
"Azka ... apa kau tau arah menuju ke Mid Land?"
"Tidak."
"Eh?!"
Mereka berdua sedang melakukan perjalanan menuju Mid Land. Setelah berjalan selama beberapa hari, Azka dan Tricia telah keluar dari wilayah kerajaan Oleander. Dan sekarang mereka berada ditengah padang rumput yang begitu luas.
Grrrr...
Terdengar suara lapar dari perut seseorang.
"Eh? Itu bukan aku ...." Tricia panik karena mengira itu suara perutnya.
"Itu perutku. Sialan sepertinya masalah terbesarku sekarang adalah menahan rasa lapar."
Karena telah keluar dari wilayah Oleander. Akhir akhir ini mereka tidak dapat menemukan sebuah kota untuk ditinggali. Karena sangat jarang ada kota yang berada di luar wilayah kerajaan atau negara.
"Entah kenapa ... akhir akhir kita sulit mendapatkan hewan buruan."
"Kau benar ... mungkin Buster lainnya sering berada disekitar sini dan melakukan perburuan liar besar besaran."
Azka hanya menghembuskan nafas berat.
"Mungkin takdirku sekarang adalah mati karena kelaparan ...."
"Daripada itu ... apa kau yakin kalau kita sudah berjalan kearah yang benar?"
"Entahlah, karena kita mau ke Mid Land jadi pikirku kita hanya perlu berjalan kearah selatan."
"Tapi jika seperti itu ... harusnya banyak Buster yang berhasil kesana."
"Jujur saja ... sebenarnya aku tidak mengetahui apapun untuk kesana. Selama ini aku tidak pernah keluar dari wilayah Oleander."
"Huft ... sudah kuduga."
Azka memulai semuanya tanpa persiapan apapun. Dia hanya punya modal nekat untuk saat ini.
"Tapi ...." Azka mengeluarkan sebuah peta dari dalam tasnya.
"Aku hanya mempunyai peta ini."
Tricia melihat isi peta tersebut.
"Ini peta wilayah Oleander kan?"
"Ya. Meskipun ini tidak terlalu berguna. Tapi saat aku lihat dibagian selatan peta ini terdapat sebuah garis perbatasan."
"Jadi kau berpikir ini adalah Mid Land?"
"Tidak. Setauku wilayah Oleander adalah wilayah paling utara dari daratan North Land."
"Lalu garis ini?"
"Garis perbatasan kerajaan lain."
"Jadi kita pergi kesana?"
"Ya ... kita bisa mendapat informasi disana."
Tricia kebingungan ketika melihat peta itu. Terdapat sebuah garis sebelum garis perbatasan yang dimaksud oleh Azka.
"Ini garis apa?"
"Itu adalah batas dari wilayah Oleander. Kita sudah melewati garis ini."
"Tapi kenapa diluar garis ini di tandai dengan warna merah?"
"Entahlah ... mungkin karena wilayah itu adalah Free Zone."
Free Zone atau Zona Bebas adalah suatu wilayah yang tidak diakui oleh kerajaan manapun. Alasan utama kenapa kerajaan tidak mengakui itu karena terdapat banyak sekali Buster yang menjadikan markas mereka disana.
Karena Zona Bebas sendiri tidak diakui oleh kerajaan manapun, pasukan Lancer juga jarang melakukan pengejaran diwilayah itu. Pasukan Lancer hanya melakukan perkerjaan mereka di wilayah yang diakui oleh kerajaan. Bisa dibilang wilayah itu adalah tempat Buster bisa berkeliaran secara bebas.
Buster tetap bisa berkeliaran di wilayah yang diakui oleh kerajaan tertentu, walaupun tidak sebebas diwilayah Free Zone.
"Azka ... lihat!"
"Hm?"
Tricia menunjuk kesebuah kota dari kejauhan.
"Ada sebuah kota!"
"Apa itu ... sebuah kota?"
Mungkin lebih tepatnya seperti desa yang telah ditinggalkan. Karena terlihat jelas kota itu benar benar tidak terurus dengan beberapa bangunan yang sudah sedikit hancur.
"Entahlah ...."
"Ayo kita kesana." Azka berjalan meninggalkan Tricia.
"Kau yakin?"
"Aku sudah sangat lapar."
"Tunggu!" Tricia berlari menyusul Azka.
***
Disaat berjalan menuju ke desa misterius itu, Azka dan Tricia tiba tiba dihadang oleh 3 orang kelompok Buster.
"Hei! Mau pergi kemana kalian! Heheheh."
"Serahkan barang barang kalian!"
Mereka mengancam dengan mengeluarkan sebuah pedang.
Azka dan Tricia sama sekali tidak peduli. Mereka tetap berjalan melewati mereka dengan santai.
"Woi! Jangan dicuekin!"
"Oh ... kalian berbicara pada kami?" Azka memasang tatapan polos kearah mereka.
"Tentu saja dasar bodoh!" Teriak mereka bertiga secara serentak.
"Beraninya kalian mempermainkan kami!"
"Ini adalah daerah kekuasaan Buster Clint si Kejam!"
"Ha?!" Azka memasang tatapan tajam kemereka bertiga.
***
Mereka semua langsung babak belur karena dihajar oleh Azka. Mereka memasang senyuman takut karena menyesal telah melawannya.
"Hehehehe ... maafkan kami."
"Aku tidak tau kalau kau sekuat itu, hehehehe."
Mereka tertawa dengan polos.
"Kalian hanya membuatku semakin lapar." Azka duduk dihadapan mereka bertiga.
"Apa kalian tak apa apa?" Tricia bertanya ketiga orang itu dengan polos.
"Kami punya makanan, kau bisa memakannya."
"Hehehehe ... itu benar kami punya beberapa makanan."
Setelah beberapa saat, ketiga Buster itu memberikan semua makanan yang mereka punya ke Azka dan Tricia.
"Lalu ... apa yang kalian maksud dengan Clint si kejam?" Tanya Azka sambil memakan sebuah roti.
"Dia adalah bos kami."
"Ya ... dia sedang menguasai desa Corael."
"Corael?" Tanya Tricia dengan bingung.
"Itu desa yang kalian lihat dari sini."
"Oh ... desa yang terlihat hancur itu?"
"Kenapa kau menyuruhku hah?!"
Mereka tertunduk ketakutan ketika Azka menatap mereka dengan tajam.
"Ma-maafkan kami!" Mereka menangis ketakutan.
"Di-dia memiliki kekuatan yang sangat kuat."
"Kekuatan Linknya mampu membuat sebagian desa itu hancur dengan mudah."
"Kau tidak akan sebanding dengannya."
"Oh ... baru kali ini aku mendengar seorang Buster yang cukup kuat."
Azka terlihat tertarik karena selama ini dia tidak pernah bertemu dengan seorang Buster yang mampu menguasai desa. Buster yang ada diwilayah Oleander sangat lah lemah bahkan mereka bisa dibilang hanyalah berandalan biasa.
"Kenapa wajahmu seperti tertarik Azka?" Tricia kebingungan dengan respon Azka.
"Karena kami sudah memberikan makanan kami. Apakah kami boleh pergi?"
Mereka memasang senyuman memohon kepada Azka.
"Tunggu dulu ... kenapa kalian berada disini?"
Mereka terdiam seakan ketakutan karena sesuatu.
"Bos Clint menyuruh kami untuk menangkap seorang berandalan."
"Berandalan? Bukannya kalian juga berandalan?"
"Kami bukan berandalan!" Mereka berteriak karena Azka begitu polos menghina mereka.
"Berandalan siapa yang kalian maksud?" Tanya Tricia.
"Kami juga tidak tau ... kami hanya diperintahkan untuk menangkapnya."
"Kami hanya diberitau ciri cirinya. Dia berambut pirang dan terkenal sebagai petarung jalanan didesa itu."
"Oh ...." Azka lalu berdiri dengan memasang wajah tidak peduli.
"Azka?"
"Aku tidak peduli dengan cerita kalian. Ayo kita pergi, Tricia."
"Kau yakin?"
"Ya."
Azka dan Tricia pergi menuju desa yang bernama Corael itu.
"Oh iya. Terima kasih atas makanannya." Azka melambai sambil berjalan pergi.
Ketiga orang itu masih memasang senyuman takut ketika Azka akhirnya pergi. Tiba tiba tatapan mereka berubah menjadi jahat.
"Mereka bodoh sekali ...."
"Dia tidak akan sebanding dengan kekuatan bos Clint."
"Dasar orang bodoh, heheheheh."
"Oi, ayo! Kita harus cepat mencari berandalan itu."
"Kau benar."
"Jika kita tidak berhasil menangkapnya. Bos akan membunuh kita semua."
"Ah aku tidak mau ...."
"Aku juga."
Ketiga Buster itu pergi dengan wajah ketakutan. Mereka berlari dengan tergesa gesa karena takut bos mereka yang bernama Clint itu akan membunuh mereka.
***
Desa Corael sudah dekat dari arah Azka dan Tricia. Penampilan gerbang desa itu masih terlihat rapi seperti tidak ada apa apa.
Dari kejauhan seharusnya desa itu terlihat berantakan tapi, sepertinya orang yang dibicarakan Buster tadi tidak menyerang desa secara asal-asalan.
"Kalau dari sini desa ini terlihat seperti baik baik saja." Azka melihat seisi desa dari gerbang masuk.
"Ya. Hanya saja tidak terlihat satupun penduduk."
Keadaan desa memang sangat sepi tanpa satupun penduduk. Keadaan desa itu persis seperti saat berkunjung ke desa Torbe. Perbedaannya mungkin desa ini lebih memiliki banyak bangunan dan tidak semuanya hancur.
Azka dan Tricia memasuki desa itu sambil melihat seisi desa itu. Mereka berharap masih bisa menemukan seorang warga dari tempat itu.
"Aku berhadap kalau kedai desa ini masih belum hancur."
"Jadi itu yang kau pikirkan?"
Sejak bisa merasakan makanan, Azka berubah menjadi seorang laki laki yang sangat suka makan. Tapi, nafsu makan miliknya masih terbilang wajar jika dibandingkan oleh Tricia.
"Hoiiiii!!!" Terdengar teriakan seorang pria dari kejauhan.
Azka dan Tricia kebingungan dan berbalik kearah suara itu berasal. Terlihat seorang remaja berumur 19 tahun dengan rambut pirang pendek.
"Siapa dia?"
"Apa dia berteriak kepada kita?" Tricia kebingungan sambil menatap orang itu.
Penampilan orang itu sedikit berantakan dengan memakai sebuah kaos tanpa lengan berwarna putih. Dengan otot yang tidak terlalu kekar dikedua lengannya, dia memang persis disebut seorang petarung.
Wajahnya juga mempunyai sebuah plester yang terletak di pipi kirinya.
"Apa kalian seorang pengunjung?" Tanya pria itu dengan senyuman lebar hingga menunjukkan seluruh giginya.
Azka kebingungan melihat orang itu. Tinggi orang itu hampir sama sepertinya. Dia menatap mata hitam orang itu dengan tatapan datar.
"Siapa kau?"
Tiba tiba terdengar teriakan dari banyak orang.
"Hoi itu dia!"
"Cepat tangkap dia!"
Terlihat beberapa Buster berteriak sambil menunjuk ke arah orang itu. Dengan tatapan kesal, mereka lalu mengejar lelaki berambut pirang itu dengan mengeluarkan sebuah pedang.
"Gawat ... ayo ikuti aku." Orang itu lalu menarik Azka dan Tricia untuk lari bersamanya.
"Woi, jangan lari!"
"Bos Clint tidak akan mengampunimu!"
Mereka masih memasang wajah kemarahan saat mengejar mereka.
Azka dan Tricia yang ditarik oleh orang itu benar benar kebingungan.
Orang itu terlihat sangat senang ketika dikejar beberapa Buster yang marah. Sambil menarik Azka dan Tricia dia hanya terus tertawa kegirangan.
"Hahaha ... menyenangkan sekali."
"Siapa kau sebenarnya brengsek?!" Azka kesal karena orang ini bertindak seenaknya.
"Oh ... aku belum memperkenalkan diri ya. Namaku Levin ... Levin Fullbright. Aku seorang petarung." Remaja yang bernama Levin itu memasang senyuman ke Azka dan Tricia.
Sambil berlari karena ditarik oleh Levin, Azka dan Tricia secara bersamaan memasang wajah kebingungan.
"Petarung?!" Tanya Azka dan Tricia secara serentak.
"Ya ... kalian sepertinya orang kuat. Bagaimana kalau kalian bergabung denganku menjadi Buster?"
"Buster katamu?!" Azka dan Tricia kaget mendengar ajakan dari Levin.
"Hahahahaha." Dia hanya tertawa kegirangan.
Siapa sebenarnya berandalan itu? dan kenapa dia menarik Azka dan Tricia?
To be Continued ...