Brother My Husband

Brother My Husband
semangat berjuang brother



" besok Pah"


jawab Vano ....


" segitu nggak sabarnya "


kata Vino geleng kepala ...


" mungkin takut benget Adik gue


yang jelek ini di ambil orang "


ejek Mikell memainkan rambut


panjang adiknya yang tak di


ikat itu ....


" Dita itu cantik,, lebih cantik dari


kakak " kesal Dita menatap Mikell


yang duduk di sebelah nya sinis ...


" ya kalau itu mah pasti ,,, kakak


kan laki laki " jawab Mikell dengan


bodohnya ....


" hey,,,, diamlah "


tegas Tasya membuat kakak


beradik yang sedang adu mulut


itu diam ...


" kalau kalian nikahnya besok


mana bisa semuanya siap dalam


semalam undangan aja belum


dibikin apalagi persiapan


resepsi lainnya " kata Fira ....


" kita belum akan mengadakan


resepsi Mah " jawab Vano


" kenapa?"


semua orang menjawab spontan


bersamaan ....


" mmmmm,,,,, Dita mau pakai


baju pengantin kakkk ,,,, Dita


mau jadi kayak cinderella saat


menikah " rengek Dita tak terima


mendengar ucapan Vano ....


" iya sayang nanti pake baju


pengantin ya ,,, kakak bakalan


siapin Dita baju pengantin yang


bagus dan cantik nanti ......


sekarang Dita ke kamar dulu ya "


kata Vano lembut ...


" tapi,,,,"


" kamu mau pakai baju pengantin


tidak " tawar Mikell


" iya "


" makanya pergi kekamar dulu ,,,,


mandi sana biar kami bicarakan


dulu baju pengantin buat kamu "


kata Mikell .....


" tapi janji ya bakalan ada baju


pengantin " kata Dita lagi sebelum


pergi ...


setelah kepergian Dita semua orang


menatap Vano mereka sangat bingung


dengan jalan pemikiran Vano ....


kenapa Vano seperti ingin menutupi


pernikahan nya dengan Dita dari publik


" apa maksud kamu tidak mengadakan


resepsi Vano apakah kamu akan


menjadikan Dita itu seperti simpanan


kamu hahh " kata Tasya terbawa emosi


" atau kamu gengsi akuin Dita istri


kamu " selidik Ditya ...


bla. blaa , blaaa


semua orang menceramahi Vano ...


" dengerin penjelasan Vano"


katanya membuat semua orang itu terdiam ...


" Vano hanya ingin yang terbaik untuk


Dita ,,,,, Vano nggak ingin masa depan


Dita menjadi buram dan tak bahagia hanya


karna Vano " kata Vano berterus terang ...


" maksud kakak apa ,,,, apakah setelah


menikah nanti kakak punya niatan untuk


menceraikan Dita " sergah Mikell saat


dia mulai paham arah pembicaraan Vano ...


" beri Vano waktu 2 bulan .....


Vano akan berusaha untuk membuat


menikah ,, Vano tak akan macam


macam pada Dita dan Vano akan


membuat Dita bahagia dan nyaman


berada disisi Vano ......."


Vano berucap terus terang saja ....


" tapi jika dalam waktu 2 bulan Dita


tak juga mencintai Vano maka


Vano akan mengalah dan membiarkan


Dita bahagia bersama orang lain ...


Vano akan melepaskan nya dengan


ikhlas kapan perlu Vano akan pergi


dari kehidupan Dita bahkan dari


negara ini ,,,, agar Dita bisa tenang


menjalani kehidupan barunya nanti "


ucapan Vano begitu tulus dan mendalam


" Vano kamu ngomong apa sih nak "


kata Sony sedangkan Tasya dan


Fira sudah menangis mendengar


ucapan Vano .....


" kakak yakin kak,,,, itu akan sangat


menyakitkan untuk diri kakak nanti"


kata Vino menatap Vano iba ....


Ditya tersenyum sebegitu tuluskan


Vano mencintai Dita sampai dia


berfikir sematang ini bahkan


rela mengorbankan kebahagiaan nya


sendiri hanya demi Dita ......


" jika dalam waktu 2 bulan Dita


bisa mencintai Vano barulah


kita akan mengadakan resepsi dan


menikah secara resmi tapi jika


tidak Vano akan melepaskan Dita


dan setidaknya keputusan Vano


ini tak akan berpengaruh nanti


pada masa depan Dita termasuk


kehidupan rumah tangga nya nanti ...."


kata Vano tegar ....


" sayang udah ,,,,, Mommy yakin


pasti Dita akan mencintai kamu "


Tasya memeluk Vano entah mengapa


perasaan Tasya rasanya sakit melihat


Vano begini ..........


sudah cukup rasanya Vano


menderita selama ini bahkan


sampai sakit karna sering


melampiaskan perasaannya hanya


pada minuman keras ......


" baiklah ,,,, kalau memang begitu


keputusan yang kamu ambil


Daddy akan setuju ......


tapi Daddy tak suka mendengar


kata perpisahan ,,,, jangan pernah


ucapkan itu lagi " tegas Ditya di


akhir kalimatnya ....


" tapi Dad ,,,,"


" mustahil saja Dita tak akan mencintai


kamu bahkan mungkin 1 bulan saja


kalian bersama Dita sudah jatuh cinta


pada kamu ,,,,, percaya sama Daddy "


jelas Ditya ....


" mana mungkin itu terjadi Dad bahkan


sudah sedari dulu kami bersama


tetap saja perasaan Dita tak berubah


terhadap Vano " ucap Vano lirih


" kamu gimana sih Vano masa


belum berjuang udah nyerah "


kata Fira menatap anaknya


" jika perasaan kakak bisa berubah


terhadap Dita mengapa perasaan Dita tidak


mungkin ,,,,,,, semua itu tergantung


usahamu kak " jawab Mikell


" semangat berjuang Brother jangan


pernah menyerah sebelum mencoba "


kata kedua saudara itu menyemati


kakaknya