Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Apakah Ini Hanya Perasaan Ku Saja?_...


..."memori adalah hal yang aneh, terkadang dia bisa berubah ubah, terkadang sangat hidup, dan terkadang hilang sama sekali, ada sedikit memori lain, yang mungkin tak akan memudar dengan mudah"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


waktu terus berjalan, hingga akhir nya, acara hampir selesai, dari pembagian raport juga ijazah, medali emas bagi mahasiswa dan mahasiswi yang ikut wisuda, hingga acara hibur menghibur, kini saat nya acara makan makan bagi semua orang yang ingin mencicipi hidangan di podium aula ini


setengah asik menikmati makan bersama dengan kedua sahabat nya, kini alunan musik terdengar merdu dari panggung sana, membuat kening nya mengerut heran, mengapa kak Andra bisa ada di panggung sana? pikir nya, saat memang Andra tengah berdiri tegap di panggung sana yang mulai mendekat dan berjalan dengan perlahan ke arah nya


di iringi dengan alunan piano yang mulai di main kan, kini Andra pun mulai bernyanyi dengan suara merdu nya, sambil menghampiri nya yang masih terpaku di tempat nya berdiri, membuat kedua sahabat yang sedang bercanda dengan nya tersenyum dan mulai menjauhi nya, memberi ruang dan waktu pada Andra, untuk bisa membuat nya bahagia, meski sesaat


kembali pada Andra, laki laki ini mulai menyanyi dengan terus tersenyum hangat memandangi wajah nya


*Sedalam cintamu*


Terasa kini


Pesonamu hadir debar kan hari,,


T'lah ku datang kan khayal nyata janji


Ke dalam Sukma ku


Menuai rindu ku


Harum tubuh mu


Buai lelap ku


Sirna kan segala resah ku


Sedalam dalam cinta mu ku selami


Warna warna terindah yang ada di bumi


Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu


Sedalam cinta mu tercipta untuk ku


suara merdu itu membuat semua yang sedang sibuk dengan kesibukan masing masing kini langsung melihat ke arah sumber suara, berdiri seorang laki laki lajang dengan tegap, juga dengan setelan jas yang membuat nya cukup berwibawa dan menambah kesan kharismatik pada pria lajang ini


Ketika hati


Tak kuasa pergi menyepi sendiri


T'lah kau yakin kan setia yang teruji


Di batas waktu


Menggapai cinta ku


Aura hati mu


Sentuh hati ku


Sinari ruang asa ku


Sedalam dalam cinta mu ku selami


Warna warna terindah yang ada di bumi


Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu


Sedalam cinta mu tercipta untuk ku


T'lah kusadari (t'lah kusadari)


Cinta tak terbatas


Rona masa yang berganti


Ikuti hati


Kau lah bisikan naluri


Ho-oo-oo


Sedalam dalam cinta mu ku selami (ku selami)


Warna warna terindah yang ada di bumi


Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu


Sedalam cinta mu oh, tercipta untuk ku ho-oo


Sedalam dalam cinta mu ku selami


Warna warna terindah yang ada di bumi


Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu


Sedalam cinta mu (sedalam cintamu) tercipta untuk ku oh


suara sorakan semua nya semakin terdengar meriah di telinga nya, membuat nya semakin tersipu malu saja terdiam di tempat nya berdiri


hingga, semua nya pun memilih terdiam, kala melihat Andra tengah mengulurkan sebuket bunga mawar dengan boneka wisuda di tengah nya dengan terus tersenyum juga tatapan nya yang terus terkunci pada nya


"Barakallah FII Ilmi Khaliza Sulistya Az Zahra, semoga makin sukses kedepan nya, semoga ilmu nya juga bermanfaat?" ucap Andra dengan terus tersenyum


"allahumma aamiin,, terima kasih kak Andra?" ucap nya yang selalu saja tertunduk


...°°°...


waktu terus berjalan, hingga sore hari ini, diri nya tengah duduk di kursi taman universitas dengan Andra di samping nya


"Kha, maaf yah, jika tadi aku membuat kamu malu di hadapan banyak orang?" ucap Andra yang merasa bersalah


"nggak papa kak, saya juga mengucap kan terima kasih, karena kak Andra sudah repot repot ke sini untuk menemui saya, hanya untuk mengucapkan selamat kepada saya?" ucap nya "namun,,, mengapa kak Andra bisa ada di sini?" lanjut nya yang bertanya dengan rasa bingung yang mendalam


"akh,, seperti nya, ini yang memang belum kamu ketahui, aku adalah anak dari rektor di sini, rektor yang tadi kasih kamu penghargaan, selamat juga atas peraihan nilai terbaik mu, aku ikut bangga sama kamu?" jelas Andra dengan tersenyum


"akh,, begitu kah,, hal ini memang membuat saya cukup terkejut, tapi,, terima kasih untuk semua nya?" ucap nya lagi


"Kha, ini buat kamu, aku harap, kamu akan menyukainya ya?" ucap Andra mengulurkan tangan kanan nya yang memegang sebuah paper bag


"a',, apa ini kak?" tanya nya dengan kening mengerut bingung


"bukan apa apa, ini sebagai hadiah karena kamu wisuda hari ini" jawab Andra membuat kening nya semakin mengerut


"t,, tapi,, bukan kah buket tadi sudah kak?" tanya nya membenarkan


"nggak masalah Kha, itu bukan apa apa, ini adalah hadiah yang sebenar nya, semoga kamu suka ya, sudah sore, sebaik nya kakak pamit dulu, assalamualaikum?" ucap Andra yang langsung saja pergi tidak ingin menerima penolakan dari nya


"Khaliza" seru sahabat nya yang memang sudah selesai dengan urusan nya masing masing dan membuat nya menoleh kemudian tersenyum


"eh, kalian, sudah selesai urusan nya?" tanya nya yang melihat kedua sahabat nya itu sudah duduk manis di samping nya


"iya nih, maaf ya, kamu pasti nunggu lama di sini?" ucap Lia seraya menoleh ke arah nya


"Kha, gimana sih, pesan nya di nyanyiin seperti tadi sama crush, pasti berbunga bunga banget kan hati nya, aarrgghh,, sosweet banget?" ujar Khanaya dengan semangat


"hmmm,, biasa saja kali Nay" jawab nya dengan terkekeh pelan


"eh tapi tadi juga Lia dikasih buket lho" ujar Khanaya dengan tak kalah semangat nya


"ooyah, dari siapa?" tanya nya dengan antusias


"dari tunangan nya lah, ekhem,, dari calon imam wkwk" goda Khanaya dengan alis kanan di angkat


"akh,, kalian apaan sih, udah deh, jangan buat aku malu, eh, kita dari pagi belum sempat swafoto nih, kita foto foto dulu yuk, buat kenangan?" seru Lia mengalih kan pembicaraan


ketiga nya pun ber swafoto ria bersama, dengan penuh kegembiraan, terlihat dari hasil foto nya, ketiga nya terus menyungginkan senyuman yang sangat begitu bahagia dengan saling merangkul satu sama lain


hingga ketiga nya harus kembali berpisah karena Lia yang merasa ingin pergi ke kamar kecil di antar oleh Khanaya


diri nya pun kembali terduduk sendiri dengan terus menundukkan pandangan nya, hingga,,,


Tiba tiba,,,


"assalamualaikum?" ucap Rafha yang memang melihat kesendirian nya di sore hari ini


"waalaikum salam warahmatullah" jawab nya seraya mengangkat sedikit pandangan nya hingga menyadari Rafha lah yang menghampiri nya


"apa aku boleh ikut duduk Za?" tanya Rafha yang diangguki oleh nya


"Khaliza, kenapa kamu sendiri di sini, kedua sahabat kamu ke mana?" tanya Rafha dengan celingak celinguk mencari sosok sahabat nya


"kedua nya sedang di kamar kecil Raf" jawab nya seada nya


"akh,, begitu kah, baiklah, sama kamu saja ya, ini buat kamu, selamat atas peraihan prestasi belajar kamu selama ini ya?" ucap Rafha menyerah kan sebuket bunga dengan ukuran sedang juga dengan tersenyum ramah ke arah nya


"akh,, maaf Rafha, aku tahu niat mu baik dengan memberikan hadiah ini untuk ku, tapi,, aku tidak bisa menerima nya, do'a saja sudah cukup membuat ku senang Raf, tapi tidak dengan ini" tutur nya karena teringat pada salah satu sahabat nya


"nggak masalah Za, aku ikhlas dengan ini, terima ya, aku tahu ini tidak seberapa dengan apa yang sudah kamu raih, tapi,, Khaliza,, niat ku tulus, jadi mohon di terima, akh iya, aku tidak menerima penolakan" jawab Rafha tersenyum hangat, membuat nya terpaksa menerima pemberian nya


"a',, akh, baiklah, ini aku terima, terima kasih untuk semua nya?" ucap nya menerima pemberian dari teman tsanawiyah nya itu


"tah, selamat juga atas peraihan prestasi mu, dan semoga kamu sukses untuk kedepan nya?" lanjut nya yang membuat Rafha merasa begitu senang


"hmmm,, yaah, sama sama, semoga kamu senang dengan isi nya,, allahumma Amin,, makasih juga untuk do'a nya Za, ku do'a kan untuk kebaikan kamu juga ya?" lama Rafha terdiam, hingga "akh, boleh kah aku bertanya sesuatu sama kamu Za?" lanjut Rafha


"yaah, boleh, kenapa tidak, apa yang akan kamu tanyakan?" jawab nya dengan lembut


"ehm,, kalau boleh tahu, apa kamu cukup dekat, dengan kak Andra?" tanya Rafha yang memang sudah sangat penasaran


"akh, itu, emm,, bisa di bilang begitu Raf, tapi,, sampai sini, hubungan aku sama kak Andra biasa saja" jawab nya singkat padat dan jelas, tidak ingin memberi harapan pada sosok di samping nya ini


di sisi lain, sepasang mata telah melihat nyata percakapan antara diri nya dengan Rafha, dia memandangi kedua nya dengan tatapan nanar nya


"sesakit ini kah rasa nya melihat orang yang di cintai mencintai orang lain, se sesak ini kah rasa nya mengetahui hubungan di antara kedua nya, kenapa harus Khaliza Raf, kenapa harus sahabat aku sendiri yang kamu ingin kan?" tanya sosok ini dengan mata berkaca kaca, namun dengan senyum yang memang sudah di paksakan


yaah, dia adalah Khanaya, gadis itu kini tengah berdiri di belakang pohon rindang yang cukup besar sendirian


_**Assalamualaikum Zahra_


Senin, 24 Juli 2023**