Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Roemit_...


..."untuk setiap takdir yang datang, akan ku terima, meski dalam bentuk apa pun, aku percaya, sesuatu tidak lah terjadi kecuali telah Allah kehendaki dan tidak ada yang lebih baik dari pada rencana-NYA,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


kedua nya terlihat sama sama terduduk di atas tempat tidur, setelah menyelesai kan sarapan bersama yang pada akhir nya Yussuf sendiri yang kekeh ingin sarapan bersama dengan nya pagi ini, namun kedua nya terlihat sama sama terdiam tanpa ada yang mau memulai pembicaraan, hingga pada akhir nya, hening pun yang memenang kan suasana untuk saat ini


Yussuf sendiri yang merasa ragu untuk berbicara dengan nya pun hanya terlihat menunduk saja sejak tadi dengan buku yang setia di baca nya


"neng,, maaf,, lagi lagi,, tanpa sengaja aa' angkat panggilan di ponsel neng tadi,, saat neng sedang memasak sup,," tutur Yussuf yang membuat nya tersadar dari lamunan nya


"ehm,, maaf ustadz,, apa Bunda ada mengatakan sesuatu?" tanya nya yang merasa sudah sangat lama tidak mendengar suara lembut ibu dari tida anak itu sejak acara pernikahan nya


"iya,, Bunda sempat menanyakan kabar kita,, sama kabar yang lain juga,, namun,, aa' meminta waktu lagi sama Bunda untuk menginap beberapa hari lagi,, nggak masalah kan,, aa' mau mengajak neng ke suatu tempat, sebelum akhir nya kita ke rumah Bunda?" tanya Yussuf dengan penuh hati hati dan beralih menutup buku, juga memandangi nya dari samping


"ke suatu tempat,, jika saya boleh tahu,, ke mana ustadz akan mengajak saya pergi?" tanya nya yang merasa berhasil di buat penasaran oleh suami nya ini


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Yussuf tersenyum senang,, ini memang yang menjadi tujuan awal nya,, membuat istri nya penasaran dan bertanya terlebih dahulu kepada nya


"hmm,, nanti juga neng akan mengetahui nya,, kita hanya sampai sekarang saja di sini,, besok setelah sarapan pagi,, kita akan berangkat ke sana,," jawab Yussuf dengan lembut


"b,, baiklah ustadz,, maaf,, jika saya lancang bertanya?" tutur nya yang merasa bersalah


"hmm,, nggak masalah neng,, namun aa' juga belum bisa memberi tahu neng ke mana kita akan pergi besok, nggak masalah kan?" tanya Yussuf


"nggak masalah ustadz,," jawab nya yang hanya bisa mengangguk dan terus menunduk dalam


ada rasa ingin memberi tahu kan pada sang istri ke mana Yussuf akan mengajak nya pergi di hari esok, namun rasa nya,, laki laki ini ingin sekali memberikan wanita berakhlak cantik itu kejutan, sebagai hadiah pernikahan untuk nya


"oh iya neng,, tunggu sebentar ya,, ada sesuatu yang mau aa' tunjukkan sama neng?" tutur Yussuf seraya berdiri dan mulai berjalan mendekati lemari, mengambil sesuatu dan kembali duduk di tempat semula yang di duduki


melihat hal itu,, kini hanya membuat nya terus tertunduk, memendam rasa penasaran yang mulai menghampiri hati nya, entah apa yang akan ustadz tunjukkan


"apa ini milik neng?" tanya Yussuf seraya menunjukkan buku harian yang selama ini selalu di cari nya ke mana mana


"emm,, di mana ustadz mendapat kan ini?" tanya nya seraya memandangi buku harian berwarna merah maroon itu dengan tatapan berbinar


"hmm,, waktu pertama kita bertemu,, saat itu neng terlihat begitu terburu buru pergi dan menaiki bus,, setelah neng memberes kan tas,, mungkin tanpa neng sadari buku neng ini terjatuh dari dalam tas neng juga,, waktu itu aa' berniat untuk mengembali kan nya sama neng,, tapi neng sudah terlanjur menaiki bus dan melaju,, jadi aa' simpan kan dulu buku nya,," jelas Yussuf yang melihat nya merasa senang meski hanya dalam diam nya


"kelihatan nya buku nya begitu berarti ya buat neng sendiri,, sampai buat neng sendiri merasa senang?" tanya Yussuf lagi


"hmm,, maaf ustadz,, saya,, saya benar benar merasa senang,, karena selama ini,, saya selalu mencari buku ini ke mana mana, bahkan Khanaya sama Lia juga ikut serta dalam mencari nya, namun tidak ada hasil juga,, saya tidak menyangka jika nyata nya,, buku yang saya cari ada pada ustadz,," tutur nya yang membuat Yussuf mengerti


"ehem,, kalau begitu,, berarti,, buku nya buku rahasia ya,, terlihat jelas dari tampilan luar nya, Catatan Penting Dalam Kehidupan?" tanya Yussuf lagi yang membuat nya mengangguk


"iya ustadz,, ini memang buku harian saya,, tidak seorang pun mengetahui isi nya,, selain saya,, juga Allah,," tutur nya


"aa' pernah merasa cukup penasaran dengan isi nya sih neng,, pernah aa' buka juga baca isi nya,, maaf,, mungkin itu buat neng nggak nyaman?" tanya Yussuf dengan berniat menggoda nya saja


mendengar hal itu, kini berhasil membuat nya tertegun cukup lama, hingga pada akhir nya "tidak masalah ustadz,, jika ustadz memang merasa cukup penasaran dengan isi nya,, ustadz boleh membuka dan membaca nya,," jawab nya yang di luar ekspektasi Yussuf sendiri


"hmm,, nggak neng,, aa' minta maaf,, aa' hanya bercanda,, aa' tidak membuka apa lagi membaca nya kok, neng tenang saja,," tutur Yussuf


"tidak apa ustadz,, seandainya ustadz memang mau melihat dan membaca nya,, saya ikhlas" jawab nya


"apa kah neng yakin,, neng nggak takut aa' memberi tahu orang lain perihal isi nya,,?" tanya Yussuf lagi


"hmm,, tidak apa ustadz,, sekarang ustadz adalah suami saya,, ustadz juga berhak mengetahui apa pun yang saya lakukan dan pikir kan,," jawab nya yang berhasil membuat Yussuf berkali kali lipat mengagumi diri nya


"hmm,, baiklah neng, terima kasih sudah menerima dan merawat aa' dengan baik?" ucap Yussuf sambil terus tersenyum ke arah nya


"selama ini,, aa' selalu ingin mengetahui apa yang ada di dalam nya,, namun perasaan itu selalu aa' tepis juga,, meski kini aa' tahu,, buku ini memang milik calon istri aa' sebelum nya,, namun aa' tidak ingin membuat pemilik nya bimbang hanya dengan memikirkan banyak hal tentang buku yang hilang ini,, sampai saat ini,, aa' belum mengetahui isi nya,, aa' berhasil menepis rasa itu,, dan aa' begitu merasa senang,," jelas Yussuf dengan perlahan


"terima kasih,, karena selama ini,, ustadz sudah menjaga nya dengan baik,, sebagai ganti nya,, saya izin kan ustadz mengetahui setiap lembar yang ada di dalam nya,, dan ustadz boleh membaca nya,, jika ustadz mau,," tutur nya seraya menyerahkan buku di kedua tangan nya pada suami nya


"hmm,, aa' akan merasa lebih tidak enak lagi, jika seandainya hanya aa' sendiri yang melihat dan membaca nya,, bagaimana jika kita melihat dan membaca nya sama sama neng?" tawar Yussuf yang membuat nya patuh


_Assalamualaikum Zahra_


Selasa, 22 Agustus 2023