Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_ ...


..._Harus Kah Aku Marah_...


..."marah itu pilihan, kenapa kita harus memilih untuk marah, jika kita bisa memilih untuk lebih bersabar, di luar sana, ada banyak hal yang bisa membuat kita lebih bahagia dari pada harus tinggal dalam amarah dan membuat hati dan pikiran lelah sendiri"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_ ...


setelah diri nya selesai memasak air, diri nya pun meletakkan tempat air rebusan nya di atas nakas kanan tempat tidur, tepat di samping sang suami yang terlihat masih tertidur, membawa kursi meja rias ke samping tempat tidur, dan mulai mengompres kening Yussuf dengan telaten


'sepeduli itu kan kamu sama aku sayang,, semoga bakti mu Allah balas dengan kebahagiaan kepada mu?' batin Yussuf di kala merasa hangat pada kening nya namun dengan kedua mata yang masih tertutup


yaah, sejak diri nya menyentuh kening nya untuk memastikan kondisi fisik suami nya ini, laki laki ini tengah terbangun dari tidur nya, karena memang mudah terbangun


"cepat sembuh ustadz?" gumam nya tanpa sadar sambil terus mengompres kening sang suami


diri nya pun terus mengompres kening sang suami, merawat sang suami dengan telaten dan lembut, melupa kan diri nya sendiri yang sudah mengantuk kembali dan tanpa sadar tertidur dengan pulas di samping sang suami dengan berbatal kan tangan kanan sang suami, Yussuf yang memang sudah kembali tertidur pun tidak menyadari jika istri nya tertidur dengan posisi duduk dan menelungkup kan wajah


...*** ...


hingga pagi menyapa pun, kedua nya terlihat masih tertidur dengan pulas, namun Yussuf pun terlihat terbangun dari tidur nya, dan alangkah terkejut nya Yussuf di kala melihat nya yang tertidur dengan posisi duduk, tidak masalah dengan tangan kanan yang memang di jadi kan bantalan bagi sang istri, pasal nya istri nya pasti akan merasa lebih pegal jika tertidur dengan posisi seperti ini


mulai mengangkat tangan kanan, kemudian mengelus wajah nya menurun, hingga pipi kiri nya tersentuh meski diri nya masih mengenakan niqab, mengelus nya dengan lembut sambil tersenyum


mendapat dan merasa kan ada pergerakan di sekitar nya kini berhasil membuat nya terbangun dengan perlahan, sosok yang tengah tersenyum tipis pada nya menjadi objek pertama yang di lihat nya pagi ini, membuat nya terkejut sontak kembali menegakkan duduk nya dan menunduk dengan segera


"e e,, maaf ustadz,, saya,, saya ketiduran?" ucap nya dengan menaut kan kedua jari telunjuk nya merasa gugup


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Yussuf sendiri tersenyum dengan hangat sambil memandangi wajah asri nya


"seharus nya aa' yang minta maaf sama neng,, neng harus tertidur dengan posisi duduk tanpa sadar seperti ini,, hanya karena merawat aa',, terima kasih juga sudah merawat luka aa' dengan baik neng,,?" ucap Yussuf


"ng,, nggak masalah ustadz,, saya,,, saya izin shalat terlebih dahulu ustadz,,?" tutur nya di kala melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 05.30 diri nya merasa sudah begitu terlambat banyak untuk melaksanakan shalat subuh, mungkin akan meng Qada' shalat nya


"tunggu neng,, aa' juga akan ke kamar kecil untuk mengambil air wudhu dan shalat?" tutur Yussuf di kala melihat nya hendak mengambil langkah, dan membuat nya kembali berbalik


"ehm,, maaf ustadz,, jika ustadz belum kuat,, sebaik nya ustadz istirahat terlebih dahulu,, shalat nya bisa di Qada' nanti,,?" tutur nya yang memberi tawaran


"tidak apa apa neng,, aa' sudah merasa baik baik saja sekarang,, setelah neng rawat luka aa',, insya Allah aa' kuat juga melaksanakan nya,," jawab Yussuf masih dengan tersenyum hangat ke arah nya seraya berdiri dan berjalan ke arah kamar kecil meski masih menahan sakit pada perut kiri


meski Yussuf sendiri tengah menahan rasa sakit dalam diri, namun rasa nya tidak rela saja jika laki laki ini harus melewat kan shalat berjamaah bersama dengan sang istri, entah mengapa,, energi laki laki ini seolah merasa penuh, apa lagi sekarang dengan kedua nya yang sudah berstatus sebagai suami istri, rasa nya laki laki ini tidak rela jika harus membiar kan istri nya sendiri mengerjakan sesuatu sendirian


kedua nya selesai dalam melaksanakan ibadah shalat subuh pagi hari ini, di tutup dengan ciuman tangan dari nya,, dan juga di balas dengan kecupan mesra di kening, dari suami nya juga, namun hal itu semakin membuat nya merasa semakin malu dan canggung ketika berpapasan dengan suami nya secara langsung


"terima kasih,, neng sudah menjadi perantara kesembuhan untuk aa',,?" ucap Yussuf di kala selesai mengecup kening nya dengan lembut


"nggak,, nggak apa apa ustadz,, sudah seharus nya,," jawab nya yang terus saja tertunduk


...*** ...


"teh,, apa teteh di dalam?" ucapan Ratih yang bisa di dengar oleh kedua nya dari luar, mengetuk pintu kamar kedua nya ini


"iya Ratih,, teteh di dalam,, ada apa,, masuk lah,," tutur nya dengan menoleh ke arah belakang karena sekarang diri nya memang sedang membelakangi pintu


terlihat Ratih yang membuka pintu dan tersenyum manis ke arah nya, namun membuat Yussuf sendiri memutar bola mata malas


"sekarang kan ada teteh aku juga tinggal di sini mas,, jadi aku harus ketuk pintu dulu,, iya nggak teh?" tanya Ratih seraya memandangi wajah nya sambil tersenyum


"hmm,, iya Ratih,," jawab nya seraya tersenyum juga


"oh iya teh,, Umi sama Abi suruh aku untuk memanggil teteh sarapan,, kita sarapan pagi sama sama ya teh,, mas nggak usah ikut,, nanti biar Umi yang antar ke sini sarapan nya" seru Ratih sambil merangkul pundak nya hendak berjalan keluar


"ish,, kebiasaan banget repotin Umi,, mas juga bisa kali,," jawab Yussuf yang melihat kedua wanita ini tengah berdampingan


"emm,, maaf ustadz,, saya,, saya izin ke belakang dulu,, nanti biar sarapan nya saya yang ambil kan,,?" pamit nya yang mengundang senyuman menawan dari Yussuf sendiri


"hmm,, boleh neng,, sarapan dulu saja ya,, biar nanti aa' belakangan saja,,?" jawab Yussuf sambil tersenyum


kedua wanita ini pun berlalu ke arah dapur, dan mendapati Umi dan Abi yang memang sedang memulai sarapan pagi


"Khaliza,, sini sarapan dulu nak,, duduk dekat Umi?" ajak Umi saat melihat kedatangan kedua nya sambil menepuk kursi di samping Umi


"hmm,, iya Umi,, terima kasih,, tapi,, Liza nanti saja,, ustadz juga belum makan,, Umi,, apa Liza boleh meminjam dapur nya,, Liza mau masak sup daging sapi untuk ustadz,,?" izin nya malu malu, dan membuat Umi dan Abi tersenyum di kala mendengar setiap penuturan nya


"hmm,, Khaliza,, pakai lah dapur di sini,, anggap saja rumah sendiri,, seperti sama siapa saja,, kan sudah pernah ke sini,, pasti nggak lupa dong sama letak dapur nya?" kali ini Abi yang berseru dengan lembut di sertai godaan kepada nya


"hmm,, iya Abi,, terima kasih banyak sebelum nya?" tutur nya yang seraya bergegas ke dapur dan mulai memasak sup


"teteh nggak ikut sarapan juga,, kenapa,, nggak ada mas ya di sini nya?" tanya Ratih yang sedang mengambil air putih di dapur


"nggak apa apa Ratih,, bukan begitu,, teteh hanya merasa tidak enak saja jika harus sarapan terlebih dahulu dengan mendahului ustadz,," jawab nya yang membuat Ratih mengangguk dan faham


"begitu ya teh,, baiklah teh,, nggak masalah,, tapi lain kali,, teteh mau ya sarapan sama aku?" tutur Ratih dengan manja


"hmm,, iya insya Allah Ratih,, teteh akan sarapan pagi sama kamu lain kali ya?" jawab nya yang mengundang binar pada kedua mata Ratih


...*** ...


"assalamualaikum,, di makan sarapan nya ustadz,,?" ucap nya seraya meletak kan nampan yang sudah berisi sup daging sapi dan segelas air putih di atas nakas


melihat dan mendengar hal itu, Yussuf yang tadi nya sedang bersandar ria sambil membaca buku di atas tempat tidur pun kini menegakkan kembali tubuh nya dan memandangi nya yang mulai terduduk di tepi tempat tidur juga di hadapan nya


"waalaikum salam warahmatullah,, lho,, kok cepat sekali neng sarapan nya,, jangan jangan neng belum sarapan lagi?" tanya Yussuf yang merasa sedikit ada yang berbeda pada diri nya


"hmm,, nggak masalah ustadz,, saya sarapan nanti saja,, tidak biasa sarapan sepagi ini" jawab nya dengan lembut


"kenapa belum sarapan sih neng,, apa karena aa', tidak usah merasa sungkan di sini,," tutur Yussuf seraya memandangi nya


"nggak masalah ustadz,, saya hanya merasa tidak terbiasa sarapan sepagi ini saja,," jawab nya


"hhhhh,, baiklah,, tapi harus aa' tegas kan neng,, jangan di ulang lagi, apa lagi jika aa' tidak sedang sakit ya,, aa' takut neng juga ikutan sakit soal nya?" tutur Yussuf yang di angguki oleh nya


melihat hal itu membuat Yussuf tersenyum simpul, melihat sang istri yang begitu terlihat patuh akan penuturan dan keinginan sosok yang menjadi suami nya


_Assalamualaikum Zahra_


Senin, 21 Agustus 2023