
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Sebuah Permainan Di Babak Pertama_...
..."permainan,, hanya lah sebuah permainan,, hanya seputar menang atau kalah,, tidak akan menjadi masalah,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
"kak,, seperti nya seru kalau main truth or dare,, gimana,, aku jenuh banget nih?" usul Arsen dengan mata berbinar memandangi kedua kakak nya
"mainan apaan,, truth or dare,, kakak nggak ngerti?" jawab nya balik bertanya kepada Arsen
"iya,, permainan orang dewasa,, jujur dan tantangan,, masa kakak nggak ngerti,, yang sering orang dewasa gunakan,, aku pernah memainkan nya sama Alfi saat di tempat latihan,," jelas Arsen
"kamu jangan main main dong Sen,, masa main kayak begituan di tempat latihan si,, jangan jangan kamu suka nggak fokus lagi saat latihan,, iya,, kakak bilangin sama Ayah kalau kamu nggak fokus dan hanya bercanda saat latihan di sana,," imbuh kak Nisa
"ih kakak, apaan si kak,, orang waktu itu lagi istirahat beberapa menit kok,, karena bosan, Alfi jadi ajak aku buat main itu,, lagi pula,, tidak hanya aku sama Alfi yang memainkan permainan itu kok,, teman teman yang lain nya juga,," jawab Arsen
"hmm,, ya sudah,, seperti nya akan seru juga kalau main itu,, kita main itu saja sekarang,, kakak juga sebenar nya sedikit bosan di rumah,, hanya menonton film,, kakak jenuh,," jawab kak Nisa
"kakak ngerti kan bagaimana cara main nya,,?" tanya Arsen yang menoleh ke arah nya
"kakak tahu truth or dare itu jujur atau tantangan,, tapi,, kakak masih merasa bingung dengan cara main nya seperti apa Arsen,,?" tanya nya yang masih kebingungan sendiri
"jadi begini kak,, di sini,, kita mempunyai botol kecap,, nah,, botol ini akan aku putar kan di tengah tengah di atas meja antara kita,, jika bagian tutup botol nya mengarah pada kakak,, maka kakak yang akan menjadi sasaran,, kakak bisa memilih jujur,, atau menerima tantangan itu dua pilihan berhak kakak memilih nya,," jelas Arsen seraya mengacung kan botol kecap yang entah sejak kapan sudah ada di tangan nya
"bagaimana dengan pertanyaan dan tantangan itu,, siapa yang akan mengajukan nya?" tanya nya lagi yang masih merasa bingung
"ya itu terserah anggota pemain nya,, yang penting tidak dengan orang yang menjadi sasaran,, entah itu dari aku atau pun kak Nisa nanti nya,, yang akan bertanya atau memberi kan kakak tantangan,," jawab Arsen yang membuat nya mengangguk mengerti
"kamu takut ya dek,, makan nya kamu pura pura nggak ngerti sama aturan main nya?" tanya kak Nisa yang terdengar seperti ejekan di telinga nya
"nggak,, kakak apaan si,, aku memang belum mengerti dengan aturan main nya gimana si,, ya,, ya sudah ayo,, kita main ini,, aku nggak takut kok,," merasa di tantang seperti itu,, membuat nya harus menjawab dengan sedikit gugup
"ya sudah,, sepakat ya,, ini hanya sebuah permainan saja,, nggak ada kata persaudaraan di dalam permainan ini,, siapa pun harus menerima apa yang sudah di putus kan,, nggak ada tatapan memelas dan rasa kasihan antara pemain,, jangan mempan hanya dengan tatapan berbinar,, oke,, kita mulai,," ucap Arsen seraya membuka babak permainan dan memulai memutar kan botol kecap di tengah atas meja
putaran botol pertama rupa nya mengarah kepada kak Nisa yang terlihat mendadak gugup sejak tadi, hingga kini,,,
"emm,, ya sudah,, kakak pilih truth,, kakak nggak akan takut,," jawab kak Nisa yang mengangkat dagu nya angkuh dan menyembunyikan rasa gugup nya
"baiklah baik,, kak,, mau kakak atau aku yang ajukan pertanyaan untuk kak Nisa,,?" tanya Arsen yang menoleh pada nya
"kamu saja deh,, kakak kan sudah bilang,, kakak belum mengerti,, jadi kakak akan melihat nya terlebih dahulu,, nanti jika kakak sudah mengerti akan kakak coba,," jawab nya yang masih belum mengerti juga dan berhasil membuat Arsen mengangguk
"kak Nisa,, aku harap,, kakak dapat menjawab nya dengan jujur sejujur jujur nya,, karena ini adalah permainan kejujuran,, di sini,, aku punya ini,, nama nya,, shocking lie detector,, untuk menguji kejujuran yang kakak ucap kan,, jika kakak berbohong,, maka dia,, akan menyetrum tangan kakak,, jika kakak berkata jujur,, maka tidak akan ada reaksi,, jadi,, letakkan tangan kanan kakak di sini,, untuk mengetes dan mengetahui nya,, apa kah kakak sedang berkata jujur,, atau kah kakak sedang berdusta,," imbuh Arsen dengan seringaian tipis
"hhh,,, anak muda zaman sekarang ada ada saja,, ya sudah,, kakak meletak kan tangan kakak di sini, apa yang ingin kamu ketahui dari kehidupan kakak,,?" tanya kak Nisa dengan cepat,, seraya meletak kan tangan kanan di atas permainan shocking lie detector yang terletak di atas meja itu
"baiklah baik,, sabar kenapa si,, kak,, coba cerita kan,, apa kah kakak benar benar sudah mengagumi kak Ahkam sejak lama?" tanya Arsen yang membuat kak Nisa terdiam bahkan tercekat
"hh,, pertanyaan macam apa ini Arsen,, bagaimana kakak bisa menjawab nya?" tanya kak Nisa yang tiba tiba saja di buat merasa heran
"ya sudah,, kakak jawab saja,, apa kah kak Ahkam itu adalah cinta pertama nya kakak dan cinta terakhir nya kakak sekaligus CDD nya kakak lebih tepat nya lagi Cinta Dalam Do'a nya kakak?" tanya Arsen lagi
"hhh,, ya,, kakak ipar kamu memang Cinta Dalam Do'a nya kakak,, cinta pertama nya kakak,, dan semoga menjadi cinta terakhir bagi kakak,," jawab kak Nisa dengan jujur,, karena takut akan kejutan listrik di tangan kanan nya
semua nya pun terdiam setelah kak nisa menjawab demikian,, menunggu reaksi dari shocking lie detector itu, bahkan semua mata tertuju pada meja di tengah
"tuh kan,, sudah kakak bilang,, kakak menjawab nya dengan jujur sekarang,, lagi pula,, mana ada kakak berkata bohong atau berdusta sama kalian,," jawab kak Nisa seraya mengangkat tangan kanan nya,, tidak ada reaksi setelah perkataan nya tadi, menandakan bahwa kak Nisa memang berkata dengan jujur tanpa berdusta kepada kedua adik nya ini
"hmm,, lagi pula,, kakak memang selalu berkata jujur kok,, aku pikir,, aku sendiri pun tidak pernah mendapat kan perkataan dusta dari kakak,, sekarang hanya Arsen saja yang merasa seperti itu,," jawab nya yang membuat kak Nisa tersenyum
"hhh,, kalian seperti nya bersekongkol untuk menjatuhkan ku di dalam permainan ini,, selalu saja akur dalam apa pun itu,," imbuh Arsen yang sebenar nya merasa iri dengan keakraban kedua nya
"kita tidak sedang bersekongkol Arsen,, kan permainan ini kamu sendiri yang membuat usul tadi,, bahkan kakak kamu ini juga belum mengerti dengan aturan main nya bukan,,?" jawab kak Nisa yang tidak ingin sang adik salah faham
"lagi pula di sini kamu sendiri kok yang suka buat onar,, jadi bagaimana hubungan kita tidak harmonis coba,, jika kamu nya saja selalu membuat kakak jengkel,," tutur nya dengan tatapan teduh
"maaf kak hehe,, habis nya aku nggak kuat kalau menyia nyia kan hari bersama dengan kakak tanpa mengusili dan menjahili kakak,," jawab Arsen dengan cengengesan, menggaruk tengkuk yang padahal tidak merasa gatal sedikit pun dan berhasil membuat nya hanya membuang nafas pasrah, seperti nya diri nya memang di takdir kan harus mempunyai adik yang se menyebalkan Arsen dan harus mempunyai kesabaran yang ekstra untuk menghadapi setiap keusilan adik nya ini
_Assalamualaikum Zahra_
Kamis, 7 September 2023