Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Suara Kerinduan_...


..."kemurnian hati, sikap hati dan motivasi yang murni akan melahirkan perbuatan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


"senang juga rasa nya bisa melihat pasangan baru itu sudah bisa mulai saling menerima pasangan masing masing,," gumam Ayah saat diri nya sudah kembali masuk ke dalam rumah


"iya Yah,, seperti nya kedua nya sudah saling bisa menerima kehadiran sesama pasangan satu sama lain,," jawab kak Ahkam yang menoleh ke arah Ayah


"syukur lah,, Ayah lega melihat nya,, setidak nya semakin hari kedua nya semakin bisa menerima keadaan satu sama lain,," ucap Ayah lagi


"meski masih terlihat dengan jelas,, jika kedua nya masih merasa canggung dalam berbicara,, lebih tepat nya lagi,, adik aku yang masih terlihat canggung banget Yah,, kalau Yussuf nya mah,, nggak kali" lanjut kak Ahkam yang membuat Ayah tersenyum


"iya juga ya,, apa kamu kata kan benar juga Kam,, adik kamu itu memang begitu pemalu, jadi canggung nya susah di usir,, tapi syukur lah,, dia menikah dengan Yussuf yang setidak nya bisa mengerti dengan apa yang menjadi kepribadian istri nya itu,," jawab Ayah lagi


"hmm,, apa pun itu,, semoga rumah tangga kedua nya awet sampai tutup usia nanti,," ucap kak Ahkam yang membuat Ayah lagi lagi tersenyum


"hmm,, itu yang selalu Ayah do'a kan Kam,, semoga saja ya,, rumah tangga kalian juga,, allahumma aamiin,," ucap Ayah yang di ikuti amin oleh kak Ahkam sendiri seraya segera masuk ke dalam mobil dan berangkat ke kantor


"kak,, nih,, aku seduh kan susu ibu hamil sama kupas kan buah,, di makan ya,, habis makan,, harus cuci mulut juga,,?" tutur nya seraya menggeser sepiring buah dan segelas susu ke arah kak Nisa yang sedang bersantai bersama dengan Arsen di ruang keluarga


"hhh,, minum susu lagi,, rasa vanilla,, hhh,, itu hambar rasa dek,, nggak manis sama sekali,," keluh kak Nisa yang menoleh dengan menatap jawab nya memelas


"nggak,, pokok nya calon keponakan aku harus tumbuh dan aktif dengan baik,, jadi kakak juga bantu aku merawat nya dengan baik,, demi dia,, kakak mau kan dia selalu sehat di dalam sini?" tutur nya seraya mengelus lembut perut sang kakak yang mulai membuncit


"hmm,, iya juga,, eh tapi dek,, susu yang kamu seduh kan semalam itu susu yang sama bukan si sama yang suka kakak ipar kamu buat kan?" tanya kak Nisa lagi


"iya yang sama kak,, memang nya kenapa,, soal nya kak Ahkam baru beli satu kotak susu nya,, varian vanilla lagi,, tapi kenapa kak,, apa kah ada masalah dengan hal ini?" jawab nya dengan bertanya balik


"nggak apa apa dek,, tapi kenapa kakak selalu merasa,, jika susu yang di buat kan sama kakak ipar kamu itu rasa hambar nya kentara banget ya dek,, beda banget sama yang kamu buat kan ini sama yang semalam?" tanya kak Nisa yang merasa heran


"hmm,, entah lah kak,, tapi,, apa kak Ahkam selalu menyeduh kan susu untuk kakak di sertai dengan kupasan buah seperti yang selalu aku lakukan ini?" tanya nya berusaha memecah kebingungan


"iya,, tapi nggak tahu kenapa,, beda saja rasa rasa nya gitu,, kakak saja bingung,," jawab kak Nisa


"emm,, hhh,, entah lah kak,, aku menyerah deh,, aku nggak tahu perihal ini,, mungkin bawaan janin nya kali kak,," jawab nya dengan menyandar kan punggung nya di sandaran sofa


"Bunda kemana kak,, kok aku nggak lihat?" tanya nya saat merasa Bunda tidak ada di rumah


"biasa,, Bunda ke toko kue dulu,, kata nya Bunda harus menghadiri rapat penting untuk pembukaan menu baru nya,," jawab kak Nisa yang membuat nya mengangguk


melirik sang adik dengan rasa malas dan tatapan dingin,, sebenar nya diri nya cukup tidak tega jika harus melihat Arsen yang mulai mengeluar kan tatapan sayu terkesan memohon pada nya


namun saat diri nya sendiri sudah menoleh,, rupa nya Arsen tidak bisa melanjutkan kata kata nya,, tenggorokan pria lajang ini seolah tercekat di kala sang kakak menoleh barang sekilas ke arah nya


"hhhhh,, ada apa,, jangan membuat kakak menyesal karena menoleh ke arah mu,," jawab nya dengan dingin dan memaling kan pandangan nya


"i,, iya kak,, aku,, aku minta maaf dengan kejadian semalam kak,, aku nggak ada maksud untuk mempermalukan kakak,, apa lagi dengan berbuat seperti itu,," seru Arsen dengan terburu di kala mendengar penuturan nya


"karena itu,, kakak mau kan,, memaaf kan kesalahan ku,,?" lanjut Arsen dengan mengetuk ngetuk kan kedua jari telunjuk meminta sesuatu dari nya


"hmm,, ya sudah,, lupa kan lah masalah itu,, tapi jangan di ulangi lagi,," jawab nya


mendengar hal itu,, dengan secepat kilat, Arsen pun berjalan dan berhambur ke dalam pelukan nya yang masih duduk di sofa


"hu hu,, makasih banyak kakak aku yang paling cantik,, aku tahu,, kakak pemaaf orang nya,, aku nggak akan mengulangi nya lagi,, insya Allah,, kalau aku nggak khilaf,,?" tutur Arsen di balik pelukan nya


"iya,, nggak masalah,," jawab nya dengan mengangguk


"gitu dong,, akur,, kakak senang melihat nya,, kamu juga jangan bercanda sama kakak berlebihan lain kali Sen,, itu nggak baik,, kamu juga Za,, kalian yang akur ya,,?" tutur kak Nisa yang merasa senang kedua adik nya sudah kembali akur


mendengar hal itu, kini kedua nya pun mengangguk saat sudah melepas kan pelukan kedua nya


beberapa menit kemudian


"kak,, aku bosan nih diem terus di rumah,, aku mau melakukan sesuatu yang menarik gitu,," keluh Arsen pada kedua nya


"melakukan apa lagi,, jangan yang aneh aneh deh?" peringat kak Nisa dengan memandangi Arsen


"lho,, kakak baru sadar,, memang nya kamu nggak pelatihan sekarang,, kenapa?" tanya nya yang sama sama memandangi sang adik bungsu


"nggak,, hari ini libur dulu,, selama beberapa hari ke depan aku akan di rumah dulu saja,," jawab Arsen yang membuat nya merasa heran


"lho,, kamu jangan malas malasan kayak gini dong Sen,," tutur nya mengingat kan


"bukan kakak ish,, aku bukan nya malas malasan seperti apa yang ada di pikiran kakak,, sesuka suka nya aku sama yang nama nya bercanda,, tapi kalau menyangkut masa depan aku nggak akan pernah bercanda lah kak,, kakak ini gimana sih,," jawab Arsen berusaha mengusir pikiran buruk yang hinggap di kepala nya


_Assalamualaikum Zahra_


Rabu, 6 September 2023