Assalamualaikum Zahra

Assalamualaikum Zahra
Assalamualaikum Zahra



..._Assalamualaikum Zahra_...


..._Kau Awal Segalanya_...


..."orang yang tidak bercerita tentang seberapa besar masalah nya, bukan berarti kuat, namun,, karena dia tahu bahwa terkadang bercerita hanya akan membuat sakit, ketika mereka bisa mendengar kan, tapi tak bisa mengerti,,"...


..._Khaliza Sulistya Az Zahra_...


setelah mengantar Ayah dan Bunda sampai ke depan pintu rumah utama,, kini diri nya pun kembali masuk ke dalam rumah, berjalan ke arah dapur,, mengambil air mineral dan mulai berjalan ke kamar di ikuti oleh Yussuf di belakang


"assalamualaina wa'alaa ibadikassolihin,,?" ucap nya saat memasuki kamar nya dan di ikuti oleh Yussuf juga


mulai meletakkan gelas berisi air putih itu di atas meja nakas, kini diri nya pun mendudukkan diri nya di tepi tempat tidur


lama rasa nya tidak menempati kamar nya ini,, sekarang baru diri nya bisa singgah lagi di sini,, tunggu,, kado kado pernikahan nya di bawa ke sini semua? apa kah semua nya Arsen yang membawa nya


"jadi kamar neng di sini ya,, serasa familiar juga aa' masuk ke sini,,?" tutur Yussuf memberi tahu nya dan membuat nya menoleh


"familiar,, maaf,, tapi,, apa kah aa' pernah masuk ke kamar ini sebelum nya,,?" tanya nya dengan kening yang mengerut bingung


"pernah salah masuk,, Ayah meminta aa' untuk membawa dokumen di ruang kerja nya Ayah waktu itu,, karena aa' memang belum mengetahui nya dulu,, jadi lah aa' yang berakhir masuk ke sini,," jelas Yussuf yang berusaha mengingat


"begitu kah,,?" tanya nya yang membuat Yussuf tersenyum dan mengangguk memandangi wajah nya


"akh,," ucapan nya tertahan,, niat hati ingin mundur karena menyadari tatapan Yussuf dan langkah kaki yang tertuju ke arah nya


"kenapa neng,, ada apa di belakang nya neng,,?" tanya Yussuf yang malah ikut terkejut


"entah,, seperti nya kado nya Arsen simpan di sini a',," jawab nya yang melihat tumpukan hadiah di belakang nya


"emm,, bagaimana jika kita buka kado nya sekarang saja,, biar nggak bosan juga kan,,?" tanya Yussuf yang di benar kan juga oleh nya sendiri


"iya juga ya a',, baiklah,, kita akan membuka kado nya sekarang,, ada dua tumpukan hadiah di sini,, aa' buka tumpukan yang itu saja,, neng buka tumpukan yang ini,," jawab nya dengan menunjuk ke arah dia tumpukan yang berbeda


"emm,, nggak akh,, masa aa' harus buka kado sendirian si,, ada neng di sini kenapa harus sendiri?" jawab Yussuf sambil bersedekap


"hhh,,, baiklah baik,, ini kan kado pernikahan kita juga,, jadi aa' juga harus buka kado nya dong,, kita buka kado nya di sini saja,," tutur nya dengan menunjuk ke arah ujung tempat tidur


...*** ...


kini,, kedua nya tengah sama sama sibuk dengan kado yang benar benar menumpuk di dalam kamar nya ini, bergaram ukuran bisa di dapati nya, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar pun ada di sini


sejenak diri nya pun merasa di buat bingung dengan apa yang menjulang tinggi di hadapan nya, kado yang teramat banyak ini yang entah dari siapa saja


"a',, bagaimana kita bisa membuka kado sebanyak ini,,?" tanya nya pada Yussuf yang setia berdiri di samping nya sejak tadi


"entah lah neng,, namun,, kita coba buka saja,, jika sudah lelah,, kita bisa menyisih kan nya separuh hmm?" jawab Yussuf yang di angguki juga oleh nya sendiri


kedua nya mulai membuka dengan sama sama duduk menyila berhadapan di ujung tempat tidur nya


"bismillah,," ucap nya sebelum akhir nya benar benar membuka kado pertama nya


"neng,, lihat lah,, apa yang aa' dapat kan,, handuk pasangan dengan nama juga,, Abi Ari,, dan Umi Izza,, unik banget kan,,?" tanya Yussuf seraya menunjukkan handuk di tangan ke arah nya


"kado dari siapa a'?" tanya nya dengan kening mengerut bingung, belum sempat diri nya membuka kado,, suami nya sudah terlebih dahulu mendapat kan kasian pertama


"di sini tertulis dari Hubab Aslan,," jawab Yussuf sambil membaca selembar kertas


"tunggu,, nama laki laki,, neng punya teman laki laki,, sejak kapan?" tanya Yussuf yang baru menyadari sesuatu


"hmm,, coba aa' baca kartu ucapan nya,, ada nggak?" tanya nya balik dan berhasil membuat Yussuf menuruti nya


"yang keras baca nya,, neng juga mau mendengar nya,," lanjut nya dengan tersenyum penuh arti


"hmm,, waalaikum salam warahmatullah,," jawab nya dengan masih tersenyum tipis


"dari siapa coba,,?" tanya Yussuf lagi


"dari teman tsanawiyah a',," jawab nya yang melihat Yussuf memandangi nya dengan penuh rasa curiga


"nggak usah merasa curiga a',, neng nggak pernah pacaran sama laki laki lain kok,, selain sama aa' karena sudah menjadi suami neng sekarang,," tutur nya mengingat kan


"nggak kok,, aa' nggak bilang neng pacaran,, lagi pula,, Ayah juga sudah memberi tahu aa' kalau neng memang nggak pernah pacaran sebelum nya,," jawab Yussuf lagi


"alhamdulillaah,," ucap nya saat membuka dan dapat melihat hadiah pertama di tangan nya


"isi nya apa itu neng,,?" tanya Yussuf yang ikut merasa penasaran


"hmm,, sprei a',, dari Salsa,," jawab nya dengan tersenyum lembut memandangi hadiah di tangan nya dan membuat Yussuf mengangguk


...*** ...


kedua nya terus membuka hadiah yang lain nya juga,, diri nya sempat mendapat kan gelas cuple dari Syakira,, ukiran kaligrafi dari Lia, bad cover dari Khanaya, jam dinding dari Hanna dan juga yang lain nya


beberapa menit setelah nya


diri nya hendak membuka kotak hadiah dengan kotak berwarna merah di kedua tangan nya itu, namun rasa ragu pun berhasil menyergapi hati nya antara langsung membuka dan melihat nya, atau harus kah diri nya lebih memilih mendiam kan nya saja? namun rasa penasaran itu ikut menggebu di kala melihat dua kotak berukuran sedang itu


"astaghfirullahaladzim,," diri nya yang benar benar merasa di buat penasaran oleh si pemberi kado pun lantas membuka nya hingga ujaran nya yang benar benar terkejut pun seraya melempar kan kotak berukuran kecil itu ke sembarang arah, membuat Yussuf menoleh ke arah nya


"ada apa neng,, apa isi nya,, mengapa itu sampai membuat neng merasa terkejut begitu,,?" tanya Yussuf dengan beruntun


"entah lah a',, neng nggak yakin,, isi nya,," jawab nya yang menggantung


"iya,, isi nya apa,, bilang sama aa',, apa isi nya membuat neng takut kah?" tanya Yussuf lagi


"tidak juga,, hanya saja,, isi nya,, isi nya,, ish,," tutur nya seraya meringis dengan kedua tangan yang memeluk tubuh nya sendiri


melihat hal itu kini berhasil membuat Yussuf bingung, mulai menghampiri kotak hadiah yang tadi di lempar kan oleh nya,, dan hendak membuka nya


"tunggu a',," cegah nya saat melihat Yussuf sudah mengambil kotak tanpa membuka isi nya


"kenapa neng,,?" tanya Yussuf lagi yang kian semakin bingung dengan tingkah nya itu


"tidak apa a',, hanya saja,, bisa kah aa' tidak melihat isi di dalam nya,,?" tanya nya dengan ragu


"kenapa,, ada apa dengan isi nya,, apa kah neng akan mencoba nya,,?" tanya Yussuf


"tidak,, eh,, maaf,, maksud nya bukan begitu,, tapi,, aa' jangan melihat isi di dalam nya,," tutur nya yang membuat Yussuf merasa di tantang


"aa' buka deh,, aa' juga penasaran dengan isi nya neng,," jawab Yussuf sambil membuka dan melihat apa yang ada di dalam nya, membuat nya berpaling dari pandangan Yussuf


"jadi ini isi nya,, dari siapa,,?" tanya Yussuf dengan mengangkat tinggi benda di tangan nya


"Arsen" ucapan Yussuf ini yang sontak saja membuat nya memandangi Yussuf dengan sempurna


"apa,, Arsen,, a',, jangan bilang hadiah ini dari Arsen,, aa' tahu dari mana?" tanya nya


"ini,, ada kartu ucapan nya juga,, tertanda Arnold yang tampan,," jawab Yussuf lagi seraya menyerah kan secarik kertas pada nya


"Arsen,, bagaimana bisa kamu memberi kan hadiah memalukan seperti ini?" imbuh nya dengan menunduk


_Assalamualaikum Zahra_


Kamis, 31 Agustus 2023