
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Harus Kah Aku Berkata Jujur_...
..."hidup memang tidak selalu sesuai harapan,, namun jika kita bisa melihat dengan kesabaran,, maka akan selalu ada kesempatan di setiap kehidupan,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
"neng minta maaf sama aa',, jika neng pernah merasa ragu akan apa yang menjadi keputusan Ayah dan Bunda,, dulu neng pernah menentang keras perjodohan ini,, neng pernah marah sama Bunda,, bahkan neng pernah sampai menunjukkan terang terangan sisi rapuh neng di hadapan Ayah,, dan itu semua,, karena neng merasa ragu,, dengan apa yang neng dengar dari Ayah dan Bunda a',,?" tutur nya dengan menautkan kedua jari telunjuk nya dalam tundukan kepala nya
"hmm,, tidak masalah neng,, aa' mengerti,, kini aa' begitu mengerti dengan keputusan neng saat itu,, neng yang berada lima tahun,, di bawah usia aa',, mungkin itu membuat neng merasa terkejut bahkan tertekan dengan mendengar ada nya keputusan perjodohan ini,, di usia semuda itu,, neng pasti masih ingin bersenang senang,, bersama dengan teman teman neng yang lain,, aa' tidak egois,, aa' juga bahkan merasa kan nya di usia semuda itu dulu,," jawab Yussuf dengan lembut dan penuh perasaan menatap ke arah nya yang terus menunduk
"tapi,, ngomong ngomong,, kata nya neng merasa malu saat melihat pakaian yang Arsen hadiah kan sama neng,, mengapa malam ini neng tiba tiba mengenakan nya juga,,?" bisik Yussuf yang membuat nya terdiam mematung
"e,, bukan apa apa a',, neng hanya berusaha membuat Arsen merasa neng menghargai pemberian nya,, tidak lebih,," jawab nya dengan cepat
mengapa suami nya ini masih saja menyadari jika diri nya memang mengenakan pakaian pemberian dari sang adik,, sedetail itu kah suami nya memperhatikan nya,, padahal diri nya sendiri pun sudah menutupi nya dengan mantel,, namun masih saja terlihat jelas oleh suami nya ini
"hmm,, begitu kah,, tapi,, kenapa memakai pakaian nya di lapisi lagi dengan kimono outer Hoodie ini,,?" goda Yussuf yang malah semakin mendekat kan diri pada nya
"e,, itu,," jawab nya yang entah mengapa menjadi gugup hanya dengan menyadari jika Yussuf tengah memandangi dan bahkan semakin mendekat ke arah nya
"tidak kah neng merasa gerah,, mengenakan pakaian berlapis lapis seperti ini hmm,,?" tanya Yussuf lagi
"emm,, tidak a',, maksud nya,, tidak masalah,, saya terbiasa mengenakan pakaian tidur berlapis seperti ini,," jawab nya yang semakin menunduk dalam
"hmm,, kalau neng merasa kegerahan buka saja kimono nya,, nggak masalah kok,, bahkan aa' suka melihat nya,," tutur Yussuf yang membuat nya terpejam
kedua kaki nya kian di tekuk di dalam selimut,, bahkan kedua tangan nya tanpa sadar mengepal dengan kuat di kedua sisi tubuh nya,, seiring dengan pejaman mata nya yang kian waktu kian mengerat
tunggu,, mengapa diri nya merasa,, jika kimono yang tengah di kenakan nya mulai meluruh,, apa kah,,? tidak,, hal ini tidak mungkin bukan,,?
Mencoba untuk memberani kan diri dengan membuka kedua mata nya,, hingga diri nya dapat melihat dengan jelas Yussuf yang tiba tiba saja berada di hadapan nya,, memandangi wajah nya dengan tatapan berbinar dan terus tersenyum
kimono outer Hoodie,, sudah berada di genggaman tangan sang suami,, membuat nya terkejut di kala melihat nya,, menyimpan kimono outer Hoodie tersebut di tepi tempat tidur dengan asal,, kini kedua tangan Yussuf pun mulai memegangi kedua pundak nya dengan lembut,, membuat nya bungkam semakin bungkam saja
senyuman menawan yang tidak di lepas kan oleh sang suami kini berhasil membuat nya terdiam seribu bahasa,, membuat Yussuf leluasa bergerak dan mulai mendorong dengan pelan kedua bahu nya,, merebah kan tubuh nya dengan perlahan
kedua netra itu masih tidak saling melepas kan,, saling melempar kan tatapan dalam,, lebih tepat nya,, Yussuf yang menatap nya dengan tatapan dalam,, namun dengan diri nya yang merasa bingung harus bagaimana,, apa lagi ketika diri nya menyadari jika suami nya kini menatap nya dengan tatapan yang cukup dalam dan pasti nya,, sulit di arti kan
hingga diri nya sudah dalam posisi berbaring seiring dengan tatapan kedua mata yang lembut itu,, tanpa sadar diri nya sudah berbaring di atas tempat tidur ini,, dan Yussuf yang sudah menindih tubuh nya,, namun masih menahan berat tubuh nya sendiri,, karena laki laki ini tidak ingin sang istri menopang seluruh berat badan nya sendirian
saling terdiam untuk sejenak,, hingga Yussuf pun mulai memajukan wajah mendekati wajah nya dengan perlahan 'neng,, boleh kah aa',,,'
"ada apa neng,, apa kah ada yang salah,,?" tanya Yussuf yang sontak saja melihat ke arah nya,, memandangi wajah nya yang jelas seperti terkejut
bukan nya menjawab pertanyaan dari suami nya yang merasa khawatir melihat keadaan nya,, diri nya bahkan malah memandangi tubuh nya yang nyata nya masih memakai pakaian lengkap,, bahkan kimono outer Hoodie milik nya masih setia terpasang di tubuh nya
astaghfirullah,, nyata nya diri nya sedang berfantasi,, bukan benar benar mengalami nya,, entah dari mana datang nya fantasi liar itu,, padahal jika diri nya sedang berhalusinasi,, tidak sampai seliar itu,, hanya halusinasi biasa saja,, lantas mengapa diri nya bisa memikir kan hal yang tidak tidak malam ini,, akh,, memalu kan saja,, ini semua karena ulah Arsen,, jika saja adik nya itu tidak memberi kan hadiah seperti ini,, mungkin saja diri nya tidak akan sampai berfantasi liar seperti itu,, hhh,, memalu kan saja
"neng,, ada apa,, kok aa' tanya nggak di jawab,,?" tanya Yussuf mengulangi,, dengan mengusap lembut pundak kiri nya
"astaghfirullah,, maaf a',, bukan apa apa,," jawab nya yang sontak saja berdiri dengan tegak,, membuat Yussuf mengerut kan kening heran
"neng kenapa,,?" tanya Yussuf yang merasa tingkah nya hari ini begitu aneh
"akh,, tidak ada apa apa a',, emm,, yang aa' kata kan benar juga,, mungkin tengah malam,, neng akan merasa gerah juga,, jika mengenakan pakaian berlapis seperti ini,, apa kah neng bisa saja ya,,?" tutur nya berusaha menyembunyi kan rasa gugup nya,, membuat Yussuf tersenyum tipis
"tuh kan,, aa' bilang juga apa,, buka saja kimono nya,, dari pada tengah malam nanti neng kegerahan,," jawab Yussuf membenarkan
"tapi,, apa aa' izin kan,,?" tanya nya dengan ragu dan berhasil membuat Yussuf tersenyum simpul
"hmm,, ya aa' izin kan lah neng,, senyaman nya neng saja,, apa pun yang membuat neng nyaman,, asal kan neng di dekat aa',, itu tidak akan aa' permasalah kan kok,," jawab Yussuf
"mm,, baiklah a',, neng lepas kimono nya ya,,?" tutur nya yang membuat Yussuf mengangguk dengan perlahan
mulai melepas kimono yang tengah di kenakan nya,, dan membawa nya ke ruang ganti,, kembali menggantung nya di tempat semula,, lantas kembali ke kamar setelah sebelum nya kembali menutup lemari tempat kimono nya di gantung
melihat istri yang mulai menghampiri dengan penampilan yang terlihat berbeda,, jujur,, kini berhasil membuat Yussuf sendiri meneguk ludah dengan susah payah,, bukan tanpa alasan,, pasal nya jiwa kelelakian Yussuf pun tak bisa di pungkiri merasa tergoda,, namun laki laki ini tahu dan cukup mengerti,, mungkin diri nya yang masih dalam tahap membiasa kan diri nya berada di dekat suami nya ini
"akh,, apa yang aku pikir kan,, sudah selesai neng,, sini,, kita tidur,, tanpa di rasa,, semakin larut juga malam ini,, neng pasti kelelahan karena menunggu aa' terlalu lama,,?" ajak Yussuf yang melihat nya terduduk di posisi awal nya
"tidak masalah a',, itu sudah menjadi kewajiban neng untuk menunggu aa' dari bekerja,," jawab nya seraya duduk
"terima kasih ya neng,, maaf juga?" ucap Yussuf yang di tanggapi anggukan kecil dari nya
"baiklah,, ayo tidur,, selamat malam neng,, tidur nyenyak ya,,?" ucap Yussuf yang sudah sama sama membaringkan tubuh kedua nya masing masing
"hmm,, ya,, tidur nyenyak juga a',," jawab nya sebelum benar benar menyusuri alam mimpi nya
akh,, semoga dengan tidur ini,, diri nya dapat melupakan fantasi yang pernah hinggap di dalam pikiran nya dan bangun pagi besok dengan tubuh yang bugar
_Assalamualaikum Zahra_
Ahad,, 24 September 2023