
“Jadi itu, kekuatan Link?” Azka mengernyit ketika mendengar penjelasan Alice yang tidak terduga.
“Link? Apa maksud nenek adalah fisik yang di alami Filia sekarang?” Tricia ikut terkejut sambil memastikan kembali apa yang dia dengar barusan.
“Ya tentu saja.” Alice hanya tersenyum melihat kebingungan mereka.
“Tapi … aku belum pernah melihat kekuatan Link yang mampu merubah seseorang menjadi setengah binatang.” Tricia masih berusaha mencerna perkataan Alice.
Azka mengganguk dengan ucapan Tricia barusan. Selama 19 tahun ia hidup, Azka belum pernah sekalipun mendengar pengguna Link yang membuat manusia menjadi setengah binatang.
Kekuatan Link memang masih misterius, dari mana kekuatan itu muncul dan siapa pengguna pertamanya tidak ada yang pernah tau. Apakah di luar sana masih banyak potensi Link yang mereka tidak ketahui?
“Aku mengerti kalau kalian sangat terkejut mendengar ucapanku tadi hehehe.” Alice mulai tertawa melihat reaksi Azka dan Tricia yang begitu kebingungan.
“Hahaha, kau benar benar lucu nek.” Levin ikut tertawa dengan wajah polos.
Azka kebingungan melihat Levin yang tiba tiba tertawa seakan mengerti dengan perkataan Alice.
“Kenapa kau tertawa? Apa kau mengetahui tentang ini?” Azka menatap Levin seakan tidak percaya kalau Levin mengetahui tentang Link yang di maksud.
“Eh? Tentu saja tidak.” Levin menjawab dengan tatapan polos.
Melihat wajahnya yang begitu polos, Azka menatap Levin dengan kesal. “Brengsek, aku kira kau tahu tentang hal ini.”
Menyadari hal itu, Alice mulai berdeham untuk menenangkan suasana. “Sepertinya kalian sama sekali tidak tau tentang hal ini ya?”
“Tentu saja, awalnya aku mengira Filia hanya ras manusia binatang.” Tricia sebelumnya menduga kalau Filia ada ras manusia hewan. Tapi setelah mendengar itu, Tricia menjadi kebingungan.
“Sebenarnya wajar saja kalian kebingungan. Karena Link yang di miliki Filia sangat jarang di temui di daratan North Land.” Alice kembali menjelaskan.
“Kekuatan Link yang di miliki Filia? Apa maksudmu nek?” Azka semakin penasaran dengan penjelasan Alice.
Alice tersenyum dan kembali melanjutkan, “Kekuatan Link memiliki dua tipe, yang pertama adalah Valdia. Tipe Valdia adalah kekuatan Link yang mampu memberikan kemampuan khusus kepada penggunanya. Tipe ini sangatlah umum, bahkan nama ‘Valdia’ sendiri sangat jarang di sebutkan saking seringnya di jumpai.”
“Valdia?” Azka menaikkan alisnya karena ia tidak asing mendengar nama itu selama menjadi Lancer.
Sesuai perkataan Alice, nama Valdia sendiri sangat jarang di sebutkan orang orang. Tapi Azka, Levin dan Tricia sama sekali tidak tau kalau Valdia adalah tipe dari kekuatan mereka.
“Apa kalian bertiga memiliki kekuatan Link?” Alice ingin memastikan dugaannya.
“Kami semua punya kekuatan Link nek!” Seru Levin seakan membanggakan diri.
“Karena kalian sempat terkejut, berarti kekuatan kalian bertipe Valdia ya.” Alice merasa yakin dengan dugaannya.
“Lalu, tipe yang kedua?” Azka masih menyimak penjelasan dari Alice.
“Tipe itu bernama, Vistia.” Alice menjawab dengan sorot mata serius. “Vistia adalah tipe kekuatan Link yang memberikan penggunanya kemampuan untuk berubah menjadi hewan tertentu.”
“Jadi … Filia?” Azka menaikkan alisnya ketika mendengar hal itu.
“Ya, contohnya adalah Filia. Dia memiliki kekuatan Link tipe Vistia jenis macan tutul salju.”
Azka, Levin dan Tricia terdiam sekaligus berusaha mencerna semua informasi yang baru saja mereka dengar. Sebelumnya mereka bertiga juga yakin kalau ciri ciri fisik yang di miliki Filia sangat mirip dengan macan tutul salju.
Sesuai dengan penjelasan Alice, Kekuatan Link pada dasarnya memiliki dua tipe. Yang pertama adalah tipe Valdia atau yang paling umum. Link tipe Valdia memberikan penggunanya semacam kekuatan khusus atau manusia super tergantung dari jenis kekuatannya.
Dan yang kedua sekaligus terakhir adalah tipe Vistia. Kekuatan tipe Vistia bisa memberikan penggunanya menjadi hewan atau makhluk tertentu dan mendapatkan kemampuan khusus dari jenis hewannya.
Berbeda dengan tipe Valdia, tipe Vistia memiliki efek khusus yaitu kemampuan regenerasi yang lebih cepat dan fisik yang lebih kuat.
“Begitu ya.” Sambil mengatakan itu, Azka hanya menghembuskan nafas berat.
Setelah mengetahui semua itu, Azka merasa sedikit beruntung bisa bertemu dengan Alice. Tapi dari tatapan Azka masih terlihat jelas sebuah keraguan.
“Tapi aku masih bingung, nek. Eh … gimana ya, apa Filia tidak bisa kembali ke wujud manusia normal?” Levin bertanya sambil meletakan jari jarinya di dagu.
Melihat kejadian langka seperti itu, Azka dan Tricia secara serempak langsung menoleh ke arah Levin dengan tatapan seakan tak menyangka.
Menyadari tatapan aneh dari Azka dan Tricia, Levin menatap mereka dengan wajah polos. “Kalian kenapa?”
“Apa kepalamu sempat terbentur sesuatu?” tanya Azka mengernyit.
“Atau kau sedang tidak enak badan?” tanya Tricia cemas.
“Tunggu, kenapa aku merasa sedikit terhina di sini.” Levin masih kebingungan melihat reaksi mereka.
Alice yang sejak tadi melihat mereka hanya bisa tertawa kecil. “Kalian memang anak anak yang menarik.”
Mendengar itu, Azka dan Tricia langsung berhenti memeriksa kondisi Levin. Mereka berdua tak menyangkan kalau Levin bisa mengerti dengan penjelasan Alice. Bahkan Levin bisa menanyakan hal yang sama seperti yang mereka pikirkan.
“Link tipe Vistia sendiri memang bisa merubah penggunanya menjadi manusia setengah hewan. Tapi dalam kasus Filia, dia tidak bisa kembali ke wujud manusia.” Alice sedikit menunduk seakan tak ingin membicarakannya.
Seketika Azka, Tricia dan Levin terdiam hingga suasana menjadi hening.
“Kenapa Filia tidak bisa berubah ke wujud semula?” tanya Tricia.
Tricia mengganguk, “Ya, itu benar nek.”
Azka dan Levin juga mengangguk setuju dengan perkataan Alice.
Orang orang yang memiliki kekuatan Link pada awalnya harus berlatih dengan keras untuk mengendalikannya. Tidak peduli tipe Valdia atau Vistia, kekuatan Link tidak bisa langsung di kuasai tanpa berlatih.
Azka menaruh tangannya di dagu dan kembali menatap Alice. “Jadi, dengan kata lain Filia tidak bisa mengendalikan kekuatannya?”
“Tepat sekali.” Alice langsung menjawab tanpa keraguan.
“Berarti Filia itu sangat keren!” Seru Levin dengan mata berbinar.
Melihat Levin yang seakan tak mengerti, Azka dan Tricia kompak memasang wajah masam. Padahal mereka berdua sebelumnya terkejut dengan Levin yang bisa mengerti dengan penjelasan Alice. Tapi ternyata Levin sejak awal sama sekali tak mengerti.
Di samping itu, Alice hanya tertawa melihat sifat polos Levin.
“Oh iya nek.” Azka menyela Alice saat ia sedang tertawa. “Kenapa kau bisa tau tentang kekuatan Link sedetil itu?” Azka mulai menatapnya dengan tatapan dingin.
Alice sempat terdiam lalu tersenyum menatap sorot mata Azka yang berwarna hijau. “Sebelum aku memutuskan menjadi pengasuh panti asuhan, dulu aku sempat menjadi peneliti.”
“Nenek adalah peneliti?!” Levin menatap Alice dengan mata berbinar. “Tapi … apa itu peneliti?” Levin lalu bertanya dengan wajah polos.
Alice tersenyum dan menambahkan, “Peneliti adalah orang yang bertugas untuk meneliti sesuatu. Saat masih muda aku melakukan penelitian tentang kekuatan Link bersama peneliti lainnya.”
Malam yang cukup panjang pun akhirnya di habiskan oleh Azka, Levin dan Tricia mendengarkan seluruh cerita dari Alice.
Intinya, Alice merupakan seorang peneliti selama 6 tahun dan akhirnya memutuskan keluar saat berusia 30 tahun. Dia berhenti menjadi peneliti setelah mengalami kebangkrutan dan masalah internal antar peneliti.
Setelah mendengar cerita Alice yang cukup panjang, Azka, Tricia dan Levin membangun tempat bermalam di halaman desa Kitara. Sementara itu, Alice sudah beristirahat sejak tadi di dalam panti asuhan bersama Filia.
Lalu, Levin yang telah selesai membuat api unggun mulai menatap Azka. “Azka, ayo kita mencari makan malam.”
“Boleh juga, aku sedikit lapar malam ini.”
“Nenek itu, benar benar kuat dalam bercerita ya. Bahkan kepalaku sampai panas mendengarnya.” Levin mengeluh sambil memegang kepalanya.
“Aku juga, tapi aku sedikit terkejut mengetahui Link dari Filia.”
“Ya, Filia benar benar keren! Kita harus mengajaknya bergabung.” Levin tersenyum dengan tatapan polos.
“Apa kau sudah gila?!, dia hanyalah anak anak dan dia juga pasti menolaknya.”
“Benar juga sih, mungkin besok aku akan memaksanya.” Levin memegang dagunya dengan wajah polos.
“Jangan lakukan itu dasar bodoh!” Azka memasang wajah kesal.
Di saat Azka dan Levin sedang mengobrol, Tricia keluar dari tenda dan mulai mendekat ke mereka berdua.
“Tricia, kau belum tidur?” Sambil bertanya, Azka menatap Tricia yang berjalan ke arahnya dan Levin.
Tricia menggeleng sambil tersenyum, “Belum, apa kalian sedang membicarakan Filia?” Tricia mulai menatap Azka dan Levin dengan tatapan penasaran.
“Ya, besok aku akan memaksa Filia untuk bergabung bersama kita!” Seru Levin dengan mata berbinar.
“Sudah kubilang jangan lakukan itu dasar bodoh!” bentak Azka.
Tricia hanya terdiam hingga membuat Azka dan Levin sedikit kebingungan.
“Ngomong ngomong tentang Filia, apa kita bisa melakukan sesuatu untuknya?” Tricia mulai menunduk pelan.
“Apa maksudmu, Tricia?” Azka sedikit kebingungan melihat tingkah Tricia.
“Tentu saja tentang penculikan teman temannya.” Tricia memperjelas tanpa menatap Azka dan Levin.
Sebenarnya Tricia sejak awal berniat untuk menolong Filia menyelamatkan kedua temannya. Tricia tidak tega membiarkan Filia terus terluka karena harus mengumpulkan uang sebanyak 10 juta Nam, apalagi itu bukan uang yang sedikit.
Sementara itu, Azka terdiam lalu menghembus nafas berat setelah mendengar ucapan Tricia.
Azka memalingkan tatapannya dari Tricia. “Entahlah ….” Lalu Azka kembali menatap pupil mata Tricia yang berwarna coklat. “Tapi, kau tak perlu khawatir Tricia, kita bisa pikirkan itu besok.”
Seketika Tricia mengangguk dengan senyuman lembut. “Baiklah kalau begitu.” Sambil mengatakan itu, Tricia berbalik dan berjalan menuju tenda.
Setelah Tricia masuk ke dalam tenda, Levin mulai berjalan meninggalkan Azka. “Cepatlah Azka aku sudah kelaparan!” Levin tampak gelisah sambil berjalan menuju hutan di sekitar desa Kitara.
Azka terdiam sejenak lalu menyusul Levin dari belakang. “Sabarlah sedikit.”
Sambil berjalan dengan tatapan dingin, Azka masih berpikir tentang kejadian yang di alami Filia. Sebenarnya Azka tidak terlalu tertarik untuk menolong Filia, apalagi ia tidak tau alasan pemimpin dari Crimson Buster menculik anak anak itu.
Tapi, Azka mulai bimbang setelah melihat tatapan sedih dari Tricia. Azka menduga kalau kejadian Filia sekarang mengingatkan Tricia pada masa lalunya.
Memikirkan semua itu, Azka mulai bertanya dalam hati. Apa aku harus menolong Filia?
To be Continued…