
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Sejuta Rasa Rindu_...
..."waktu dapat memisahkan setiap pertemuan,, tapi tidak dengan kenangan,, sebab selama ingatan masih berfungsi dengan baik,, maka semua memori di dalam nya pun akan tersimpan dengan baik juga,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
cukup lama Yussuf dan Khaliza berbelanja dan berkeliling di tengah mall,, hingga hari sudah petang,, sepasang kekasih halal ini baru sampai di rumah,, seperti nya Yussuf memang ingin menghabiskan banyak waktu bersama dengan nya,, karena laki laki ini tidak pernah meminta di ajak berkeliling dengan jangka waktu yang cukup lama pada nya seperti yang kedua nya lakukan hari ini
"neng lelah nggak aa' ajak keliling mall dengan jangka waktu yang lama,, pasti nya nggak akan lelah dong,, perempuan kan memang punya hobi berbelanja,,?" tutur Yussuf,, bertanya dan menjawab sendiri,, saat kedua nya tengah duduk di atas sofa
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat nya menoleh ke arah sang suami dengan tersenyum tipis
"hmm,, lelah nya si nggak terlalu terasa a' kalau menurut neng,, hanya saja,, kesal yang neng rasa memang kentara sekali,, apa lagi aa' tadi mau nya yang aneh aneh,, selain jam pasir,, aa' beli banyak barang,, walkie talkie,, untuk apa coba,, buang buang uang saja,, lebih baik si uang nya di simpan,," jawab nya yang sontak saja membuat Yussuf balas memandangi wajah nya dari samping,, memandangi nya dengan tatapan penuh keheranan
"lho,, neng nggak suka belanja,, biasa nya perempuan itu suka sama belanja baju,, tas,, sepatu,, ini neng kenapa seperti nggak suka gitu,, apa lagi ni ya,, kalau suami nya yang menemani belanja,, uuh,, pasti si istri nya senang banget karena bisa beli apa saja yang di ingin kan,, dan si suami nya bisa bantu bawa belanjaan si istri,,?" tanya Yussuf
"hmm,, memang si,, kebanyakan perempuan mungkin memang seperti itu,, namun tidak dengan neng a',, neng nggak suka berbelanja barang,, atau,, apa lah,, neng hanya membeli barang yang neng butuh kan saja,, selebih nya,," tutur nya yang di gantung sebentar lantas menggeleng kan kepala pelan "neng nggak suka belanja atau berfoya foya,," lanjut nya dengan menyandar kan punggung nya pada sandaran sofa lantas mendongak menatap langit langit
"neng hanya suka berkreasi,, berburu kulineran,, dan berkeliling saja mencari inspirasi,, jika ada yang membuat neng tertarik,, maka neng akan mengambil gambar dengan kamera polaroid,," tutur nya yang membuat Yussuf semakin merasa heran
"kenapa,,?" tanya Yussuf yang malah membuat nya penasaran dan ingin balik bertanya
"kenapa,, apa nya yang kenapa a',,?" tanya nya seraya memperbaiki posisi duduk nya menjadi tegak
"kenapa aa' nggak tahu perihal ini,, dan kenapa,, neng tidak membawa kamera polaroid nya neng saat kita sedang berkeliling di mall tadi,, malahan,, kita hanya berswafoto di photo booth tadi,,?" tanya Yussuf yang berhasil membuat nya tersenyum
"hmm,, pertama,, entah lah a',, neng juga tidak tahu pasti,, bukan kah biasa nya kak Nisa atau Arsen yang akan menceritakan hampir semua perihal neng sama aa' ya,, dan yang kedua,, neng tidak membawa koleksi kamera polaroid nya neng karena neng,, memang berniat untuk mengantar aa' membeli barang barang,, yang kemungkinan akan aa' bawa saja ke Kalimantan nanti,, jadi untuk apa neng membawa nya,," jelas nya
"emm,, begitu ya,, tapi,, untuk yang pertama itu,, nggak semua nya perihal neng di cerita kan sama aa' dong neng,, bukti nya aa' baru tahu kesukaan neng apa,, aa' belum tahu juga,, kalau neng menyukai makanan seperti apa,, yang aa' tahu baru rasa phobia nya neng,, warna kesukaan neng merah maroon bukan,, itu mengingat kan aa' akan pertemuan kedua kita bersama dengan kedua orang tua kita dulu,," balas Yussuf dengan bertutur lembut
"neng kira,, semua perihal neng aa' tahu,, namun,, aa' pasti akan mengetahui nya juga pada akhir nya,," jawab nya
"lho,, neng mau ke mana,,?" tanya Yussuf yang melihat nya mulai berdiri dan beranjak pergi dari sofa
"hmm,, sudah sore a',, neng mau masak terlebih dahulu,, untuk makan malam nanti,," jawab nya
...***...
kedua nya tiba di dapur,, dengan diri nya yang mulai mencuci bersih bahan dan mengambil satu persatu alat yang akan di gunakan untuk memasak,,
Yussuf hanya melihat dan memperhatikan gerak gerik nya sejak tadi dari meja pantry dengan raut wajah yang penuh dengan rasa keheranan
"neng nggak merasa capek apa,, sehabis pulang dari mengelilingi luas nya mall langsung masak seperti ini,,?" tanya Yussuf yang melihat nya mencuci bahan
"hmm,, nggak masalah a',, sudah kewajiban neng,, se lelah apa pun neng,, tapi bukan berarti neng boleh meninggalkan tanggung jawab nya neng,," tutur nya tanpa menoleh ke belakang
"mending kita istirahat dulu saja yuk,, kita kan sudah makan siang di food court tadi,, kasihan neng nya,, masa langsung masak begitu saja,,?" ajak Yussuf
"hmm,, jika aa' ingin beristirahat,, istirahat lah,, namun rebahan saja,, jangan tidur,, waktu hampir Maghrib,, nggak baik tidur menjelang Maghrib,," tutur nya
"hmm,, ternyata enak juga ya ada di posisi nya Arsen,, pantas saja laki laki lajang itu bisa senyaman ini di dekat neng,, nyata nya mampu juga membuat aa' merasa nyaman,, huft,," tutur Yussuf yang seraya berdiri tepat di belakang nya,, memeluk nya dari belakang dan mencium lembut ceruk leher nya yang masih tertutupi hijab
"a',, apa yang aa' lakukan,, lepas kan,, neng sedang memasak,," tutur nya yang terlewat terkejut dan menjadi gugup seketika di kala menyadari perlakuan Yussuf
"eum,, nanti akh,, aa' nyaman gini,, aa' iri sama Arsen,, yang bisa berdekatan dengan kakak nya,, aa' juga bisa kali,," jawab Yussuf dengan memejam kan kedua mata
"kata nya aa' mau istirahat di kamar,, biar nanti neng panggil kan aa' jika Maghrib nya tiba,," tutur nya lagi
"hmm,, jika di rasa,, di sini juga serasa istirahat sayang,, malah mampu membuat aku semakin merasa nyaman di sini,," jawab Yussuf lagi
"hhh,, baiklah,, terserah aa' saja,," jawab nya yang hanya bisa pasrah di kala menyadari jika sang suami akan terus seperti ini pada nya selama diri nya memasak
...***...
"hmm,, aroma nya harum sayang,, kamu masak apa untuk makan kita malam ini,,?" tanya Yussuf beberapa menit kemudian,, saat diri nya hampir selesai dengan pekerjaan nya
"ini a',, neng masak ayam panggang dan gurame asam pedas,, aa' tidak punya alergi terhadap kedua makanan ini bukan,,?" jawab nya yang di akhiri dengan pertanyaan juga
"huum sayang,, pantas saja aroma nya begitu menggugah selera makan aa',, jangan kan punya alergi terhadap kedua makanan ini,, malah kedua makanan ini adalah selera favorit nya aa' kalau makan di luar,," jawab Yussuf
"mau aa' bantu ulek sambal nya nggak neng,, aa' nggak enak juga terus berdiam diri hanya menemani neng di sini,,?" lanjut Yussuf dengan bertanya
"hmm,, terima kasih a',, namun tidak apa,, neng sudah selesai ulek sambal nya juga kok,, tinggal nunggu ayam panggang nya matang,," jawab nya
"baiklah sayangku,, makasih banyak,, sudah mau aa' repot kan seharian ini,,?" ucap Yussuf dengan mesra dan mulai melepaskan pelukan hangat nya
"baiklah,, kita hanya tinggal memasang waktu nya saja selama satu jam lewat lima belas menit,," monolog nya sambil memperhatikan microwave untuk mengatur waktu
"yah,, tinggal dua menit lagi adzan Maghrib sayang,, apa kah masih ada waktu,,?" tanya Yussuf yang sudah melihat arloji di pergelangan tangan kiri nya yang kemudian menoleh ke arah nya
"tidak apa a',, kita tinggal sebentar untuk Maghrib an dulu,, nanti setelah satu jam lewat lima belas menit,, neng akan mengangkat ayam nya,," jawab nya
...***...
pukul 20:30 malam,, kedua sudah selesai makan malam,, mencuci piring bersama dengan permintaan dari Yussuf tentu nya,, karena pada dasar nya,, diri nya memang perempuan yang selalu ingin melakukan sesuatu sendiri,, namun dengan permintaan dari sang suami,, yang memang tidak bisa di bantah oleh nya juga,, kini berhasil membuat nya mau tidak mau harus mengalah dan membiarkan Yussuf membantu pekerjaan rumah malam hari nya
meski begitu,, Yussuf yang memang selalu ingin melihat sang istri merasa senang pun akhir nya dapat melihat kesenangan dari wajah nya,, meski Yussuf terkenal sebagai sosok yang begitu dingin,, namun nyata nya,, laki laki ini dapat membangun suasana yang cukup harmonis,, membantu sang istri melakukan pekerjaan rumah di sertai dengan canda dan tawa juga kemesraan yang tercipta di antara kedua nya
pekerjaan yang awal nya akan di rasa cukup banyak untuk di lakukan pun akhir nya dapat di selesai kan tanpa sadar dan tanpa rasa lelah,, rupa nya sepasang kekasih halal itu kini sama sama menikmati kebersamaan kedua nya
meski Yussuf sendiri tahu,, jika tak lama lagi,, kedua nya akan di batasi oleh jarak dan waktu yang cukup jauh dan panjang,, sehingga mungkin,, kebersamaan seperti ini lah yang akan di rindu kan oleh kedua nya
seperti sekarang,, diri nya yang sedang mengemaskan barang barang milik Yussuf,, memindahkan perlengkapan milik sang suami ke dalam koper dengan perlahan,, juga dengan Yussuf,, akh,, laki laki itu hanya bisa tertegun dan termenung di tempat,, sambil memperhatikan nya yang tengah sibuk mengemasi barang milik nya sendiri
_Assalamualaikum Zahra_
Kamis,, 26 Oktober 2023