
..._assalamualaikum Zahra_...
..._Sebuah Permainan Di Babak Kedua_...
..."antara menang atau pun kalah,, selip kan lah selalu sebuah kejujuran di dalam nya,, niscaya kamu tidak akan menyesal di kemudian hari,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
"oke oke,, kak Nisa memang berkata dengan jujur kali ini,, kita mulai lagi babak kedua,, kali ini siapa di antara kedua kakak yang akan memutar botol nya?" tanya Arsen saat sudah selesai dengan babak pertama
"ya sudah,, apa kah kakak mau mencoba memutar nya?" tanya nya dengan menoleh ke arah kak Nisa
"nggak akh,, kamu saja,, kakak malas gerak sekarang,," jawab kak Nisa yang menyerahkan pemutaran botol pada nya
"baiklah,, kali ini,, aku yang akan memutar nya,," jawab nya seraya mulai memutar kan botol di atas meja itu
putaran botol ke tiga,, Arsen yang menjadi sasaran,, membuat kedua kakak nya ini tersenyum lebar dengan di sertai seringaian,, membuat Arsen terdiam dan merasa horor dengan seringaian itu
"oke terima kasih sudah mengarah kan botol nya pada Arsen dek,, kamu kan sudah memutar botol nya,, sekarang biar kakak yang akan melayani Arsen dengan pilihan sebagai hukuman nya,," tutur kak Nisa dengan masih menyeringai,, membuat Arsen merasa suasana semakin mencekam yang padahal masih siang hari
"kata kan,, kamu pilih kejujuran,, atau kah tantangan yang akan menjadi pilihan mu sekarang?" tanya kak Nisa lagi dengan tak henti nya menatap Arsen
"ya kak,, jangan yang horor horor dong,, masih ingat kah kakak jika aku ini siapa,, jelas jelas aku adalah adik nya kakak?" tutur Arsen dengan memelas
"tidak,, tadi kan kamu sudah mengatakan nya sendiri,,?" tanya kak Nisa mengingat kan Arsen pada ucapan Arsen sendiri di awal babak
"ya sudah,, sepakat ya,, ini hanya sebuah permainan saja,, nggak ada kata persaudaraan di dalam permainan ini,, siapa pun harus menerima apa yang sudah di putus kan,, nggak ada tatapan memelas dan rasa kasihan antara pemain,, jangan mempan hanya dengan tatapan berbinar,, oke,, kita mulai,," ucap Arsen seraya membuka babak permainan dan memulai memutar kan botol kecap di tengah atas meja
mendengar dan bahkan dapat mengingat hal itu, kini berhasil membuat Arsen terdiam dan tercekat,,
"apa kah kamu sudah mengingat nya,,?" tanya kak Nisa lagi yang membuat Arsen menghembuskan nafas panjang
"hhh,,, ya sudah,, karena aku laki laki,, aku pilih dare,, aku kan pemberani kalau kata Ayah,," jawab Arsen dengan menyombong kan diri
"dia pilih tantangan tuh kak,, emm,, kira kira,, tantang apa ya,, yang cocok dengan nya,,?" tanya nya dengan bersedekap, juga dengan jari telunjuk tangan kanan mengetuk ngetuk dagu nya ikut kak Nisa dalam menyorot kan tatapan horor
"aish,, kakak jangan ikut ikutan tatap aku begitu lah kak,, aku kan jadi makin menciut ini,," keluh Arsen di kala menyadari tatapan nya
"xixi,, memang nya salah nya di mana,, di sini kan,, kakak juga pemain,," jawab nya yang terkekeh kecil melihat tatapan memelas dari sang adik
"tantangan apa ya dek,, umm,, kamu buka pakaian kamu saat makan malam nanti,, makan tanpa berpakaian,," putus kak Nisa yang sontak saja membuat Arsen membulat kan kedua bola mata dengan sempurna
"hmm,, kenapa,, kata nya,, Arsen,, anak nya pemberani,, masa diri sendiri nggak pernah mengaku pemberani si?" tanya kak Nisa
"huum,, iya tuh benar kak,, lagi pula,, dulu kamu sempat mau menunjukkan otot perut mu itu sama kakak mu ini bukan,, kenapa sekarang jadi malu?" tutur nya
"ya',, ya itu kan dulu kak,, sekarang kan sudah beda,, aku masih kekanak kanakan dulu,, sekarang aku sudah dewasa,, malu lah,, bukan hanya perempuan saja yang punya rasa malu,, laki laki juga punya kali,," jawab Arsen dengan memalingkan wajah nya
"kamu nggak boleh main main Sen,, meski pun ini hanya permainan,, tapi hal ini juga membutuh kan kejujuran dan ketegasan yang ekstra,, kamu jangan memilih jalan kemunafikan,," jawab kak Nisa yang mengingat kan sang adik
"ya ini kan aku nggak mungkin banget melakukan hal itu kak,, meski pun semua nya tidak akan mempermasalah kan hal ini,, tapi tetap saja aku yang akan merasa malu pada akhir nya,," jawab Arsen
"ya sudah,, kita ganti saja tantangan nya,, kamu hubungi Ratih adik nya Yussuf sekarang,, dan bilang,, kalau kamu sering banget rindu sama dia,, berbicara dengan manja dan mesra pada nya,," putus kak Nisa lagi
"akh,, nggak kak,, kakak gimana si,, aku mana punya punya nomor nya Ratih,, apa lagi untuk bilang rindu,, aku nggak pernah rindu sama dia,, ish,, kakak jangan suka yang macam macam deh kak sama aku,," ujar Arsen yang sudah benar benar merasa terancam
"ya sudah,, kamu mau nya pilih antara dua itu saja,, makan dengan bertelanjang dada,, atau kah hubungi Ratih yang pada akhir nya,, mengundang kemarahan kakak ipar kamu,," cetus kak Nisa yang membuat Arsen lagi lagi menghela nafas berat dan panjang
"hhh,, oke,, aku pilih yang pertama saja,, dari pada harus hubungi adik ipar nya kakak,, aku akan malu sendiri nanti sama Umi dan Abi,," jawab Arsen dengan memutar bola mata dengan malas
dddrrrttt,,, dddrrrttt,,, dddrrrttt,,,
suara deringan ponsel yang sejak tadi ada di atas meja yang kini menjadi pusat perhatian antara ke tiga nya
"benar ya kak,, aku angkat panggilan dulu,,?" ucap Arsen seraya menyambar dan berlalu pergi untuk mengangkat panggilan
"panggilan dari siapa dek,, seperti nya,, adik mu itu buru buru banget?" tanya kak Nisa yang membuat nya menghela nafas berat di kala mendengar nya
"hhhhh,,, adik kakak juga,, mana aku tahu,, pacar nya kali" jawab nya yang mengangkat kedua bahu nya tak acuh
"memang nya dia punya pacar,, kok kakak jadi merasa ragu gini ya,, apa dia laku?" tanya kak Nisa dengan kening mengerut
"entah,, mungkin iya kali kak,, jangan salah,, adik kita itu,, meski pun pecicilan di dalam keluarga kita,, tapi dia itu cukup cool kok kak,, cukup tampan,, sayang nya belum ada calon nya,, entah siapa yang akan menjadi calon nya nanti,," jawab nya panjang lebar
"hmm,, yang kamu bilang nggak ada yang salah si,, secara kan,, nggak mungkin juga dia mendapat kan julukan Arnold dari Ayah,," jawab kak Nisa dengan tersenyum hangat ke arah nya
"iya kak,, sebenar nya aku sayang banget sama dia,, tapi sifat usil nya seolah menjadi penghalang antara aku sama dia" jawab nya
_Assalamualaikum Zahra_
Jum'at, 8 September 2023