
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Harus Kah Aku Mengenalmu_...
..."masih dengan gelas yang sama, juga dengan isi yang sama,, namun masih terasa berbeda,, hanya,,, sedikit hangat saja,,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
kedua nya tertidur dengan tenang dan damai, sehingga tepat pada pukul 03.00 dini hari, alarm yang berasal dari ponsel kedua nya berbunyi, rupa nya kedua nya memiliki kebiasaan yang sama,,
meski kedua mata nya masih berat, kini diri nya pun mulai membuka kedua mata nya, sehingga dapat melihat samar samar yang ada di sekitar nya
sama hal nya dengan Yussuf, kini laki laki itu pun terlihat membuka kedua mata ny meski dengan rasa malas yang mungkin begitu besar dalam diri, namun,,,
"astaghfirullah,,"
"ya Allah ya Rabb,," kedua nya kembali sontak bertutur dan cukup terlonjak kaget dengan apa yang tersuguh di depan mata kedua nya
yaa,, bagaimana kedua nya tidak saling merasa terkejut, jika bangun dari tidur dalam keadaan,, saling berpelukan,, kedua tangan Yussuf yang menyentuh kedua pinggang nya,, juga kedua tangan nya yang menyentuh dada bidang milik suami nya itu kini benar benar berhasil membuat kedua nya benar benar terkejut, Allah memang sudah berkehendak untuk hubungan di antara kedua nya,, nyata nya,, semesta benar benar se bercanda ini pada mereka
"akh,, maaf ustadz,, saya,, saya tidak tahu,, jika kedua tangan saya,, ada di situ,,?" ucap nya yang sontak saja langsung terbangun dan terduduk, benar benar tidak bisa menyembunyikan rasa gugup nya
"ehm,, panggilan nya neng,, tapi,, aa' juga minta maaf,, aa' juga tidak tahu sejak kapan berada di posisi seperti itu,," jawab Yussuf yang tak kalah merasa gugup
"maaf,, aa' maksud nya?" ucap nya yang masih terus tertunduk dalam
"listrik nya sudah menyala ternyata,, semalam neng menyimpan air di mana?" tanya Yussuf yang baru menyadari jika lampu di dalam kamar kini sudah menyala dan kembali terang
"mungkin iya a',, ini minum nya?" tutur nya seraya menyerah kan segelas air putih pada Yussuf dan membuat Yussuf tersenyum
"hmm,, terima kasih banyak ya neng?" ucap Yussuf seraya mengambil air putih tersebut, lantas meminum nya berusaha mengusir dahaga yang melanda
"tidak masalah a',," jawab nya yang terus saja tertunduk dalam diam nya
"harus kah kita melakukan shalat malam neng,, masih pagi juga,, apa kah neng akan shalat?" tanya Yussuf seraya kembali mengulur kan gelas yang sudah tersisa setengah air putih pada nya, dan di terima juga kembali di simpan oleh nya di tempat semula
"baiklah a',, aa' ke kamar kecil dulu,, sa,, neng akan menyiap kan semua nya terlebih dahulu,," jawab nya yang di angguki oleh Yussuf lantas melangkah menuju kamar kecil
...***...
setelah shalat malam di laksanakan oleh kedua nya dengan Yussuf yang mengimami nya, kini kedua nya pun masih terduduk di atas sajadah
"maaf jika bacaan Al-Qur'an aa' kurang enak di dengar ya neng?" tutur Yussuf saat memandangi wajah nya
"tidak masalah a', bahkan aa' selalu saja mengucap kan kalimat itu,," jawab nya seraya tersenyum hangat ke arah Yussuf
"hmm,, bukan kah aa' juga yang membuat Lia berhasil meraih juara kedua murrotal ya?" tanya nya dengan memandangi wajah teduh di hadapan nya tanpa sadar
"akh,, maaf a',, neng,," ucapan nya terpotong di kala Yussuf memegang kedua pipi nya dengan lembut
"tidak apa apa neng,, aa' juga senang,, selama ini neng selalu menunduk di kala berpapasan dengan aa', tetap balas pandangan aa' seperti ini ya,, aa' senang,,?" tutur Yussuf dengan tersenyum dan berhasil membuat nya mengangguk patuh
"tapi,, dari mana neng tahu jika aa' pernah membuat Lia berhasil meraih juara kedua murrotal?" tanya Yussuf yang merasa bingung
"hmm,, Lia sahabat nya neng jika aa' lupa,, Lia juga pernah cerita sama neng perihal aa', jadi,, mengapa aa' harus merasa jika bacaan Al-Qur'an nya aa' selalu salah,,?" tanya nya lagi
"ini kan beda neng,, aa' sama Lia itu bisa di ibarat kan seperti sepasang kakak dan adik,, kalau sama neng,, aa' masih merasa malu saja,," jawab Yussuf dengan menunduk
"hmm,, neng kira selama ini yang selalu merasa malu hanya neng,, tidak neng sangka nyata nya aa' juga mempunyai rasa malu itu?" tutur nya yang membuat Yussuf kembali menegakkan kepala dan tersenyum ke arah nya
...***...
"assalamualaikum,,?" ucap Yussuf saat melihat nya masih sibuk dengan aktivitas di dapur, setelah dari mesjid pulang dari shalat berjamaah
"waalaikum salam warahmatullah,," jawab nya yang menyambut Yussuf, mencium punggung tangan sang suami dan kemudian kembali pada kesibukan nya
"aa' kira ke mana,, nyata nya di sini,," tutur Yussuf seraya berdiri di samping nya yang masih asyik memasak
"hmm,, iya a', tadi neng lihat ada beberapa bahan masakan yang masih mentah,, jadi neng olah,, apa luka nya aa' masih terasa sakit,, harus kah neng kembali mengobati dan mengganti perban nya?" tanya nya tanpa memandang ke arah Yussuf yang sudah jelas memandangi wajah teduh nya dari samping
"aa' kenapa senyum senyum gitu,, apa ada yang salah,, Khimar neng meleyot ya?" tanya nya yang kebetulan menoleh sekilas dan menangkap basah sang suami yang tengah tersenyum dengan memandangi wajah nya
"hmm enggak kok,, aa' hanya merasa heran saja,, sudah sesibuk ini,, neng bahkan masih memikir kan luka nya aa',, yang padahal sudah sembuh sejak kita berangkat ke sini,," jawab Yussuf dengan terkekeh
"terima kasih,, karena sudah mengkhawatirkan keadaan aa', tapi aa' baik baik saja sekarang,, itu juga berkat kehadiran neng di sisi aa',," lanjut Yussuf dengan tatapan penuh ke arah nya
"iya,, nggak masalah a',, tapi,,, bisa kah aa' berhenti menatap neng?" tanya nya yang menyadari tatapan penuh arti dari suami nya ini
"hmm,, kenapa,, bukan kah kita ini sudah halal ya,, bahkan aa' boleh kok melakukan hal yang lebih dari sekedar menatap?" jawab Yussuf dengan balik bertanya
"neng tidak pernah terbiasa dengan mendapat kan tatapan seperti itu dari laki laki a',," jawab nya
"hmm,, begitu kah,, namun mulai saat ini,, neng harus mulai terbiasa,, karena aa' tidak akan pernah melepas kan neng dari setiap tatapan aa',," jawab Yussuf dengan lembut dan berhasil membuat nya tersipu, mungkin jika diri nya tidak mengenakan niqab saat ini, rona merah pada wajah teduh nya akan terlihat jelas,, namun karena diri nya mengenakan niqab,, jadi tidak terlihat jika wajah nya memerah karena merasa malu
"aa' bisa saja,," jawab nya
_Assalamualaikum Zahra_
Selasa, 29 Agustus 2023