Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Ketika Rindu Bersenandung_...


..."aku sudah tidak sabar untuk segera melepas rasa rindu ini, pulang ke salah satu tempat ternyaman yang aku punya, pelukan hangat mu,, bercerita perihal isi hati dan isi kepala ku yang sudah menumpuk dan harus di keluar kan agar pikiran lebih tenang dan hati lebih lapang,," ...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


siang ini, Khaliza dan Yussuf,, kini kedua nya sudah sampai di rumah Bunda tepat pada pukul 10.00 pagi,,


"neng,, bangun yuk,, kita sudah sampai di depan rumah Bunda,,?" tutur Yussuf membangun kan nya yang tertidur di tengah perjalanan,, membangun kan nya dengan mengelus lembut pipi nya dan berhasil membuat nya tersadar


"akh,, sudah sampai ya a',, maaf,, neng selalu saja tertidur saat di tengah perjalanan,,?" ucap nya sambil menurun kan tangan Yussuf yang masih setia mengelus nya dengan lembut


"hmm,, tidak apa neng,, kebiasaan nya unik banget tidur di mobil,, nyaman ya,, tapi pasti pegal badan nya,, lanjut lagi di kamar ya,, kalau di mobil pasti susah gerak banget,,?" tutur Yussuf yang mulai mendekat ke arah nya dengan terus tersenyum


"hmm,, iya a',, eh,, aa' mau ngapain?" tanya nya yang sontak saja merasa panik di kala menyadari Yussuf yang mulai mendekat


"hmm,, Masya Allah,, istri nya aa' ini,, begitu waspada juga ya aa' sentuh,, seat belt neng,, jangan bilang neng lupa lagi untuk melepas kan nya?" tanya Yussuf


"kalau neng memang lupa kenapa,, salah ya,, bukan kah aa' sendiri yang bilang,, kalau tidak ada hukum nya bagi yang lupa?" tanya nya balik yang hanya terdiam


"iya,, memang tidak ada hukum nya,, tapi nggak baik juga kalau keseringan lupa,, seperti neng barusan,, neng pikir aa' mau apa coba?" tanya Yussuf lagi


"sudah lah,, memang nya kalau neng memang lupa aa' bakalan apa?" tanya nya dengan tatapan polos nya


"hmm,, boleh kali ya kalau aa' cium atau,, peluk,,?" goda Yussuf yang berhasil membuat nya cukup terbungkam


"xixi,, aa' serius lho,, aa' akan melakukan hal itu jika neng keseringan lupa,, jadi,, jangan di anggap bercanda,, jangan lupa juga mulai sekarang,," lanjut Yussuf lagi


"iya maaf,, neng nggak ada maksud,," ucap nya dengan membuang tatapan nya


"hmm,, jangan di ulangi lagi,," jawab Yussuf dengan lembut dan tersenyum hangat


Yussuf pun memilih memarkir kan mobil dan memasukkan nya ke dalam garas rumah Bunda dengan perlahan,,


"tunggu sebentar ya neng,, jangan keluar dulu,,?" ucap Yussuf dengan menoleh ke arah nya yang hanya bisa mengangguk


Yussuf pun keluar setelah memarkir kan dan mematikan mesin mobil,, mulai mengitari mobil bagian depan dan berhenti tepat di samping pintu mobil yang tengah di duduki oleh nya,, membuka kan nya dan membantu nya keluar dari dalam mobil,, tangan kanan nya di ulur kan agar bisa bergandengan dengan nya, juga dengan tangan kiri nya yang di letakkan di atas penjuru mobil, agar istri nya tidak terbentur


"terima kasih a'?" ucap nya saat sudah berdiri di luar mobil dan di angguki oleh Yussuf sendiri


kedua nya pun berjalan beriringan menuju pintu utama rumah Bunda,, kemudian mulai mengetuk nya


"sebentar,," terdengar suara seseorang dari dalam, yang di kenal dengan suara Bunda yang kemudian membuka kan pintu utama untuk kedua anak nya ini


melihat sosok yang begitu si rindu kan nya dengan tersenyum hangat ke arah nya tak urung kini hal itu membuat nya merasa senang dan tenang


"assalamualaikum Bunda,, kakak rindu Bunda,,?" ucap nya yang seraya berhambur ke dalam pelukan Bunda yang merasa terkejut mendapat kan perlakuan seperti itu dari anak kedua nya


melihat dan menjadi menyimak setia di antara kedua nya,, kini berhasil membuat Yussuf sendiri tersenyum ke arah Bunda,, menggaruk tengkuk nya yang padahal tidak merasa gatal karena merasa bingung harus melakukan apa


"waalaikum salam warahmatullah,, sayang,, sama,, Bunda juga begitu merindukan kakak,," jawab Bunda seraya mengelus lembut kepala nya dengan sayang


"Bunda apa kabar,, ada masalah kah selama kakak tidak di rumah,, Bunda pasti banyak mengerja kan pekerjaan rumah sendiri ya,,?" sontak pertanyaan beruntun itu tidak bisa di tahan nya lagi di saat bertemu dengan Bunda


"alhamdulillaah,, kabar Bunda begitu baik sayang,, xixi,, satu satu dong tanya nya,, jangan buat Bunda bingung harus menjawab pertanyaan kakak yang mana dulu,," peringat Bunda dengan terkekeh


"hmm,, maaf Bunda,, aku terlewat kangen sama Bunda,,?" ucap nya yang belum juga melepas pelukan rindu kedua nya, bukan nya melepas kan,, diri nya bahkan malah semakin mencari kenyamanan dalam pelukan hangat sang Bunda


"xixi,, sudah sudah,, ke mana pergi nya sikap dewasa nya anak Bunda ini,, lihat tuh,, suami kakak ikut senyum lihat kakak gini terus sama Bunda,, sudah punya suami,, tapi masih manjaan seperti ini sama Bunda nya,, heran Bunda,," tutur Bunda


"emmm,, nanti lah Bund,, kakak nyaman seperti ini dulu,, nggak mau di lepas ish,, mumpung Ayah masih di kantor,, jadi waktu Bunda siang ini punya kakak sepenuh nya,," putus nya seraya menutup kedua mata nya


"siapa bilang Ayah masih di kantor,, berani banget ya kakak cari cari kesempatan dalam kesempitan sama pacar halal nya Ayah?" ujar Ayah yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Bunda


"xixi,, assalamualaikum Ayah,, Ayah apa kabar,,?" ucap nya seraya melepas kan pelukan kedua nya dan beralih mencium punggung tangan kanan Ayah


"waalaikum salam warahmatullah,, alhamdulillaah,, kabar Ayah baik sayang,, kakak sendiri bagaimana,,?" tanya Ayah seraya tersenyum


"assalamualaikum Ayah,, Bunda,, apa kabar?" sapa Yussuf dengan menyalami tangan kedua mertua nya dengan khidmat


"waalaikum salam warahmatullah,, Yussuf,, alhamdulillaah,, kabar kami baik nak,, kalian sendiri bagaimana?" jawab Ayah


"alhamdulillaah Ayah,, seperti yang Ayah Bunda lihat,, aku sama neng Zahra baik baik saja,," jawab Yussuf


"oh iya,, ayo masuk,, kamu sih kak,, peluk Bunda lama,, jadi Bunda lupa buat ajak kalian duduk di dalam kan,, yuk,, masuk,,?" ajak Bunda yang membuat nya tersenyum


"hehe,, maaf Bunda,, habis nya aku kangen banget sama Bunda,," jawab nya dengan berucap


"rumah serasa sepi banget Bund,, pada ke mana,, kak Nisa sama kak Ahkam,, nggak ada di rumah juga?" tanya nya setelah semua nya duduk di sofa ruang keluarga


"biasa,, kakak kamu cek up ke dokter kandungan,, rutin setiap bulan,, sekarang menginjak usia tiga dua bulan juga,, jadi harus rutin cek,," jawab Bunda yang di angguki juga oleh kedua nya


"oh iya,, kamu tawari suami kamu mau minum apa kak,, kan habis perjalanan jauh,, mungkin kalian lelah,," imbuh Bunda


"hmm,, teh saja neng,," jawab Yussuf sambil terus tersenyum manis ke arah nya dan membuat nya mengangguk


"Ayah mau minum apa,, biar kakak buat kan,,?" tanya nya seraya menoleh ke arah Ayah


"hmm,, ayah kopi saja deh kak,," jawab Ayah yang di tanggapi raut datar oleh nya sendiri


"jangan kebanyakan kopi terus Ayah,, Ayah mau hipertensi nya kambuh lagi?" tanya nya yang mengingat kan Ayah


"nggak ish,, dari pagi Ayah memang belum minum kopi kok,, hanya kebanyakan air putih saja,," jawab Ayah membela diri


"ya sudah,, Bunda,, mau minum apa,, biar kakak buat kan juga?" tanya nya seraya menoleh ke arah Bunda


"hmm,, Bunda mau nya,,," ucapan Bunda yang sengaja di gantung membuat nya faham


"coklat panas ya Bund,, sama sama kakak,, kakak juga suka itu,, baik Bund,, tunggu sebentar ya,, kakak ke dapur dulu?" jawab nya yang merasa sudah mengerti


"neng izin ke dapur dulu ya a'?" ucap nya yang lagi lagi mendapat kan anggukan dari Yussuf sebagai jawaban dan kemudian melangkah ke arah dapur


"seperti nya hubungan kalian sudah membaik ya Yussuf,, dia nggak se pemalu di awal pertemuan,,?" tanya Ayah yang membuat Yussuf lagi lagi tersenyum


"hmm,, iya Ayah,," jawab Yussuf dengan lembut sambil tersenyum tipis


...***...


"ehem,, Yussuf,, apa putri Ayah banyak merepot kan kamu selama dia sama kamu,,?" tanya Ayah yang sengaja berbicara dengan intonasi yang sedikit tinggi saat menyadari jika diri nya sudah selesai membuat kan minuman


"hmm,, tidak Ayah,, justru kehadiran nya banyak membantu kami di rumah,," jawab Yussuf dengan lembut dan tersenyum saat menyadari niat Ayah hanya ingin menggoda anak nya


"Ayah kenapa si,, gitu banget,, lagi pula,, aku nggak bakalan mempermalukan Ayah juga kan,,?" tutur nya seraya menyimpan gelas berisi minuman pesanan masing masing di hadapan masing masing keluarga nya


"emm,, siapa tahu kamu banyak merepot kan di rumah mertua mu kak,, soal nya,, tak jarang juga kakak bangun tidur siang di rumah,," jawab Ayah


"kakak lupa,, kakak juga sering tidur tanpa makan malam bersama terlebih dahulu,, habis itu tidur nya di ruang kerja lagi,," lanjut Ayah


"itu kan kalau kebetulan kakak merasa capek,, lagi pula waktu itu kakak sedang,,," penuturan nya yang menggantung


"sedang apa,,?" tanya Ayah lagi dengan pandangan yang menantang ke arah nya


"hhh,, sedang benar benar sibuk Yah,, Ayah gimana si,, anak sendiri malah di introgasi?" jawab nya


"sudah sudah,, kalian pulang ke sini,, Umi sama Abi tahu nggak,,?" tanya Bunda yang melerai kedua nya


"hmm,, tahu Bund,, Yussuf sama neng Zahra sudah pamit sama Umi sama Abi juga sebelum ke sini,," jawab Yussuf dengan lembut


"begitu,, bagus lah,, takut nya Umi sama Abi nya nggak tahu,, jadi Bunda tanya gini,," tutur Bunda yang di angguki oleh kedua nya


"oh iya Bund,, setelah acara resepsi itu selesai,, Bunda bawa ke mana koper kakak,, kok kakak bangun dari tidur nggak ada di dalam kamar hotel,,?" tanya nya yang membuat Bunda tersenyum penuh arti


"hmm,, Bunda bawa pulang kak,," jawab Bunda


"ih Bunda,, kan kakak jadi nggak bawa baju ganti,, untung saja kakak selalu bawa selendang,," ujar nya dengan tatapan serius


"ini usul Arsen,, jangan salah kan Bunda di sini,, dia yang bawa koper nya kakak kok,, bahkan koper kakak masih utuh di kamar,, belum di beres kan,, Bunda belum sempat,," tutur Bunda


"hhhhh,,, anak itu,, kenapa suka banget si usilin kakak nya ini,, benar benar menjengkel kan,, awas saja kalau dia ada di sini,," monolog nya dengan rasa kesal yang tertahan


"sudah lah,, dia sedang tugas sekarang,, kalian pasti capek karena perjalanan panjang,, segera lah beristirahat di kamar,, kamu juga Yussuf,, pasti capek banget habis nyetir,, gih,, ke kamar,," imbuh Bunda yang di tanggapi senyuman menawan dari Yussuf sendiri


"Bunda Ayah bagaimana,, mau istirahat juga kah,,?" tanya nya seraya beralih menatap kedua orang tua nya


"hmm,, Ayah Bunda mau melihat perkembangan di pabrik nak,, kamu mau ikut,, memang nya nggak capek,,?" tanya Ayah yang sengaja menggoda nya


"boleh deh Yah,, kakak mau ikut ya,, bosan juga di rumah gini,,?" tutur nya dengan mata yang berbinar


"lho,, lho,, lho,, nggak akh,, kan ada suami kamu,, jadi nggak sendirian banget,, biasa nya juga kalau di tinggal sendiri di rumah nggak apa apa,, sekarang kenapa minta ikut yang padahal ada teman di rumah,,?" ujar Ayah, niat hati ingin menggoda sang anak kedua tapi malah di tanggapi serius?


"sudah,, kakak di rumah saja kak, kasihan tuh suami nya kakak kalau harus ikut,, dia pasti sendirian di rumah bakalan nggak bisa tenang dia,, kalau pun dia ikut juga kasihan juga kan capek nyetir,," sekarang Bunda yang memberi nya imbuhan


"Yussuf pasti pegel tuh nak,, pijitin dia gih,, kasihan anak tampan nya Ayah,," tutur Ayah yang mendapat kan tundukan dari nya


"ya sudah,, kita pamit ke pabrik dulu ya,, kakak jaga rumah,, mungkin sebentar lagi juga kak Nisa sama kak Ahkam pulang,,?" tutur Bunda


"baiklah Bund,, Bunda sama Ayah juga hati hati di jalan,, jangan lupa untuk selalu mengabari kakak jika ada apa apa,," jawab nya yang seraya mengantar kan Ayah dan Bunda ke depan pintu utama


"pasti nak,, assalamualaikum,,?" ucap Ayah yang di angguki oleh Bunda dan terlihat melambai ke arah nya


"waalaikum salam warahmatullah,,"


"waalaikum salam warahmatullah,," jawab kedua nya serempak


_Assalamualaikum Zahra_


Rabu, 30 Agustus 2023