
saat Vano sampai di apartemen
dia langsung berlari menuju kamar
dan yang dia takutkan benar benar
terjadi .......
Dita tengah menangis bersandar
kekepala ranjang menyelimuti
seluruh tubuhnya dengan selimut ...
" Dita ,,,,, sayang maafin kakak"
Vano memeluk gadis kecil yang
sudah sesegukkan karna menangis
itu dengan perasaan sangat bersalah ...
" kamu takut yaa,,,,, maafin kakak "
kata Vano memegang pipi Dita
dengan kedua tangannya lalu
menghapus air mata Dita ....
menatap teduh mata cantik yang
basah itu ....
" Dita ,,,, enggak takut ,,, kok kak
kan udah siang " jawab gadis
polos itu berhenti menangis
sejenak lalu menangis lagi ...
" terus kenapa nangis "
kata Vano lembut kembali
memeluk Dita dan mengelus
kepalanya .....
" paha Dita sakit ,,,,, kalau di gerakin,,,,
dan leher sama dada Dita merah
merah " keluh Dita lagi dan
menunjukkannya pada Vano .....
" kakak nggak gigit Ditakan "
mata polos itu menatap Vano
intens mencari kejujuran ....
" astaga polos banget sih istri gue"
batin Vano geleng kepala ....
" sekarang Dita mau apa,,,,, mau pipis
dulu atau langsung mandi ?" tanya Vano
tanpa menjawab pertanyaan konyol itu
" mau pake pembalut ,,,,,, hiks "
kata gadis kecil itu malu malu
lantaran harus mengatakan itu
pada Vano ....
benar benar polos si Dita πππ
Vano sudah tak bisa lagi menahan
tawanya Dita emang udah kelewat
polos tapi menggemaskan ...
" buat apa ?"
kata Vano menaikkan alisnya ...
" hiks ,,,,, di kasur ada ,,,,"
" ssstt,,,,, udah yaa "
lembut Vano lalu mengangkat
Dita menuju kamar mandi ...
" aakkkk,,,, kak Vano .... Dita nggak
pake baju " teriak Dita menutup
benda benda berharganya ....
" nggak usah di tutup tangan kamu
terlalu kecil untuk menutupinya "
kata Vano menggoda Dita saat
dia meletakkan Dita kedalam
bathup dan menyalakan kran untuk
mengisi nya dengan air hangat ....
" hmmmmm ,,,,, akkk "
gadis kecil itu hendak memunggungi
Vano hanya saja ,,,,,
" tatap suami kamu "
kata Vano berjongkok lalu
memegang dagu Dita yang sudah
tak mau menatapnya ....
" nggak usah malu sama suami
sendiri karna semua yang ada
pada kamu adalah milik suami kamu "
secara langsung ....
gadis polos itu menatap Vano
sampai mata cantiknya menyipit...
" berarti apapun yang kakak
punya juga punya Dita "
kata gadis kecil itu memangku
tangannya dan bersandar pada
dinding bathup saat airnya sudah terisi
penuh .....
Vano menahan senyumnya
sepertinya tak hanya perasaan
Vano yang berubah karna kejadian
semalam sikap Dita juga serasa
berubah menurut Vano ...
gadis kecil itu sedikit galak sekarang π
" sekarang keluar Dita mau mandi "
usir Dita ...
" kau mengusirku nyonya "
kata Vano menanyakan pertanyaan
yang tak biasa ....
" hmmmm,,,,, kak Vano keluar "
rengek Dita seperti biasa ...
" nggak kakak mau mandiin kamu "
tegas vano
" ihhhh,,,,, Dita kan udah besar "
jawab Dita ....
" diamlah "
kata Vano malas berdebat dia
sudah membantu menyabun
tangan Dita .....
selesai mandi dan berpakaian
Vano membawa Dita ke meja
makan ....
" tadi kakak kemana ,,,,"
tanya Dita yang sedang duduk
bersandar di pangkuan Vano ...
" mau beliin kamu makanan "
kata Vano yang sedang mengoles roti
dia mencari alasan yang tepat
" terus makanannya mana "
tanya Dita semangat ...
" yaaa,,, kan kakak nggak jadi beli
habis kamu sih nangis nangis
telfon kakak " jawab Vano ...
" gimana Dita nggak nangis
sakit tauuu " rengekan manjanya
bersembunyi di balik dada kekar
Vano
" tapi semalam enakkan"
goda Vano berhenti dari
kegiatannya menikmati
ekpresi malu malu Dita ...
" nggak ,,,,, sakit "
jawab Dita ketus setelah sekian lama
namun sesaat kemudian gadis
kecil itu melingkarkan kedua
tangannya keleher Vano ....
" siapa yang udah ngasih obat
itu keminuman kakak ?"
next .....
jangan lupa like dan hadiah
tinggalkan komentar membangun
untuk author yaa ...
rindu sama bacotan netizen yang
bikin sakit hati serba salah aku π’
walau sesakit apapun aku tetap
rindu ............
...sama uang jajanku ππππ...