Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Sebuah Ilusi Biru_...


..."Allah tidak mencipta kan sesuatu yang lebih kuat melebihi do'a,, DIA telah menjadi kan do'a lebih kuat dari pada takdir-NYA,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


semua nya sama sama sarapan dengan hening,, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar di ruang makan keluarga Al Hanand pagi ini,,


hingga pada akhir nya,,,


"ehm,, Ayah,, ada yang mau Yussuf bicara kan sama Ayah juga Bunda,," tutur Yussuf yang memulai pembicaraan membuat kedua orang tua nya menoleh ke arah sang menantu


"ada apa Yussuf,, apa kah ada masalah?" tanya Ayah yang di angguki oleh Bunda juga


"iya nak,, ada apa?" tanya Bunda dengan mengangguk mengiyakan pertanyaan Ayah


"emm,, Ayah,, Bunda,, Yussuf tahu,, mungkin neng Zahra adalah sebuah permata kesayangan kalian di sini,, namun,, boleh kah Yussuf mengajak neng Zahra tinggal di rumah Yussuf?" tanya Yussuf dengan menunduk


"tinggal di rumah kamu,, kamu punya rumah,, sejak kapan,, kok nggak pernah cerita sama Ayah dan Bunda?" tanya Bunda yang membuat Yussuf tersenyum


"hmm,, alhamdulillaah Bunda,, Yussuf punya rumah,, memang tidak begitu besar,, tapi,, insya Allah akan cukup untuk tempat tinggal kita berdua,," jawab Yussuf seraya menggenggam tangan nya dari bawah meja, membuat nya menunduk malu


"jauh sebelum Yussuf melaksanakan akad nikah bersama neng Zahra,, Yussuf sudah menyiap kan semua nya,, alhamdulillaah,, sekarang sudah bisa di tempati Ayah,," lanjut Yussuf lagi dan menoleh ke arah nya yang sejak tadi terus tertunduk, menoleh sekilas dengan tersenyum simpul ke arah sang istri


"bukan masalah Yussuf,, hanya saja,, apa kah kamu tidak betah tinggal di sini bersama dengan kami,,?" tanya Ayah yang menatap sang menantu dengan tatapan sayu


"tidak Ayah, justru Yussuf begitu betah bisa tinggal di sini,, hanya saja,, Yussuf mengerti,, Yussuf dan neng Zahra sama sama ingin belajar mandiri,, jadi,, semalam kita sudah sepakat untuk tinggal berdua di rumah pribadi Yussuf,," jelas Yussuf yang sebenar nya membuat Bunda merasa sedih dengan apa yang di sampai kan


"hmm,, tidak apa nak,, jika kamu ingin mengajak istri mu tinggal berdua sama kamu,, tidak masalah,, Ayah sudah tidak ada hak untuk melarang nya,," jawab Ayah dengan tersenyum


"nggak Ayah,, Liza bahkan belum merawat kakak dengan baik,, mengapa dia harus tinggal hanya bersama dengan suami nya?" tanya kak Nisa yang merasa berat jika harus kembali berpisah dengan nya lagi


"kakak tidak perlu merasa khawatir,, Yussuf mengerti,, kita akan tinggal selama beberapa hari lagi,, agar istri aku bisa menjaga kakak dengan baik,, bukan begitu neng?" tanya Yussuf dengan lembut


"emm,, iya kak,, aku nggak akan pergi jauh lama lama dari kakak,, aku akan tinggal di sini untuk beberapa hari ke depan,, agar aku juga bisa bersama dengan kakak,," tutur nya membenar kan


"lantas,, di mana kah rumah pribadi kamu Yussuf,, apa kah cukup jauh dari rumah ini?" tanya Ayah


"tidak Ayah,, Yussuf tinggal di Callista Prima Residence,, Yussuf membangun salah satu rumah di perumahan sana,," jawab Yussuf


"Callista Prima,, perumahan itu seperti nya Ayah pernah mendengar nya, tapi di mana,, Ayah lupa,," jawab Ayah


"kalian akan meninggal kan kakak di sini?" tanya kak Nisa dengan raut wajah yang layu


"hmm,, tidak kak,, kita tidak akan meninggal kan kakak kok,, untuk sekarang,, kita akan tinggal beberapa hari lagi di sini,, kakak bisa menghabis kan waktu bersama neng Zahra,, aku nggak akan larang kok,, sebelum kami benar benar pindah,, kalau pun kami sudah pindah juga,, bukan berarti kita nggak bisa ketemu lagi kan kak, kita akan sering berkunjung ke sini jika ada waktu yang pas,," jawab Yussuf yang membuat kak Nisa kembali ceria


"benar kah,, kakak pegang pembicaraan kamu ya Yussuf,, jangan kecewa kan kakak,, kamu bahkan tahu sendiri,, kakak begitu dekat dengan istri mu ini,, jadi jangan pisah kan kakak dengan dia dalam waktu yang lama,, oke?" tanya kak Nisa lagi


"oh iya neng,, hari ini,, aa' mulai kerja lagi ya,, masa cuti aa' sudah habis,, aa' mau ke universitas?" pamit Yussuf seraya menunjukkan senyum pada nya


"emm,, iya a',," jawab nya yang terus tertunduk


"ekhem,, yang sudah jadi suami istri, tapi kok masih canggung saja si di lihat nya,, ceria dong,," sindir Ayah sengaja menaikkan intonasi suara agar diri nya mendengar nya


"Ayah,, apaan si,," jawab nya


"neng,, mungkin aa' selesai memberi pelajaran di universitas pukul 13.45, pulang nya aa' mau mampir ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian ganti,, neng nggak apa apa kan,, aa' tinggal,, kemungkinan,, sampai di sini aa' sorean,, pukul 15.00?" tutur Yussuf lagi seraya melirik ke arah arloji di pergelangan tangan kiri nya


"iya a',, nggak masalah,," jawab nya


"lho,, kenapa sudah masuk kerja saja si,, padahal baru sebentar lho habis kan waktu berdua,, kenapa harus di tinggal lagi?" tanya kak Ahkam


"kak,, ini aku sudah lama nggak kerja juga,, itu juga nambah waktu cuti lagi karena dapat penawaran khusus dari rektor universitas,," jawab Yussuf dengan menjelas kan


"kak Nisa,, kakak bantu jaga kan istri nya aku ya,, aku nya bakalan pulang sore hari soal nya,, kakak habis kan waktu sama adik nya kakak saja sekarang,, waktu istri aku hari ini sama kakak,,?" tutur Yussuf lagi yang membuat kak Nisa mengangguk dengan semangat


"gitu dong,, jangan buat Liza meninggal kan kakak terlalu lama,, kakak nya kesepian di sini tahu,," jawab kak Nisa


"kakak nggak mungkin kesepian lah,, bukan kah ada kak Ahkam di samping nya kakak,, lagi pula,, kakak kan akan segera menjadi seorang ibu,, jadi nggak akan merasa kesepian banget dong,,?" goda Yussuf yang mendapat kan tatapan tajam dari kak Ahkam


"he,, maaf kak,, aku hanya bercanda?" ucap Yussuf dengan menunjukkan deretan gigi putih nya membuat kak Ahkam menghembus kan nafas panjang saja


"neng,, sudah siang,, aa' berangkat sekarang ya,, mungkin mahasiswa nya aa' sudah berkumpul?" pamit Yussuf yang segera berdiri, di ikuti juga oleh nya sampai ke depan pintu rumah utama


"aa' pamit ya neng,, sudah siang,, mahasiswa nya aa' pasti lama menunggu kedatangan aa' di universitas?" ucap Yussuf sambil terus menatap arloji


"emm,, iya a',, aa' hati hati di jalan,," jawab nya seraya meraih tangan Yussuf, mencium punggung tangan sang suami dengan khidmat, dan berhasil membuat Yussuf tersenyum


"iya,, aa' pasti hati hati,, sebenar nya apa yang di kata kan kak Nisa ada benar nya juga,, aa' nggak mau terlalu cepat pergi ke universitas untuk mengajar,, meninggal kan neng sendirian di rumah,, meski masih ada keluarga neng yang menemani,, tapi mau bagaimana lagi,," tutur Yussuf dengan berbisik lembut di samping telinga nya


"ekhem,, jadi nggak tega nih Ayah berangkat pagi ini,, Kam,, kita harus gimana nih,, biar kan pasutri baru ini berduaan,,?" goda Ayah yang tiba tiba saja datang, hendak berangkat ke kantor juga


"Yah,," ucap nya yang merasa di buat malu


"ya sudah neng,, aa' berangkat ya,, neng hati hati di rumah,,?" pamit Yussuf


"iya a',, aa' juga,, jangan membiasa kan diri untuk menyetir dengan kecepatan di atas rata rata,," tutur nya mengingat kan


"hmm,, iya,, cup,, aa' berangkat dulu ya,, assalamualaikum?" pamit Yussuf setelah sebelum nya mengecup kening nya dengan singkat


"waalaikum salam warahmatullah,," jawab nya seraya melihat kepergian mobil yang Yussuf kendarai


_Assalamualaikum Zahra_


Selasa, 5 September 2023