Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Inilah Akhirnya_...


..."tidak sulit sama sekali, untuk membuat sebuah keinginan, yang sulit terletak pada bagaimana membuat apa yang anda inginkan menjadi kenyataan"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


hari sudah siang, terik matahari pun meninggi di langit atas sana, dan ketiga sahabat ini sudah duduk di podium luas aula universitas Gunadarma, Tangerang, di mulai dari acara hiburan dari Rafha yang memang terbilang cukup ahli dalam seni musik, hingga acara pembacaan ayat suci Al-Qur'an dari pihak rektor dan dosen


"baiklah, ini dia, acara yang begitu di nanti nanti kan, mengumumkan 3 orang mahasiswa mahasiswi yang memperoleh nilai terbaik dan tertinggi selama kuliah beberapa tahun ke belakang, namun sebelum nya, ada mahasiswi yang akan membacakan sedikit kalimat tentang motivasi belajar bagi seluruh mahasiswa dan mahasiswi semua, ananda Khaliza Sulistya Az Zahra, kepada nya, kami persilahkan" ucap MC acara ini dengan ramah dan meriah


tepukan tangan meriah di dalam podium aula ini, mengiringi diri nya yang akan menyampaikan motivasi belajar nya, dengan malu dan langkah pelan, diri nya pun melangkah kan kedua kaki nya menaiki panggung


"assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh?" ucap nya yang mendapat jawaban salam semangat dari semua yang hadir di acara ini


"sebelum nya, saya benar benar mengucap kan banyak terima kasih, kepada kakak pembawa acara yang sudah sempat sempat nya memberikan saya ruang dan waktu, untuk menyampaikan motivasi belajar ini,,,


pada hari ini, kita melihat wajah berseri seri, yang tampak, dari wisudawan wisudawati, orang tua kita, seluruh keluarga kita, sahabat kita, dan bahkan serta semua orang yang mendukung kita selama ini,,,


untuk orang tua kami, toga ini, gelar ini, dan peringkat ini, hanya lah untuk kalian, bukan untuk kami, kami tidak akan pernah tahu, bagaimana lelah nya kalian bekerja, bagaimana engkau menahan lapar, dahaga, dan panas nya terik matahari, demi melihat kami berada di tempat ini, menggunakan pakaian rapi, ber make up, layak nya seperti seorang sarjana, terima kasih kami ucap kan, tanpa engkau, kami tak akan bisa berada di tempat ini, berbahagialah kawan kawan semua, yang kedua orang tua nya bisa hadir mendampingi di hari ini, di hari yang penuh kegembiraan dan kebanggaan ini, meski orang tua saya tidak bisa hadir di acara yang istimewa ini, namun,, ini menjadi motivasi tersendiri bagi kita semua, bahwa kita harus terus membuat kedua orang tua kita bangga sampai kapan pun, dan dalam kondisi apa pun, tetap semangat dan terus belajar, dan terakhir, izin kan saya membaca puisi, untuk orang tua kita semua,,,


karena hal itu, dengan seketika, alunan musik dari piano menjadi pengiring puisi musikalisasi yang di baca nya itu


'cinta mu, kasih mu, kau berikan pada ku'


'tulang mu, keringat mu, kau berikan pada ku'


'meski lelah, kau tetap tersenyum'


'meski aku sering berbuat salah, kau tetap memberikan senyum dan cinta mu'


'tak pernah sedikit pun meminta balasan'


'aku tahu,, aku tahu,, dan aku tahu,,,'


'semua itu agar aku bahagia'


'kau adalah cahaya,,, kau adalah pelita,,,'


'kau adalah penuntun jalan ku'


'tapi maaf,, maaf,, dan maaf,,,'


'tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan mu'


'semua pemberian mu untuk ku'


'tapi aku janji,, do'a ku, selalu menyertai mu'


'agar engkau bahagia, agar kau selalu tersenyum'


'ibu,,, kau adalah rembulan ku'


'yang selalu ada di hati ku'


'ayah,,, kau adalah mentari ku'


'yang selalu menyinari ku'


'ibu,, ayah,, aku begitu mencintai kalian'


'semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kalian'


sekian, kurang lebih nya saya mohon maaf, apa bila ada tutur kata yang tidak enak di dengar, saya ucap kan sekian dan terima kasih, wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh?" ucap nya dan mendapat kan jawaban juga tepukan tangan yang meriah dari semua orang yang hadir, ada juga yang menangis haru, kala mendengar puisi yang di lontar kan nya


bruk


"aku kagum sama kamu Kha, di saat orang tua mu tidak bisa hadir di sini sebagai pendamping mu, kamu masih bisa memberikan kami motivasi" ucap Lia yang terharu sambil berhamburan ke dalam pelukan nya juga bersamaan dengan Khanaya


"hmmm,, makasih, ini juga berkat semangat dari kalian" imbuh nya dan kembali duduk, karena acara akan kembali di lanjut kan


"alhamdulillaah, serangkaian motivasi bagi mahasiswa dan mahasiswi sudah kami dengar, Masya Allah,, begitu menyentuh juga ya, apa lagi dengan sosok nya yang memang keluarga nya tidak bisa ikut hadir mendampingi nya,,, baik, acara selanjut nya, adalah mengumumkan tiga orang mahasiswa serta mahasiswi yang memperoleh nilai terbaik dan tertinggi di universitas Gunadarma ini,,,


baiklah, rupa nya, semua sudah tidak sabar mendengar nya, langsung saja, peraih nilai terbaik dan tertinggi ke tiga kita, di universitas Gunadarma ini, jatuh kepada,,, Ditta Alia Aldiansyah, Putri ketiga dari bapak Bramantio Anugerah Aliansyah, kepada nya kami persilahkan untuk naik ke atas panggung" ucap MC ini dengan ramah dan di ikuti dengan suara tepukan tangan yang menggema di seluruh penjuru ruangan podium aula ini


Lia pun tersenyum bangga dan mulai menaiki panggung dengan di dampingi oleh om Aldi


"peraih nilai terbaik dan tertinggi kedua kita, di universitas Gunadarma ini, jatuh kepada,,, Rafha Al Kanza Ardiansyah, putra kedua dari bapak Khaisar Ardiansyah, kepada nya, kami persilahkan" lanjut MC acara ini dengan ramah juga di ikuti dengan suara tepukan tangan yang tidak kalah meriah


"baiklah, ini dia, yang kita tunggu tunggu sejak awal, peraih nilai terbaik dan tertinggi pertama kita, di universitas Gunadarma ini, jatuh kepada,,, ananda Khaliza Sulistya Az Zahra, putri kedua dari bapak Alif Bilal Al Hanand, maka kepada nya, kami persilahkan" tutur MC ini meriah dengan senyum yang terus mengembang, juga dengan tepukan tangan yang begitu meriah dari semua nya


Khaliza yang tidak terlalu berharap sedikit terkejut, diri nya tidak terpikir kan akan mendapat kan nilai terbaik, apa lagi tertinggi, karena dia memang tidak pernah berharap, meski telah banyak piagam di miliki nya di Jakarta, dengan langkah gontai nya, diri nya pun mulai menaiki panggung dengan perlahan tanpa dampingan dari siapa pun


melihat kedua teman yang meraih nilai terbaik dengan di dampingi dan di saksi kan langsung oleh wali kedua nya masing masing, sebenar nya hal itu cukup membuat nya merasa iri sekaligus sedih, karena di saat momen seperti ini, hanya diri nya lah yang tidak selalu bisa mendapat kan pendamping atau wali di sisi nya, tapi diri nya cukup tegar juga, diri nya yakin diri nya akan bisa melewati semua nya, meski tanpa wali di samping nya


sesampai nya diri nya di atas panggung, kini diri nya melihat kedua teman nya ini tengah tersenyum hangat pada nya, diri nya pun berdiri di tengah, antara kedua nya


"barakallah ya nak Khaliza,, meski kamu datang dan hadir seorang diri di sini, tapi bapak harap, kamu tidak pernah patah semangat, untuk terus berjuang dan menuntut ilmu?" ucap pak Hamid (rektor) sebelum akhir nya memberikan piala penghargaan, uang tunai, sertifikat, juga buket bunga wisuda yang cukup cantik dan besar


"kamu bisa sampai kan pesan dan kesan ini, barang kali ada yang mau kamu sampai kan?" ucap pak Hamid dengan menyerah kan mikrofon ke arah nya


hal itu membuat nya mengangguk dengan sopan sambil tersenyum kala menerima uluran mikrofon ini


"assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh?" ucap nya sebelum memulai penyampaian nya dan di jawab salam dengan semangat oleh semua nya


"alhamdulillaah,, sebelum nya saya mengucap kan banyak terima kasih kepada Allah Azza wa jalla, yang memang sudah mengizin kan saya untuk berada di titik ini, selanjutnya, terima kasih juga saya ucap kan kepada pihak universitas, karena telah mempercayai saya hingga mungkin, saya bisa meraih prestasi belajar di sini, juga terima kasih, kepada kedua sahabat saya yang senantiasa selalu menjadi pendukung saya, penghibur di kala saya merasa sedih, dan juga penenang di kala saya merasa gelisah, tidak lupa juga, untuk,,,"


penuturan nya terhenti sejenak, kala merasa ragu akan mengucap kan kalimat yang begitu mampu menyayat hati nya sendiri


"kedua orang tua saya, meski kedua nya, kini tidak bisa hadir sebagai pendamping saya saat ini, namun karena doa restu dan izin dari kedua nya, hingga saya bisa ada di titik yang insya Allah berkah dan membanggakan ini, juga, sukses selalu untuk para dosen dan rektor, terima kasih saya ucap kan kepada semua nya, karena telah rela membimbing saya hingga sampai di titik ini, dengan rasa sabar yang tinggi dalam membimbing saya, sukses selalu untuk semua nya,,," tutur nya merasa bangga, dengan di akhiri dengan tepukan tangan yang begitu meriah dari semua nya


"tidak lupa juga selamat untuk kamu ya Rafha, bapak selalu merasa menjadi sosok yang sempurna, apalagi jika melihat mu bersemangat seperti ini?" ucap pak Hamid sebelum akhir nya memberi kan piala, sertifikat, dan juga buket berukuran sedang pada Rafha


"alhamdulillaah,, terima kasih banyak pak, atas penghargaan ini, saya do'a kan selalu semoga universitas Gunadarma ini semakin maju dan berkembang kedepannya" ucap Rafha yang diangguki dan diamini oleh pak Hamid


"dan ini Lia, selamat juga bapak ucap kan untuk kamu ya, jangan patah semangat dalam berpendidikan tinggi, jangan ragu untuk melangkah, bapak salut dengan semua semangat yang kamu punya?" ucap pak Hamid ini kala menyerah kan dan memberikan piala, sertifikat dan juga buket bunga kepada Lia


"terima kasih pak, atas bimbingan nya selama ini, saya do'a kan, semoga universitas Gunadarma ini semakin maju dengan melahirkan generasi muda penerus bagi bangsa" ucap Lia sambil tersenyum hangat


"yah, terima kasih kembali untuk semua do'a do'a nya, semoga kalian juga semakin sukses setelah lulus dari universitas Gunadarma ini" ucap pak Hamid yang memang diamini dalam hati oleh ketiga nya


_**Assalamualaikum Zahra_


Ahad, 23 Juli 2023**