Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_ ...


..._Harapan Di Atas Sajadah_ ...


..."kamu tidak bisa kembali untuk merubah sesuatu yang sudah di mulai, tetapi kamu bis memilih untuk memulai dari mana dan merubah akhir cerita" ...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_ ...


di pekat malam, kala semua orang tengah pulas dengan tidur dan mimpi nya masing masing, kini berbeda dengan seorang gadis dengan balutan Khimar navy itu yang kini terbangun untuk menjalan kan kewajiban nya di sepertiga malam, diri nya terlihat ikhlas dan khusyuk dalam beribadah di malam yang gelap gulita ini


yaah, dia adalah Khaliza, si gadis lugu dengan balutan mukena brokat merah maroon itu kini tengah menengadah kan kedua telapak tangan nya menghadap kiblat, setelah selesai melaksanakan shalat istikharah


shalat istikharah adalah shalat Sunnah yang di lakukan dengan maksud untuk meminta petunjuk dari Allah dalam memilih dua pilihan atau lebih agar keputusan yang akan di ambil atau di pilih memberikan keberkahan, kebaikan dan keridhaan Allah SWT


shalat istikharah dapat di laksana kan pada pagi hari atau pun malam hari, shalat ini di laksana kan dua rakaat dengan urutan sebagai berikut:


*pada rakaat pertama, setelah membaca surah Al Fatihah, di lanjut kan dengan membaca surah Al Kafirun, dan


*pada rakaat kedua, setelah membaca surah Al Fatihah, lanjut kan dengan membaca surah Al Ikhlas


*niat shalat istikharah


أصل سنه الا ستخا رة ركعتين لله تعلي الله أكبر


artinya; saya berniat shalat istikharah dua rakaat semata mata karena Allah ta'ala, Allah Maha besar


*do'a setelah shalat istikharah


الهم اني أستخيرك يعلمك وأستقدرك بقدرتك وأسألك من فضلك العظيم فإنك تقدرولاأقدر وتعلم ولا أعلم وأنا علامة الغيوب الهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعا شي وعاقبة أمري أوعا حل أمري وآجله فاقد ره لي ويسره لي ثم لا رك لي فيه وإن كنت تعلم أن هدا الأمر شر لي في ديني ومعا شي وعا فبة أمري أوفي عل جل أمري وآجله فا صر فه عني واصر فني عنه واقد رلي الخير حيث كان ثم ارضني


'ya Allah, aku memohon kepada-MU agar memilih kan untuk ku mana yang baik berdasar kan ilmu-MU, dan aku memohon kepada-MU dengan kemuliaan-MU yang agung, sesungguh nya, Engkau Maha Kuasa sedang kan aku tidak mempunyai kemampuan sedikit pun, Engkau Maha mengetahui sedang kan aku tidak mengetahui, dan sesungguh nya Engkau Maha mengetahui segala yang ghaib


'ya Allah,, sekira nya Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagi ku untuk agama, kehidupan ku, dan akhir perkara ku, cepat atau lambat, maka berikan lah perkara ini kepada ku, mudah kan lah untuk ku, kemudian berkati aku dalam perkara ini


'ada pun jika Engkau mengetahui, bahwa perkara ini buruk bagi ku dalam agama dan kehidupan ku serta akibat perkara ini maka jauh kan lah perkara ini dari ku dan jauh kan lah aku dari nya, dan jadi kan lah kebaikan untuk ku di mana saja aku berada serta jadi kan lah aku Ridha atas segala pemberian-MU'


Ya Allah,,, wahai Tuhan bagi seluruh alam, kini, aku kembali berserah diri pada-MU, jika memang ini adalah pilihan yang baik dan tepat untuk ku, maka aku mohon, beri aku petunjuk, agar aku tidak meragukan semua nya, dan aku memohon, berikan lah aku kesabaran yang mampu melebihi batas dan waktu, agar aku bisa menghadapi ini semua dengan senyuman yang senantiasa terpancar dari bibir ku, aku mohon, kuat kan lah aku ya Allah,,'


begitu lama diri nya berdoa, bahkan diri nya memanjat kan do'a do'a nya sambil mengalirkan sebulir bening dari kedua pelupuk mata nya, yaah, diri nya ber do'a sambil menangis, bersujud di atas sajadah nya dan mengangkat kedua telapak tangan nya hingga menengadah, memohon petunjuk-NYA, tidak ada harapan lain lagi untuk nya saat ini, selain harapan di atas sajadah, itu lah yang tepat untuk diri nya saat ini,,


hingga diri nya pun mengusap kan kedua telapak tangan nya pada wajah nya, melipat mukena nya, kemudian kembali beristirahat keluar dari mushola kecil di kamar nya dan kembali merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur busa nya


pikiran nya tiba tiba saja melayang entah ke mana, melayang tidak karuan


'bagaimana dengan kak Andra, bagaimana dengan kelanjutan sekolah ku di asrama, bahkan Lia saja masih bertunangan, apa aku harus, mendahului kedua sahabat ku untuk akad?' gumam nya dengan pandangan menunduk


pikiran nya sejenak hanya memikir kan apa yang akan menjadi jalan takdir nya kelak, hanya memikir kan, bukan lah berprasangka buruk, hingga tanpa sadar diri nya pun kembali terlelap tidur


'akh,, di mana ini?' gumam nya sambil memegangi kepala nya dengan kedua tangan nya


'assalamualaikum nak?' ucapan salam seorang paruh baya dengan wajah bersih nya dan jubah putih itu kini tengah menghampiri nya


'wa,, waalaikum salam warahmatullah' jawab nya yang mulai menurun kan kedua tangan nya dan memandangi wajah sosok laki laki paruh baya itu dengan tatapan penuh tanya


'boleh bapak duduk di samping mu nak?' tanya sosok paruh baya ini dengan lembut sambil tersenyum dan tak henti memandangi nya


'akh, baiklah pak, silakan duduk,,' jawab nya terhenti 'maaf pak, jika saya boleh tahu, di mana kah saya berada, dan,,, bapak ini siapa?' tanya nya mewakili perasaan penasaran nya


mendengar penuturan kata nya yang sopan dan terdengar lemah lembut, kini membuat sosok paruh baya ini tersenyum hangat ke arah nya


'sebelum nya perkenal kan, bapak adalah,, Muhammad Abdullah Al Hanand, kamu ada di gurun pasir sekarang' jawab sosok ini yang membuat nya bingung dan sedikit terkejut kala mendengar penuturan sosok ini


'akh,, maaf, bukan kah anda adalah eyang saya, jika tidak salah, Bunda pernah berkata, jika eyang atau kakek saya bernama,, maaf,, Muhammad Abdullah Al Hanand?' tutur nya memastikan sekaligus terharu, yang membuat sang kakek mengangguk lembut sambil tersenyum


'dan kamu pasti Liza kan, Khaliza Sulistya Az Zahra, anak gadis kedua dari Bilal dan Mila, anak ketiga kakek nak?' tutur kakek dengan lembut menerka


'kak,, kakek bahkan mengetahui nama saya?' tanya nya dengan bingung, pasal nya diri nya tak pernah menyebut kan nama nya sebelum nya pada kakek nya


'hmm,, tentu saja sayang, bahkan kakek yang memberikan nama indah ini untuk kamu, dan sekarang, kakek bisa bertemu dengan mu secara langsung, kakek pangling melihat kamu sudah tumbuh se- dewasa ini nak, boleh kah kakek memeluk tubuh mu, kakek kangen sama kamu?' tanya kakek dengan penuh harap


'boleh dong kek, aku bahkan lebih kangen lagi sama kakek, terlebih aku yang memang tidak pernah bertemu dengan kakek, saat kakek masih ada di dunia, jadi,, aku tidak bisa menunjuk kan bentuk bakti ku pada kakek' jawab nya saat sudah di dalam pelukan hangat sang kakek


'bagaimana kabar Anisa, dan kedua orang tua mu di sana nak, kabar nenek juga?' tanya kakek dengan mengusap lembut punggung nya


'alhamdulillaah, semua nya baik baik saja kek, tapi nenek masih di Turki, baru saja pindah, aku sebenar nya ingin nenek ke rumah, tapi ada keluarga bibi yang menjaga nenek di sana kata Arsen, kak Nisa juga baik kek, beliau sudah menikah, dan,, kedua orang tua ku juga baik kek, semua sehat, apa kakek baik baik juga di sini?' tanya nya yang mulai mengurai pelukan kedua nya


'hehem, yaah, kakek baik baik saja di sini nak, tempat tinggal yang kekal nan nyaman, bagaimana bisa kakek tidak bahagia dan baik baik saja di sini jika kamu saja sering tawasul untuk kakek?' ucap kakek sambil memandangi wajah nya


'hmm,, bagi aku itu bukan apa apa kek, sebenar nya aku ingin bertemu dengan kakek dari waktu yang lama, aku ingin melancarkan niat baik ku untuk menunaikan bentuk bakti ku pada kakek' tutur nya seraya menunduk


'kakek melihat kamu sering tertunduk nak, apa kah kamu merasa ada yang mengganjal pada hati mu, akh,, apa karena perjodohan itu?' tanya kakek dengan tiba tiba, dan membuat nya mengerutkan kening


'kak,, kakek mengetahui nya?' tanya nya dengan tatapan yang terkunci hanya pada kakek di samping nya


'yaah, kakek cukup mengetahui nya nak, ini mungkin memang berat untuk kamu jalani, bahkan mungkin teramat sangat begitu berat, tapi sayang,, satu yang kakek lihat, dia adalah laki laki yang baik, kakek yakin dia akan sangat cocok jika bersanding dengan kamu, menikah lah nak' bujuk kakek yang terdengar lembut di kedua telinga nya


'dia?' tanya nya yang masih dalam perasaan bingung dan heran nya


'yaah, Yussuf, itu lah nama nya, orang yang di pilih kan Ayah dan Bunda untuk mu nak' jawab kakek sambil mengulas senyum


'akh,, apa itu arti nya kakek juga ingin aku segera menikah dengan laki laki pilihan Ayah dan Bunda untuk ku?' tanya nya dengan tatapan nyalang


'kakek kini cukup mengerti dengan ketidaksiapan kamu dalam hal ini nak, kakek tidak ingin kamu salah dalam memilih jalan yang akan kamu tempuh nanti nya, sama hal nya dengan kedua orang tua mu, se tidak nya, kamu bisa mencoba nya terlebih dahulu, jika memang kamu ingin menunai kan bentuk bakti mu pada kakek, maka menikah lah dengan nya, kakek akan sangat senang, jika kamu bisa menempuh hidup dan membina kehidupan rumah tangga dengan nya, hanya itu yang kakek ingin kan dari mu nak' jelas kakek yang sudah tahu akan semua nya


'menikah lah sayang, kakek ingin kamu bahagia bersama dengan nya, kamu mau kan?' tanya kakek pada akhir nya


'ta,, tapi kek, aku takut tidak bisa mencintai dan mengagumi nya, aku,, aku takut membuat nya terluka atau bahkan kecewa karena mengetahui isi hati ku yang sebenar nya' tutur nya menumpah kan segala beban di hati nya pada sang kakek di samping nya


'kakek mengerti nak,, kamu tidak ingin orang terdekat mu tersakiti dengan kabar besar ini kan, sayang, jika kamu takut Andra akan marah sama kamu karena kamu merasa kamu telah mengecewakan nya, itu salah nya sendiri, sejati nya cinta itu kala melihat orang yang kita cintai bahagia, sekali pun orang itu tidak bersama dengan kita, jika dia benar benar mecintai dan menyayangi kamu, dia akan mengerti ini' penuturan kakek yang membuat hati nya lagi lagi meluluh dengan perlahan


'dan perihal cinta, itu bisa datang kapan saja Khaliza, lihat lah kedua orang tua kamu, kedua nya terlihat selalu bahagia, menjalin hubungan yang bahkan, tidak pernah kedua nya impi kan akan sebahagia itu, karena kakek dan nenek juga dulu menjodoh kan kedua nya, maka dari itu, jika kamu menjalani nya dengan hati yang ikhlas, semua pasti akan baik baik saja, calon suami mu juga pasti akan mengerti dan memberimu waktu, pacaran setelah halal itu lebih baik, di banding kan pacaran sebelum halal, atau mengharap kan sesuatu yang bahkan tidak halal untuk mu nak, kita serah kan semua nya pada Allah, jika pernikahan kamu dengan nya baik, maka dengan perlahan kamu akan bisa menerima nya, dan jika sebalik nya, semoga itu bukan jawaban yang tepat, untuk segala tanya mu' nasihat sang kakek yang berhasil membuat nya lagi lagi merasa terkejut


'Ayah Bunda kakek jodoh kan dulu?' tanya nya bingung, pasal nya kedua orang tua nya ini tidak pernah bercerita asal mula riwayat kedua nya


'yaah,, Ayah Bunda kakek nenek jodoh kan dulu, karena Bunda dulu nya wanita yang pemalu, ber pendidikan tinggi, sedang kan Ayah mu dulu itu orang nya berandalan, anak geng motor juga, tapi kepintaran nya tidak bisa di anggap enteng, cukup pintar Ayah kamu dalam bidang pelajaran, olah raga, seni musik, bahkan memiliki suara yang bagus, tampan nya juga benar benar tampan, nurun nya sama Arsen, jadi di jodoh kan, tapi atas izin Allah, Ayah Bunda bisa saling melengkapi sampai sekarang' cerita kakek kala mengenang masa lampau


'begitu kah, tapi,, kenapa aku ragu ya kek, apa aku pantas, bersanding dengan sosok pilihan kedua nya?' tanya nya yang kembali menunduk


'sayang, kamu itu wanita cantik, kamu shalehah, kamu baik, berbakat, tidak bisa di banding kan dengan anak gadis lain nya, jika kamu memang merasa ragu, maka tambah kan lah kisah cinta sayyidina Ali dan Fatimah az-zahra ke dalam kehidupan dan kepribadian mu, niscaya kamu akan bisa menerima nya dengan ikhlas juga' tutur kakek memandangi wajah teduh nya dengan senyuman


'baiklah kek, jika memang itu yang kakek ingin kan, akan ku coba, aku akan berusaha ikhlas dalam menjalani nya' jawab nya masih tertunduk, dan menaut kan kedua jari telunjuk nya


'baik, kakek tunggu nak, coba lah terlebih dahulu, kita tidak akan mengetahui sesuatu sebelum mencoba nya, kakek pamit, kembali lah kepada keluarga mu, kakek akan baik baik saja di sini' ucap kakek yang tidak bisa di cegah nya


"kakek" teriak nya kala tersadar dari tidur nya sontak langsung terduduk


menyadari hal itu, kini diri nya pun memilih duduk untuk sejenak, mengumpul kan kesadaran nya dan pikiran nya yang masih sedikit kacau


dan kemudian menoleh kan pandangan nya pada meja nakas kiri tempat tidur nya


"akh,, aku kira aku kesiangan, ternyata masih pukul segini" gumam nya sambil mengelus dada nya kala melihat jam beker nya masih menunjuk kan pukul 03:30 PM dini hari


menjelang waktu subuh, diri nya kini sudah duduk di atas sajadah nya, tidak lupa diri nya pun kembali menengadah kan kedua tangan nya hendak ber do'a


"ya Allah,, jika memang mimpi itu adalah pertanda dan petunjuk bagi saya, maka saya mohon, permudahkan lah jalan dan langkah yang akan saya ambil, saya percaya, jika keberkahan, selalu terlimpah ruah kan dalam kehidupan saya, maka pemuda kan lah segala urusan saya, amin, amin, ya Allah ya rabbal alamin" mohon ya sambil mengusap kan kedua telapak tangan nya pada wajah asri nya


beberapa saat kemudian


selesai mengerjakan salat shubuh dan sedikit tadarus nya, diri nya pun tidak tertidur kembali, jika biasa nya diri nya akan kembali nyenyak dalam tidur nya, tapi pagi ini diri nya hanya terduduk di atas tempat tidur nya


"ya Allah, apa arti dari mimpi yang aku alami malam itu, apa itu benar, apa aku harus mencoba menerima nya dengan ikhlas?" gumam nya


"tapi,, ya Allah,, maka saya mohon, jika saya menerima nya dengan ikhlas, permudah kan lah bagi saya untuk bisa mencintai dan mengagumi nya meski dengan perlahan?" mohon nya sambil tertunduk lesu


_**Assalamualaikum Zahra_


Senin, 31 Juli 2023**