
..._Assalamualaikum Zahra_...
..._Rasa Malu Yang Tersimpan_...
..."jalan kehidupan kita seperti hal nya jalan raya,, tidak selalu lurus,, bahkan berliku,, banyak persimpangan dan turun naik,, melangkah lah dengan waspada,, penuh konsentrasi,, taati ajaran agama,, dan jaga kesadaran,, hingga dapat melalui nya dengan selamat,,"...
..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...
mentari menyambut pagi ini dengan cerah,, kini,, keluarga Al Hanand pun tengah sarapan pagi bersama dengan suasana hening seperti biasa nya,, belum ada canda tawa yang menghiasi ruang makan ini
"kak,, semalam tidur nya nyenyak nggak,,?" tanya Arsen yang menoleh ke arah nya,, menatap nya dengan tatapan menggoda dengan senyuman tipis khas laki laki lajang ini
"ehm,, biasa saja,," jawab nya dengan memutar bola mata nya dengan malas,, hhhhh,, mulai lah pagi ini dengan keusilan yang Arsen cipta kan untuk kedua kakak nya ini
"kenapa kakak terlihat malas dalam menjawab,, oh iya,, semalam,, bukan kah kakak memakai pakaian tidur dari Arsen juga pada akhir nya,, yang kata nya malu sendiri lihat nya,, ini kah yang nama nya menelan ludah sendiri,,?" goda Bunda yang ikut menggoda nya
"Bunda ihh,, jangan gini dong Bund,, kamu si,, apa kah hidup mu tidak akan merasa bahagia sebelum menjahili kakak terlebih dahulu,,?" tutur nya dengan memejam kan kedua mata nya erat,, mencoba meredam amarah nya
"ya aku kan hanya bertanya saja sama kakak,, apa salah nya,,?" tanya Arsen yang merasa tidak habis pikir
"bertanya ya bertanya,, tapi niat mu bertanya di sertai dengan kejahilan yang kamu selip kan,," jawab nya
"sudah sudah,, kalian itu ya,, nggak ada habis nya juga,, Nold,, kamu jangan suka usil sama kakak kamu coba,, sudah tahu kedua kakak kamu ini sudah menikah,," peringat Ayah yang menoleh ke arah Arsen
"kakak juga,, debat sama adik,, nggak malu apa di lihat suami nya juga,,?" lanjut Ayah yang menoleh ke arah nya
"dia nya usil duluan Ayah,, bagaimana kakak nggak selalu terbawa emosi coba,, dia nya yang mulai duluan,," tutur nya seraya menunduk
"tahu tuh Yah,, kasih kedua kakak nya tantangan,, tantangan nya benar benar tidak main main,," tambah kak Nisa yang ikut merasa gemas pada adik bungsu nya
"tantangan,, memang nya tantangan apa,, kok kalian juga bersedia saja menuruti perkataan nya,,?" tanya Ayah yang malah merasa penasaran
"jadi kemarin itu kita main truth or dare Ayah,, kakak dapat tantangan harus layani Ayah ketika makan malam tiba,, dan mengabaikan suami kakak,, Liza juga,, dia dapat tantangan harus mengenakan pakaian tidur pemberian Arsen sendiri sepanjang malam dan menunjukkan nya pada suami nya,," jelas kak Nisa yang membuat nya semakin tertunduk karena malu,, namun berhasil membuat Yussuf tersenyum dalam diam
"tidak hanya itu Ayah,, kakak juga mau aku tidak mengenakan pakaian saat makan malam tiba,, bahkan sampai dapat teguran dari Ayah,," balas Arsen membela diri
"jika kamu tidak suka dengan tantangan yang kedua kakak kamu usul kan,, mengapa kamu batal kan saja semua nya,, atau setidak nya,, ganti saja tantangan nya,,?" tanya Ayah dengan memandangi wajah sang anak bungsu
"ya',, ya aku juga sudah bilang agar kedua kakak TERSAYANG ku ini mengganti tantangan yang harus ku jalani,, masalah nya,, tantangan gantian nya,, masa aku harus menghubungi adik ipar nya kakak,, dan bilang,, kalau aku sering banget rindu sama dia,, habis itu bicara nya dengan manja dan mesra lagi,, aku nggak mau lah,, di kira nya aku menentang hubungan kedua kakak ku ini lagi,," jelas Arsen yang membuat semua orang yang mendengar tersenyum tipis
"begitu kah,, Ayah kok jadi ingin main juga ya,, nanti lah,, jika ada waktu luang atau weekend,, kita main itu semua nya,, atau nggak juga nanti jika hari Ahad,, kita main Ahad saja sehabis semua nya beres,," tutur Ayah yang rupa nya tergiur dengan setiap penjelasan ketiga anak nya
...*** ...
Khaliza dan Yussuf,, kedua nya kini sudah di depan pintu rumah utama Bunda,, Yussuf yang hendak berpamitan berangkat bekerja kini membuat kedua nya harus berada di sini
"hmm,, jadi karena itu neng mau mengenakan pakaian tidur pemberian dari Arsen,, kasihan banget,, mana tidur nya gelisah lagi semalaman penuh,," tutur Yussuf memecah keheningan
"emm,, iya a',, begitu lah,," jawab nya dengan lembut dan terus menunduk
"kalah dari permainan dan terpaksa menerima tantangan,, tapi,, aa' senang kok melihat neng yang berpenampilan seperti semalam,, entah tantangan seperti apa jika aa' ikut main sama kalian kemarin,," bisik Yussuf dengan lembut namun aneh nya terdengar horor di telinga nya
"oh iya neng,, hari ini kan Rabu,, aa' hanya setengah hari saja di kantor,, mungkin hanya meeting room sebentar saja,, jadi aa' akan makan siang sama neng ya,, bagaimana jika kita makan siang di luar,,?" tutur Yussuf dengan melihat arloji di pergelangan tangan kiri
"boleh a',, jika itu tidak membuat aa' repot,, memang nya aa' nggak ada jadwal mengajar di universitas,,?" jawab nya di akhiri dengan pertanyaan juga
"hmm,, tidak ada,, aa' hanya mengajar tiga hari dalam satu Ahad,, hari Selasa kemarin,, hari Kamis,, sama hari Sabtu saja neng,," jelas Yussuf sambil tersenyum
"akh,, baiklah a',, jika itu tidak membuat aa' kerepotan,," jawab nya dengan tersenyum di balik niqab
"kalau begitu aa' berangkat ke kantor dulu ya,, takut nya yang lain pada nunggu,,?" pamit Yussuf
"iya a',, aa' hati hati di jalan,, tidak perlu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi,," pesan nya saat mencium punggung tangan kanan Yussuf
"cup,, iya neng,, akan aa' ingat itu,, neng juga hati hati di rumah,, nanti siang aa' jemput,, assalamualaikum,,?" pamit Yussuf setelah balas mengecup singkat kening sang istri dengan lembut
"waalaikum salam warahmatullah,," jawab nya yang melihat sang suami mulai memasuki mobil,, hingga mulai menjalankan mobil nya
mulai kembali melangkah setelah memastikan suami nya sudah tidak terlihat lagi dari pandangan nya,, kini diri nya pun kembali ke ruang makan
"lho,, Ayah sama kakak nggak ke kantor hari ini,, kenapa,,?" tanya nya yang melihat Ayah dan kak Ahkam masih duduk setia di ruang makan ini
"nggak apa apa,, bentar lagi juga kita berangkat kok,," jawab Ayah dengan tersenyum hangat ke arah nya
"kak,, semalam benar benar nggak ada yang terjadi antara kakak sama kak Yussuf,,?" tanya Arsen
_Assalamualaikum Zahra_
Selasa, 26 September 2023