Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Harus Kah Tetap Begini_...


..."yang jauh hanya lah raga,, bukan rasa,, yang berjarak hanya lah pijakan,, bukan perasaan,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


sejak melihat nya yang tertidur di atas sofa tadi,, sebenar nya Yussuf sendiri sudah menyadari penampilan nya yang mengenakan pakaian tidur hadiah dari Arsen,, tidak sia sia laki laki ini membantu nya menggantung pakaian tersebut dan menggantung nya di dalam lemari,, nyata nya diri nya pun mengenakan nya juga malam ini 


anggun,, itu lah satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan pandangan Yussuf terhadap nya saat ini, cantik nan indah di pandang,, tidak ingin saja Yussuf menyinggung pakaian yang tengah di kenakan nya malam ini pada Bunda atau bahkan pada Arsen sekali pun,, 


'terima kasih ya Rabb,, Engkau telah menganugerahkan istri secantik diri nya pada hidup ku,,?' ucap Yussuf dalam hati,, seiring dengan langkah kaki yang terayun ke arah kamar kedua nya 


sesampai nya Yussuf di dalam kamar dengan diri nya yang masih di gendongan laki laki ini, rupa nya benar saja,, bisikan Arsen rupa nya berhasil membuat nya tidur dalam keadaan gelisah dan terbangun 


"astaghfirullah,, a',, maaf,, bisa turun kan neng,,?" tutur nya dengan cepat dan di tanggapi anggukan oleh Yussuf sendiri yang kemudian kembali menurun kan tubuh nya 


"neng kebangun,, apa kah karena bisikan dari Arsen,,?" tanya Yussuf yang memandangi wajah nya yang menunduk dengan segera dan tiba tiba 


"entah lah a',, neng tidak tahu,, namun rasa rasa nya,, neng memang ingin bangun saja,, apa kah aa' sudah lama sampai di rumah,,?" jawab nya balik bertanya 


"nggak kok,, aa' baru saja sampai,, dan melihat neng yang seperti nya ketiduran di sofa,, jadi aa' angkat neng ke kamar tadi,," jawab Yussuf yang seraya berjalan dan duduk di tepi tempat tidur di ikuti oleh nya juga


"apa kah malam ini aa' mau mandi,, biar neng siap kan air nya,,?" tawar nya yang menoleh sekilas ke arah Yussuf di samping nya 


"hmm,, boleh neng,, jika malam ini aa' nggak mandi,, nggak enak banget,, badan aa' juga lengket,," jawab Yussuf sambil tersenyum di kala menoleh ke arah nya 


"baiklah,, biar neng siap kan air nya dulu sebentar,, aa' bisa bersiap di ruang ganti,," tutur nya seraya berdiri dari duduk nya, membuat Yussuf mendongak menatap nya 


"hmm,, iya neng,, aa' siap siap mandi,," jawab Yussuf dengan mengangguk paham saat melihat nya mulai berjalan menuju kamar kecil 


sepeninggalan sang istri,, kini tanpa menunggu lama,, Yussuf pun lantas membuka pakaian yang masih di kenakan,, sambil terus tersenyum


"a' ini handuk,, astaghfirullah,," ucapan nya yang sontak saja segera membalik badan nya di saat melihat Yussuf yang bertelanjang,, hendak mengantar kan handuk,, namun malah melihat hal yang rasa nya masih ragu untuk di lihat nya 


"mana sini neng,, aa' kedinginan,, mana handuk nya,,?" pinta Yussuf masih dengan berdiri tegak tanpa menutupi tubuh nya sendiri dengan tangan terulur ke arah nya 


dengan perlahan,, diri nya pun melangkah dengan mundur,, penuh dengan rasa hati hati hingga diri nya berhenti tepat di depan Yussuf saat di rasa posisi nya tepat di depan sang suami 


"i,, ini a',, maaf,, jika neng kurang sopan karena memberikan handuk dengan membelakangi aa',,?" ucap nya seiring dengan uluran tangan nya 


"mana handuk nya neng,,?" tanya Yussuf yang entah mengapa diri nya merasa suara nya semakin mendekat ke arah nya 


"a',,?" panggil nya di saat tidak menemukan tanda jika Yussuf menerima uluran handuk di tangan nya 


"aa' di mana,,?" tanya nya lagi dengan perasaan yang gelisah juga gemetar bercampur jadi satu 


"aa' di sini neng,," jawab Yussuf lagi yang membuat kening nya mengerut dalam pejaman mata nya 


merasa tidak mendapat kan jawaban yang pasti, kini kedua mata nya pun terbuka dengan perlahan,, menyuguh kan Yussuf yang sedang tersenyum manis ke arah nya yang entah sejak kapan sudah berada di hadapan nya


"astaghfirullah a',, ini ambil handuk nya,, bukan nya di diemin,," tutur nya kembali membelakangi Yussuf


"hmm,, siapa yang diemin neng,, sejak tadi bahkan aa' mengajak neng berbicara,, tapi di sini malah neng yang terdiam,, bukan aa',," jawab Yussuf seraya baru mengambil handuk dari tangan kanan nya


"aa' izin ke kamar kecil dulu ya neng,, pakaian aa' masih di dalam koper,, neng boleh membuka nya,, pakaian aa' di koper ini khusus untuk di rumah ini,, di rumah kita,, sudah ada pakaian kita,," ucap Yussuf sebelum akhir nya benar benar melangkah ke arah kamar kecil meninggal kan nya sendiri


mendengar pintu kamar kecil yang tertutup,, kini berhasil membuat nya menghela nafas lega,, jujur,, sulit rasa nya harus membiasa kan diri hanya berdua dengan suami nya,, menetral kan detak jantung nya setiap kali,, itu adalah hal yang cukup rumit,, namun diri nya tahu jelas,, jika diri nya harus segera membiasa kan hal ini


mulai menarik yang kemudian mengangkat koper sang suami ke atas tempat tidur,, diri nya kini membuka koper sang suami dengan perlahan, koper dengan ukuran sedang dan warna hitam,, warna yang tidak terlalu mencolok dan pas, untuk seorang laki laki


terdapat banyak barang di dalam nya,, selain pakaian,, ada juga beberapa minyak wangi,, sarung,, peci,, surban,, tasbih,,


diri nya pun mulai mengambil pakaian suami nya,, membawa nya mendekati lemari dan kemudian mulai menata nya di dalam lemari nya yang sebelum nya sudah di buka nya,, menata nya dengan rapi,, dan menata nya dengan tersusun,, mulai dari pakaian kerja,, pakaian ibadah,, sarung,, peci,, namun diri nya merasa ragu di saat melihat pakaian dalam milik suami di dalam koper,, antara ragu untuk menyentuh nya,, bukan karena jijik,, mana ada diri nya merasa jijik hanya karena pakaian dalam saja,, masalah nya,, ini adalah pakaian dalam milik suami nya,, laki laki,, tidak pernah diri nya menyentuh pakaian dalam laki laki,, milik siapa pun, entah itu Ayah,, atau bahkan saudara laki laki nya,, namun diri nya pun berusaha menepis rasa itu saat akal sehat nya sadar dengan apa yang sudah menjadi kewajiban nya sebagai seorang istri sekarang


mulai kembali menata dan menyusun nya dengan rapi di dalam lemari,, agar mudah di cari,, diri nya kini merasa lega,, saat menyadari jika suami nya ini rupa nya tidak gemar memakai pakaian pendek seperti apa yang selalu Arsen lakukan untuk menggoda nya,, tidak etis saja,, masa seorang ustadz seperti Yussuf suka memakai pakaian seperti itu?


kembali melangkah ke arah tempat tidur,, dan mendapati satu hal yang belum di beres kan nya,, ada sesuatu hal lagi yang rupa nya belum keluar dari dalam koper sang suami,, pigura foto terbalik,,


"astaghfirullah,," ucap nya yang sebelum nya mengambil dan membalik pigura,, isi foto nya membuat nya cukup terkejut sehingga sontak diri nya melempar pigura tersebut yang untung nya di lempar kan nya ke atas tempat tidur, jadi tidak menyebab kan kerusakan atau keretakan pada pigura tersebut,, Yussuf yang kebetulan sudah keluar dari dalam kamar kecil pun menjadi bingung,, mengapa sang istri kini melempar pigura nya


_Assalamulaikum Zahra_


Rabu, 20 September 2023