Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Sepenggal Kisah Yang T'lah Lalu_...


..."berhati hati lah dalam berbuat,, jangan meremehkan kesalahan kesalahan kecil yang kerap terjadi,, karena kebakaran dahsyat sering kali di sebab kan oleh percikan api yang paling kecil,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


"hmm,, begitu kah,, lalu,, apa yang terjadi setelah nya,,?" tanya Yussuf yang merasa penasaran dengan setiap penjelasan dari nya 


"apa kah neng bisa meluluh kan hati nya,, setahu aa',, dia itu begitu keras kepala,, bahkan sama kak Nisa juga terkadang suka keras kepala,,?" lanjut Yussuf yang mengingat sesuatu 


"emm,, apa yang di kata kan aa' memang benar,, tapi,, entah lah,, mungkin hari itu neng beruntung,, sehingga neng dapat meluluh kan hati nya,, dan memberi kan pengertian pada nya,," jawab nya 


"hmm,, begitu kah,, akh,, baiklah,, bisa kah kita memesan makanan sekarang,,?" tanya Yussuf 


"ee,, b,, boleh a',," jawab nya dengan gugup,, kedua mata nya terlihat bergerak tidak karuan,, apa lagi hidung nya yang tiba tiba saja merasa gatal,, membuat tangan nya ingin menggosok hidung nya di balik niqab nya 


"Hatch,," bersin pun tidak bisa di tahan nya lagi,, pasal nya diri nya yang baru menyadari ada bunga hidup yang tersedia di dalam sebuah vas yang cukup cantik,, membuat nya bersin yang sontak membuat kedua tangan nya menutup mulut nya


"permisi,," ucap Yussuf seraya mengangkat tangan kanan tinggi tinggi,, memanggil pelayan 


"iya mas,, mau pesan apa,,?" tutur pelayan ini yang sudah berdiri tepat di samping meja 


"sebentar ya mas,, saya mau tanya istri saya terlebih dahulu,,?" tutur Yussuf yang di angguki oleh pelayan ini,, dan kemudian menoleh ke arah nya yang sudah duduk dengan menyerong 


"neng,, mau makan apa,,?" tanya Yussuf yang melihat nya menunduk dengan kedua tangan yang masuk ke dalam niqab yang tengah di kenakan nya 


"hh,, sama,, samakan saja,, dengan,, dengan aa',," jawab nya yang terputus putus,, 


"emm,, baiklah,," tutur Yussuf dengan mengangguk paham dan beralih kembali pada pelayan di samping kedua nya 


"mas,, saya mau dua porsi steak daging,, dua gelas air mineral,, secangkir capuccino,, juga secangkir coklat panas ya,,?" imbuh Yussuf mengeluar kan keinginan 


"baik mas,, di tunggu pesanan nya,, akan segera datang,," ucap pelayan ini yang seraya berjalan 


"akh,, maaf mas,, bisa tunggu sebentar,, tolong ke sini sebentar,,?" tutur Yussuf yang membuat langkah kaki pelayan terhenti dan berbalik arah serta berjalan ke samping meja kedua nya lagi 


"iya mas,, ada apa,, apa kah ada yang bisa saya bantu,,?" tanya pelayan ini dengan ramah 


"akh,, maaf mas,, bisa kah saya minta tolong,, ini vas bunga nya tidak di simpan di sini,, istri saya alergi terhadap serbuk bunga,," tutur Yussuf yang membuat pelayan ini mengangguk dengan paham (rhinitis) 


"hmm,, baiklah mas,, maaf jika vas bunga ini menganggu ketenangan istri nya,, biar saya bawa vas ini ke meja yang lain,, di tunggu pesanan nya sebentar mas,, permisi,,?" ucap pelayan ini seraya berlalu sambil membawa vas bunga dari meja kedua nya 


"neng nggak apa apa kan,, maaf,, apa kah hidung nya memerah,, neng nggak berhenti bersin sejak tadi,,?" tutur Yussuf yang melihat nya hanya tertunduk 


"akh,, tidak apa a',, terima kasih,, neng baik baik saja,, namun,,, kenapa aa' bisa tahu jika neng memang mempunyai alergi terhadap bunga,,?" tanya nya,, meski kemungkinan kak Nisa atau keluarga nya bercerita pada suami nya,, tidak mungkin juga bukan,, berbicara mengenai alergi yang selalu terjadi pad nya 


"oh,, itu,, aa' melihat neng tanpa sengaja menggerakkan mata dengan gekisah dan terlihat tidak karuan,, bahkan seperti nya,, kedua tangan neng juga menggosok hidung neng,, jadi aa' tebak,, mungkin neng punya alergi terhadap bunga,, di dalam mobil neng masih baik baik saja,," jelas Yussuf yang membuat nya mengerti 


...*** ...


"neng,, ayo di makan,,?" ajak Yussuf yang melihat nya hanya terdiam memandangi hidangan di hadapan nya 


"emm,, iya a',," jawab nya yang mulai mengambil sendok dan garpu yang sudah tersedia,, lalu mulai memotong steak daging di hadapan nya dengan tenang 


"gimana neng,, apa kah makanan nya enak,,?" tanya Yussuf saat melihat nya mulai menyuap kan steak potongan pertama 


"hmm,, lumayan a',, rasa nya tidak berubah dengan saat pertama neng ke sini sama kak Nisa juga Arsen dulu,," jawab nya 


"hmm,, apa yang neng bilang benar juga,, ini mengingat kan aa' akan dahulu aa' ke sini untuk pertama kali nya,," tutur Yussuf membenar kan 


"aa' pernah ke sini juga sebelum nya,, kapan,,?" tanya nya 


"lho,, neng nggak tahu,, padahal aa' pernah ke sini dulu,, sama Arsen juga,, dia nggak ada cerita gitu sama neng,,?" tanya Yussuf yang merasa di buat heran oleh pasangan adik dan kakak ini 


"emm,, nggak ada tuh,, dia nggak ada cerita sedikit pun perihal aa' sama neng dulu,," jawab nya 


"begitu kah,, tapi seingat aa',, waktu Arsen pertama kali pulang ke Jakarta lagi,, setelah lulus dari Kairo,, jadi tanpa sengaja aa' lihat suasana hati nya sedang cukup buruk waktu itu,, jadi aa' ajak dia ke sini,, tapi aneh neng,, waktu aa' tanya waktu itu dia kenapa,, jawaban nya nggak nyambung banget,, masa kata nya kesayangan nya dia tidak mengenali nya sama sekali,," jelas Yussuf yang membuat nya terkekeh kecil,, pasal nya diri nya yang mengingat hal itu teringat akan panggilan untuk pertama kali nya dengan sang adik yang membuat adik nya ini merajuk 


"tapi aa' bingung juga neng,, di usia semuda itu,, sudah punya pacar,, heran juga aa',," cerita Yussuf yang membuat kening nya mengerut 


"pacar,, selama ini,, dia nggak ada tuh bahas bahas pacar sama neng,, kenapa aa' bisa simpul kan hal itu,,?" tanya nya 


"neng lihat saja,, kesayangan nya dia,, itu merupakan pacar nya dia nggak si menurut neng,,?" tanya Yussuf lagi 


"hmm,, bukan a',, di sini,, mungkin aa' salah faham,, jadi mungkin kesayangan yang dia maksud itu adalah neng,, tapi memang sebelum nya dia sudah pernah hubungi neng dulu,, karena neng memang tidak mengenali suara nya,, jadi mungkin hal itu yang membuat dia merajuk,," jelas nya yang membuat Yussuf mengangguk 


"emm,, begitu kah,,?" tanya Yussuf yang bergantian sekarang jadi diri nya yang mengangguk 


"tapi ngomong ngomong,, ehm,, apa neng tidak pernah sekali pun bertanya mengenai aa' dulu,, ya',, sebelum kita benar benar menikah gitu,,?" tanya Yussuf


"entah,, tapi ada si,, kedua nya pernah ada cerita sama neng,, mungkin perihal aa' juga,," jawab nya 


"kedua nya,,?" tanya Yussuf dengan kening mengerut 


"iya,, kak Nisa sama Arsen,, kedua nya sedikit cerita,, eh,, lebih tepat nya bukan cerita si,, tapi sukses buat neng merasa penasaran,," jawab nya 


"kedua nya bilang apa saja sama neng,,?" tanya Yussuf yang merasa di buat semakin penasaran saja 


"jadi kan sore hari neng bicara sama Ayah,, yang awal nya sama Bunda,, tapi Bunda nya yang seperti nya nggak sanggup lihat neng nangis,, jadi Ayah ganti bicara berdua sama neng,, perihal perjodohan dan pernikahan neng sama aa' dulu,, singkat cerita malam nya neng duduk di dipan kayu halaman belakang rumah,, nah,, di sana,, ada kak Nisa yang menghampiri neng yang sedang berpikir matang matang mengenai keputusan apa yang akan neng ambil,, tak lama setelah itu,, Arsen juga datang ke halaman belakang rumah bawa nampan,, isi nya susu hangat,, coklat panas,, sama jus,, tapi yang membuat neng bingung ada semacam cemilan gitu,, neng yang bingung tanya saja sama Arsen,, dia bisa buat cemilan itu dari mana,, sama teman nya kah atau sama guru nya,, tapi pertanyaan neng itu malah di tanggapi senyuman tipis saja dari dia,, kata nya dia banyak belajar membuat cemilan seperti itu dari calon kakak ipar kedua nya,, neng tanya gitu nggak ada maksud lain,, karena setahu neng Bunda juga hanya bisa membuat kue bolu atau kue buat hari raya saja,, tapi ya gitu,, hasil nya neng banyak banyak di buat penasaran saja sama kedua nya tanpa tahu jawaban nya,," jelas nya dengan bercerita 


"emm,, gitu ya,, sekarang neng mau makan kue cemilan buatan aa',,?" tanya Yussuf memahami sesuatu 


"b,, bukan maksud neng gitu a',, neng hanya menjelas kan saja,, tapi itu juga satu satu nya hal yang membuat neng penasaran si,, nggak ada yang lain lagi,," tutur nya


_Assalamualaikum Zahra_


Sabtu,, 30 September 2023