Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Terima Kasih Selalu Hadir_...


..."memiliki kenangan indah dan berharga bersama seseorang tidak selalu merupakan anugerah, semakin indah kenangan tersebut, maka akan semakin sakit pula rasa nya saat kehilangan"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


saat ini, Khaliza dan Yussuf, pasangan baru ini terlihat sedang sama sama duduk di tepi tempat tidur dengan pandangan dan kepala yang sama sama di tunduk kan, setelah selesai memberes kan alat shalat tadi, kini Yussuf memanggil nya untuk duduk di samping nya, entah mengapa, perasaan canggung itu begitu sulit untuk kedua nya usir


"ehm,, apa aa' boleh bertanya sesuatu sama neng?" tanya Yussuf berusaha memecah kan keheningan dan mengusir kecanggungan


"boleh ustadz" jawab nya dengan lembut, dengan intonasi suara yang cukup pelan


"apa kah neng pernah merasa kehilangan sesuatu, atau,, semacam benda kesayangan neng misal nya?" tanya Yussuf dengan penuh rasa keraguan


"s,, saya,, saya pernah kehilangan sebuah,,," jawaban yang hendak di lontar kan nya kini terpotong di kala mendengar ponsel nya berdering


"maaf ustadz,, saya izin mengangkat panggilan?" ucap nya yang di angguki oleh Yussuf, dan tanpa beranjak, diri nya pun mulai mengangkat nya


"assalamualaikum?"


"waalaikum salam warahmatullah, Kha, kamu apa kabar, pasca pingsan kemarin, apa kah kamu merasa baik baik saja?"


"alhamdulillaah Li, aku merasa baikan sekarang, ada apa?"


"akh,, nggak ada apa apa, pagi pagi seperti ini aku hubungi,, ganggu pasangan halal baru nggak nih?"


"hmm,, sama sekali nggak kok Li, aku sedang santai saja, ada perihal apa memang nya?"


"syukur lah jika aku tidak mengganggu kalian, takut nya ganggu waktu nya saja gitu?"


"nggak kok, kenapa, apa kah ada masalah?"


"iya nih Kha, seperti nya, aku sama Khanaya akan pulang hari ini juga ke Tangerang deh Kha, soal nya mas Radit sudah ajak aku, nggak mungkin juga untuk meninggal kan banyak pekerjaan, kata nya Khanaya juga sudah di jemput di Tangerang, ada Budhe nya, kamu nggak masalah kan?"


"yaah, kok kalian terburu buru seperti itu sih, padahal kan belum sempat bertemu juga kita, memang nya nggak bisa di undur dulu ya?"


"maaf Kha, seperti nya memang nggak bisa, aku sama Khanaya juga mau nya agak lebih lamaan lagi di sini, suasana nya enak juga, tapi mau bagaimana lagi, kalau sudah ada tanggung jawab mah?"


"hmm,, iya juga sih, maaf banget ya, aku nggak sempat bertemu sama kalian lagi karena aku pingsan kemarin, makasih banyak sudah sempat kan waktu untuk bisa hadir ke sini, maaf juga aku nggak bisa mengantar kn kalian ke bandara?"


"xixi,, iya nggak masalah kok Kha, kamu kebiasaan banget deh, suka banyak banyak kata maaf sama makasih nya, jangan lupa main ke sana lagi ya nanti, ajak kak Yussuf, sampai kan salam dari aku sama Khanaya, semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah dan warahmah gitu?"


"hmm,, allahumma aamiin, iya, makasih banyak, nanti aku sampai kan, kalian hati hati ya pulang nya, insya Allah, nanti aku main main lagi ke sana, titip salam juga buat semua nya, makasih banyak sudah pada datang?"


"iya Kha, ya sudah, aku tutup dulu ya panggilan nya, nanti aku kabari kalau kita sudah sampai di sana, assalamualaikum?"


"harus pokok nya, jangan sampai nggak, iya, waalaikum salam warahmatullah"


setelah memutus kan panggilan telepon nya, diri nya pun kembali meletakkan ponsel nya itu di samping nya, menjadi penghalang antara diri nya dan Yussuf


"dari siapa neng?" tanya Yussuf di kala mengetahui penyelesaian obrolan sang istri sambil memandangi wajah nya dari samping


"Lia ustadz,, ada titipan salam dari Lia juga Khanaya, kata nya,, semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah dan warahmah" jawab nya dengan pelan


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Yussuf semakin mengembangkan senyuman nya ke arah nya "hmm,, kini aa' merasa yakin, se yakin yakin nya, jika yang menjadi istri nya aa' adalah neng Zahra, pasti kita bisa menjadi pasangan seperti dengan yang orang lain do'a kan,, bukan begitu neng?" tutur Yussuf penuh perhatian dan meminta persetujuan


'aa' tahu ini mungkin begitu berat untuk kamu sayang, namun kamu merasa enggan jika harus menunjukkan terang terangan rasa sakit mu pada aa', terima kasih, aa' akan selalu berusaha untuk bisa tetap menjaga mu' batin Yussuf sambil terus tersenyum memandangi wajah teduh nya yang terus tertunduk


"ada apa dengan neng, kok seperti nya sedih gitu, apa ada masalah hmm,,?" tanya Yussuf dengan tatapan penuh ke arah nya


"Lia dan Khanaya harus pulang ke Tangerang hari ini juga ustadz" jawab nya dengan pelan dan terkesan singkat


mendengar hal itu, kini berhasil membuat sang suami merasa tak enak hati sekaligus tersentuh, seerat itu kah hubungan persahabatan antara ketiga nya, pikir Yussuf


"aa' mengerti neng, neng Zahra pasti merasa sedih karena kedua sahabat nya neng nggak bisa berlama lama di sini, tapi harus bagaimana lagi, Lia, dia sudah mempunyai keluarga, dan, Khanaya, mungkin dia akan kembali ke keluarga nya, bukan kah neng pernah bilang, jika Khanaya juga akan melanjut kan pendidikan nya, tapi,, neng tidak perlu merasa sedih dengan ini, lain kali,, kita mencari waktu yang pas dan luang ya, agar kita bisa mengunjungi mereka di sana?" penuturan panjang Yussuf ini sontak saja membuat nya yang mendengar merasa terkejut, mengapa sang ustadz mengetahui kesedihan yang melanda nya


meski dengan ragu, akhir nya diri nya pun mengangguk angguk kan kepala nya mengerti, membuat Yussuf mengulum senyum tipis


"ya sudah, sudah siang, sudah mau pukul 08.00 juga, sebaik nya kita mencari makan ya, sambil jalan pulang, hari ini,, nggak apa apa kan, jika kita pulang ke rumah Umi terlebih dahulu?" tutur Yussuf hati hati meminta persetujuan


"b,, boleh ustadz" jawab nya yang selalu menundukkan pandangan nya


kedua nya pun terlihat berjalan dengan beriringan, jika kita selalu melihat penampilan pasangan pengantin baru semakin mesra dengan berjalan sambil bergandengan tangan, namun beda hal nya dengan pasangan baru ini, kedua nya masih terlihat canggung dan malu malu


hingga kedua nya memasuki lift yang sudah ada sepasang suami istri yang sedang berdiri tegak dengan setelan jas khas kantor


lift pun tertutup, kedua nya masih terlihat canggung dengan kepala yang sama sama di tundukkan


"sayang, hari ini aku ada meeting sama klien di kantor, kemungkinan besar, akan pulang agak malam, banyak pekerjaan juga di kantor" ucap pria dengan jas hitam ini kepada wanita di samping nya


"yaah,, terus gimana dong, malam ini kamu mau tinggal kan aku sendiri lagi, padahal baru kemarin lho kita menikah, hari ini kamu nggak bisa ambil cuti, bosen banget tahu, sendirian terus di kamar hotel" keluh wanita ini dengan cemberut


"hmm,, kamu jangan gitu dong sayang, aku kerja juga buat kamu kan, aku usaha kan pulang siangan deh nanti, biar bisa terus menemani kamu, atau enggak, kamu temani aku kerja saja lewat video call di kantor, bagaimana, yang penting kita nggak merasa jauh saja" usul pria ini dengan merangkul pinggang wanita nya sambil tersenyum


"emm, enggak deh kalau gitu, aku nggak apa apa kamu tinggal juga, aku akan tetap menunggu kamu kok, aku nggak mau mengganggu kamu bekerja, apa lagi jika lembur, nggak apa apa, aku cuman bercanda kok" ujar wanita dengan rambut sebahu ini tak enak hati


"ish,, nggak apa apa kali video call juga, kamu bukan pengganggu aku, kamu bahkan adalah sumber semangat nya aku, dan setiap saat akan selalu seperti itu, aku juga nggak mau jauh dari kamu" seru laki laki ini posesif


"hmm,, iya ya sudah lah, kamu boleh kok panggil aku kapan saja, asal kan jangan lupa makan malam ya, traktir sekretaris kamu juga, kasihan" ucap wanita ini dengan tersenyum ramah


"ish,, nggak juga, aku mau nya makan masakan kamu saja nanti pulang nya, sekretaris aku sudah ada pacar nya, jadi aku kasih uang saja buat mereka dinner, kalau aku mau nya sama kamu saja" ujar pria ini tegas yang sudah tidak mau di bantah lagi


"kamu kebiasaan kayak gitu deh, memang nya nggak malu apa, orang lain mengira nya kamu nggak punya simpanan uang lagi karena nggak pernah makan di luar" ujar wanita ini


"hmm,, nggak tahu kenapa, semenjak aku mengenal mu, aku jadi nggak terlalu suka juga makanan di luar, nggak apa apa lah, buat apa juga dengar kan kata orang, hidup hidup aku kan, bagi aku,, masakan kamu selalu menjadi yang terenak di antara semua nya" imbuh pria ini dengan menggenggam kedua tangan sang istri


"hmm,, makasih banyak ya, walau pun aku terlahir dari keluarga yang serba seadanya, tapi kamu nggak pernah malu punya istri kayak aku, kamu juga nggak pernah kecewakan aku?" ucap wanita ini terharu


"hmm,, iya, dan bagi aku, kamu itu segala nya, kamu jangan suka dengar kan celotehan orang orang, lihat pandangan orang sama kamu, mau bagaimana pun kamu, aku akan tetap sayang sama kamu, apa pun kata mereka aku nggak peduli itu" ucap pria ini seraya menarik tangan kanan perempuan nya ke dalam pelukan nya


ting,,


pintu lift terbuka, dan kedua orang itu pun keluar, entah mengapa belum sampai lobby mereka sudah keluar di lantai 3, mungkin ada keperluan lain,,


_Assalamualaikum Zahra_


Senin, 14 Agustus 2023


hingga menyisa kan Khaliza dan Yussuf yang masih terdiam dengan menunduk, menunggu lift sampai di lobby