
..._Assalamualaikum Zahra_ ...
..._Belajar Menerima Semuanya_...
..."hai hujan,, dari mu aku belajar, untuk terus menyejukkan, meski hati sedang terjatuh dan rapuh,," ...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_ ...
rasa sakit pada bagian perut nya kini berhasil mengusik nya dari tidur nyenyak nya, lebih memilih bangun, terduduk dengan menunduk kan kepala nya tengah mengumpul kan kesadaran nya, membaca do'a, kemudian mulai kembali menegakkan kepala nya
satu yang diri nya tangkap, di kala sorotan mata teduh itu menoleh ke arah kanan, sosok pria dengan pakaian kaus putih polos yang membaluti tubuh yang mungkin atletis nya itu kini tengah tertidur dengan tenang, juga dengan kedua tangan yang saling menyilang di depan dada pria ini
'oh Allah,, benar kah dengan apa yang saya lihat di pagi hari ini, hhh, laki laki yang sudah menghalalkan saya, imam saya sekarang, separuh agama saya, bantu saya untuk tidak mengecewakan nya ya Rabb,,,' batin nya di kala sedikit memandangi wajah tampan di samping nya itu dari ekor mata lentik nya
melihat jam pada ponsel nya yang memang sudah tersimpan di atas meja nakas, 04.00, waktu saat ini, ternyata masih sangat pagi, namun sudah sangat terlambat jika untuk melakukan kewajiban nya sebagai hamba-NYA, shalat di waktu sepertiga malam, terlebih lagi tamu nya yang masih ada
lebih memilih menyapu kan pandangan nya ke segala penjuru kamar hotel ini, mencari barang yang selalu diri nya bawa ke mana pun ketika diri nya bepergian jauh, koper, entah di mana koper nya di letak kan
hingga netra nya melihat gaun muslim yang tengah tergantung di depan lemari, dengan cepat, diri nya pun segera melangkah ke arah lemari, membawa gaun muslim tersebut, dan segera memasuki kamar kecil
...***...
cukup lama diri nya menghabis kan waktu nya di dalam kamar kecil, untuk bersuci setelah kedatangan tamu bulanan nya, mandi, dan tak lupa dengan mengambil air wudhu, hingga kini, diri nya pun selesai dan keluar dari dalam kamar kecil hotel ini
ceklek
suara pintu terbuka, dengan penampilan yang cukup elegan, kini diri nya tengah mengenakan gaun dengan warna peach lengkap dengan khimar, niqab, dan manset nya
memilih menyapu kan pandangan nya ke seluruh penjuru kamar, hingga netra nya teralih kan di kala melihat ustadz yang masih tertidur dengan begitu pulas nya
diri nya pun mengenakan mukena nya terlebih dahulu, sebelum akhir nya membangun kan sang suami dengan embel embel ustadz nya itu
"maaf ustadz,, apa ustadz bisa bangun terlebih dahulu?" tutur nya yang malah terdengar begitu lembut di kedua telinga ustadz Yussuf sendiri, sambil menyentuh tangan kanan ustadz Yussuf yang masih tertutupi oleh selimut bad cover khas hotel
ustadz Yussuf yang memang mudah sekali terbangun meski dengan pergerakan kecil di sekitar nya segera membuka kedua mata nya "ehm,, iya neng, kenapa, apa neng Zahra membutuh kan sesuatu?" tanya Yussuf kembali, dengan perlahan seraya bangun dan terduduk dengan bersandar pada kepala tempat tidur sambil menutup mulut nya karena menguap
"a,, akh,, tidak ustadz,, namun,, bersedia kah ustadz untuk menjadi imam shalat shubuh saya di pagi hari ini?" tutur nya dengan kepala yang menunduk dalam
"akh,, apa kah neng sudah bersuci, baiklah,, aa' akan mengambil air wudhu terlebih dahulu neng, neng bisa menunggu aa' di sini,," jujur, ada perasaan berbunga di kala mendengar sang istri sendiri yang meminta nya untuk menjadi imam shalat nya pagi ini, untuk pertama kali nya, membuat hati Yussuf merasa senang dan semangat untuk melaksanakan shalat yang mungkin sangat teramat berat dengan rintangan nya ini
pintu kamar kecil di buka, menampilkan sosok laki laki, masih dengan di balut kan kaus putih polos dan celana training itu, namun yang membuat nya berbeda, kini dengan wajah dan rambut yang basah, membuat siapa saja yang melihat nya akan merasa terkagum dan terpesona, namun entah lah, diri nya yang hanya bisa terus menundukkan pandangan nya, terlebih sang ustadz yang tidak meluntur kan senyuman nya sejak tadi
...***...
kini kedua nya tengah rapi dengan pakaian shalat dan sudah menempat kan diri di atas sajadah yang akan menjadi alas shalat kedua nya
sejujur nya, ada rasa sedikit gemetar, di kala Yussuf tengah mengimami shalat berjamaah bersama sang istri, meski pun demikian laki laki ini cukup sering menjadi imam mulai dari shalat wajib hingga shalat Sunnah Jum'at berjamaah di pondok, namun entah mengapa, kali ini laki laki itu terlihat sedikit gemetar, pasal nya baru pertama kali laki laki ini menjadi seorang imam dari makmum seorang perempuan yang bahkan sudah berstatus sebagai istri nya sendiri, biasa nya laki laki ini akan mengimami shalat Umi nya atau pun Ratih, adik nya
begitu juga dengan Khaliza sendiri, wanita ini tengah terlihat begitu gugup di kala mendengar Yussuf yang memulai shalat kedua nya, pasal nya wanita ini juga tidak pernah mendapat kan imam laki laki selain ayah nya sendiri, atau Arsen dan kak Ahkam, atau bahkan imam di Masjid Jami' dan sekarang sosok laki laki tengah mengimami shalat berjamaah nya yang status nya sudah berganti menjadi suami nya, tak jarang juga diri nya mengusapkan telapak tangan nya yang mulai di aliri oleh keringat dingin, perasaan gugup itu berusaha di tepis nya, namun diri nya pun tidak bisa memungkiri hal ini, karena memang merasa benar benar begitu gugup, diri nya tidak bisa menghindari perasaan gugup ini
hingga di saat salam terakhir pun kedua nya masih tetap merasakan kegugupan yang mendalam namun berusaha di tepis oleh perasaan masing masing
hingga kini,,,
melihat Yussuf yang berbalik badan sontak saja membuat nya berinisiatif meraih tangan kanan sang suami kemudian mencium tangan nya bolak balik dengan khidmat
darah nya terasa berdesir hebat di kala mendapati nya yang berinisiatif mencium tangan nya terlebih dahulu, dengan ragu, Yussuf pun memilih mencium kening sang istri dengan begitu lembut, dengan mata terpejam menikmati setiap detik kebersamaan nya, hingga saat ciuman itu terlepas, baru lah laki laki ini dapat melihat wajah sang istri meski dengan masih tertutupi niqab
"maaf jika bacaan Al-Qur'an nya aa' kurang enak di dengar?" tutur Yussuf dengan tersenyum simpul memandangi wajah teduh nya seraya mengusap lembut kepala nya ke arah belakang kepala
"tidak masalah ustadz" jawab nya singkat dengan tundukkan kepala khas nya seraya berdiri dari duduk nya
"mau ke mana neng?" tanya Yussuf dengan menahan tangan kanan nya, membuat pergerakan nya terhenti dan berbalik sekilas
"beres kan alat shalat ustadz" jawab nya seraya berjalan dan membuat tautan kedua tangan nya terlepas
"hmm,, ya sudah,, aa' tunggu di kamar ya?" ucap Yussuf dengan lembut
kini Yussuf pun mengetahui, begitu jelas mengetahui, jika istri nya itu hanya berusaha menyibukkan diri nya agar kedua nya tidak canggung, Yussuf pun memilih pergi dan duduk di tepi tempat tidur dengan membuka ponsel nya
sedang kan dengan Khaliza, wanita ini terlihat sedang melipat mukena dan dua sajadah yang menjadi alat salat kedua nya tadi
'oh Allah,, mengapa rasa rasa nya bisa se canggung ini, mengapa juga rasa nya begitu menggetarkan hati saya di kala berdekatan dengan jarak yang cukup dekat dengan beliau?' batin nya sambil menyentuh dada nya dengan tangan kanan nya
_Assalamualaikum Zahra_
Ahad, 13 Agustus 2023