
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Cerita Rindu_...
..."sangat sulit berbuat jujur,, lebih sulit lagi memperbaiki kebohongan,, mengembalikan kepercayaan bagai kan mengumpul kan kembali air yang telah di tuang kan ke dalam danau,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
satu hal yang Yussuf pikir kan sekarang,, diri nya mengemasi barang Yussuf dengan perasaan tenang,, tanpa beban dan penuh rasa tanggung jawab dalam hal ini,, perlahan Yussuf mulai menghampiri nya dengan membawa jam pasir di tangan yang akan di ulur kan pada sang istri
"ini juga akan aa' bawa neng,," ucap Yussuf seraya mengulur kan tangan yang memegangi jam pasir,,
mendapati hal itu,, kini berhasil membuat nya berbalik,, menoleh ke arah jam pasir di tangan sang suami dan lantas memandangi sang suami dengan pandangan penuh tanya
"kenapa aa' akan membawa nya,, untuk apa,,?" tanya nya yang melihat Yussuf hanya terdiam dan hanya memandangi wajah nya saja sejak tadi
"hmm,, tidak apa,, sebagai pengingat,, agar aa' bisa setidak nya mengenang kita saat kita berbelanja dan berkeliling mall bersama seharian ini,," jawab Yussuf dengan menjelas kan
"kenapa begitu a',, apa kah hal ini tidak akan mengganggu kesibukan aa' di sana,,?" tanya nya dengan ragu
"hmm,, hanya mengenang sayang,, itu tidak akan membuat kesibukan ku terganggu,," jawab Yussuf yang beralih menyimpan jam pasir tersebut di dalam koper,, dan lantas menarik tangan nya hingga berbalik membelakangi Yussuf sendiri hingga laki laki ini bisa memeluk nya dari belakang dengan lembut dan penuh kemesraan
"kamu sudah cukup banyak bertanya sama aku,, sekarang giliran aku yang bertanya,, kata kan,, apa kah kamu yakin,, tidak akan ikut dengan ku ke Kalimantan Tengah sana,,?" tanya Yussuf yang mengikuti arah pandang nya yang memandang lurus ke depan
"apa kah neng akan tetap tinggal di sini,,?" entah sudah berapa kali laki laki ini bertanya hal yang sama pada nya,, sejak tadi,, hanya ini yang menjadi pertanyaan laki laki ini
"a',, coba aa' ingat kembali,, sudah berapa kali aa' menanyakan hal yang sama,, sama neng,, neng sampai lupa akan hal itu,, padahal neng seringkali mengingat sesuatu,, namun tidak dengan ini,, neng lupa dengan jumlah nya,,?" tanya nya dengan lembut
"emm,, entah,, namun,, apa kah neng benar benar yakin akan tetap tinggal di sini,, Kalimantan Tengah itu cukup jauh neng,, dengan jangka waktu yang cukup lama,, aa' tidak yakin bisa menahan rasa rindu yang akan membelenggu nanti nya,," tutur Yussuf dengan memelas
"hmm,, insya Allah neng yakin a',, neng akan di sini,, neng akan menunggu aa' saja di sini,, neng nggak akan ke mana mana,," jawab nya
"hmm,, aa' tidak usah mengkhawatirkan keadaan neng,, neng hanya takut jika neng ikut,, neng tidak bisa pasti kan pekerjaan aa' akan berjalan dengan baik di sana,, neng juga sambil mendesain gaun di sini,, dan lagi,, usia kandungan kak Nisa sudah menginjak ke delapan bulan a',, neng teringat akan kak Nisa yang sudah mewanti wanti neng yang harus mendampingi nya menjelang persalinan nya nanti,," jelas nya yang berusaha memberi kan pengertian pada sang suami
"hmm,, baiklah,, mengingat kak Nisa,, mungkin seperti nya aa' memang harus banyak mengalah di sini,, namun tidak untuk suatu saat nanti,, sekarang aa' mau mengalah karena kak Nisa sedang hamil,, jadi aa' mau mengalah,, namun tidak untuk nanti,, semua waktu neng harus sama aa' saja hmm,,?" tanya Yussuf
Yussuf yang memang mengingat diri nya yang mempunyai hubungan yang cukup erat dengan sang kakak pun kini berusaha untuk mengerti dengan hubungan kedua nya sehingga mungkin,, memang mengalah lah yang menjadi pilihan untuk saat ini
"hmm,, insya Allah,, terima kasih,, aa' mau mengerti dengan jalan pemikiran neng,,?" ucap nya yang merasa Yussuf semakin mempererat dekapan hangat pada nya
Yussuf hanya tersenyum menanggapi nya,, lantas mendekat kan kepala pada kepala nya dan berhenti tepat di samping telinga kanan nya
"kalau begitu,, kita akan menjalin hubungan jarak jauh dong,, seperti anak muda saja,, harus kah kita LDR,,?" bisik Yussuf tepat di samping telinga nya
"a',," panggil nya di kala merasa kan suasana yang berbeda dari sebelum nya
"hmm,,?" jawab Yussuf,, menanggapi tanpa memandang ke arah nya karena kedua mata sedang terpejam,, menikmati setiap kebersamaan kedua nya juga jangan lupa kan dengan kedua tangan yang terus mengelus lembut yang tengah mendekap itu
"a',, apa yang aa' lakukan,, geli ih,," tutur nya dengan segera,, menyadari Yussuf yang kemudian mendusel kan kepala pada leher nya
"ehm,, tidak apa a',, jika aa' memang menginginkan nya,, neng akan bersedia,, menerima apa pun yang akan aa' lakukan malam ini,," tutur nya yang entah mengapa tiba tiba merasa bersalah
mendengar hal itu kini berhasil membuat Yussuf sendiri tersenyum simpul dan mulai melepas kan dekapan pada nya,, kembali membalik badan nya dengan lembut,, hingga kedua nya kini berhadapan
"Masya Allah,, cup,, istri shalihah ku,, tidak apa,, aa' tahu,, waktu di kala aa' tepat dan tidak saat meminta nya,, saat ini aa' tidak ingin menyakiti kesayangan nya aa' ini hanya karena syahwat semata,," puji Yussuf seraya mengelus lembut kepala nya dan menuntun nya berjalan dan duduk di tepi tempat tidur
"neng,, mulai sekarang,, jika kita akan tidur,, niqab sama Khimar nya di buka saja ya,, kasihan juga rambut nya,, pasti apek jika kebanyakan di tutup,, hanya di depan aa' saja,,?" tutur Yussuf
"emm,, baiklah a',, akan neng biasa kan mulai malam ini,," jawab nya yang mendadak malu
"hmm,, di hadapan suami itu akan menjadi pahala dan amal jariah yang besar sayang,, kecuali di depan suami orang,," lanjut Yussuf di kala melihat keraguan dalam diri nya
"iya a',, ehm,, tidak masalah,," jawab nya yang masih saja menunduk menyatukan kedua tangan nya
melihat hal itu,, membuat Yussuf tersenyum simpul memandangi wajah nya yang masih tertutupi niqab dan Khimar,, istri nya ini memang begitu pemalu,, padahal tidak usah merasa se malu ini
dengan perlahan tapi pasti,, Yussuf pun mulai mendekati nya hingga kedua nya terduduk tanpa jarak sedikit pun
"aa' buka niqab sama Khimar nya ya neng,,?" tutur Yussuf meminta izin dan mendapat kan anggukan sebagai jawaban dari nya sendiri
tangan Yussuf pun mulai terulur guna melepas kan dua kain yang selama ini selalu setia menutupi seluruh bagian wajah nya dengan sempurna,, hingga saat tangan itu berhasil,, Yussuf pun lagi lagi di buat tertegun memandangi wajah asri nya
"Masya Allah,, sungguh indah nian ciptaan-MU ya Allah,, namun,," ucap Yussuf dengan takjub,, menggantung kalimat dengan sengaja hingga membuat nya menegakkan kepala memandangi wajah Yussuf dengan penuh penasaran
"namun kenapa a',,?" tanya nya yang membuat Yussuf kembali tersenyum simpul
mendengar pertanyaan seperti itu,, di rasa tepat pada sasaran,, kini membuat Yussuf yang tersenyum simpul pun mendekati wajah nya dengan perlahan "namun sayang,, aku tidak akan bisa menikmati pemandangan indah ini selama lima bulan kedepan,," bisik Yussuf tepat di depan wajah nya dan berhasil membuat nya tertegun tentu nya
Yussuf terus memandangi wajah teduh nya,, jujur,, rasa nya tidak ingin rasa nya Yussuf menyia nyiakan keindahan yang tersuguh di depan nya,, namun apa lah daya,, bahkan Yussuf sendiri pun tidak bisa menentang nya sekali pun laki laki ini tidak menginginkan nya
"hmm,, aa' memang tidak akan meminta nya sekarang neng,, namun jangan menolak aa',, di kala aa' meminta nya,, kita akan LDR,, jangan menolak apa pun permintaan aa' saat kita sedang berjauhan nanti nya,, dan mungkin aa' memang tidak akan meminta nya untuk saat ini,, namun sebagai ganti nya,, aa' tidak akan melepas kan neng sepanjang malam,, kita tidur ya,, kita istirahat sekarang,, mau aa' pijitin nggak,, pasti neng merasa capek,,?" tutur Yussuf dengan panjang lebar
"hmm,, terima kasih a',, namun tidak apa,, hanya sedikit lelah yang neng rasa,, jika aa' memang ingin tidur,, kita tidur saja,, agar besok tidak bangun terlambat,," jawab nya dengan tersenyum
"ya sudah,, tidur yuk,, jangan lupa baca do'a ya,,?" ucap Yussuf dengan lembut dan terus menerus mengelus lembut punggung nya
"memang nya aa' akan tertidur dengan posisi seperti ini,,?" tanya nya yang mendongak menatap Yussuf
"hmm,, mana mungkin aa' sulit tidur jika posisi nya saja benar benar senyaman ini,, sudah aa' bilang bukan,, aa' tidak akan melepaskan neng malam ini,, tidur lah,," jawab Yussuf dengan tersenyum tanpa membuka pejaman mata
"baiklah,, aa' juga,, jangan lupa untuk membaca do'a,," jawab nya yang kemudian mulai menutup kedua mata nya
_Assalamualaikum Zahra_
Senin,, 30 Oktober 2023