
" besok Pah"
jawab Vano ....
" segitu nggak sabarnya "
kata Vino geleng kepala ...
" mungkin takut benget Adik gue
yang jelek ini di ambil orang "
ejek Mikell memainkan rambut
panjang adiknya yang tak di
ikat itu ....
" Dita itu cantik,, lebih cantik dari
kakak " kesal Dita menatap Mikell
yang duduk di sebelah nya sinis ...
" ya kalau itu mah pasti ,,, kakak
kan laki laki " jawab Mikell dengan
bodohnya ....
" hey,,,, diamlah "
tegas Tasya membuat kakak
beradik yang sedang adu mulut
itu diam ...
" kalau kalian nikahnya besok
mana bisa semuanya siap dalam
semalam undangan aja belum
dibikin apalagi persiapan
resepsi lainnya " kata Fira ....
" kita belum akan mengadakan
resepsi Mah " jawab Vano
" kenapa?"
semua orang menjawab spontan
bersamaan ....
" mmmmm,,,,, Dita mau pakai
baju pengantin kakkk ,,,, Dita
mau jadi kayak cinderella saat
menikah " rengek Dita tak terima
mendengar ucapan Vano ....
" iya sayang nanti pake baju
pengantin ya ,,, kakak bakalan
siapin Dita baju pengantin yang
bagus dan cantik nanti ......
sekarang Dita ke kamar dulu ya "
kata Vano lembut ...
" tapi,,,,"
" kamu mau pakai baju pengantin
tidak " tawar Mikell
" iya "
" makanya pergi kekamar dulu ,,,,
mandi sana biar kami bicarakan
dulu baju pengantin buat kamu "
kata Mikell .....
" tapi janji ya bakalan ada baju
pengantin " kata Dita lagi sebelum
pergi ...
setelah kepergian Dita semua orang
menatap Vano mereka sangat bingung
dengan jalan pemikiran Vano ....
kenapa Vano seperti ingin menutupi
pernikahan nya dengan Dita dari publik
" apa maksud kamu tidak mengadakan
resepsi Vano apakah kamu akan
menjadikan Dita itu seperti simpanan
kamu hahh " kata Tasya terbawa emosi
" atau kamu gengsi akuin Dita istri
kamu " selidik Ditya ...
bla. blaa , blaaa
semua orang menceramahi Vano ...
" dengerin penjelasan Vano"
katanya membuat semua orang itu terdiam ...
" Vano hanya ingin yang terbaik untuk
Dita ,,,,, Vano nggak ingin masa depan
Dita menjadi buram dan tak bahagia hanya
karna Vano " kata Vano berterus terang ...
" maksud kakak apa ,,,, apakah setelah
menikah nanti kakak punya niatan untuk
menceraikan Dita " sergah Mikell saat
dia mulai paham arah pembicaraan Vano ...
" beri Vano waktu 2 bulan .....
Vano akan berusaha untuk membuat
menikah ,, Vano tak akan macam
macam pada Dita dan Vano akan
membuat Dita bahagia dan nyaman
berada disisi Vano ......."
Vano berucap terus terang saja ....
" tapi jika dalam waktu 2 bulan Dita
tak juga mencintai Vano maka
Vano akan mengalah dan membiarkan
Dita bahagia bersama orang lain ...
Vano akan melepaskan nya dengan
ikhlas kapan perlu Vano akan pergi
dari kehidupan Dita bahkan dari
negara ini ,,,, agar Dita bisa tenang
menjalani kehidupan barunya nanti "
ucapan Vano begitu tulus dan mendalam
" Vano kamu ngomong apa sih nak "
kata Sony sedangkan Tasya dan
Fira sudah menangis mendengar
ucapan Vano .....
" kakak yakin kak,,,, itu akan sangat
menyakitkan untuk diri kakak nanti"
kata Vino menatap Vano iba ....
Ditya tersenyum sebegitu tuluskan
Vano mencintai Dita sampai dia
berfikir sematang ini bahkan
rela mengorbankan kebahagiaan nya
sendiri hanya demi Dita ......
" jika dalam waktu 2 bulan Dita
bisa mencintai Vano barulah
kita akan mengadakan resepsi dan
menikah secara resmi tapi jika
tidak Vano akan melepaskan Dita
dan setidaknya keputusan Vano
ini tak akan berpengaruh nanti
pada masa depan Dita termasuk
kehidupan rumah tangga nya nanti ...."
kata Vano tegar ....
" sayang udah ,,,,, Mommy yakin
pasti Dita akan mencintai kamu "
Tasya memeluk Vano entah mengapa
perasaan Tasya rasanya sakit melihat
Vano begini ..........
sudah cukup rasanya Vano
menderita selama ini bahkan
sampai sakit karna sering
melampiaskan perasaannya hanya
pada minuman keras ......
" baiklah ,,,, kalau memang begitu
keputusan yang kamu ambil
Daddy akan setuju ......
tapi Daddy tak suka mendengar
kata perpisahan ,,,, jangan pernah
ucapkan itu lagi " tegas Ditya di
akhir kalimatnya ....
" tapi Dad ,,,,"
" mustahil saja Dita tak akan mencintai
kamu bahkan mungkin 1 bulan saja
kalian bersama Dita sudah jatuh cinta
pada kamu ,,,,, percaya sama Daddy "
jelas Ditya ....
" mana mungkin itu terjadi Dad bahkan
sudah sedari dulu kami bersama
tetap saja perasaan Dita tak berubah
terhadap Vano " ucap Vano lirih
" kamu gimana sih Vano masa
belum berjuang udah nyerah "
kata Fira menatap anaknya
" jika perasaan kakak bisa berubah
terhadap Dita mengapa perasaan Dita tidak
mungkin ,,,,,,, semua itu tergantung
usahamu kak " jawab Mikell
" semangat berjuang Brother jangan
pernah menyerah sebelum mencoba "
kata kedua saudara itu menyemati
kakaknya