Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Lagi Dan Lagi_...


..."celah mu akan di anggap sempurna oleh hati yang memang di takdir kan untuk mu,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


putaran botol ke empat,, kini di putar kembali oleh kak Nisa, tepat mengarah kembali ke arah nya yang membuat nya sedikit terkejut, mengapa putaran botol yang di lakukan kak Nisa selalu mengarah ke arah nya,, niat hati bukan ingin ber su'udzon,, apa lagi pada kak Nisa,, namun,, kenapa kebetulan nya selalu mengarah ke arah nya


hal tersebut pun juga membuat sang kakak mengernyit keran yang kemudian terlihat menghela nafas panjang "Sen,, kamu lagi saja lah,, kakak tidak ingin membuat perhitungan,," tutur kak Nisa yang juga merasa heran,, bukan ingin memojokkan si adik bungsu,, mengapa botol nya selalu mengarah pada adik perempuan nya?


"ya sudah,, kakak pilih truth or dare?" tanya Arsen yang membuat nya mengalah


"kakak kan tadi sudah pilih truth,, masa nggak pilih dare juga sih,, aku sama kak Nisa bahkan punya misi yang harus di jalani nanti malam,, masa kakak nggak juga si,, huuh,, nggak adil banget,, curang tuh nama nya,," desak Arsen yang membuat nya lagi lagi harus mengalah


"hhhhh,,, baiklah baik,, kakak pilih dare,, apa kah kamu puas?" jawab nya balik bertanya dengan perasaan jengkel yang hinggap sesaat namun membuat Arsen tersenyum penuh kemenangan


"nah,, gitu dong,, kalau gini kan enak,, ini baru adil nama nya,," jawab Arsen yang tersenyum, masih dengan senyum jahil nya


"hmm,, ya,,, ya,, sekarang kata kan,, apa yang harus kakak lakukan agar kamu merasa puas?" tanya nya


"emm,, bagaimana jika malam ini,, kakak tidur dengan mengenakan pakaian tidur yang aku hadiah kan untuk pernikahan kakak,, seperti nya aku akan perasa puas dengan itu?" tanya Arsen dengan seringaian tipis, namun berhasil membuat nya terlonjak


"maksud kamu apa,, kamu mau mengerjai kakak dengan mengusul kan permainan seperti ini, iya?" tanya nya dengan tatapan yang penuh pada Arsen


"jangan gitu dong kak,, bukan kah kakak bilang ini hanya lah sebuah permainan,, jangan marah dong,, tapi,, apa kakak nggak berani ya,, padahal kan pakaian pemberian ku juga cukup bahan kali kak,, masih menutupi area area tertentu,, nggak terbuka banget,,?" jawab Arsen lagi


"tapi nggak bisa Sen,, oh ayo lah,, kakak masih nggak bisa melakukan nya,,?" keluh nya "kamu harus mengganti dare nya" lanjut nya memutus kan


"ya sudah,, ganti saja,, sesuka mu lah kak,, mau mengganti dengan dare seperti apa,, aku nggak akan ikut campur,," jawab Arsen yang berpura pura marah besar di hadapan nya


"ya jangan gitu juga dong Sen akh,, kamu jangan mempersulit keadaan gini,, kakak memang tidak terbiasa tidur dengan mengenakan pakaian seperti itu,, takut nya,,," ucapan nya yang menggantung


"takut nya apa,, takut nya kak Yussuf berbuat sesuatu sama kakak,, iya?" tanya Arsen membenar kan "lagi pula kakak ini kenapa si,, kak Yussuf itu sudah sah menjadi suami nya kakak sekarang,, apa kakak lupa,, maka arti nya tidak akan dosa juga kan bagi kakak yang berpakaian seperti itu di hadapan suami sendiri?" tanya Arsen lagi yang kemudian membuang pandangan dari nya


"masalah nya kakak takut nya,," ucap nya yang terpotong


"takut nya apa,, cari pahala sama suami sendiri kok takut,, nggak profesional banget jadi istri,," ucap Arsen dengan wajah datar nya


"bukan begitu Arsen,, ya kakak takut saja,, nggak etis banget kalau perempuan seperti kakak berpenampilan seperti itu,, apa lagi kakak ipar kamu adalah seorang ustadz,, apa jadi nya jika kakak berpakaian seperti itu di hadapan nya,, his,, nanti kakak ipar kamu berpikir nya kakak ini wanita murahan lagi,," jawab nya yang sial nya malah membuat kak Nisa terbahak mendengar penjelasan nya dan Arsen mendengus dingin


"kenapa bisa lucu,, apa nya yang lucu kak?" tanya nya dengan kening mengerut


"hahahaha,, kamu yang lucu,, aduh aduh,, jadi gini dek,, dengar kan kakak,," tutur kak Nisa yang melihat tatapan dingin dari Arsen


"dengar kan apa lagi,, jangan bilang kakak juga setuju dengan pendapat Arsen,,?" tanya nya


"dek,, jika kita mengenakan pakaian apa pun itu di depan suami kita,, itu Sunnah,, orang label nya juga sudah halal kok,, mau kita murahan kek,, mau kita gatel kek, apa pun itu,, jika membuat suami kita senang dan jika hanya pada suami kita saja,, itu akan menjadi pahala besar untuk kita,, jangan kan berpakaian seperti itu,, buka pakaian di depan suami saja dapat pahala besar kok,," jelas kak Nisa


"iya kak,, aku tahu hal itu,, tapi nggak bisa di pungkiri,, aku,, aku masih belum terbiasa melakukan nya,, jangan kan berpakaian seperti itu,, tidur saja aku masih merasa tidak terbiasa kak jika aku boleh jujur,," tutur nya


"lagi pula itu akan teras puas bagi kamu,, tapi akan terasa sangat tidak nyaman untuk kakak tahu,," lanjut nya ke arah Arsen


"ya sudah,, ganti dare nya sama kakak saja,, terserah kakak akan melakukan apa aku nggak perduli lagi,," jawab Arsen dengan merajuk


"hiss,, kamu sendiri mengetahui nya tadi kan,, jika suami kakak akan lembur malam ini,, banyak kerjaan di kantor,, jadi nggak akan pulang siang siang hari ini,, bisa kali di ganti,," jawab nya mengingat pembicaraan sang suami


"emm,, begitu ya,, ya sudah,, tapi aku nggak mau tahu,, kak Yussuf harus melihat kakak dengan berpenampilan menarik dengan mengenakan pakaian tidur yang aku kasih titik,, nggak ada koma,, no komen,, nggak ada tapi,, aku nggak nerima penolakan pokok nya,," putus Arsen


"hhh,, ya sudah,, akan kakak lakukan itu,, puas kamu?" jawab nya dengan mengangkat dagu nya angkuh


"banget,, gitu dong kak,, dari tadi kek,, susah banget di bujuk kakak aku satu ini,," seru Arsen dengan bersemangat


"hiss,, kamu,, akh,, punya adik satu keras kepala nya minta ampun,," sindir nya dengan menunjukkan kepalan tangan kanan nya ke arah Arsen, membuat kak Nisa terkekeh kecil


"adik nya siapa coba,, assalamualaikum,, aku adik nya kak Khaliza Sulistya Az Zahra,, yang sama keras kepala nya juga,," jawab Arsen tak mau kalah dan berhasil membuat nya memutar bola mata nya malas


"adik tak tertolong ini,, lama lama kakak jual juga di aplikasi hijau ya kamu,, hobi banget buat kakak nya emosian,, untung nggak punya riwayat darah tinggi, bisa ribet kalau lama lama keseringan debat sama kamu,," jawab nya


"nggak masalah kak,, lagi pula,, para pembaca juga bakalan serbu aku kali kak,, kalau aku beneran kakak jual di aplikasi hijau,, aku kan tampan nya iya,, karir nya bagus,, keahlian nya olah raga,, tubuh nya atletis,, kurang nya hanya satu kak kalau aku,," jawab Arsen dengan bangga


"hmm,, kurang apa tuh?" tanya kak Nisa yang merasa di buat penasaran


"kurang banyak kak hehe,, hanya ada satu di dunia, limited edition,," jawab Arsen dengan tersenyum


_Assalamualaikum Zahra_


Jum'at, 15 September 2023