Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Sebuah Rasa Yang Tercipta_...


..."jika kamu memikirkan keberkahan,, kamu akan menarik keberkahan,, jika kamu memikirkan masalah,, kamu akan menarik masalah,, kamu tidak mungkin bisa menarik hal yang positif selama kamu berpikir negatif,, itu lah sebuah pikiran,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra _...


mendengar hal itu,, kini berhasil membuat nya yang sebelum nya telah duduk kini mendadak menjadi pusat perhatian di antara keluarga nya,, namun dengan diri nya yang mengerut kan kening bingung 


"terjadi apa,,?" jawab nya balik bertanya 


"kak Yussuf tahu kakak mengenakan pakaian tidur pemberian dari aku bukan kak,,?" tanya Arsen memastikan


"hehem,, aa' tahu kok,, bahkan sangat menyadari nya,, memang nya ada apa dengan hal itu,,?" jawab nya yang masih saja merasa di buat bingung 


"emm,, kak Yussuf,, kak Yussuf nggak tergoda gitu sama penampilan nya kakak semalam,,?" tanya Arsen dengan ragu,, takut takut pertanyaan yang di lontar kan menyinggung sang kakak tersayang 


"hhhhh,, jadi itu yang kamu harap kan,, membuat kakak bersedia mengenakan hadiah yang kamu berikan,, agar kakak ipar kamu tergoda,,?" tanya nya dengan menghembus kan nafas panjang 


"hehe,, itu kakak tahu maksud nya aku,, jadi,, jawaban nya,, apa kakak sudah di apa apa in sama kakak ipar nya aku itu atau kah belum,,?" tanya Arsen lagi yang terdengar seperti desakan 


"hmm,, apa kah jawaban nya sangat penting untuk kamu,, sehingga kamu harus banyak mencari informasi mengenai hal seperti ini,, kamu masih kecil,, ini urusan orang dewasa,, kamu nggak akan faham,," tutur nya berakhir dengan menasehati 


"dek,, apa yang di tanya kan Arsen memang ada benar nya juga,, kamu nggak mungkin kan,, melanggar peraturan permainan ini,, ya',, meski pun hanya sebuah permainan,, tapi jangan berdusta dalam hal ini,," tutur kak Nisa yang memberi tahu nya 


"iya lah kak,, aku juga tahu,, namun sedikit pun aku nggak berdusta di dalam permainan ini,, aku memang mengenakan pakaian tidur nya semalam,," jawab nya 


'bahkan ku tahu aa' mungkin akan merasa bingung karena aku yang berfantasi liar yang entah datang dari mana,,' lanjut nya membatin 


"jika memang begitu,, apa yang terjadi di antara kalian semalam,, kakak lihat tadi pagi,, rambut nya Yussuf juga nggak basah tuh,,?" tanya kak Nisa yang mendapat kan elusan lembut pada punggung tangan dari kak Ahkam 


"sudah lah Mi,, jangan mencampuri urusan kedua nya,, kedua nya juga pasti punya privasi yang mungkin saja malu jika kita mengetahui nya,," tutur kak Ahkam dengan tegas 


"apa yang di kata kan kak Ahkam ada benar nya juga,, lebih baik sekarang kita segera berangkat,, yuk kak,, takut nya yang lain pada nunggu,,?" tambah Ayah yang membuat hati nya merasa lega 


...***...


siang ini,, Yussuf,, laki laki itu kini sudah terduduk di sofa ruang tamu saja,, dengan hati merasa senang di kala akan kembali menghabis kan waktu hanya berdua dengan sang istri meski sebentar,, tengah menunggu nya yang masih bersiap dan hanya di temani oleh Bunda yang menatap sang menantu kedua dengan hangat 


"Bunda nggak apa apa kan Bund,, jika aku mengajak neng Zahra makan siang di luar,,?" tutur Yussuf berniat meminta izin dari Bunda


"hmm,, Bunda nggak masalah Yussuf,, dan apa kah kalian akan makan malam di luar juga,, kalau Bunda boleh tahu,, kalian akan pulang pukul berapa ke rumah,,?" tanya Bunda


"hmm,, istri kamu cantik ya,,?" goda Bunda saat menyadari sang menantu menjawab pertanyaan dengan gugup karena sambil menatap ke arah sang anak perempuan kedua yang tengah menuruni anak tangga dengan perlahan,, di buat tersenyum di kala melihat sang menantu melamun karena memandangi nya 


"iya Bund,, istri aku memang cantik,," jawab Yussuf tanpa sadar 


"hmm,, istri kamu memang cantik,, anak Bunda,," ucap Bunda yang membuat Yussuf tersadar di kala menyadari jika diri nya sudah hampir sampai di hadapan nya 


"Bunda nggak apa apa kakak tinggal di rumah sendirian,, nggak akan ada masalah,,?" tanya nya yang sudah berdiri tepat di samping sang suami 


"hmm,, nggak apa apa kak,, kakak pergi saja,, kasihan juga menantu Bunda ini mungkin ingin punya waktu berdua dengan kakak,," jawab Bunda dengan tersenyum


"b,, bukan begitu maksud kakak Bund,, kalau ada apa apa gimana,, kakak nggak bisa jagain Bunda dong,,?" tutur nya seraya menunduk 


"hmm,, apa kah kmu sudah lupa kak,, ada Arsen,, adik kamu,, juga Nisa,, kakak kamu,, kedua nya akan menemani Bunda di sini,, kamu tenang saja kak,," jawab Bunda


"emm,, baiklah Bund,, tapi,, jika ada apa apa,, jangan lupa untuk segera mengabari kakak ya Bund,,?" tutur nya 


"hmm,, iya sayang,, Masya Allah,, anak Bunda ini,, ragu banget tinggal kan Bunda nya,, kalian juga berhati hati lah di jalan,, kalau ada apa apa,, jangan lupa kabari Bunda di sini hmm,,?" jawab Bunda


"pasti Bund,, pasti,, kalau begitu,, kami pamit dulu ya Bund,, takut jalanan macet,,?" ucap Yussuf yang seraya menyalami tangan Bunda di ikuti juga oleh nya 


"kami pamit ya Bund,, assalamualaikum,,?" ucap nya yang seraya mengikuti langkah Yussuf yang mulai keluar dari dalam rumah setelah sebelum nya melihat anggukan dari Bunda


...***...


di sini lah kedua nya berada,, di restoran Mushlim yang berhasil membuat nya mengenang masa lalu nya tepat,, saat diri nya baru saja pulang dari acara Perkemahan Sabtu Minggu yang di ada kan sekolah dulu,, pembicaraan nya dengan kedua saudara dan saudari nya,, latah,, lebih tepat nya,, perdebatan kecil nya dengan sang adik mengenai keputusan nya untuk memasuki asrama untuk pertama kali nya


"hmm,, suasana nya masih sama seperti dulu,," tutur nya di kala menduduki kursi tanpa sadar


"hmm,, memang nya neng pernah ke sini dulu,, sama siapa,,?" tanya Yussuf yang merasa sedikit mengganjal,, dengan siapa istri nya pernah ke tempat ini


"pernah a',, dulu,, sama Arsen juga kak Nisa,, debat kecil juga,," jawab nya yang membuat kening Yussuf mengerut


"debat,, debat seperti apa,,?" tanya Yussuf yang memandangi wajah nya


"iya,, yang aa' tahu mungkin Arsen ini memiliki jiwa keusilan yang tinggi sama neng,, tapi neng tahu kok,, rasa kasih sayang dia sebesar apa sama neng,, dia sempat permasalah kan neng yang akan berangkat ke asrama Tangerang dulu,, nggak mau pisah sama neng,," tutur nya menjelas kan


_Assalamualaikum Zahra_


Kamis,, 28 September 2023