Brother My Husband

Brother My Husband
Daddy nya dedek gemoy



" kamu lucu banget sih sayang "


gemas Vano mengecupi pipi Dita ...


" kak Vano ciummm "


pinta Dita penuh harap ...


" nggak malu minta dicium "


goda Vano menaikkan sebelah alisnya


" kenapa malu kan kak Vano yang


bilang kalau pengen minta aja


sama kakak,," celetuk gadis polos


itu dengan penuh harap .....


" baiklah "


kata Vano tersenyum lalu memegang


kepala Dita yang berada di pelukannya


dan mencium Dita dengan lembut


sampai Dita terbuai menikmati ciuman


yang Vano lakukan ....


" lagi kak "


pinta Dita malu malu yang dengan


senang hati Vano melakukannya ...


" kamu suka yaa dicium "


tanya Vano memeluk Dita erat


setelah mengakhiri ciumannya ...


" suka kak " kata Dita dengan jujurnya


" tapi ingat cuma boleh minta sama


kakak nggak boleh minta sama orang


lain " kata Vano kembali mengingatkan


" iya kak ,,,, kan kalau minta kesemua


orang namanya murahaan "


kata Dita menyahut ...


" ehhhh,,, kamu tau kata kata begituan


dari mana haaa kakak nggak suka


kamu ucapin kata kata begitu nggak


enak di dengar "


" dari kak Mikell "


jawab Dita


" Mikell bilang apa sama kamu ".


kata Vano melonggarkan pelukannya


" kata kak Mikell Dita nggak boleh


minta apapun sama orang yang


nggak ada hubungan apa apa sama


Dita apalagi kalau hal hal intim ...


itu namanya murahan " cerita Dita


menyampaikan apa yang dikatakan


kakaknya ...


Vano tersenyum lebar Mikell memang


punya cara tersendiri mengajari adiknya


yang polos ini .....


" jadi kakak nerima juga kan perasaan


Dita ?" tanya Dita lagi ..


yang diangguki Vano sambil tersenyum


" Terus kapan Sayang mau ajak


Dita jalan " tanya gadis polos itu


mengucapkan kalimat yang tak


biasa ....


" Sayang " ulang Vano


" iya ,,,, kakak kan pacar Dita "


kata Dita menyatakan statusnya


" jika pacar kamu panggil Sayang


lalu suami kamu panggil apa?"


tanya Vano lagi ....


kata Dita tertawa renyah ....


" ehhhh,,,,, jahat yaaa kamu "


kata Vano menggelitiki gadis


penggeli itu sampai dia meronta


ronta ..


" haaaaaaa ,,,,, ampun"


suara manja Dita kegelian ...


" kamu fikir kakak itu ayah kamu apa


sampai kamu panggil Daddy "


ketus Vano duduk bersandar ke


kepala ranjang setelah berhenti


menggelitiki Dita ....


" kan kak Vano emang ayah "


kata Dita yang masih berbaring


diranjang itu ....


" ayah siapa ?"


tanya Vano galak mendelik tak


suka ,,,,, entah apa yang difikirkan


Dita tentangnya saat ini ...


" lah kok marah "


kekeh Dita duduk di sebelah Vano ...


" emang kamu fikir kakak ini


pria brengsek apa yang udah hamilin


anak orang ,,,, sehingga udah punya


anak aja " kesal Vano dia tak menyangka


Dita berfikiran begitu tentangnya ....


" iya ,,,, dasar pria brengsek ...


udah tidur sama perempuan lagi


dan kakak kan emang hamilin


anak orang " kata Dita dengan jahatnya ...


" apaaa,,,, bilang apa kamu "


kata Vano menindih gadis kecil itu


dengan emosi ...


" jaga yaa ucapan kamu ,,,, kakak


nggak pernah tidur sama perempuan "


kata Vano emosi mengatakan kebenaran


" terus sama Dita ,,,,Dita kan juga


perempuan " jawab nya ....


" kan kakak emang harus hamilin


Dita biar kita bisa punyA dedek


gemoy ,,," kata Dita dengan senangnya


" dan kakak itu ayah dedek gemoy "


kata Dita tertawa keras melihat


perubahan ekspresi Vano ....


" ahhhhhh "


teriak Dita yang terdengar gimana gitu


ditelinga Vano saaat Vano meremas


paha gadis kecil itu di bawah rok pendek


yang di kenakannya .......


Dita menarik tangan Vano dengan


paksa karna Vano semakin meremasnya


membuat Dita merasakan hal aneh


" aaaaaaa ,,,,,lepasin kakak Vano "


rengek Dita tapi Vano semakin


meremasnya walaupun cuma


sebelas tangan .......


semakin ke atas tangan Vano


Dita mulai gelisah dan meronta


ronta .....