Brother My Husband

Brother My Husband
bab 31 biji toge



" mmmmm ,,,, Dita kesel liat Daddy ... jahat " rengek Dita lalu segera turun dari pangkuan Vano dan berlari keluar .....


" Dita nggak boleh lari ,,, nanti dedek gemoy kamu sakit " kata Vano yang membuat Dita berhenti berlari lalu berjalan biasa ....


" mau kemana ?" tanya Vano yang berdiri di depan pintu ruang kerjanya menatap Dita yang terus berjalan .....


" Dita lapar mau makan " kata Dita dengan galak ....


" yaudah Daddy temenin deh " kata Vano menutup pintu ruangannya dulu lalu menyusul Dita yang sudah berjalan ke dapur duluan ...


sesampai di dapur .....


" loh katanya mau makan ?" tanya Vano saat melihat Dita berdiri membuka kulkas ......


" Dita mau masak " jawab nya yang masih sibuk mencari bahan masakan yang dia butuhkan ....


" yaudah Daddy bantu ya biar cepat " senyum Vano pada istri kecilnya itu


" nggak mauuu,,,,,,,Daddy aja di sana " ketus Dita menunjuk kursi di dekat meja iris dapur lebih tepatnya di sebelah Dita akan memasak ...


" tapi ,,,"


" duduk Dita bilang " tegas Dita lalu menarik tangan Vano bahkan memaksa Vano duduk ..


" iya ,,,, iya " kata Vano patuh dan duduk membiarkan gadis kecil itu melakukan apapun sesuka nya ...


lalu Dita mulai memasak dengan fokus tak peduli lagi akan Vano yang terus memperhatikannya ......


" Dedek gemoy mau Mommy masakin apa ?" tanya Dita lalu tertawa sendiri mengelus perutnya sambil memasak ....


" hahahaaaaa ,,,, dedek gemoy itu masih sebesar biji toge sayang 🤣" tawa Vano menghampiri lalu memeluk Dita dari belakang .....


" mmmm,,,, biarin nanti kan juga besar " jawab Dita cuek mengaduk masakannya ...


" kamu kok cuma nanya dedek gemoy ,,,,Daddy kok nggak ditanya mau makan apa ?" tanya Vano meletakkan dagunya di bahu Dita sambil terus memeluk Dita ....


" Dita nggak peduli lagi sama Daddy,,,, sekarang Dita udah ada dedek gemoy 🥰" jawab Dita dengan entengnya .....


" iya dong ,,,,, Dita kan udah punya gantinya Daddy .... weeek 😝" cibir Dita melepaskan belitan tangan Vano di perutnya lalu pergi mengambil mangkok karna sup nya sudah matang ....


Vano tak berkutik lagi dia duduk saja di meja makan dengan fikiran menerawang ......


Dita membawa sepiring nasi lalu makan dengan sup yang baru saja di masaknya ....


" Daddy nggak di ambilin nasi sayang ?" tanya Vano pelan menatap Dita yang makan dengan lahap itu ....


" Dita lupa " kata Dita menggarun tengkuknya saat berhenti makan dan menatap Vano lalu segera pergi mengambil sepiring nasi lagi ....


" iya gitu ,,,,,lupain aja Daddy terus " sebal Vano memangku tangannya....


" apa ?" tanya Dita seperti orang tak mendengar .....


Vano mengambil sepiring nasi yang diambilkan Dita lalu segera makan tanpa menjawab ataupun bertanya lagi pada Dita ...


malam hari nya .......


Vano masuk kamar lalu langsung tidur di samping Dita yang sudah berbaring di ranjang bermain ponsel setelah mengganti bajunya dengan baju tidur .......


tapi anehnya Vano tidur memunggungi Dita tak seperti biasanya.....


" Daddy " panggil Dita meletakkan ponselnya di nakas tapi Vano tak menjawab


" kok udah tidur sih " lemas Dita saat mencondongkan kepalanya menatap Vano ..


Dita menarik selimut lalu berbaring di belakang punggung Vano dan memainkan ujung selimut ........


Dita sama sekali tidak tidur dia hanya menatap punggung Vano yang sudah tertidur itu ......


sampai kilatan cahaya petir membuat Dita ketakutan dan bersempunyi .....


" Daddy ,,,, Dita takut " kata Dita memeluk Vano erat dan bersembunyi di balik selimut lagi setelah menarik selimut sampai ke atas kepalanya