
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Bersemi Dalam Sunyi_...
..."terkadang orang lain tak pernah faham dengan kehidupan kita, mereka hanya bisa menilai tanpa pernah bisa merasakan bagaimana menjadi kita,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
"duduk di sini neng,, mulai sekarang,, ini kamar kita,, neng tidak masalah kan,, jika malam ini,, kita bermalam di sini terlebih dahulu,, setelah itu kita baru pulang ke rumah Bunda?" tutur Yussuf yang mengajak nya duduk di tepi tempat tidur
"tidak masalah ustadz,, namun,, saya tidak membawa pakaian ganti lebih untuk malam ini,," jawab nya balas bertutur
hal yang membuat Yussuf tersenyum ke arah nya,, kata ini yang laki laki ini tunggu sejak tadi, mulai beranjak dari duduk, kemudian berjalan ke arah lemari dengan pintu geser itu
"neng tidak usah mengkhawatirkan hal ini,, aa' sudah menyiap kan semua nya di sini,, dengan bantuan Ratih,, semoga neng suka dengan apa yang aa' pilih kan,, namun jika neng tidak suka juga,, tidak masalah,, aa' akan mengantar neng belanja di pusat perbelanjaan sekarang,," tutur Yussuf sambil menggeser pintu lemari dengan sliding door itu, memperlihat kan pakaian yang lengkap pada nya
semua kebutuhan nya tersedia di dalam lemari ini, mulai dari gaun muslim,, pakaian tidur,, Khimar panjang,, hingga niqab dan manset pun sudah tersedia di sini,, bahkan pakaian dalam yang mungkin bisa di kenakan nya pun sudah lengkap,, hanya saja,, mungkin suami nya ini menyimpan nya di tempat yang lebih tertutup
diri nya yang melihat penampilan di depan nya pun kini membuat nya merasa sedikit lega,, namun seperti nya suami nya ini memang berniat untuk memperlihat kan kesungguhan nya dalam berumah tangga dengan nya, hingga diri nya sendiri pun tidak akan merasa kekurangan apa pun di rumah yang masih terasa cukup asing bagi nya ini
"seperti nya neng memang tidak menyukai nya,, harus kah kita berbelanja kebutuhan neng di pusat perbelanjaan sekarang?" tanya Yussuf yang ikut menghampiri nya,, namun hanya terpaku di tempat nya berdiri sekarang tanpa sepatah kata pun
"akh,, tidak ustadz,, terima kasih,, saya suka ini,, ini memang ukuran saya,, ustadz sudah menyedia kan semua nya,, saya cukup merasa tenang,," jawab nya
"hmm,, baiklah,, syukur jika neng merasa suka dengan semua ini,, aa' memang sudah menyiap kan semua nya jauh sebelum kita ke rumah ini,," ucap Yussuf yang ikut merasa senang
"maaf ustadz,, apa kah keluarga ustadz mengetahui perihal rumah ini?" tanya nya yang merasa sedikit penasaran
"yaah,, semua nya mengetahui nya neng,, terkecuali keluarga aa' dari neng,, sampai sekarang belum ada yang mengetahui,, mungkin aa' akan membicarakan hal ini nanti,, maka dari itu,, aa' meminta Ratih agar membantu aa' memilih kan pakaian untuk neng,, aa' sudah menyiap kan nya,,
rumah ini aa' sendiri yang membuat desain dan denah nya,, mungkin aa' memang sudah mempunyai rumah ini sejak lama,, namun aa' tidak pernah tidur di kamar ini sebelum aa' benar benar menikah dengan neng,, jika tinggal di sini,, aa' akan tidur di kamar tamu,, karena waktu itu aa' berkomitmen,, aa' hanya akan menyinggahi kamar utama ini dengan istri dan anak anak aa' kelak,, dengan neng,, semoga neng bisa suka dan betah tinggal di rumah ini ya neng,,?" jelas Yussuf tanpa memandangi wajah nya yang hanya bisa terpaku menyimak sekaligus mendengar kan penuturan sang suami
kemudian Yussuf pun berbalik untuk meminta persetujuan dari nya yang hanya bisa terpaku sejak tadi
"apa kah neng akan betah tinggal di sini?" tanya Yussuf saat sudah di hadapan nya, membuat nya tersadar dari keterpakuan nya
",,, insya Allah ustadz,, namun,, sedikit sulit juga bagi saya,, untuk bisa membiasa kan diri di lingkungan yang baru,," jawab nya seraya menunduk
"tidak masalah neng,, aa' akan bantu neng membiasa kan nya,, jika neng membutuh kan sesuatu,, neng bisa bertanya pada aa' hmm?" tanya Yussuf lagi
"iya ustadz,, akan saya tanya kan nanti,," jawab nya
"tanya apa ustadz?" tanya nya balik
"apa neng pernah bertanya tanya perihal aa', tentang apa pun itu seputar yang berhubungan dengan aa'?" tanya Yussuf pada akhir nya, sambil mengikuti langkah nya dan duduk di samping nya
mendengar hal itu kini berhasil membuat nya cukup bingung dengan apa yang suami nya ini tanya kan
"maaf ustadz,, bertanya perihal ustadz,, pada siapa?" tanya nya yang merasa benar benar di buat bingung oleh laki laki di samping nya ini
"hmm,, waktu di kamar aa' kita lihat buku nya,, bukan kah itu renungan yang neng tulis,, boleh aa' kembali melihat nya,, aa' senang mendengar dan membaca nya?" tanya Yussuf lagi
"entah saya benar benar tidak mengerti dengan apa yang ustadz kata kan,, bertanya pada siapa?" tanya nya
"boleh aa' meminjam buku harian neng,, aa' lihat neng membawa nya tadi di dalam tas selempang nya neng kan?" tanya Yussuf lagi
"ini ustadz,," jawab nya seraya mengulur kan tangan yang memegangi buku harian tersebut
"hmm,, aa' baca dengan mengeluarkan intonasi ya neng,, agar neng mengerti juga?" izin Yussuf yang mendapat anggukan dari nya
'siapa kah diri mu? sosok pemilik do'a yang kuat, sehingga aku pun tak pernah mempunyai rasa kagum yang sesungguh nya pada lawan jenis, apa kah kita pernah bertemu sebelum nya, aku bahkan merasa tidak mengenali diri mu, namun bagaimana bisa kamu mengenali ku, tanpa harus bertemu atau bahkan bertegur sapa dahulu dengan ku?
siapa kah diri mu? apa yang kamu lihat dari diri yang mempunyai banyak noda ini, sehingga kamu memiliki rasa istimewa itu untu ku, bahkan meminta,, agar Allah jaga kan hati ku hanya untuk diri mu, seistimewa itu kah gadis dengan seribu noda ini untuk mu?
siapa kah diri mu? sosok yang selalu bersembunyi dari ku, padahal sosok yang paling terang terangan dalam meminta aku di jaga kan, sosok yang paling sering menyebut nama gadis ini dalam do'a di sepertiga malam nya?
apa pun itu,, dan entah siapa pun kamu,, semoga Allah selalu memudah kan kamu, dari apa yang kamu rasa sulit,,,'
"ini yang aa' maksud neng,, neng pernah benar benar bertanya hal ini?" tanya Yussuf seraya mengelus lembut permukaan buku harian di pangkuan laki laki ini
",,, e,, e,, iya ustadz,, maaf,, saya lancang untuk hal ini,, tidak bisa di pungkiri,, jika saya juga merasa penasaran dengan siapa yang akan melantun kan ijab Qabul untuk saya dulu,,?" ucap nya yang lagi lagi membuat Yussuf tersenyum
"hmm,, tidak apa neng,, aa' mengerti,, neng pasti memiliki rasa penasaran selama ini,, maaf,, bukan aa' bermaksud untuk bersembunyi dari neng,, hanya saja,, mungkin Allah memang menakdirkan kita pada waktu dan tempat yang istimewa, sehingga dalam pernikahan kita baru di pertemukan, atas Ridha-NYA,," tutur Yussuf dengan lembut dan terus tersenyum ke arah nya
"terima kasih juga, neng sudah mau mendoakan kebaikan untuk aa',, sekali pun di kala itu, neng belum mengetahui siapa aa' yang sebenar nya,,?" ucap Yussuf sambil terus tersenyum ke arah nya yang terus menunduk
"tidak masalah ustadz,, sudah sepantasnya,," jawab nya dengan balas bertutur kata yang terdengar begitu lembut
_Asslamualaikum Zahra_
Ahad, 27 Agustus 2023