Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



...Assalamualaikum Zahra...


..._Sebuah Kesunyian Malam_...


..."tidak masalah beberapa kali kalah, beberapa kali mengalah, sampai tiba di satu waktu untuk bangun dan merasa tegar, setidaknya,, bertahan,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


"tapi harus ingat satu hal ya kak,, kita menjalani tantangan ini di larang untuk memberi tahu kan anggota keluarga kita jika kita terjebak di permainan truth or dare ini, sebelum tantangan yang kita jalani selesai, aku juga nggak akan bilang,, oke?" tutur Arsen setelah ketiga nya terdiam sejenak


"hmm,, baiklah baik,," jawab nya dan di angguki juga oleh kak Nisa dengan semangat


...***...


ba'da shalat isya tiba,, semua anggota keluarga pun berkumpul di ruang makan hendak makan bersama,, dengan Arsen yang memang bertelanjang dada, juga dengan kak Nisa yang terlihat tidak menghirau kan kak Ahkam sejak makan malam ini


"ada apa dengan kalian?" tanya Ayah yang merasa heran, pasal nya mendapat kan gelagat keanehan dari kedua anak nya


"kita,, memang nya, ada apa dengan kita Ayah?" tanya Arsen bertanya balik


"kak Nisa,, kenapa layani makan malam Ayah malam ini,, kakak tidak menghargai Bunda sama Ahkam lho?" tanya Ayah yang belum menanggapi Arsen yang bertanya


mendengar hal itu hanya membuat kak Nisa menggeleng tanpa memberi kan alasan yang pasti pada Ayah


"sudah Ayah,, tidak apa apa,, hormon kehamilan (ngidam) mungkin,, kakak juga nggak masalah,," tutur kak Ahkam yang berusaha menenang kan Ayah yang mungkin saja akan marah besar


mendengar hal itu, kini hanya membuat Ayah membuang nafas panjang saja, jika Ahkam tidak mengingat kan kehamilan sang anak, mungkin Ayah benar benar akan marah besar, berganti menoleh ke arah Arsen masih dengan tatapan tajam


"kamu juga,, makan nggak ada adab nya sama sekali,, masa makan nggak pakai pakaian seperti itu, seingat Ayah kan kamu pakai baju taqwa tadi dari mesjid,, kenapa sekarang malah kamu buka coba?" tanya Ayah yang menatap sang anak bungsu dengan tatapan tajam


"aku gerah Yah,, jadi aku buka saja baju nya,," jawab Arsen dengan tenang


"kalau kamu gerah kan bisa pakai kaus pendek,, nggak sampai telanjang bulat seperti ini juga kali,, malu sama perempuan di rumah ini,," tegas Ayah yang melihat nya hanya tertunduk


"maaf Ayah?" ucap Arsen seraya tertunduk di kala menyadari tatapan dingin dari Ayah


"sudah sudah,, Arsen,, Bunda harap peri laku kamu malam ini tidak kamu ulangi lagi di malam malam berikut nya,, tidak baik nak,," lerai Bunda yang membuat Arsen kembali ceria


"baik Bund,, hal ini nggak akan aku ulangi lagi,," jawab Arsen dengan semangat, membuat Ayah menghela nafas pasrah


di antara Ayah dan Bunda,, memang Bunda lah yang selalu paling banyak bersabar dalam mendidik putra putri nya, kesabaran Ayah meski hanya sedikit saja, namun apa pun yang terbaik untuk anak nya pasti akan di berikan juga, namun jika berbicara mengenai Bunda,, memang memiliki kesabaran yang banyak,, namun bukan berarti Bunda lemah,, bahkan sangat tegas dalam mendidik sehingga kini dapat melahir kan anak dengan peri laku yang bagus


"lho, malam ini aneh banget, ini menantu kedua nya Ayah juga ke mana,, kok nggak ikut makan malam ini,, apa kah kakak sudah memanggil nya untuk makan malam bersama?" tanya Ayah saat tidak melihat kehadiran menantu kedua nya


"tidak Ayah,, tadi siang sudah memberi kabar lewat ponsel nya Arsen, kata nya malam ini ada lembur,, kabar meeting room mendadak dari kantor,, jadi singgah ke kantor terlebih dahulu,," jawab nya dengan menunduk dan membuat Ayah tersenyum di kala mendengar penuturan nya


"kakak ipar nya kedua aku lupa minta kontak ponsel nya kakak Ayah,, buat aku heran saja,, padahal banyak waktu di lalui bersama,, tapi bertukar nomor ponsel saja sampai lupa,," kali ini,, Arsen yang kembali berbicara dengan semangat


"benar itu kak?" tanya Ayah seraya menoleh ke arah nya, membuat nya malu


"iya Ayah,, maaf,,?" ucap nya yang terus menerus menunduk kan pandangan nya


"minta maaf kok sama Ayah si kak,, sama suami kakak lah,, lagi pula,, kenapa bisa sampai lupa seperti itu si hmm,, memang nya saling sibuk sendiri setelah pernikahan ya,,?" tanya Ayah dengan nada menggoda


"kak,, kak, ada ada saja nggak si kalian itu,, sekian lama bersama nyata nya sampai buat lupa sama bertukar nomor ponsel saja,, xixi,, kalian itu memang pasangan yang unik banget ya?" tutur Bunda dengan tersenyum hangat namun membuat nya semakin malu


"tahu nih,, habis acara resepsi kalian ngapain saja sampai melupakan hal berbau privasi seperti itu,,?" kali ini, kak Ahkam yang bertanya, membuat nya yang malu di buat semakin malu saja ulah kakak ipar nya ini, hhh kakak ipar sekali nya bicara kok bisa buat gini juga ya? pikir nya


...*** ...


Makan malam bersama telah usai, diri nya beralih mengangkat tumpukan piring kotor ke dapur dan mencuci nya,,


"mau kakak bantu nggak?" suara lembut itu mengalun indah saat diri nya tengah menggosok piring kotor dengan spons yang sudah berbusa, menyadarkan dan membuat nya menoleh sekilas dengan tersenyum hangat


terlihat kak Nisa yang duduk di kursi pantry menghadap ke arah nya yang membelakangi sang kakak


"hmm,, terima kasih kak,, tapi nggak masalah,, aku bisa sendiri menyelesaikan nya,, kakak mau buah sama segelas susu,, nanti biar aku antar kan ke kamar kak,, kakak istirahat saja lagi di kamar,, pasti kakak ipar aku cari kakak,," jawab nya seraya kembali fokus pada piring di tangan nya


"hhh,, kakak sedikit kesal juga sama kakak ipar kamu itu,, biar kan sendiri saja,, suruh siapa buat istri kesal,," jawab kak Nisa yang terdengar menghela nafas kecil


"kak,, jangan gitu,, kakak ipar aku pasti bingung juga malam ini kakak nggak melayani makan malam nya,, kakak jelas kan saja,, kan semua nya sudah,," jawab nya


"iya,, tapi tetap saja,, masa kakak tinggal kan kamu sendiri di sini?" tanya kak Nisa yang terlihat tidak enak hati


"hmm,, tidak apa kak, aku nggak masalah sendirian juga,, nggak akan ada yang akan menculik ku di sini kok,," jawab nya


"ya sudah,, kakak ke kamar dan istirahat sekarang,, malas kakak lawan kamu,, takut kamu yang kalah, lagi pula,, kamu keras kepala banget suruh kakak istirahat,," heran kak Nisa yang lagi lagi membuat nya tersenyum


"itu kan juga untuk kesehatan kakak sama calon anak yang ada di dalam kandungan nya kakak,, aku nggak mau kalian kenapa kenapa,," jawab nya


"ya sudah lah,, tapi kalau kamu memang sedang sibuk nggak di buat kan juga nggak masalah dek, kasihan kamu nya pasti capek banget malam ini,," tutur kak Nisa yang seraya berdiri dari duduk nya


"hmm,, iya kak,, nanti aku antar kan ya,, setelah aku selesai mencuci aku ke kamar kakak,," jawab nya


"hmm,, terserah lah,, kakak tinggal dulu,,?" tutur kak Nisa yang mulai melangkah pergi setelah melihat anggukan dari nya


_Assalamualaikum Zahra_


Ahad, 17 September 2023