
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Ruang Dan Waktu_...
..."benar apa kata pepatah,, cinta akan di uji seiring dengan berjalan nya waktu,, yang tulus akan mencintai dengan segala bentuk kekurangan mu,, sedangkan yang hanya singgah,, hanya akan menjadikan kekurangan mu sebagai alasan untuk pergi,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
Ahad,, adalah waktu Yussuf berada di rumah,, tidak pergi ke mana pun,, karena memang hari libur,, entah di universitas untuk mengajar,, di kantor,, atau bahkan di pesantren,, jadi laki laki ini bisa menghabis kan waktu bersama dengan sang istri
sebenar nya laki laki ini cukup kecewa karena istri nya seperti nya masih belum siap,, untuk menjadi istri yang sesungguh nya untuk dia,, namun dia sendiri lebih memilih mengerti dan tidak ingin membuat beban terhadap sang istri,, kedua nya bersatu atas dasar perjodohan,, mungkin itu yang membuat sang istri merasa tidak siap sepenuh nya
seperti saat ini,, kedua nya sedang sama sama berada dan terduduk di kursi taman belakang rumah,, memandangi taman kecil yang sering sang istri rawat,, namun belakangan ini,, Yussuf sendiri merasa jika diri nya sedang ada yang di pikir kan,, terlihat dari gerak gerik nya yang terus melamun tanpa sebab
"neng kenapa,, apa kah ada yang salah,,?" tanya Yussuf seraya merangkul lembut pundak nya,, membuat nya tersadar dari lamunan nya
"astaghfirullah,, akh,, aa',, apa kah ada yang aa' butuh kan,,?" tanya nya yang menyadari elusan lembut pada pundak nya
mendengar hal itu,, kini hanya membuat Yussuf sendiri menggeleng kan kepala dengan pelan,, memusatkan pandangan pada nya seorang
"aa' tanya neng kenapa,, kok neng melamun,, kata kan,, apa kah ada yang salah hmm,, cerita sama aa',," tutur Yussuf yang membuat nya menunduk
menautkan kedua jari telunjuk dalam tundukan kepala nya "maaf kan neng ya a',, jika neng bukan istri yang sempurna buat aa',,?" ucap nya yang mulai menurun kan rangkulan tangan Yussuf pada pundak nya,, membuat Yussuf heran dan mengerut kan kening bingung
"maksud neng apa,, istri yang sempurna bagaimana,, padahal,, neng sudah menjadi istri yang sempurna untuk aa',, bukti nya,, neng selalu memenuhi kebutuhan aa',, menyedia kan pakaian aa' ketika aa' hendak keluar rumah,, memasak untuk kita makan,, apa kah itu nama nya bukan istri yang sempurna,,?" tutur Yussuf yang menyembunyikan rasa pengetahuan nya dari nya
"emm,, bukan begitu a',, hanya saja,," tutur nya
"m*l*m p*rt*m*,, neng masih ingat pembicaraan Ayah sama Bunda di acara tujuh bulanan kak Nisa kemarin,,?" potong Yussuf dengan tersenyum
"maaf a',, neng tidak bermaksud menunda nya,, hanya saja,, mungkin ada masa nya neng benar benar siap sepenuh nya,, maaf jika neng membuat aa' kecewa,,?" tutur nya
"hmm,, ya,, apa yang neng kata kan tidak ada yang salah,, aa' memang merasa kecewa,, namun rasa ini hanya sedikit sama neng,, selebih nya,, aa' tahu bahkan mengerti,, jika urusan mengenai keturunan,, adalah hal yang harus kita bicarakan terlebih dahulu,, dengan berjalan nya waktu,, sekarang kita sama sama di sibukkan dengan karir,, aa' mau mendukung apa yang sudah menjadi keinginan dan jejak nya neng di dunia desainer,, namun,," penuturan Yussuf yang rupa nya sengaja di gantung,, membuat nya menoleh dan menatap ke arah Yussuf
"namun kenapa a',,?" tanya nya
melihat hal itu,, kini berhasil membuat Yussuf sendiri tersenyum simpul membalas tatapan nya
"namun,, aa' harap neng juga dapat membantu aa' ya,, karena semakin hari,, neng semakin lucu dan juga,, aura pesona neng semakin terpancar,, sehingga aa' semakin terpikat,," tutur Yussuf,, menatap nya dengan tatapan yang dalam dan penuh arti
astaghfirullah,, kenapa harus ada scene beginian Thor,, mana nggak ada orang lagi
"Masya Allah,, bunga nya begitu cantik,, sungguh indah nian ciptaan-MU ya Allah,,?" tutur nya dengan menunjuk salah satu bunga yang sebelum nya di pandangi oleh kedua nya
Yussuf yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum,, mengikuti arah pandang sang istri,, menghampiri dan memetik bunga yang sedang mekar,, lantas kembali ke hadapan sang istri dengan berjongkok,, membuat nya menunduk
"hmm,, bagaimana bunga nya bisa tidak cantik,, jika yang merawat nya saja sudah begitu cantik,, mungkin neng mempunyai banyak bunga,, namun yang ini,, aa' kasih khusus untuk istri aa' yang paling cantik,," tutur Yussuf dengan mendongak,, menarik lembut dagu nya hingga kedua nya kembali bertatapan
mendapati hal itu,, diri nya pun menerima uluran bunga yang sedang mekar dengan cantik nya di tangan suami nya,,
Yussuf kembali berdiri,, berbalik,, dan hendak berjalan menuju arah taman bunga lagi,, namun langkah nya terhenti di kala merasa ada sepasang tangan yang melingkari pinggang,, jelas saja,, saat di lihat memang tangan yang sedang melingkar,,
menyadari jika yang memeluk adalah sang istri,, kini berhasil membuat Yussuf cukup terkejut sehingga terdiam tak bergeming
"neng,, neng Zahra,,?" panggil Yussuf saat setelah beberapa menit di rasa cukup terdiam,, sedikit panik takut jika bukan sang istri yang memeluk
diri nya yang di panggil pun hanya terdiam saja,, entah ada angin dari mana hingga diri nya bisa mempunyai keberanian dan tiba tiba berlari bahkan memeluk sang suami dari belakang
"terima kasih a',, terima kasih banyak,,?" ucap nya tanpa ingin memedulikan kebingungan pada diri suami nya yang berusaha melepas kan pelukan nya,, yang mungkin saja,, hendak melihat raut wajah nya
"terima kasih untuk apa neng,,?" tanya Yussuf yang mulai tersenyum,, mengerti dengan keinginan sang istri yang berpikir mungkin malu melakukan hal ini
"setidak nya,, hati neng terjaga hanya pada satu laki laki saja,, neng tidak perlu berkali kali patah hati,, atau bahkan menaruh harap seperti perempuan pada umum nya,, terima kasih,, aa' selalu mengerti keadaan neng,, bersabar dalam menghadapi perilaku tidak baik yang neng lakukan,,?" tutur nya berucap dengan kedua mata yang terpejam
"hmm,, sudah kewajiban aa' neng,," tutur Yussuf seraya menerima dan membalas pelukan sang istri,,
sejak awal,, Yussuf bahkan tidak tahu,, mengapa hari ini,, dia merasa ingin berada terus di samping sang istri,, memasak bersama sang istri,, bahkan bercanda ria bersama dengan sang istri,, rasa nya hati begitu bahagia hari ini,, bahkan Yussuf sendiri merasa bahwa saat ini adalah awal mula romansa yang indah di antara kedua nya,, namun dia pun ikut termenung saat melihat kesedihan itu masih tercetak jelas dari wajah nya,,
masih menjadi tanda tanya dalam benak dan pikiran,, mengapa sang istri seakan tidak mau menerima perlakuan dari dia,, ada kah rasa cemas dalam hati nya,,? pikir Yussuf
untuk sejenak,, kedua nya masih berada di posisi saling berpelukan,, dengan diri nya yang terus menunduk rupa nya,,
Thor,, kenapa lagi lagi harus seperti ini,, seseorang,, tolong bawa kabur aku dari suasana yang akan semakin canggung ini,, dan aku akan semakin merasa malu jika berhadapan dengan aa' nanti nya,,
oh ayolah Khaliza,, izin kan lah suami mu melihat wajah mu untuk kali ini,, kapan rasa malu mu akan berkurang??
hingga deringan ponsel nya yang terletak di kursi berdering,, tanda ada panggilan masuk
"maaf a',, p,, ponsel neng berbunyi,, neng izin mengangkat panggilan,," tutur nya dengan sedikit gugup,, membuat Yussuf tersenyum simpul
"hmm,, angkat lah,," jawab Yussuf sambil mengangguk,,
"m,, maaf karena neng,, lancang,,?" ucap nya sebelum akhir nya benar benar melangkah menuju ke arah kursi mengambil ponsel
"hmm,," gumam Yussuf yang menatap kepergian nya yang berlalu,, ada ada saja nggak si istri nya ini,, Yussuf sendiri bahkan begitu merasa senang karena mendapat kan pelukan dari nya yang mempunyai inisiatif sendiri untuk memeluk tubuh suami nya,, diri nya malah merasa bersalah bahkan merasa lancang atas apa yang di lakukan nya,,
...***...
lama Yussuf terdiam,, terduduk di kursi taman belakang,, menunggu nya selesai dengan mengangkat panggilan yang entah dari siapa,, namun rupa nya pikiran laki laki ini masih di penuhi dengan kejadian di beberapa menit yang lalu,, di mana laki laki ini tepat menerima pelukan dari sang istri untuk yang pertama kali nya
'ya Allah ya Rabb,, aku begitu senang dengan apa yang sudah terjadi,, saat diri nya sendiri mempunyai inisiatif memeluk tubuh ku meski dari belakang,, tidak bisa di pungkiri,, hati ini merasa rindu akan sentuhan nya itu,, selalu lindungi lah keluarga kami ya Rabb,,' batin Yussuf yang terus melamun dengan tersenyum
'namun apa yang membuat nya begitu gundah,, tidak ingin kah diri nya mendapat kan s*n*u*a*,, apa pun itu,, semoga kegundahan nya hanya sebentar saja,,' lanjut Yussuf yang dengan seketika saja terdiam dalam lamunan
"assalamualaikum a',, maaf menunggu lama,, baru saja,, Bunda yang telpon,, kata nya suruh ambil makanan karena Bunda hari ini masak banyak,, keluarga besar kak Ahkam akan datang ke rumah,," tutur nya yang membuat Yussuf tersadar
"waalaikum salam warahmatullah,, hmm,, begitu kah,, jadi,, hari ini kita ke rumah Bunda,, mau menginap,,?" tanya Yussuf sambil mendongak menatap nya yang masih berdiri
"emm,, tidak a',, neng saja yang ke rumah Bunda,, aa' tunggu di rumah saja,, neng nggak akan menginap,, karena masih banyak desain yang belum neng selesaikan juga,, aa' juga besok harus ke kantor bukan,,?" tutur nya mengingat kan
"tapi,, neng bagaimana,, masa ke rumah Bunda sendiri,, di kira sedang ada masalah sama aa',," tanya Yussuf lagi
"hmm,, insya Allah tidak a',, neng bisa menyetir sendiri kok,, tapi,, apa sebaiknya neng pesan grab saja ya,, akh,, itu bukan masalah,, aa' izinkan neng ya,, Bunda mungkin teringat sama neng,,?" tutur nya meminta izin
"hmm,, baiklah neng,, tidak apa,, tapi,, jika ada apa apa,, neng langsung kabari aa' ya neng,,?" jawab Yussuf
"iya a',, neng akan segera menghubungi aa' jika ada sesuatu,," jawab nya dengan mengangguk
"lho,,neng nggak bawa tas,, kenapa,, apa ponsel saja sudah cukup,, ongkos nya ada nggak,,?" tanya Yussuf
"hmm,, alhamdulillaah ada a',," jawab nya dengan lembut dan tersenyum hangat
"hmm,, ya sudah,, cepat berangkat gih,, nanti keburu kangen suami nya,," tutur Yussuf mengingat kan
"ish,, aa' mah gitu,, ya sudah,, neng berangkat dulu ya a',, makasih izin nya,, assalamualaikum,,?" ucap nya seraya mencium punggung tangan kanan Yussuf
"hmm,, iya waalaikum salam warahmatullah,, hati hati di jalan cantik,," jawab Yussuf
'duh,, kenapa jantung aku rasa nya nggak berhenti berdetak kencang ya,, apa karena sudah lepas dan mulai terbiasa dengan kehadiran nya aa' di sini aku,, duh author nih,, kan jadi makin canggung,,'
_Assalamulaikum Zahra_
Senin,, 9 Oktober 2023