Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Area Ini Jangan_...


..."hidup ini tidak bisa di ubah, namun yang bisa kita lakukan hanya dua hal, memperbaiki nya, atau kah memulai nya dari awal,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra...


pagi menyapa,, kini diri nya pun terbangun dari tidur nya,, namun aneh,, bagaimana bisa diri nya tertidur di atas tempat tidur, bukan tanpa alasan, pasal nya diri nya yang merasa semalam tertidur dengan bersedekap di atas meja rias nya juga dengan menelungkup kan wajah nya jelas saja,, di saat bangun pagi ini diri nya pun merasa sangat kebingungan


"pagi cantik nya aa',,?" terdengar sapaan seseorang yang berasal dari samping nya, membuat nya menoleh dan sontak saja mendapati suami nya yang tengah menatap nya sambil menyunggingkan senyuman menawan ke arah nya


"hmm,, pagi a',," jawab nya dengan bergumam pelan nyaris tak terdengar


"kok mata nya di tutup lagi,, oh iya,, semalam neng ketiduran di meja rias,, karena merasa khawatir,, takut badan neng nya nggak enak jika bangun nanti,, jadi aa' pindah kan neng ke sini,," jelas Yussuf yang menyadari kebingungan tercetak jelas pada wajah nya


ya,, setelah berbicara perihal tinggal kedua nya semalam,, kini diri nya pun pamit sekaligus meminta izin untuk mengerja kan desain gaun yang mungkin saja akan segera di gunakan hari ini, al hasil,, diri nya yang ketiduran di atas meja rias nya itu


"tidak apa a',, terima kasih,, sudah memindahkan neng,,?" ucap nya tanpa memandang wajah Yussuf


"hmm,, sudah menjadi kewajiban aa' untuk membuat istri aa' nyaman dalam tidur neng,, apa kah tidur neng nyaman,, harus kah aa' memijat tubuh neng barang kali neng merasa tak enak badan,,?" tawar Yussuf dengan penuh perhatian


"terima kasih atas tawaran nya a',, tapi tidak apa,, saya merasa nyaman sekarang,," jawab nya


"hmm,, baiklah,, kita shalat berjamaah sekarang ya neng,, mau aa' dulu atau neng dulu yang ambil air wudhu?" tanya Yussuf mengubah posisi menjadi duduk


"hmm,, aa' saja,, neng akan menyiap kan alat shalat terlebih dahulu,," jawab nya yang juga ikut duduk di tempat nya tidur tadi malam


mendengar hal itu lantas membuat Yussuf mengangguk sambil tersenyum dan kemudian mulai melangkah ke arah kamar kecil untuk mengambil air wudhu


diri nya yang tengah sendiri pun kini lantas segera menyiap kan alat shalat di dalam mushalla kecil, menggelar dua shaf sajadah, meletakkan mukena, dan juga sarung yang akan suami nya kenakan


"aa' sudah selesai mengambil air wudhu nya neng,, mana pakaian aa' yang kemarin?" sontak pertanyaan Yussuf yang terdengar tiba tiba dari arah belakang nya pun membuat nya membalik badan dan


"astaghfirullah,," latah nya di kala melihat penampilan Yussuf yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dengan bertelanjang dada, membuat nya menutupi seluruh wajah nya dengan segera


"ada apa neng,, kenapa neng teriak,, apa kah ada yang salah?" tanya Yussuf yang merasa bingung,, dia bertanya baik baik malah mendapat kan teriakan dari diri nya sambil menutup seluruh bagian wajah nya dengan sempurna tanpa celah


"neng,, neng Zahra kenapa,, apa kah ada masalah,, sini,, cerita sama aa',,?" tutur Yussuf yang seraya kembali melangkah setelah sekian lama terdiam di tempat, mencoba mendekati nya dengan perlahan


"nggak a',, neng mohon aa' berhenti di sana,, jangan mendekat ke sini,," ujar nya dengan lembut


"astaghfirullah a',, maaf,, tapi harus neng kata kan,, emm,, bisa kah aa' tidak membuka pakaian aa' sembarangan,, jujur,, itu membuat neng terkejut,,?" tutur nya seraya menunduk di kala mulai melepas kan kedua tangan nya dari seluruh wajah nya


"huft,, astaghfirullah,, hem hem,, jadi neng teriak karena melihat aa' yang bertelanjang seperti ini,, aa' nggak ada buka pakaian sembarangan kok neng,, aa' bahkan membuka nya di dalam kamar,, lagi pula,, hanya istri nya aa' saja yang ada di kamar ini sama aa',, jika aa' membuka pakaian aa' di tengah lapangan sampai semua orang dapat melihat nya,, itu baru nama nya aa' membuka pakaian aa' sembarangan,, kalau gini kan nggak ada salah nya neng,," jawab Yussuf dengan menjelas kan


"mungkin memang nggak ada salah nya bagi aa',, bagi neng juga,, tapi,, itu buat neng terkejut a',, neng tidak pernah terbiasa dengan hal ini,," tutur nya seraya berlalu


masuk ke dalam kamar kecil, melakukan rutinitas nya sebelum shalat, dan keluar lagi,, serta kembali masuk ke dalam mushalla kecil dengan membawa kaus putih polos dan peci juga celana training panjang untuk sang suami


"aa' bisa mengenakan ini terlebih dahulu,," tutur nya seraya menyerah kan pakaian pada Yussuf


"maaf kan aa' ya neng,, aa' nggak tahu jika itu membuat neng benar benar terganggu?" tutur Yussuf yang melihat nya terus tertunduk tanpa ingin membalas tatapan mata nya


"tidak masalah a',, bukan nya terganggu,, neng hanya merasa belum terbiasa,, insya Allah,, secepat nya akan neng biasa kan,, maaf kan neng juga?" jawab nya di akhiri dengan permintaan maaf juga


"hmm,, harus dong,, ini terima kasih banyak ya neng,, padahal aa' lupa nggak bawa pakaian ganti dari rumah kemarin,, tapi neng sudah menyiap kan nya untuk aa',, aa' pakai ya?" izin Yussuf yang membuat nya mengangguk


"tapi,, ini,, ehm,, maaf neng,, apa pakaian dalam nya aa' juga ada?" tanya Yussuf dengan ragu dan membuat nya lagi lagi memaling kan pandangan nya


"ada di dalam nya a',," jawab nya dengan cepat,, hati nya kian merasa bergejolak seiring dengan jawaban yang di lontar kan nya


mendengar hal itu,, kini Yussuf pun mengerti dan segera mengenakan pakaian dengan secepat kilat, mengetahui jika diri nya merasa canggung dalam membahas hal yang satu ini


kedua nya pun segera melaksanakan ibadah shalat shubuh berjamaah di dalam mushalla kamar ini dengan sama sama khusyuk


...***...


pagi ini,, semua keluarga sudah berkumpul untuk sarapan pagi bersama di ruang makan,, sarapan dengan tenang dan fokus pada makanan masing masing


"kakak mau makan apa,, biar aku ambil kan?" tanya Arsen yang rupa nya mencoba untuk kembali meraih hati nya agar kembali mendapat kan kata maaf dari nya


"tidak apa,, sama ini saja kakak sudah cukup,," jawab nya seraya melihat piring dengan nasi dan lauk ayam geprek di hadapan nya


"akh,, baiklah,, jika kakak butuh bantuan,, jangan segan untuk meminta bantuan dari aku ya?" tutur Arsen yang hanya di tanggapi oleh anggukan kecil saja dari nya


"kakak berhasil nggak si bujuk kakak aku semalam,, kok dia masih saja dingin sama aku?" bisik Arsen tepat di telinga Yussuf


_Assalamualaikum Zahra_


Senin, 4 September 2023