
" kamu lucu banget sih sayang "
gemas Vano mengecupi pipi Dita ...
" kak Vano ciummm "
pinta Dita penuh harap ...
" nggak malu minta dicium "
goda Vano menaikkan sebelah alisnya
" kenapa malu kan kak Vano yang
bilang kalau pengen minta aja
sama kakak,," celetuk gadis polos
itu dengan penuh harap .....
" baiklah "
kata Vano tersenyum lalu memegang
kepala Dita yang berada di pelukannya
dan mencium Dita dengan lembut
sampai Dita terbuai menikmati ciuman
yang Vano lakukan ....
" lagi kak "
pinta Dita malu malu yang dengan
senang hati Vano melakukannya ...
" kamu suka yaa dicium "
tanya Vano memeluk Dita erat
setelah mengakhiri ciumannya ...
" suka kak " kata Dita dengan jujurnya
" tapi ingat cuma boleh minta sama
kakak nggak boleh minta sama orang
lain " kata Vano kembali mengingatkan
" iya kak ,,,, kan kalau minta kesemua
orang namanya murahaan "
kata Dita menyahut ...
" ehhhh,,, kamu tau kata kata begituan
dari mana haaa kakak nggak suka
kamu ucapin kata kata begitu nggak
enak di dengar "
" dari kak Mikell "
jawab Dita
" Mikell bilang apa sama kamu ".
kata Vano melonggarkan pelukannya
" kata kak Mikell Dita nggak boleh
minta apapun sama orang yang
nggak ada hubungan apa apa sama
Dita apalagi kalau hal hal intim ...
itu namanya murahan " cerita Dita
menyampaikan apa yang dikatakan
kakaknya ...
Vano tersenyum lebar Mikell memang
punya cara tersendiri mengajari adiknya
yang polos ini .....
" jadi kakak nerima juga kan perasaan
Dita ?" tanya Dita lagi ..
yang diangguki Vano sambil tersenyum
" Terus kapan Sayang mau ajak
Dita jalan " tanya gadis polos itu
mengucapkan kalimat yang tak
biasa ....
" Sayang " ulang Vano
" iya ,,,, kakak kan pacar Dita "
kata Dita menyatakan statusnya
" jika pacar kamu panggil Sayang
lalu suami kamu panggil apa?"
tanya Vano lagi ....
kata Dita tertawa renyah ....
" ehhhh,,,,, jahat yaaa kamu "
kata Vano menggelitiki gadis
penggeli itu sampai dia meronta
ronta ..
" haaaaaaa ,,,,, ampun"
suara manja Dita kegelian ...
" kamu fikir kakak itu ayah kamu apa
sampai kamu panggil Daddy "
ketus Vano duduk bersandar ke
kepala ranjang setelah berhenti
menggelitiki Dita ....
" kan kak Vano emang ayah "
kata Dita yang masih berbaring
diranjang itu ....
" ayah siapa ?"
tanya Vano galak mendelik tak
suka ,,,,, entah apa yang difikirkan
Dita tentangnya saat ini ...
" lah kok marah "
kekeh Dita duduk di sebelah Vano ...
" emang kamu fikir kakak ini
pria brengsek apa yang udah hamilin
anak orang ,,,, sehingga udah punya
anak aja " kesal Vano dia tak menyangka
Dita berfikiran begitu tentangnya ....
" iya ,,,, dasar pria brengsek ...
udah tidur sama perempuan lagi
dan kakak kan emang hamilin
anak orang " kata Dita dengan jahatnya ...
" apaaa,,,, bilang apa kamu "
kata Vano menindih gadis kecil itu
dengan emosi ...
" jaga yaa ucapan kamu ,,,, kakak
nggak pernah tidur sama perempuan "
kata Vano emosi mengatakan kebenaran
" terus sama Dita ,,,,Dita kan juga
perempuan " jawab nya ....
" kan kakak emang harus hamilin
Dita biar kita bisa punyA dedek
gemoy ,,," kata Dita dengan senangnya
" dan kakak itu ayah dedek gemoy "
kata Dita tertawa keras melihat
perubahan ekspresi Vano ....
" ahhhhhh "
teriak Dita yang terdengar gimana gitu
ditelinga Vano saaat Vano meremas
paha gadis kecil itu di bawah rok pendek
yang di kenakannya .......
Dita menarik tangan Vano dengan
paksa karna Vano semakin meremasnya
membuat Dita merasakan hal aneh
" aaaaaaa ,,,,,lepasin kakak Vano "
rengek Dita tapi Vano semakin
meremasnya walaupun cuma
sebelas tangan .......
semakin ke atas tangan Vano
Dita mulai gelisah dan meronta
ronta .....