
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Ketika Rindu Bersenandung II_...
..."bukan keindahan fisik yang mengantarkan mu ke syurga, tapi keindahan hati yang akan membawa mu ke sana"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
"Lia, Nay, kak Nisa, dia kangen kata nya sama kalian, mau video call sama kalian, boleh nggak?" tutur nya di kala mengingat sesuatu
"waah, boleh tuh, kita juga kangen banget sama kak Nisa, mau mengucap kan selamat atas pernikahan nya, mau mengucap kan maaf juga, karena kemarin nggak bisa datang, merasa bersalah banget aku" ujar Khanaya bersemangat
"iya tuh, aku juga sama, video call saja sekarang nggak apa apa Kha" jawab Lia
"ya sudah sebentar ya, aku video call sekarang?" tutur nya saya berjalan dan mencari nomor sang kakak di ponsel nya
setelah panggilan terhubung
"assalamualaikum kak?"
"waalaikum salam warahmatullah sayang, kenapa, apa ada masalah?"
"nggak apa apa kak, alhamdulillaah, semua baik baik saja, nggak ada yang perlu di khawatir kan, tapi maaf, aku hanya mau mengabari saja jika aku sudah sampai di Tangerang, dan baru bisa mengabari malam ini maaf, soal nya kemarin banyak aktivitas juga?"
"iya nggak masalah sayang, eh iya, ngomong ngomong, kamu lagi di mana itu, kok seperti nya bukan di kamar asrama kamu sama Khanaya dek?"
"iya kak, ini aku lagi di kamar hotel lokasi pernikahan nya Lia, dia suruh aku sama Khanaya untuk menginap di sini, soal nya persiapan juga untuk menjadi Bridesmaids besok, jadi harus bangun agak pagi"
"akh,, begitu ya, baiklah, eh iya, kakak mau bicara dong, sama kedua nya, mana sekarang, lagi pada ngapain juga di sana?"
"xixi,, lagi pada ngumpul saja nih kak, kebetulan kedua nya mau ada yang di bicara kan kata nya sama kakak" tutur nya seraya kembali duduk di tengah tempat tidur, membuat semua nya bisa melihat kak Nisa
"hai kak Nisa, assalamualaikum, kakak apa kabar, duh, kangen nya sama kakak, terakhir kali ketemu saat kakak antar kiriman buat Khaliza ya, kangen aku tuh?" ujar Khanaya dengan bersemangat
"xixi,, waalaikum salam warahmatullah Nay, kamu masih sama cerewet nya ternyata, sama, kakak juga kangen sama kamu, iya, kamu masih ingat juga ternyata akan hal itu"
"iya dong kak, aku masih mengingat nya, masa pertemuan pertama kita aku lupa kan sih, mau nya ketemu lagi malahan"
"apa kabar nih kalian, termasuk ini nih, calon pengantin xixi, sudah ada yang mau di persunting saja, bagaimana rasa nya?"
"hmm,, biasa saja sih kak, kalau nggak nyangka nya sih pasti ya, hehe, oh iya kak Nisa, maaf banget ya, kemarin ku dengar, kak Nisa menikah, maaf banget,, aku nggak bisa datang, soal nya banyak juga yang harus aku urus dari skripsi sampai persiapan pernikahan?"
"iya nggak masalah Lia, kakak mengerti kok, pasti banyak yang harus kamu siap kan ya, kakak juga minta maaf banget, nggak bisa datang di acara nya kamu besok, tapi,, do'a dari kakak, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah"
"allahumma aamiin,, makasih banyak kak do'a nya, kakak juga, eh iya, ngomong ngomong, gimana nih, sudah ada kabar baik nya dong, aku nggak sabar lhoo, mau segera jadi aunty buat anak nya kakak?"
"hmm,, iya alhamdulillaah Li, kakak lagi ngidam sekarang,, karena itu kakak nggak bisa pergi jauh jauh,,"
"waah,, syukur lah kak, akhir nya, sebentar lagi aku bakalan jadi aunty,, barakallah ya kak, aku ikut merasa senang di kala mendengar nya, semoga selalu sehat untuk ibu dan anak nya sampai lahir dengan selamat kelak ya kak?"
"allahumma aamiin,, makasih do'a nya saja Tante Lia,,"
"huaaa, kak Nisa, aku juga minta maaf banget ya kak, kemarin nggak bisa datang di acara pernikahan nya kakak?"
"nggak akh,, kenapa kamu pakai nggak bisa datang segala di acara nya kakak coba, kakak tungguin lho, makanan pada mubazir tuh, nggak kamu santap xixi" kak Nisa pun terlihat terkekeh geli
"iya kak, kemarin bukan nya aku nggak mau datang, tapi aku juga sibuk persiapkan wisuda, mau nya datang, ternyata eh ternyata helikopter jemputan aku nggak datang juga, mau nya sih gitu, datang, sambil makan gratis kan enak nya afdhol banget tuh kak, makan daging rendang favorit nya aku beuh,, pasti mantap tuh kak, apa lagi tambah kuah nya, jadi pengen makan nih aku, tapi,, ya gimana lagi kak, kamu juga Kha, kenapa nggak bungkus kan nasi buat aku, mana aku juga lupa pesan lagi waktu itu, kakak juga tahu sendiri kan, sibuk nya buat skripsi duh, repot banget deh pokok nya kak" ujar Khanaya
"xixi,, kamu itu lucu banget ya Nay, nggak masalah,, kakak hanya bercanda kok, nggak apa apa kalau kamu memang nggak bisa datang, kakak mengerti"
"eh iya, kalian mau kapan rencana nya ikut Khaliza mudik ke sini, biar ketemu sama kakak lagi, nanti kakak kenal kan deh, sama suami nya kakak, tapi awas saja, suami kakak itu dingin tahu, irit bicara, julukan nya saja kulkas berjalan xixi, jadi kapan, kalian ke sini?"
"hmm,, nanti saja deh kak, nikahan nya Khaliza insya Allah kita ke sana ikut kok, kalau Khaliza mudik ke sana lagi, iya nggak Nay?"
"huuh benar tuh kak, nanti, tunggu aku ya, siap kan BBQ saja di sana kak, Berger saja kalau sama aku" jawab Khanaya dengan santai
"kalian sudah tahu kalau adik nya kakak mau menikah?"
"iya kak, kini kita sudah mendengar kabar dari nya, tapi kita tetap mendukung nya kok, kita pasti akan datang, iya kan Nay?"
"huum benar tuh kak, tapi kalian juga harus datang ya, ke Korsel, nikahan nya aku nanti, nggak adil banget aku hadiri acara kalian tapi kalian nggak ada yang hadir di acara nya aku, nanti aku bilang deh, sama suami aku buat jemputin kalian pakai helikopter pribadi?"
"lho, sejak tadi kok kamu jadi bahas helikopter pribadi sama Korsel sih Nay, memang nya siapa yang mau ke Korsel?"
"dia yang terakhir nikah di antara kita kak, jadi dia mau minta kita untuk mengenalkan sama mencari kan jodoh orang Korea Selatan kak, kemauan nya tuh besar banget dia itu nggak sih?"
"xixi, kalian itu paket komplit ya, tiga sahabat, yang pengagum novel nya ada, pengagum drakor nya ada, dan pengagum anime nya juga ada, perfect banget deh"
"iya dong kak, memang seharus nya begitu, itu nama nya saling melengkapi satu sama lain"
"boleh dong kak boleh, Khaliza, kamar hotel ini ada balkon nya kok, kamu bisa sambil cari angin di sana, dan ada sofa nya juga, di sana saja"
"hmm,, ya sudah, aku pinjam sofa nya bentar ya?" tutur nya yang seraya berdiri
"boleh boleh, kamu pakai saja, mau tidur di sana juga nggak apa apa Kha, nggak masalah wkwk" ujar Khanaya
"ish kamu itu apaan sih, boleh Kha, di sana saja, kita tunggu di sini kok" jawab Lia yang menyenggol lengan Khanaya yang di tanggapi terkekeh kecil oleh Khanaya sendiri
mendengar hal itu, kini membuat nya mengangguk paham dan hanya menanggapi Khanaya dengan tersenyum tipis dan berlalu pergi ke arah balkon hotel
setelah Khaliza duduk di sofa balkon kamar hotel
"ada apa kak, semua nya lagi pada ngapain, kok ramai di rumah?" tanya nya karena kak Nisa mulai menghampiri keramaian di ruang keluarga
"akh,, ini lagi pada ngumpul nih, ada yang kangen sama kamu lho, baru juga kemarin antar ke bandara sudah tanya tanyakan kamu saja?" goda kak Nisa
"akh iya, itu kedua sahabat kamu benar benar sudah mengetahui semua nya tentang perjodohan kamu, mereka menerima?" tanya kak Nisa kemudian di kala mengingat sesuatu
"iya kak, alhamdulillaah, semua nya bisa menerima, Bu haji Ningsih juga sama pak kyai Wildan sudah terima surat undangan nya, kedua nya akan datang nanti kata nya" tutur nya sedikit menjelas kan
"akh,, begitu kah,, syukur lah, kakak ikut lega mendengar nya" jawab kak Nisa dengan anggukan kepala nya
"siapa kak?" terdengar suara Bunda dari seberang panggilan sana
"akh,, ini Khaliza Bund, adik kesayangan nya aku, dia sedang di hotel kata nya, menemani sahabat nya yang mau menikah besok itu lho Bund"
"akh,, begitu kah, boleh kah Bunda berbicara dengan nya, mana ponsel nya?"
"iya Bund, kita sama sama semua ya, bicara sama dia?"
"bentar ya dek?" ucap kak Nisa yang kemudian meletak kan ponsel nya di tengah dan terlihat lah seluruh keluarga besar nya di sana
"akh,, assalamualaikum semua?" ucap nya seraya tersenyum lebar di balik niqab nya kala menyadari kini, diri nya lah yang menjadi pusat perhatian dari seluruh keluarga nya
"waalaikum salam warahmatullah" jawab semua nya serempak di seberang panggilan
"kakak kemarin sampai pukul berapa di sana kak?" tanya Ayah yang sedang duduk di sofa
"emm,, lumayan masih pagi juga Ayah, kemaleman di pesawat, kira kira pukul 08:00 pas sampai di sini" jawab nya
"akh,, begitu kah, ya sudah, tapi perjalanan nya baik baik saja kan, nggak ada masalah apa pun di jalan?" sambung Ayah lagi
"alhamdulillaah,, nggak ada apa apa Ayah, ada satu sih sebenar nya" jawab nya yang berhasil membuat Ayah terlonjak kaget
"apa masalah nya kak, kamu nggak ada yang luka kan, pesawat nya kenapa, nggak sampai jatuh kan?" ujar Ayah dengan beruntun
"nggak ada yang luka sedikit pun Ayah, yang ada hati kakak yang luka, dalam pesawat pikiran kakak terus tertuju sama Ayah dan Bunda, kakak terpikirkan terus tahu" tutur nya yang membuat semua nya lega dan mengusap dada masing masing
"huuh,, Ayah kira kenapa kak,, kak, sama, Ayah juga begitu di sini, sekarang yang terpenting selesai kan dulu urusan kakak di sana, biar bisa cepat bertemu sama Ayah di sini" tutur Ayah sambil tersenyum
"akh iya Yah, nanti kata nya dua sahabat aku mau ikut ke sana, menghadiri acara nya, kedua nya boleh ikut kan?" tutur nya meminta persetujuan dari keluarga nya
"hehem, boleh dong kak, masa nggak boleh sih, nanti biar sama Syakira dan Hanna juga, kalian ngumpul saja nanti, bisa Ayah yang atur kok" jawab Ayah
"xixi,, kamu ini ada ada saja deh kak, kamu itu sudah mau jadi istri, masih saja hati nya bermasalah sama Ayah Bunda nya, malu kali, sama calon suami" kali ini, Bunda yang berujar dan berhasil membuat nya sedikit malu
"Bunda ish,, itu kan siap nggak siap Bund, jangan buat kakak terus terusan malu dong" tutur nya seraya menunduk
"kakak, kata nya kakak mau isi data aku, tapi aku tungguin mana, kok nggak ada!!" serobot Arsen
"iya Arsen,, maaf kemarin kakak nggak sempat, banyak urusan juga di sini, belum lagi surat undangan yang harus kakak sebar, nanti lah, insya Allah besok jika kakak ada waktu" jawab nya dengan lembut
"eh iya, aku sendiri juga lupa kak, aku kan ganti kartu sim card, jadi,, eh kan kak Yussuf juga besok ke sana, biar aku titip kan ya kak, nanti kakak bisa ambil dari kak Yussuf, aku tunggu pakai banget pokok nya, jangan sampai enggak ya kak?" ujar Arsen
"iya iya insya Allah, iya in saja lah, biar cepat selesai kalau sama kamu" jawab nya yang mendapat kan cemberutan dari Arsen
"sudah,, kamu itu sudah besar, minta sama Ayah kan bisa, kenapa harus minta sama kakak sih?" ujar Ayah saat mendapati sang anak bontot sudah duduk di samping nya
"hehe,, kalau minta sama kakak lebih enak saja Ayah, lebih nikmat nya itu terasa lho, suka ada kabar baik nya tersendiri kalau pakai data dari kakak" jawab Arsen dengan terkekeh kecil yang membuat semua nya geleng geleng kepala tak habis pikir terutama dengan dia yang masih ada di panggilan
"ada ada saja anak ini" gumam nya yang tidak terdengar oleh siapa pun sambil tersenyum tipis
_**Assalamualaikum Zahra_
Selasa, 8 Agustus 2023**