka akan perasaannya ....
next ............Dita bakalan lucu banget
...jangan pernah menilai apapun hanya dari satu sudut pandang karna terkadang kita bisa saja salah karna apa yang terlihat di kiri belum tentu sama dengan apa yang berada di kanan .......
...begitupun sebuah niatan tak selalu niat yang terkesan buruk bahkan jahat itu adalah kesalahan bisa saja itu adalah sebuah kebaikan yang direncanakan ......
JANGAN TERLALU CEPAT MENDEFENISAKAN SESUATU YA π