Brother My Husband

Brother My Husband
kerinduan



" nggak sekarang Dita "


jawab Vano tegas ....


" kenapa,,,,, kan lebih cepat lebih


baik " jawab gadis polos itu


menyebutkan pepatah ...


" masalahnya bikin dedek gemoy


nggak bisa cepat cepat "


jawab Vano bingung harus


menjawab apa ...


" butuh waktu lama ya kak ?"


tanya Dita ....


" enggak terlalu lama sih palingan


seminggu jadi kalau buatnya tiap


malam " jelas Vano lugas


" berarti kalau full time bisa 2 hari


dong kak " tanya gadis polos itu


lagi .....


mata Vano melotot mendengarnya


istri polosnya itu benar benar tak


berfikir kalau bicara apa saja yang


terfikir oleh otak polosnya itu


selalu dia sebutkan ....


" ehhhhhhh,,,,, bisa remuk kamu


tau nggak " kata Vano menyentil


kening Dita .....


" hahhhh "


Dita terkejut saat Vano menyentil


keningnya dan baru sadar akan apa


yang baru saja di ucapkannya ...


Dita bergidik ngeri lalu kembali


memeluk Vano dan bersembunyi


dalam pelukan yang begitu hangat itu ...


" baru beberapa jam aja udah


lemes kamu dan nggak bisa


jalan lagi ,,,, apa lagi kalau full time "


goda Vano membuat Dita semakin


malu dan bersembunyi di pelukan


Vano ...


padahal kan Dita nggak sadar


kalau ngomong gitu tadi ..!


***********


2 hari sudah berlalu ......


dan selama itu juga Vano


tak membiarkan Dita keluar


dari apartemen sebelum Dita


sembuh dan untuk Dita juga


tak masalah karna kak Vano juga


menemaninya ....


pagi hari sehabis sarapan ....


" kak Vano hari ini kita jadi


pergi kerumah utama kan


Dita udah sembuh udah bisa


jalan kayak biasa lagi dan


merah merahnya juga udah hilang "


kata Dita menatap Vano yang


duduk di hadapannya penuh harap...


raut wajah Vano sedikit berubah


mendengar ucapan Dita,,,, sepertinya


pria dewasa itu masih marah dan


kecewa terhadap keluarganya ...


bahkan semua anggota keluarga


sudah sangat sering menghubungi


Vano sedari kemarin tapi Vano


memilih diam dan tak mengangkat


telfon itu ......


kalaupun mereka menelfon Dita


Vano akan memberikan banyak


mereka .......


jujur saja Vano sangat kecewa


dengan apa yang mereka lakukan .


tapi Vano juga tak mungkin terus


melarang Dita ,,,,, kasihan gadis


kecil itu pasti dia rindu keluarga ....


" kak "


panggil Dita lagi sambil memegang


tangan Vano di atas meja makan ....


" ehhh,,,,,,,, begini sayang kakak masih


banyak pekerjaan ,,, gimana kalau


Dita aja yang pergi kerumah utama


tapi di antar sopir " kata Vano ...


" hmmm,,, kenapa kakak nggak ikut


emang kakak nggak kangen sama


keluarga kita lagian masa kakak


masih kerja sih kan sekarang hari


minggu " rengek gadis kecil itu


sekaligus dia merasa aneh .....


" iya kakak juga kangen ,,,,, hanya


saja pekerjaan kakak masih


banyak sayang kakak harap Dita


bisa ngerti yaa " .....


berulang kali Vano menjelaskan


dan meyakinkan gadis polos itu


sampai dia percaya .....


" yaudah tapi Dita mau bawa makanan


kerumah utama tapi Dita beli apa


ya kak ?" tanya Dita


" gimana kalau kita masak aja "


ajak Vano ,,,,, sejujurnya Vano


sangatlah rindu dengan semua


keluarganya hanya saja untuk


saat ini Vano masih terlalu kecewa


Vano tak ingin jika nanti ucapan


yang tak bisa di tahannya justru


akan menyakiti hati keluarga untuk


itulah Vano memilih tidak menemui


mereka dulu saja ...


Vano membuatkan setiap anggota


keluarga makanan kesukaan bersama Dita ..


" emang kakak nggak capek habis


masak harus kerja lagi " tanya


Dita saat mereka sedang


membungkus makanan yang


sudah mereka masak ....


" yaa mau gimana lagi,,,,, namanya


juga tanggung jawab sayang "


kata Vano menjawab.....


setelah selesai ...


" Dita berangkat ya kak "


kata Dita bersalam lalu Vano


mengecup keningnya dengan


sayang


" iya tapi jam 5 Sore pulang yaa "


kata Vano ....


" hmmmm,,,, iya "


next ......


Fira menangis lantaran rasa rindu


yang sudah tak terbendung menatap


putranya yang sudah beberapa hari


ini tak bertemu bahkan tanpa komunikasi


" kamu jahat Vano ,,,, kamu udah nggak


sayang Mama lagi ... "


tangis Fira saat Vano datang


menjemput Dita dengan sikap Dinginya ..