
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Benarkah Itu Namaku Yang Disebut_...
..."kesuksesan tidak di dasari oleh seberapa tinggi kamu sekolah, tapi seberapa besar kamu memiliki tekad dan seberapa mau kamu berusaha"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
pagi ini, Khaliza dan kedua sahabat nya sudah bangun dua menit yang lalu, kini masih ada Lia di dalam kamar kecil dalam kamar Lia itu
hingga pada akhir nya, Lia keluar dengan wajah yang sudah terlihat bersih dengan air wudhu
"Khaliza, Khanaya, aku sudah selesai di dalam, mau siapa dulu yang masuk?" tanya Lia yang tengah berjalan menuju mushalla kecil di dalam kamar
"em,, nggak masalah Nay, kalau kamu mau ambil wudhu, kamu duluan saja, aku masih ada tamu, mungkin besok aku baru bisa shalat" tutur nya lembut yang di angguki oleh Khanaya yang segera pergi ke arah kamar kecil
"kamu nggak shalat Kha?" tanya Lia yang masih terlihat bercermin
"iya, tempo hari lalu, tamu ku datang, jadi nggak shalat, sebenar nya aku nggak enak, lihat kalian bisa shalat dan mengaji, sedang kan enggak dengan aku" jawab nya
"nggak masalah Kha, kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, ini juga bukan kita yang mau kan, sudah seharus nya kita sebagai perempuan mengalami hal seperti ini, nanti juga kalau sudah waktu nya tamu kamu bakalan pamit kok" jawab Lia menenang kan
"hmmm, iya Li" jawab nya sambil tersenyum
Tok tok tok
"Lia,,, apakah kalian sudah bangun?" tanya seseorang di balik pintu kamar Lia
"akh, iya kak, kita sudah bangun, Ini lagi siap siap buat shalat" jawab Lia sambil membukakan pintu yang ternyata adalah kak Rara yang datang
"duuh, gimana ya Li, kakak benar benar minta maaf, perias wajah yang bakalan make up wajah kalian ada kesibukan mendesak, jadi nggak bisa datang ke sini, gimana dong?" tanya kak Rara dengan raut wajah panik
bersamaan dengan pertanyaan yang kak Rara tanya kan, kini Khanaya pun sudah keluar dari kamar kecil dan mendengar pembicaraan kedua kakak beradik ini
"akh,,, nggak masalah kak Rara, kalau itu, insya Allah, aku sedikit bisa kok kalau pasang make up, jadi Khaliza sama Lia biar aku aja yang rias" tambah Khanaya sambil menghampiri kedua nya di ambang pintu
"begitu kah, baiklah kalau gitu Nay, syukur, kakak minta bantuan kamu ya, kalau gitu, kakak tinggal dulu, assalamualaikum?" ucap kak Rara dan berlalu pergi setelah mendapat kan jawaban salam dari ketiga nya
"ada apa, apa ada masalah?" tanya nya yang terduduk di tepi tempat tidur milik Lia, dan tak sengaja mendengar remang remang percakapan antara kedua sahabat nya dan kakak dari sahabat nya
"itu,,, perias nya nggak bisa datang pagi ini, jadi wajah kalian biar aku aja yang make up" jawab Khanaya dengan di angguki oleh Khaliza
...°°°...
pagi ini tiga gadis cantik tengah mempersiapkan sesuatu yang istimewa di dalam kamar bernuansa biru muda dan putih itu
yah, siapa lagi jika bukan tiga bersahabat alias Alia, Khanaya dan Khaliza
dia tengah menunggu Lia sahabat nya yang hampir selesai mengenakan make up di wajah nya dengan di bantu oleh Khanaya, sahabat kedua nya
Dia, sudah terlihat siap satu jam yang lalu, dengan make up tipis di permukaan wajah natural nya, yang memang selalu tidak pernah lupa dengan niqab nya semenjak memasuki asrama
"masya Allah,,, kamu cantik banget deh Li, pagi ini, apa lagi Khaliza, dia hanya pasang maskara, eyeliner dikit dikit saja sudah pada cantik banget sih" ujar Khanaya merasa puas dengan hasil karya nya sendiri
"akh, kamu bisa saja Nay, makasih, kamu juga nggak kalah cantik kok, aku yakin kamu bakalan beda tipis sama kita, ya nggak Kha?" jawab Lia dengan meminta persetujuan dari Khaliza yang memang di angguki oleh nya sendiri
"iya si', aku mau tanya sesuatu sama kalian boleh nggak?" tanya Khanaya juga di angguki oleh kedua nya
"tanya apa?" tanya nya yang merasa ada yang sedikit mengganjal
"Lia, kamu dari kapan sih, pakai niqab kayak gitu?" tanya Khanaya yang mulai memoles wajah nya dengan make up
"emm,, kalau nggak salah sih, saat usia ku masih empat tahun gitu, kalau aku nggak lupa, soal nya sudah lama juga sih, kenapa Nay?" jawab Lia sambil berusaha mengingat
"waah, kamu hebat ya, bisa mengenakan niqab di usia yang cukup belia kayak gitu, jadi,,, sampai sekarang, kamu nggak pernah perlihatkan wajah asli mu di depan banyak orang dong?" ujar Khanaya merasa salut dan bangga
"hmm,,, alhamdulillaah Nay, sampai saat ini, nggak ada orang yang tahu wajah asli aku gimana selain kamu, Khaliza sama Allah mungkin" jawab Lia mengulas senyuman manis nya
"lho, kok gitu, keluarga kamu bagaimana?" tanya Khanaya dengan kening mengerut
"hmm,,, nggak ada, yang terakhir mereka lihat aku ya seharus nya aku empat tahun lalu" jawab Lia
"akh, begitu kah, aku salut sama kamu, usia se muda dan se dini itu sudah bisa menjaga diri, kamu gimana Kha, kamu sejak kapan pakai niqab?" tanya Khanaya yang sudah selesai dan mulai mengenakan kerudung
"emm,,, kalau aku sejak masuk asrama ini Nay, aku nggak punya keberanian sebesar itu untuk mengenakan niqab sejak kecil" jawab nya
"lho, kok aku nggak tahu, padahal waktu kamu pertama kali ke pondok kamu juga sudah pakai lho" ujar Khanaya
"iya, aku dari rumah bawa niqab, karena aku datang sendiri kala itu ke pondok, jadi aku pakai di mobil saat perjalanan menuju bandara" jawab nya mengenang masa lalu nya
"ya Allah,,, aku benar benar salut sama kalian berdua, tapi 10 tahun terakhir ini?,,," tanya Khanaya terhenti, namun masih bisa di pahami oleh nya
"yaah, keluarga ku belum ada yang tahu kalau aku mengenakan niqab sekarang, lebih tepat nya, belum pernah bertemu sama aku kala aku mengenakan niqab, keluarga ku mungkin memang sudah mengendegar kabar nya, tapi,,, mereka belum pernah bertemu lagi dengan ku yang sekarang, jadi,,, mungkin nanti nya akan sedikit meninggal kan kesan yang berbeda dari sebelum nya" jawab nya
mendengar hal itu, kini dua sahabat yang mendengar nya mengerutkan kening "lho, Kha, bukan kah kemarin kamu pulang ke sana untuk menghadiri acara pernikahan kakak kamu?" tanya Lia dengan heran
"yaah,, kalian benar, tapi,,, kemarin kan aku lagi sakit juga, cacar air kan, aku nggak pakai niqab, terpaksa aku mengenakan masker di wajah ku" jawab nya
"subhanallah,,, sungguh mulia sekali perjalanan kalian saat mengenakan niqab, aku begitu ingin mengenakan nya, tapi,,, aku masih takut, aku ragu" ucap Khanaya seraya menunduk lesu
"Khanaya,, nggak apa apa, aku sama Lia pakai niqab, jika kamu nggak pakai juga kita nggak akan paksa, ini ibadah, aku sama Lia pakai niqab, tapi bukan berarti kita lebih pintar, lebih cerdas, dan lebih Istiqomah dari kamu, kita hanya berusaha memantas kan diri di hadapan-NYA, mungkin sekarang, kamu memang belum mengenakan nya, tapi seiring dengan berjalan nya waktu, kamu juga akan tertarik pada niqab, pelan pelan saja, karena ini adalah ibadah, bukan begitu sahabat ku Lia?" tutur nya dengan mengusap lembut bahu Khanaya yang tertunduk dan mendapat anggukan dari Lia
"yah, apa yang Khaliza kata kan itu benar Nay, mungkin kamu belum siap sepenuh nya, namun jika suatu saat kamu siap, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada kita, sekali pun kita sudah wisuda" jawab Lia
"benar kah itu, kalian akan membantu ku, aku akan merasa senang jika kalian bersedia untuk membantu kesulitan ku?" tanya Khanaya dengan kepala yang di angkat meminta persetujuan dan diangguki oleh kedua sahabat nya sambil tersenyum
_**Assalamualaikum Zahra_
Sabtu, 22 Juli 2023**