Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Bahagia Atau Sedih_...


..."bukan masalah tidak bahagia nya,, tapi bagaimana kamu mampu mengendalikan suasana nya,, dengan begitu,, kamu akan menemukan ketentraman di dalam nya,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


pagi hari ini,, Yussuf dan Khaliza,, kini kedua nya sedang sarapan pagi bersama di ruang makan,, dengan suasana hening yang melandasi kedua nya,, akh,, latah,, lebih tepat nya,, diri nya yang terus terdiam dalam tundukan kepala nya,, namun dengan Yussuf yang sejak tadi terus tersenyum dalam diam,, kedua nya sama sama menunduk,, fokus dengan sarapan masing masing 


sebenar nya diri nya sendiri menyadari jika Yussuf tengah tersenyum dalam diam juga dengan kepala yang menunduk,, semua hal itu berhasil membuat perasaan nya semakin tak karuan,, terdiam dengan hati dan pikiran yang gusar dan bertentangan antara malu dan rasa tidak karuan 


'akh,, aku benar benar merasa malu sekarang,, entah apa yang harus aku lakukan,, tidak mungkin jika aku terus menerus menghindar dari aa' karena itu tidak akan tepat untuk ku saat ini,,


seseorang tolong keluar kan aku dari situasi seperti ini,, siapa pun tolong lah,,' batin nya dalam diam juga dengan pejaman mata yang erat 


dddrrrttt,,, dddrrrttt,,, dddrrrttt,,, 


terdengar suara deringan ponsel yang tersimpan di atas meja makan dekat dengan Yussuf,, membuat Yussuf menoleh dan mengambil ponsel tersebut


"ehm,, aa' angkat panggilan nya dulu ya neng,, aa' juga sudah selesai kan sarapan nya kok,,?" pamit Yussuf di awali dengan berdeham pelan,, berusaha menetral kan detak jantung


"emm,, baiklah a',, ini,, biar neng yang beres kan,, sebentar lagi juga neng selesai,," jawab nya dengan mengangguk dan mengangkat kepala namun tidak menatap Yussuf


"kalau begitu,, aa' berbicara di taman belakang rumah ya neng,,?" pamit Yussuf lagi seraya mengambil dan meneguk segelas air putih hingga tersisa setengah 


"akh,, iya a',," jawab nya yang melihat Yussuf sudah berdiri dan mulai berjalan keluar ruang makan sambil menempel kan ponsel pada telinga kanan 


melihat hal itu,, kini berhasil membuat nya segera menyelesai kan sarapan nya,, kemudian bergegas pergi dengan membawa alat makan yang sebelum nya di pakai kedua nya,, dalam hati merasa lega karena ada panggilan masuk dari ponsel Yussuf,, meski diri nya sendiri belum mengetahui dari siapa sang suami menerima panggilan 


...***...


cukup lama Yussuf menerima panggilan,, bahkan seperti nya panggilan yang di terima,, bukan lah panggilan yang cukup menenangkan hati Yussuf,, atau setidak nya,, panggilan yang mengingat kan sang suami,, bukan tanpa alasan,, pasal nya diri nya yang mencuci alat makan dari dapur kini bisa mendengar samar samar apa yang suami nya lontar kan sebagai jawaban 


merasa bahwa sang suami sudah selesai menerima panggilan dan mulai berjalan masuk ke dalam dapur,, kini membuat nya semakin menunduk 


ya,, bagaimana tidak menunduk semakin dalam,, jika suami nya saja menghampiri nya yang masih berdiri di depan wastafel,, mengunci tubuh nya dengan kedua tangan yang di letak kan di masing masing sisi tubuh nya pada ujung meja wastafel,, membuat nya susah bergerak 


"neng nggak mau tanya siapa yang menghubungi aa' pagi pagi gini,,?" tanya Yussuf yang membuat nya tergugup karena berada sedekat ini bahkan tanpa jarak dengan sang suami 


oh,, mengerti lah sedikit Yussuf,, istri mu masih memiliki rasa malu yang cukup tinggi,, butuh waktu yang cukup bagi nya untuk menetralisir suasana dan membiasakan diri,, mengapa semakin hari kamu malah semakin gencar mendekati nya 


"hhhhh,,, barusan Arman sekretaris aa' yang menghubungi,, kata nya aa' harus menghadiri acara peletakan batu pertama pada pembangunan proyek di Sabang,, Aceh,, neng" jelas Yussuf dengan memelas 


"lalu apa masalah nya a',, kenapa aa' seperti nya tidak menyukai kabar yang aa' terima ini,,?" tanya nya dengan bingung 


"jelas saja aa' tidak terima ini neng,, hhh,, tidak kah neng merasa,, jika ini adalah masalah untuk kita,, kita akan berjarak dong neng,, aa' nggak mau,, awal nya aa' minta dia untuk meng handle pekerjaan aa' di kantor karena ingin menemani neng di rumah,, nyata nya malah membuat aa' semakin jauh saja sama neng,, kenapa harus selalu sama aa' si,,?" keluh Yussuf masih dengan memelas 


"hmm,, bisa tidak sama aa' gimana,, aa' kan pemimpin di kantor,, jelas saja semua nya harus sesuai dengan arahan dari aa',, lagi pula,, neng nggak akan kemana mana kok a',, neng di sini,," tutur nya 


mendengar hal itu,, melihat nya yang sudah membilas kedua tangan nya dengan air mengalir dari kran wastafel,, kini membuat Yussuf membalik kan badan nya dengan paksa,, tanda tak ingin di bantah,, alhasil,, kedua nya berdiri dengan posisi berhadapan sekarang 


"hhhhh,, sayang,, andai saja jika aku tidak akan lama di sana,, atau bisa beberapa hari saja,, mungkin aku akan berangkat ke sana,, namun ini,," tutur Yussuf yang menggantung sejenak,, membuat nya menatap manik tajam itu,, di lihat nya laki laki di hadapan nya menggeleng dengan pelan "aku nggak yakin jika aku akan nyaman meninggalkan kamu sendiri selama lima bulan,, aku tidak akan pernah merasa nyaman dengan ini,," lanjut Yussuf dengan memegangi kedua bahu nya dengan lembut 


mendengar hal itu,, tidak bisa di pungkiri,, ada rasa tak nyaman seakan mengganjal di dalam hati nya yang hinggap tiba tiba,, entah diri nya yang tidak ingin di tinggal,, atau kah,, akh,, apa kah rasa ini memang rasa cinta yang pernah kakek ucap kan pada nya di dalam mimpi nya malam itu,,? 


namun rasa patuh pada sang suami kini berhasil mengalah kan semua nya,, sehingga membuat nya tersenyum dan membalas tatapan Yussuf


"hmm,, tidak apa a',, jadi,, kapan aa' akan berangkat,, sama sekretaris nya aa' bukan,,?" tanya nya dengan lembut 


"harus nya lusa,, sayang ih,, aku lagi nggak mau ninggalin kamu juga,, kamu malah bertanya kapan keberangkatan ku,,?" seru Yussuf dengan tenang 


"hhh,, bukan begitu a',, pekerjaan tetap lah pekerjaan,, ini kan aa' juga yang memimpin,, mereka juga pasti akan sangat membutuh kan aa' di sana,," tutur nya 


"kamu yakin mengizin kan aku untuk ke sana,, Sabang Aceh itu jauh sayang,, jika kamu tidak memberikan aa' izin juga,, aa' tidak akan pergi ke sana,," tutur Yussuf lagi 


"hmm,, ini perihal pekerjaan a',, pergi lah,, mereka sedang membutuh kan aa' sebagai pemimpin mereka di sana,, neng akan menunggu aa' di sini,," jawab nya meyakin kan 


"hmm,, baiklah,, dengan berat hati,, aku akan berangkat ke sana,, tapi,, bagaimana jika kamu juga ikut ke sana sayang,,?" tanya Yussuf dengan ceria seketika 


"hmm,, tidak a',, jika neng ikut ke sana,, apa kah pekerjaan aa' tidak akan terganggu,, neng tidak ingin ambil resiko,, lagi pula,, di sini,, neng juga sambil bekerja mendesain gaun,," jawab nya lagi 


"hhh,, baiklah sayang,, tapi,, ku mohon,, jika aku sudah tiba di sana,, kita jangan putus komunikasi ya,, aku benar benar tidak ingin berjauhan sama kamu,,?" tutur Yussuf lagi 


"hmm,, iya a',, insya Allah,," jawab nya 


_Assalamualaikum Zahra_


Rabu,, 18 Oktober 2023